Young Single Mom

Young Single Mom
Rekan Baru


__ADS_3

Paginya...


Matahari mulai membiaskan sinarnya ke dalam kamarku dan aku mulai membuka pelan mataku menyesuaikan biasnya yang menyinari wajahku.


Aku mulai beranjak duduk dari tempat tidur dan menyandarkan punggungku ke tepi tempat tidur sambil meraih air putih diatas nakas yang sengaja aku siapkan sebelum tidur.


Setelah semua nyawaku terkumpul, aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 30 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Aku mulai melangkahkan kakiku menuju lift yang biasa membawaku untuk sampai ke lantai 7. sesampainya didepan lift aku menyadari bahwa ternyata lift mati karena sedang dalam perbaikan. terpaksa aku harus menaikki anak tungga sebanyak 7 lantai.


"Ahh sial... !!" umpatku kesal karena membayangkan lelahnya harus menaiki tangga. Aku segera melepas sepatu hak tinggiku dan mulai menaiki anak tangga satu persatu.


Membutuhkan waktu lebih lama untukku sampai kekantor dengan berjalan seperti itu, baru sampai setengah jalan aku sudah merasakan kakiku sangat lelah.


"Hosh.... hosh...hosh..." Aku bernafas kasar karena kelelahan setelah sampai di lantai 7.


Aku mulai masuk kedalam kantor dan ternyata aku sudah terlambat, briefingpun sudah di mulai. aku lebih memilih menunggu di depan bersama reception hingga briefing selesai karena tidak enak harus mengganggu perhatian para karyawan ditengah-tengah briefing tersebut.


Setelah dirasa briefing selesai, aku mulai masuk keruanganku. Tak lama kemudian Pak Zack menghampiriku dan menanyakan perihal keterlambatanku.


"Kenapa terlambat ra ?" tanya Pak Zack tanpa basa-basi.


"Anu... maaf pak, tadi lift.nya mati... jadi ara terpaksa jalan kaki menaiki tangga untuk sampai keatas" jawabku pelan


"Lain kali berangkatlah lebih pagi... !!!" tegasnya


"Ba-baik pak...." jawabku terbata


"Oh ya... kamu sudah berkomunikasi dengan Pak Henry kan ? sepertinya nanti dia akan menghubungimu kembali. kalo ada apa-apa tentang kasusmu langsung hubungi dia saja tidak apa-apa ra... jangan sungkan,dia orangnya baik kok." ucap Pak Zack


"Iya pak... maaf ara sudah sangat merepotkan bapak"


" Semalam aku sempat berbincang dengannya dan dia bilang akan mengenalkanmu pada rekannya,nanti kamu hubungi saja dia... !" titahnya


"Santai ra..." Timpalnya sambil berlalu pergi dari ruanganku.


* * *


Siangnya saat jam istirahat, aku dan Bianca pergi kemushola dan makan siang tanpa Fafa karena dia ada tugas dari kantor yang harus mengharuskannya keluar perusahaan untuk menemui client.

__ADS_1


Kami memilih tempat duduk ternyaman diujung foodcourt yang biasa kami tempati disetiap jam makan siang sambil menikmati indahnya pemandangan kota jogja yang terlihat dari lantai 6 gedung tersebut.


"Ahhh nyamanyaaa...." gumamku sambil menyandarkan punggungku disofa empuk tersebut dan diikuti oleh Bianca yang sambil tersenyum kearahku.


Tak lama kemudian makanan yang kami pesanpun datang, segera kami menyantap habis makan siang kami yang terasa begitu sangat lezat.


Drrrrt.....


Drrrrrt....


Drrrrrt.....


Ditengah asyiknya perbincanganku dengan Bianca, tiba-tiba ponselku berbunyi dan aku segera melihat kelayar ponsel bermaksud mencari tahu siapa yang menghubungiku. terlihat nama Pak Henry tertera dilayar panggilan tersebut. aku langsung menggulir tombol hijau dilayar ponselku.


