Young Single Mom

Young Single Mom
Tingkah Aneh


__ADS_3

Aryo menjawab pertanyaanku dengan suara terbata sambil menggaruk bagian belakang kepalanya dan menengok ke sembarang arah terlihat bingung mencari alasan.


"Sebenarnya tadi saya panik pas baca pesan singkat dari mba Ara yang bilang sedang demam, selesai tugas saya langsung buru-buru datang kemari hehe"


"Lohh kok gitu ? saya gak kenapa-kenapa kok mas, tadi saya kira ada hal penting yang mas Aryo mau sampaikan ke saya soal kasus kemaren. Duhh jadi merepotkan lagi kan." Aku menundukkan wajahku dengan raut wajah menyesal.


"Gapapa mba, lagian tadi saya tugas dideket sini kok."


"Tugas dimana mas? maaf merepotkan mas Aryo lagi."


"Samasekali tidak merepotkan mba, tadi saya tugas jaga demo mahasiswa di kampus deket perempatan depan kok. deket kalau kesini." Aryo menyunggingkan kedua sudut bibirnya membentuk senyuman.


"Yasudah kalau gitu sekarang mba Ara istirahat lagi ya, kalau sudah melihat keadaan mba Ara langsung saya jadi tidak khawatir seperti tadi hehe, saya pamit dulu ya... obatnya jangan lupa diminum biar cepet sembuh !." Aryo mengusap ujung kepalaku pelan sebelum akhirnya pergi meninggalkanku.


"Apa perlakuannya padaku tidak berlebihan ?" Aku bergumam dalam hati heran.


* * *


Hari berikutnya badanku masih terasa panas dan sedikit lemas namun aku tetap memutuskan untuk pergi bekerja.


Saat sedang duduk dimeja kerja dan fokus memeriksa pekerjaan yang terbengkalai, tiba-tiba ada suara seorang perempuan yang mengejutkanku.


"Udah sarapan belom nok ?" Suara mba Riris yang lantang berhasil mengejutkanku.


Aku menggelengkan kepala masih dengan raut wajah terkejut, tak perlu lama berbasa-basi ia kemudian menarik tanganku sedikit memaksa dan membawaku ke pantry.


Aku hanya duduk di kursi yang berada didekat pintu dan memperhatikan kegiatan mba Riris yang tengah sibuk membuka bungkusan makanan. ia kemudian mendekat duduk di kursi yang berada di sebelahku dan mulai menyuapiku.


"Lahh aku bisa makan sendiri mba..." Aku dibuat terkejut untuk yang kedua kalinya oleh perlakuan mba Riris yang tiba-tiba menyuapiku seperti anak kecil.


"Udah, buka mulutnya dan makan !" ia tetap melanjutkan kegiatannya tanpa menghiraukan perkataanku dan aku hanya bisa pasrah oleh perlakuannya padaku.


Sungguh rasanya terharu dan senang karena teman-teman kerjaku memperlakukanku dengan sangat baik.


Setelah perut kenyang, kami kembali keruang kerja dan akan melanjutkan pekerjaan yang sudah menumpuk karena sudah sehari kutinggalkan.


"Heh darimana kalian ?" Ternyata Bianca sudah datang dan sedang berdiri memperhatikan aku dan mba Riris yang sedang berjalan menuju kursi kami.


"Habis nyuapin bocah, pucet banget mukanya kayak ga makan seminggu kasian." seketika aku mengerucutkan kedua sudut bibirku mendengar jawaban mba Riris pada Bi.


"Hahaha udah sembuh belom?" Bianca kembali melontarkan pertanyaan padaku.


"Udah maaak." Aku sedikit menekankan nada suaraku.


"Dihh masih anget gini !." Fafa tiba-tiba menyentuh keningku dengan cepat membuat aku sedikit memundurkan badanku karena terkejut oleh gerakannya yang tiba-tiba.


"Welaaahhh kok ngapusi to nok !" Bianca menepukkan tangan kanannya ke dahinya melihat pembuktian Fafa pada suhu badanku.


"hehe." Aku tak bisa berkata-kata lagi selain hanya tersenyum pada mereka.


Kami melanjutkan pekerjaan kami masing-masing hingga siang hari.


"Yok makan ! ntar habis makan kita tidur siang sebentar di mushola !" Bianca memberi intruksi padaku dan Fafa apa saja yang akan kami lakukan pada jam istirahat.


Kami memutuskan untuk makan di foodcourt dan tidak pergi keluar kantor karena kondisiku yang masih belum terlalu sehat.


"Tidur dulu aja kamu, kalau gak istirahat ntar gak sembuh-sembuh lho." Fafa menepuk-nepukkan tangannya kelantai yang dilapisi sajadah bermaksud menyuruhku tidur diatasnya.


"Oke mak" Aku menganggukan kepalaku dan mulai merebahkan tubuhku di atas sajadah tanpa melepaskan mukena diikuti oleh Fafa dan Bi di samping kanan dan kiriku.

__ADS_1


Kami menghabiskan waktu untuk tidur di mushola selama kurang lebih 30 menit, waktu yang cukup untuk mengembalikan sedikit energi yang sudah terkuras setelah setengah hari bekerja dan kembali lagi kekantor untuk menyelesaikan pekerjaan hari ini.


Tak terasa jam kerja pun sudah habis, waktunya untuk para karyawan kembali ke rumah masing-masing.


