
"Ini emang tarif normalnya segini ya mba?." Ayya bertanya pada petugas kasir penasaran.
"Tidak bu. Ini karena covid,sulit untuk mencari dokter yang mau bertugas. Jadi kami harus menaikkan tarifnya."
"Ohh pantesan." Ayya menganggukkan kepala terlihat mengerti.
"Naiknya banyak amat ya Ra?." Ayya berbisik kepadaku. Aku hanya menganggukkan kepala mengiyakan Ayya.
Setelah semua pembayaran selesai kami berdua langsung kembali kerumah.
"Kamu nginep sini aja kak ! Udah malem loh."
"Oke deh ra."
* * *
"Makan dulu kamu kak !." Aku menyiapkan sarapan di atas meja makan saat Ayya keluar dari kamar untuk bersiap pulang.
"Repot - repot sih ra." Ayya mendudukkan tubuhnya dan mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Gak kak, sorry aku gak pinter masak haha."
"Helehh dari dulu gak meningkat ya skillmu hahaha." Walaupun makanan yang ku buat untuknya tak begitu enak,namun aku lega lantaran Ayya tetap memakannya dengan lahap.
"Meningkatlah ! itu kamu makan abis haha." Aku menunjuk kearah piring yang tepat berada didepannya.
"Haha iya,enak kok ini gak bohong." Ayya berdiri dan berjalan keluar setelah menghabiskan sarapannya.
"Makasih lho kak,maaf udah ngrepotin."
"Santai Ra,kalau perlu apa-apa bilang aku aja oke ! ntar aku sering kesini deh."
"Siap kak !."
"Byeeeee !." Ayya melajukan mobilnya meninggalkan rumahku. Aku segera masuk dan membereskan beberapa pekerjaan rumah. Setelah semua selesai aku menyandarkan tubuhku di sofa yang berada di ruang tengah sambil menyalakan tv.
Drrrrt drrrrt drrrrt
Aku meraih ponselku karena mengetahui ada notifikasi pesan yang masuk dan aku segera membukanya.
"Heh Ra ! Aku harap kamu gak usah hubungi Aryo lagi ya ! Kalau ada perlu apa-apa lewat aku aja,hubungi aku." ~Tari
__ADS_1
"Hemmmmh." Aku membuang nafas kasar menahan kesabaran dan menyunggingkan senyum di sudut kiri bibirku setelah membaca pesan dari Tari. Aku segera memblokir nomornya seketika setelah aku membaca pesannya karena kurasa tidak penting.
Tak lama kemudian saat aku sedang asyik menonton acara tv tiba - tiba ponselku berbunyi lagi. Aku segera meraihnya melihat ada nomor baru yang mengirimiku pesan dan membuatku segera membukanya.
"Kenapa kamu malah blokir nomerku ? Kenapa kamu gak blokir nomer Aryo hah? Kamu masih ada niatan buat hubungin dia ya ? Jangan berani-berani gangguin Aryo lagi ya ! Dia udah mau nikah." ~Tari
"Maaf ya mba. Saya gak blokir nomer Aryo karena mungkin saja suatu hari nanti dia sadar dan mau tanggung jawab sama darah dagingnya ! Tapi kamu tenang aja mba,saya gak bakal hubungi laki banci macam dia kok. Terus saya blokir nomer kamu karena saya tidak punya waktu untuk debat kusir sama kamu. Makasih." ~Aku
Setelah membalas chat dari Tari,aku pun segera memblokir nomer barunya lagi. Aku rasa tidak baik menanggapinya. Aku mungkin kuat untuk menghadapinya,namun dengan keadaanku yang sedang hamil seperti ini tidak menutup kemungkinan untukku menjadi mudah stres dan berdampak buruk untuk bayiku. Aku sebaiknya menghindari hal - hal yang mengganggu.
Sebisa mungkin setiap hari aku harus fokus dengan kehamilanku. Memikirkan nutrisinya,kesehatan mentalku dan persiapan kelahiran lebih penting dibandingkan memikirkan hal - hal negatif yang tidak perlu. Aku sadar perjalanan yang aku tempuh masih panjang dan mungkin saja akan semakin berat. Oleh sebab itu aku lebih memilih menjauh dari kehidupanku sebelumnya agar lebih tenang.