"Hallo Pak Henry selamat siang..." sapaku


"Hallo ra... ra aku mau mengenalkanmu pada rekanku yang menangani kasus narkoba di POLTABES ya, biar dia yang mengambil alih menangani kasusmu, jadi kamu tak perlu menghubungi polisi yang kemaren datang ketempatmu lagi. dengan begitu aku akan lebih mudah memantaumu dan juga rekanku tak akan berani macam-macam padamu." jelas Pak Henry padaku


"Baiklah pak kalau begitu... ara akan mengikuti apa yang menurut bapak terbaik karena ara tidak tahu apa-apa tentang hukum dan kasus seperti ini" jawabku jujur


"Aku akan memberikanmu nomornya,nanti kalian bertemu dan membahas kronologisnya ya... !! " seru Pak Henry


Setelah perut terasa kenyang, kami segera kembali kekantor.... baru saja mendudukan tubuhku dikursi kerjaku yang ada disebelah Bianca, tiba-tiba Pak Zack datang menghampiri kami.


"Gimana ra... udah jadi hubungi Pak Henry?" tanyanya


"Sudah pak... dia memintaku untuk bertemu dengan rekannya" jelasku


"Yasudah... kalau dia sudah memberikan nomor rekannya, segera saja hubungi dia" titah Pak Zack


"*Ini saya sudah menghubunginya pak... rencananya kami bertemu nanti sore sepulang kerja"


"Ketemu dimana? kalau bisa jangan jauh-jauh dari area kantor dan kosmu,atau nanti kamu ajak Bianca aja untuk menemanimu*." kata beliau khawatir


"Bi... nanti kamu temani ara ya, kamu tahu kan anak kecil seperti dia butuh pengawasan orang dewasa seperti kita... hahahaha !" ucap Pak Zack sambil terkekeh kearahku dan Bianca


"Aaaahhh bapak..." aku berucap sambil mengerucutkan bibirku


"Iya... nanti biar saya antar pak" jawab Bi dengan ekspresi meledekku

__ADS_1


* * *


Setelah jam kerja usai, aku dan Bi segera menuju mobil yang berada di parkiran lowerground. kami berdua segera melajukan mobil menuju kelokasi pertemuanku dengan rekan Pak Henry.


Setelah 30 menit melawan kemacetan dijalanan kota istimewa ini, akhirnya kami sampai pada sebuah bangunan berlantai 3 yang menyediakan aneka minuman berkafein yang lumayan ramai pengunjung... kami mencari tempat duduk dilantai 1 dan belum melihat tanda-tanda datangnya orang yang akan kami temui.


Aku dan Bi memperhatikan satu persatu setiap pengunjung yang datang sambil bertanya-tanya.


"Itu bukan ya?" tanyaku pada Bi ketika melihat ada lelaki yang berjalan menuju kearah meja kami.


"Ah bukan" ucapku dengan Bi bersamaan ketika melihat lelaki itu hanya berlalu melewati meja kami.


Tidak hanya sekali dua kali kami menebak-nebak setiap orang yang masuk kedalam bangunan itu. kami masih setia menunggu kedatangannya hingga 30 menit berlalu kami habiskan didalam bangunan tersebut untuk menunggu.


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kami mendapati seorang pria dengan tubuh tinggi dan kekar berjalan menuju meja kami.


Dia melihat kearahku dan menanyakan namaku.


"Mba ara....?" sapanya sambil menyunggingkan senyumnya


"Iya benar..." jawabku


"Saya frank mba... rekannya Pak Henry" jelasnya sambil mengulurkan tangannya bermaksud ingin menjabatku.


Aku segera menyambut tangannya dan segere mempersilahkannya duduk, sebelum duduk tak lupa ia juga menjabat tangan Bianca.


Tidak langsung masuk ketopik pembicaraan, kami membuka obrolan dengan berbasa-basi dan memesan minuman terlebih dahulu pada pelayan yang ada di lantai tersebut untuk mencairkan suasana canggung ditengah pertemuan kami.


Kami membahas sedikit masalah pekerjaan dan sekali dua kali melontarkan candaan. sambil menunggu pesanan datang untuk menemani jalannya perbincangan kami.


Bersambung...


**Haiiiii readers kesayanganku.... jumpa lagi dengan episode terbarunya "Young Single Mom" ya


Jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote.nya ya agar aku lebih semangat Up.nya ☺️☺️


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !!


Terimakasih**...

__ADS_1


__ADS_2