Young Single Mom

Young Single Mom
Maternity.


__ADS_3

"Deket situ ada yang jual mi ayam bakso iga. Rasanya mirip kayak mi ayam favorit kita di depan kampus. mau gak ?."


"Serius ? Maulah !."


Tak perlu menunggu lama,aku dan Risti segera menghampiri warung mi ayam tersebut. Pengunjungnya cukup ramai karena bertepatan dengan jam makan siang. Untungnya pesanan datang cepat walau ramai.


"Mantep ! persis banget sama mi depan kampus. Lebih enak ini malah." Risti terlihat makan dengan lahap.


Seusai makan,Risti mengantarku pulang kerumah. Ia juga menginap beberapa hari di rumahku karena sayang jika harus menyewa hotel. Jadi aku berbagi kamar dengan Risti selama ia menginap di rumahku.


Saat tengah malam di hari kedua Risti tidur denganku,tiba-tiba aku dikejutkan dengan datangnya 2 orang wanita bersamaan dengan menyalanya lampu kamarku setelah sebelumnya kupadamkan. Kedatangan mereka pun berhasil membuatku terperanjat dari tempat tidurku.


"Selamat ulang tahun Araaaaaa." Aya dan Rofi terlihat berdiri tepat di depanku dengan membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang menyala diatasnya.


"Aaaaaaa kaliaaaan..." Aku terharu dan sama sekali tak bisa menahan air mataku.


"Tiup dulu lilinnya !." Aya,Rofi dan juga Risti terlihat sangat riang karena berhasil membuat kejutan untukku.


Setelah meniup lilin,akhirnya aku memeluk mereka satu persatu. Kali ini aku benar-benar merasa beruntung memiliki sahabat seperti mereka. Yang masih sangat peduli dan menyayangiku disaat hidupku berada di situasi seperti ini.


Kami melanjutkannya untuk saling bertukar cerita satu sama lain. Tak lupa ibu juga membuatkan minum dan camilan untuk kami.


Hingga tak terasa waktu sudah berlalu hingga pagi hari dan kami masih asik berbincang.


"Hari ini kalian ambil cuti kan?."


"Iya Ra,kita mau temenin kamu dulu hari ini hahaha."


"Raaaaaaa ! Hp mu bunyi tuh dari tadi." Ibu terdengar berteriak mendengar nada dering ponselku.


"Ya buuuu !." Aku segera mengambil ponsel yang aku taruh di dekat tv.


Setelah kulihat notifikasi, ternyata ada beberapa panggilan masuk dan beberapa pesan. Salah satunya adalah pesan dari nomor baru yang tak dikenal.


"Saya driver,mau mengantarkan kue." ~driver

__ADS_1


Saat selesai membaca pesannya tiba-tiba nomor itu kembali menghubungiku.


"*Hallo."


"Ya. Hallo?."


"Mba saya mau antar kue ini, rumahnya yang sebelah mana ya?."


"Kue ? bapaknya dimana sekarang?."


"Iya mba, saya di dekat masjid ini."


"Oh,maju aja dikit nanti rumahnya di kanan jalan. Nanti kasih aja sama bapak saya ya pak* !."


"Baik mba."


Aku segera menutup panggilannya. Sepertinya ada orang yang mengirim kue ke alamat rumah orang tuaku. Aku segera memberitahukan ibu yang sedang asik berbincang dengan teman-temanku diruang tamu.


"Bu ada yang ngirim kue kerumah."


"Dari siapa buk kuenya ?."


"Hish dari si Aryo katanya. Ngapain pula kasih kasih kue segala." Raut wajah ibu terlihat kesal mengetahui Aryo memberi kue padaku.


"Iya. ngapain sih? Apa maksudnya coba ?." Risti,Aya dan Rofi tak kalah ikut kesal.


"Udah biarin aja. Yang penting bukan aku yang cari gara-gara." Sebenarnya aku juga sangat kesal,tapi aku mencoba mengurangi kekesalan yang mereka rasakan.


"Pokoknya kamu jangan sampe luluh lho Ra ! apapun yang Aryo lakukan. Hiraukan !!!." Mereka terdengar sangat tegas memperingatkanku membuatku sangat terharu dengan perhatian yang mereka berikan padaku.


"Iya iya, aku udah gak peduli. Sekarang pokoknya yang penting aku mikirin bayiku." Aku mengangguk mengerti dengan maksud ucapan mereka.


Siangnya mereka bertiga mengajakku untuk foto maternity. Dengan kemampuan yang mereka miliki,aku tak perlu khawatir untuk pergi jauh jauh ke studio. Make up,outfit,take foto dan juga editing mereka lakukan sendiri dirumahku dan hasilnya pun tak kalah dari photographer profesional. Mereka tidak kalah bahagianya denganku menanti kelahiran calon keponakannya.


Mereka tak mau aku mengalami masa hamil tanpa mengabadikan kenangan bersama bayiku ketika berada di dalam perut. Mereka ingin membuatku sedikit memiliki kenangan indah selama melewati masa kehamilan seperti ibu hamil lain diluar sana.

__ADS_1


Mereka membuatku sadar,meskipun dicampakkan suami. Kehadiran keluarga dan sahabat tidak kalah berarti. Walaupun tak bisa menggantikan posisi sepenuhnya tapi setidaknya support yang mereka berikan sudah cukup untuk membuatku lebih kuat melewati masa sulit ini.


"Jangan khawatir ya dedek, biarin bapakmu gak peduliin kamu, yang penting onty onty selalu temenin kamu." Risti mengusap perutku dan terlihat sedang berbicara dengan bayi yang ada didalam perutku.


"Nanti kalau kamu udah keluar, onty ceritain gimana perjuangan mama kamu selama mengandung kamu ya." Aya tak kalah ikut berbicara dengan perutku.


"Besok kita ajakin kamu jalan-jalan juga ya." Rofi tersenyum melihat kearah perutku yang sedang dikerumuni Risti dan Aya.


"Kalian jangan lupa kesini lagi pas acara mitoni lho ya !." ibu terlihat keluar dari dapur sambil membawa nampan yang berisi makanan dan menaruhnya di meja.


"Siap bu,pasti kita kesini." Risti langsung menyantap makanan yang ibu bawakan.


"Waaaaa bentar lagi udah mitoni aja ya." Rofi berbinar tak percaya.


Bersambung...


-


-


-


-


-


Hai haiiii readers kesayangan aku. Makasih ya selalu setia membaca setiap episode YSM.


Jangan bosan-bosan ya terus ikuti setiap episodenya.


Jika kalian suka dengan karya author. Tinggalkan like,komen dan juga votenya yah 🙏


Komen dibawah jika ada kritik dan saran yang ingin disampaikan. Dan juga jika ada unek - unek yang mau disampaikan ❤️


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2