
Sore itu sepulang kerja, aku merebahkan badanku di ranjangku (tempat ternyaman setelah seharian berkeluh). tak lama kemudian tiba-tiba ponsel yang aku letakkan di atas nakas bergetar.
Drrrrrt....
Drrrrrrrt ...
Drrrrrrrt....
Aku berusaha meraihnya dari nakas dan terlihat 1 notifikasi pesan di layar ponselku. tak butuh waktu lama aku segera membuka pesan singkat tersebut.
"Besok aku pulang, datanglah kerumah... ibu juga ingin bertemu denganmu." pesan dari Langit.
Aku langsung menghubungi Pak Henry terlebih dahulu untuk meminta petunjuk apa yang harus aku lakukan selanjutnya.
"Hallo Pak Henry... selamat malam. ini ara pak."
"Ohh.... iya ra gimana? ." tanya Pak Henry
"Begini pak... Langit bilang besok sudah kembali kerumah,dia meminta saya untuk datang kerumahnya. menurut bapak sebaiknya saya harus gimana ya pak?."
"Kamu hubungi saja polisi yang datang ketempatmu kemaren dan bilang apa adanya." timpal Pak Henry.
"Ahh... begitu apa tidak apa-apa pak ?." Tanyaku memastikan.
"Iya ra... biar nanti kamu tidak salah langkah."
"Baik pak... terimakasih" kami segera mengakhiri panggilan tersebut.
Aku segera mencari kontak Farhan dan segera menghubunginya.
"*Hallo pak... ini ara".
"Iya mba ara... gimana mba*?". tanya Farhan dari sebrang panggilan
"Begini pak... jadi besok Langit pulang kerumah,dan saya diminta untuk datang kerumahnya. menurut bapak saya harus datang atau tidak ?" tanyaku
"Datang aja mba... ini kesempatan bagus,saya akan mengawasi mba ara dari jauh untuk memastikan tidak terjadi apa-apa pada mba ara" ucap Farhan antusias
"Baik kalo begitu pak... besok saya akan pergi ke rumah Langit"
* * *
Sore harinya sepulang kerja, aku langsung bersiap-siap berangkat kerumah Langit seorang diri. tapi sebelumnya aku sudah mengabari Farhan sehingga dia bisa mengawasiku dari kejauhan.
__ADS_1
Butuh waktu sekitar 30 menit dari kosanku menuju rumah Langit.
Tok....
Tok....
*Tok....
Ceklek*
Aku mengetuk pintu rumah berwarna putih itu beberapa kali sampai akhirnya terlihat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu membukakan pintu sambil menyunggingkan senyuman ramah padaku.
"Araaaa.... ibu sudah menunggumu dari tadi,kamu gak nyasar kan?" tanya Ibu Langit khawatir.
"Enggak bu... tadi ara pulang kekos dulu sebelum kesini dari tempat kerja" jelasku sambil tersenyum dan mencium punggung tangan ibunya Langit.
"Ayo masuk... duduklah... ibu akan mengambilkan minum untukmu" ajaknya sambil menuntun tangan kananku.
Aku mengikutinya dari belakang sambil memberikan kue yang tadi aku sengaja beli sebagai buah tangan untuk ibunya Langit.
"Aahhh makasih ra... repot-repot... ibu kebelakang sebentar ya" ucapnya sambil berlalu menuju dapur
Aku mengiyakannya dan segera mendudukan tubuhku dikursi ruang tamu sambil melihat seisi ruangan itu untuk menunggu ibunya Langit.
ia meletakkan gelas tersebut didepanku.
"Ini minumlah dulu tehnya ra mumpung masih hangat" pinta ibunya Langit
"Ah... baiklah bu... maaf merepotkan" sambil meneguk sedikit teh manis buatannya
"Ibu gak repot kok ra... kamu apa kabar ra? baik kan ? kerjaan lancar? masih tinggal dikos yang dulu?" tanyanya beruntun
Kami berbincang cukup panjang, rupanya ibunya Langit ingin bercerita banyak tentang kejadian yang dialami Langit kepadaku. dia benar-benar berharap agar aku membantunya merubah Langit agar menjadi anak yang lebih baik.
Setelah lama berbincang... tanpa kusadari aku tidak melihat sosok Langit sedari tadi aku sampai rumahnya. aku mencoba menanyakannya pada ibunya.
"Bu... Langit kemana? kenapa dari tadi tidak terlihat?" tanyaku heran
"Ah iya maaf... ibu banyak bicara sampai lupa memberitahumu kalau Langit ada kegiatan di kampusnya sampai malam,apa dia tidak memberitahumu? ibu kira dia sudah memberitahumu" jawabnya heran
"Oh begitu... Ara tidak tahu bu,dia tidak memberitahuku... kemaren dia hanya menyuruhku untuk datang kerumah untuk dengan bertemu ibu" jelasku padanya
"Iya ra... ibu memang sering menyuruhnya untuk mengajakmu datang kesini" ia tersenyum
__ADS_1
Akupun juga membalas senyumannya dan kami melanjutkan perbincangan, ibunya juga menceritakan kronologi kejadian dimana dulu Langit pernah dipenjara selama 1 tahun, itulah sebabnya mengapa sekarang Langit belum menyelesaikan kuliahnya.
Dia dulu ditangkap karena kasus narkoba,ternyata dia juga menggunakan motif yang sama seperti yang dilakukannya padaku.
Dia memanfaatkan teman wanitanya untuk bertransaksi barang haram tersebut sehingga temannya itu juga masuk kepenjara akibat jebakan yang dibuat oleh Langit.
Setelah cukup lama berbincang dan malampun semakin larut, akhirnya aku memutuskan untuk pamit dan tidak minunggu Langit pulang karena paginya aku harus bekerja, jadi aku tidak bisa tidur terlalu malam dan harus segera istirahat.
Ibunya Langitpun mengerti dan mengijinkanku untuk pulang.
"Bu... ara pamit pulang dulu ya,sampaikan salamku pada bapak" sambil mencium punggung tangannya
"Iya ra... hati-hati dijalan... sering-sering datang kesini kalau ada waktu, ibu tunggu ya" ucapnya seakan masih ingin bersamaku
"Baik bu akan ara usahakan... Asaalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" sambil mengantarkanku kedepan rumah,melihatku pergi dan melambaikan tangan.
30 menit kemudian aku sampai di kos dan memberi kabar pada Farhan, selesai memberi kabar aku segera beristirahat karena lelah, waktu juga sudah sangat larut... aku merebahkan badanku diatas ranjang dan memejamkan mataku yang sudah terasa sangat berat.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
**haiiii readers kesayangan aku.... terus ikuti kelanjutan "Young Single Mom" ya
Bisa juga follow instagramku @mayyaaah untuk info update terbaru novelku yah...
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini.
Terimakasih**
__ADS_1