* * *
Tok tok tok
"Raaaaa ! raaaaa !."
Ceklek
"Ohh ibu,bapak. sini Ara bawa masuk bawaanya." Aku meraih barang bawaan yang ibu pegang.
"Jangan yang ini berat ! Ambil itu yang di dalam mobil masih ada yang gak berat !." Aku berlalu ke dalam mobil untuk mengambil beberapa barang yang tersisa.
"Iya terserah ibu aja. Tapi ibu beneran gak papa tinggal disini sama Ara?."
"Daripada ibu dirumah tapi kepikiran kamu terus, mending ibu disini sekalian aja. Biar bapakmu yang dirumah."
"Ara gak papa kok bu. Ayya juga tinggal di deket sini sekarang."
"Iya ibu tahu Ayya disini. Tapi kan dia kerja, dia punya urusan sendiri. Kamu gak mungkin ngrepotin dia terus."
"Iya bu, Ara seneng banget sih kalau ibu disini hehe."
"Senenglah ada yang masakin. Iya kan?."
"Betul bu ! hahaha."
* * *
"Bapak pulang dulu ya. Kalian hati - hati disini. Nanti bapak sering kesini." Paginya bapak harus kembali karena beliau harus bekerja. Sedangkan ibu tidak harus dirumah karena jualan onlinenya bisa ia pegang dari ponsel dan lagipula ada karyawan yang bisa mengurus packing dan pengirimannya.
__ADS_1
"Kamu kalau pagi sering jalan kaki Ra ! Biar lahirannya gampang."
"Iya bu, habis subuh Ara biasanya jalan keliling perumahan kok."
"Bagus kalau gitu. Makannya juga dijaga lho. Kamu gak makan aneh - aneh kan kemaren - kemaren ?."
"Enggaklah bu. Ara tiap hari minum air kelapa sama susu kok biar kalsiumnya bagus. Ada obat dari dokter juga."
"Ya udah kalau gitu nanti ibu disini ibu masakin yang bagus buat bumil."
"Oke bu." Aku tersenyum senang sambil memeluk ibu dan kami berjalan masuk kedalam rumah untuk memasak sarapan.
Tidak peduli sesedih dan sehancur apa pun perasaanku saat ini memikirkan nasib dan perlakuan Aryo dan keluarganya. Tapi harusnya aku harus lebih mengedepankan kebahagiaan dan mensyukuri semua pemberian Tuhan demi kesehatan bayiku. Bersyukur karena Tuhan memberikan sahabat,keluarga dan semua kebaikan kepadaku dan bayiku.
"Nak, kita harus kuat ya. Kamu harus sehat. Mama bahagia kamu hadir dan jadi penyemangat hidup mama. Mama akan melakukan yang terbaik buat kamu. Love you nak." Aku mengusap perutku yang sudah mulai membesar lengkap dengan garis - garis halus yang menghiasi perutku. Tetesan air mata dari kedua mataku di pipiku membentuk senyum bahagia dan haru di wajahku.
"Ternyata begini rasanya menjadi seorang ibu. Pantas saja ibuku selalu rela mengorbankan segalanya untuk kebahagiaanku." Aku bergumam dalam hati sembari menatap ibuku yang tengah sibuk mempersiapkan makanan di dapur.
"Kenapa nangis nak ! Udah gak usah sedih ! Ibu disini. Kamu gak usah takut. Ibu sama bapak pasti bantu kamu ngurus kamu sama anak kamu. Gak baik kalau lagi hamil sedih. Udah ayo bantu ibu masak !." Seketika aku tersenyum dan beranjak berdiri mendekatinya untuk membantu ibuku meracik bahan makanan yang akan ia masak.
Bersambung...
-
-
-
-
-
Hai haiiii readers kesayangan aku. Makasih ya selalu setia membaca setiap episode YSM.
Jangan bosan-bosan ya terus ikuti setiap episodenya.
Jika kalian suka dengan karya author. Tinggalkan like,komen dan juga votenya yah 🙏
Komen dibawah jika ada kritik dan saran yang ingin disampaikan. Dan juga jika ada unek - unek yang mau disampaikan ❤️
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !
__ADS_1
Terimakasih.