Saat sedang keluar dari bangunan kantor dan mulai melangkahkan kaki menuju jalanan, tiba-tiba sebuah kendaraan melaju dengan sangat kencang dan nyaris menabrakku, namun seseorang tiba-tiba menarik tubuhku untuk menepi.


"Mba Ara gapapa? Ada yang luka gak?" Aryo melemparkan beberapa pertanyaan padaku masih memegang kedua pundakku.


"Kok kamu mas?" Aku menatap kearah Aryo dengan raut wajah kaget sekaligus heran.


"I- iya mba, tadi saya sengaja nungguin mba Ara disini karena khawatir mba Ara belum sehat total, saya mau nganter mba Ara pulang kebetulan saya juga sudah selesai tugas." Aryo melepas pundakku pelan lalu menggaruk kepala bagian belakangnya salah tingkah.


"Saya sudah sembuh kok mas, mas Aryo gak perlu repot-repot seperti ini." ia berlalu pergi membukakan pintu mobilnya untukku tanpa menghiraukan perkataanku.


"Ayo masuk mba !" Aryo mempersilahkanku masuk kedalam mobilnya. Aku sama sekali tak bisa menolak ajakannya karena tahu diri atas pertolongannya.


"Makasih ya mas tadi sudah narik badan saya,kalo mas Aryo gak narik badan saya pasti saya udah jatuh." Tentu saja aku harus mengucapkan terimakasih atas pertolongan Aryo.


"Harus mba,saya gamau mba Ara jatuh ke hati orang lain hehe" Pandangannya masih tertuju kedepan tanpa menatapku sedikitpun.


"Hah maksud mas ?" Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Aryo barusan.


"Gapapa mba,bercanda kok hehe."


"Dihh kok aneh banget sih ni orang,serem serem serem." Aku bergumam dalam hati melihat tingkah Aryo.


"Kita makan dulu ya mba !" Aryo menepikan mobilnya didepan kedai makan yang cukup ramai pengunjung karena memang terkenal akan rasanya yang enak.


Aku hanya mengikutinya tak bisa menolak karena bahkan Aryo langsung menepikan mobilnya tanpa menawariku terlebih dahulu.


Tanpa menunggu terlalu lama,kami langsung mendapatkan makanan yang kami pesan,tak heran tempat ini selalu penuh karena walaupun ramai pengunjung tapi pelayanannya cukup cepat.


"Mba Ara besok ada acara kemana?" Ia menanyakan beberapa pertanyaan padaku dalam perjalanan pulang.


"Besok saya mau pulang kerumah mas,mumpung libur kerja."


"Oh iya besok libur,pulang sama siapa besok mba ?"


"sendirilah mas."


"Sendiri? kan jauh mba?"


"Emang biasanya sendiri mas, udah biasa."


"Ohh gitu, yaudah hati-hati ya mba besok pulangnya !"


"Iya mas."


Aryo menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang kosku. Aku segera turun dari mobil tanpa terlalu banyak basa-basi dan kemudian aku naik kekamar setelah mobil Aryo pergi.


* * *


Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi dan aku mulai beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri karena hari ini aku harus pulang kerumah.


Selesai mandi aku segera mengambil beberapa makanan dan minuman untuk sarapan. Saat sedang sibuk bersiap-siap, tiba-tiba terdengar suara nada dering ponsel dari atas nakas.


"Aryo? Ngapain pagi-pagi telpon." Aku bergumam pelan sebelum menjawab panggilan suara dari Aryo.


"Hallo"

__ADS_1


"Ya mas? gimana?"


"Mba Ara dimana?"


"Di kos ini mas,gimana?"


"Hari ini jadi pulang?"


"Jadi mas,ini lagi siap-siap."


"Yasudah kalo gitu mba."


Setelah panggilan dimatikan aku curiga seperti suara ditelpon juga terdengar diluar kamar. Aku membuka pintu kamarku pelan untuk melihat keluar kamar. Dan ternyata benar, Aryo sudah berdiri didepan kamarku.


"Mas Aryo ngapain disini ?" Aku sangat terkejut dan heran melihatnya ada didepan kamarku.


"Mau nganter mba Ara pulang hehe." Dia menjawab pertanyaanku dengan begitu santai seperti tidak terjadi apa-apa.


"Haaahhh? gak usah mas,saya bisa pulang sendiri !" Aku sedikit menegaskan suaraku karena mulai merasa aneh dengan tingkah Aryo.


"Saya juga bisa nganter mba Ara !" Dia juga menegaskan suaranya.


"Rumahmu jauh mba, biar saya antar ! saya gak mau terjadi apa-apa sama mba Ara diperjalanan kalo nekat sendirian !"


"Dihh apaan sih mas !" Aku berlalu pergi kedalam kamar tanpa menghiraukannya dan melanjutkan persiapanku.


Setelah semua persiapanku selesai, aku keluar dari kamarku dan masih melihat Aryo berdiri didepan kamarku.


"Kok masih disini sih mas?" Aku menatap kearahnya tajam dan mengerutkan dahiku.


"Saya antar !" Aryo mendekat ke arahku merebut paksa tasku dan membawakannya masuk kedalam mobilnya.


"Duhh mas balikin tasku !" Aku sedikit merengek kepadanya berharap ia mengembalikan tasku.


"Masuk !"


"Hiihh !"


Bersambung


-


-


-


-


-


-


-


Hallo readers kesayangan aku,tetap jaga kesehatan ya kalian πŸ’•


Terus ikuti setiap episode YSM ya,jangan lupa untuk vote,komen dan like biar rame


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2