
Begitu ucapan ibu di sebrang panggilan sebelum akhirnya memutuskan panggilan tersebut. Aku mengerti pasti mereka juga butuh memikirkan keputusan yang akan aku ambil matang-matang karena ini juga bukan perkara mudah untuk melepaskan putri semata wayangnya. Disisi lain aku sudah merasa begitu yakin dan siap bahwa Aryo adalah sosok lelaki yang bisa dipercaya. Bagaimana tidak ? setiap hari aku dijejali dengan ucapan-ucapan manis yang keluar dari mulut Aryo,Yang selalu mengutamakanku... selalu memberikan waktunya untuk bersamaku,berusaha membuatku tersenyum dan bahagia,melindungiku dari orang-orang yang berbahaya,menjadi orang yang pertama datang saat aku sedang ada dalam masalah.
* * *
Setelah kedatangan Aryo kerumah untuk membahas rencana pernikahan kami,akhirnya orang tuaku setuju. Bagaimana tidak ? Dengan keahlian mulut Aryo untuk bersilat lidah memberi janji untuk bertanggung jawab,menjaga dan membahagiakan putri semata wayangnya orang tuaku akhirnya menyetujuinya.
"Saya sebagai orang tua tentu sangat bahagia atas niat baik nak Aryo,tapi kembali lagi keputusan tetap ada ditangan Ara anak kami. Kalau Ara yakin dan mau kami hanya bisa mendukung dan mendo'akan yang terbaik."
"Alhamdulillah kalau begitu pak,bu... saya dan Ara akan memikirkan persiapan pernikahannya karena kebetulan orang tua saya sedang menunaikan ibadah haji jadi saya harus mencari orang yang mewakilkan beliau. Kurang lebihnya sudah saya bicarakan dengan orang tua saya melalui telepon dan mereka sudah setuju pak. jadi setelah mereka kembali dari ibadah,saya dan Ara tinggal melaksanakan resepsinya saja."
Setelah mendapat ijin dari kedua orang tuaku, kami kemudian mempersiapkan segala kebutuhan untuk ijab,seperti mencari penghulu,para saksi,mas kawin,seperangkat alat sholat dan tak lupa juga cincin pernikahan. Tentu saja kami berbagi tugas untuk mempersiapkan semuanya.
Atas saran yang Aryo berikan padaku untuk tidak mengundang siapapun dengan alasan lebih baik acara ini hanya disaksikan oleh keluarga dekat saja karena kerabat dan teman-teman akan diundang saat acara resepsi saja,maka aku menyetujui sarannya yang terdengar masuk akal juga.
* * *
Hari itu turun hujan,kulihat keluar jendela terlihat tanah dan tanaman dihalaman depan rumahku telah basah akibat tetesan air yang cukup deras berjatuhan. Aku berdiri didepan jendela seperti menanti seseorang yang akan datang. Ya, aku menanti Aryo dan rombongannya datang kerumahku untuk melaksanakan pernikahan kami. Di rumah sudah ada beberapa tetangga sekaligus perangkat desa yang hadir untuk menjadi saksi dalam pernikahan kami.
Tak lama kemudian terlihat mobil berwarna hitam yang tak asing memarkirkan diri dihalaman rumahku. Aryo datang bersama tiga orang pria yang belum pernah aku lihat sebelumnya,mereka membantu Aryo membawakan seserahan yang berisikan mas kawin dan seperangkat alat sholat yang telah dibungkus rapi dan cantik.
Semua orang yang ada didalam rumah segera menyambut kedatangan mereka dengan ramah dan hangat. Kuperhatikan semua orang terlihat berbasa-basi satu sama lain sebelum akhirnya acara inti dimulai.
__ADS_1
Setelah cukup lama saling berbincang ternyata salah satu pria yang Aryo bawa adalah seorang penghulu dan yang lainnya adalah petugas KUA,menurut penuturan Aryo mereka juga kerabatnya yang diutus oleh orang tua Aryo untuk mewakilkan beliau.
Akhirnya janji suci yang sakral untuk peralihan kehidupan bagi dua insan manusia yang tengah berbahagia telah Aryo ucapkan didepan penghulu,orang tuaku dan juga para saksi. Kami resmi suami istri yang sah di mata agama sekarang. Namun setelah semua ritual itu selesai,salah satu perangkat desa yang menjadi saksi pernikahanku meminta Aryo untuk membuat surat pernyataan bahwa harus segera mengurus dokumen pernikahan yang juga sah dalam negara,ia adalah kepala desa di kampungku,tentu tanggung jawabnya cukup besar untuk memperhatikan setiap warga desanya,mungkin ia khawatir dan berjaga-jaga kalau saja Aryo mengingkari janji dan lari dari tanggung jawab. Hal itu disetujui oleh Aryo, aku segera mempersiapkan alat tulis lengkap dengan materai.
Sembari menunggu pembuatan surat pernyataan tersebut,orang tuaku mempersilahkan semua orang yang hadir untuk menikmati jamuan makan yang telah keluargaku sajikan. Aku dan Aryo menepi dan berpindah keruang tengah untuk membuat surat tersebut.
"Dek tolong kamu tulisin suratnya dong tulisanku jelek,nanti aku tinggal tanda tangan."
"Iya deh mas."
Setelah aku selesai menulis surat pernyataan dan Aryo juga sudah menandatanganinya di atas materai,kami kembali membaur dengan para hadirin dan menyerahkan surat tersebut kepada bapak kepala desa. Petugas KUA yang Aryo bawa pun juga telah mempersiapkan surat nikah agama kami. Ya,hanya itu dokumen yang kami miliki sekarang untuk sementara sebelum nanti diganti dengan dokumen yang sah di mata negara.
* * *
Tanpa aku tanya,Aryo sering menceritakan tentang orang tuanya dan keluarganya padaku. Jadi aku tidak terburu-buru untuk menemui mereka karena sudah yakin dengan segala keterangan yang Aryo berikan.
Aku sendiri juga sudah kenal dengan beberapa teman Aryo,bahkan kerap kali Aryo juga mengajakku menemaninya untuk urusan pekerjaan. Sebagai istri aku harus berbakti pada suami tentunya.
Setiap malam sebelum tidur aku selalu setia mendengarkan keluh kesahnya tentang pekerjaan,teman,keluarga dan masalah-masalah yang ia hadapi. Sebisa mungkin aku selalu ada untuknya,mengurus dan juga merawatnya sebagai seorang suami. Aku juga patuh dengan segala kemauannya,aku sadar... siap menjadi istri adalah siap dengan segala konsekuensi,harus saling menghargai dan menghormati suami.
Dari awal memang terlihat Aryo adalah tipe lelaki yang tegas dan agak over protective,namun bagiku itu adalah hal yang wajar karena dia adalah suamiku,ia berhak memperlakukanku seperti itu karena aku adalah istrinya. Selama aturan dan permintaan yang ia buat baik untukku dan rumah tangga kita,aku pasti selalu menurutinya tanpa membantah.
__ADS_1
Pernikahan kami sudah berjalan tanpa ada suatu masalah,kami selalu melakukan apapun berdua,Aryo juga terlihat selalu berusaha membahagiakanku. Ya,harusnya kami berdua bahagia....
Bersambung
-
-
-
-
-
Halloo readers kesayangan aku,selalu jaga kesehatan ya π
Terimakasih selalu setia membaca YSM,jangan bosen ya βΊοΈ
Kalau kalian suka dengan karyaku,jangan lupa tinggalkan like,komen dan votenya ya π
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !
__ADS_1
Terimakasih.