
Aku sama sekali tak mengiyakan perintahnya. Bagaimana mungkin aku bisa makan dalam situasi dan kondisi seperti ini ? Aku masih bingung dan belum mengerti dengan apa yang terjadi,seperti semua tidak berjalan sesuai dengan bayanganku selama ini. Tentu saja hanya ada banyangan-bayangan indah di kepalaku lantaran kepercayaan yang telah kuberikan pada Aryo sepenuhnya.
Aku menoleh kearah Aryo dan menatapnya namun ia sama sekali tak berani menatapku. Ia memegang tanganku erat namun tak disangka ayahnya berteriak dan melarangnya.
"Lepaskan ! Siapa yang mengijinkan kalian pegangan tangan ?." Aryo seketika melepaskan tanganku dan berlalu pergi ke toilet. ia meninggalkanku sendirian dihadapan orang tuanya.
"Siapa namamu ?."
"Ara pak."
"Sudah berapa lama kamu kenal Aryo ?."
"Sekitar 4 bulanan."
"Kenal 4 bulan lalu menikah ? Begitu?."
"Iya pak."
"Dari mana asalmu ? Apa pekerjaan ayah dan ibumu?." Awalnya aku masih menjawab pertanyaan ayahnya dengan baik,namun setelah mendengar pertanyaan mengenai pekerjaan orang tuaku,disitu aku merasa seperti ia akan menyentuh harga diri keluargaku.
"Kamu tahu tidak siapa Aryo ? Dia itu seorang polisi yang dihormati di desanya, semua orang di desanya membanggakan dia !." Dan ternyata dugaanku benar. Setengah mati aku terkejut dan menahan air mata ini agar tidak mengeluarkan airnya saat mendengar ucapan ayahnya.
"Kakak iparnya adalah seorang Tentara sedangkan kakak kandungnya adalah seorang perawat di rumah sakit besar di daerah kami. Saya sendiri adalah haji sekaligus seorang mantan camat yang dihormati di wilayah kami. Tapi lihat siapa dirimu ? harusnya kamu tahu diri !." Mendengar perkataan ayahnya hatiku terasa sangat sakit,bahkan baru kali ini ada sosok orang tua yang merendahkanku sebegitu jahatnya. Kukira hal seperti itu hanya ada di sinetron saja tapi ternyata ada di dunia nyata dan sialnya aku sendiri yang mengalaminya. Benar-benar tidak kusangka,mertua yang kukira baik dan akan dengan senang hati menerimaku dan kehamilanku justru malah kebalikannya.
"Kamu bisa bayangkan bagaimana reaksi orang-orang jika tahu Aryo menghamilimu? bagaimana karirnya? Bagaimana pandangan orang terhadap keluarga kami ? Saya minta supaya kamu tidak melaporkan hal ini ke propam !."Sampai disini aku sangat paham dengan kemauan orang tua Aryo. Tentu mereka tidak menyukaiku,Ya aku sadar bagaimanapun aku tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai dan menerimaku. Aku sadar kesalahan ada padaku yang terlalu mempercayai bujuk rayu Aryo.
__ADS_1
"Jadi gimana sekarang ? Apa yang kamu inginkan dari kami ?."
"Saya tidak minta apa-apa dari kalian pak,bu."
"Mana bisa seperti itu? Memangnya kamu dan keluargamu mampu menghidupi bayi yang sedang kamu kandung."
"Pak,bu walaupun saya dan keluarga saya orang MISKIN tapi saya percaya Alloh akan memberikan kami rejeki untuk merawat anak saya,Saya hamil itu artinya Alloh memberi saya anugerah dan kepercayaan untuk merawat anak ini Bissmillah."
"Kamu yakin dengan ucapanmu? kamu berani bersumpah pada saya sekarang?." Ia mengulurkan tangannya untuk salam sumpah padaku agar tidak melaporkan perbuatan Aryo.
"Baik saya pegang ucapanmu,jangan sampai dikemudian hari kamu berani menuntut Aryo dan juga kami."
"Bapak bisa pegang ucapan saya,bahkan saya tidak pernah meminta Aryo untuk bertanggung jawab ! Jika ini yang kalian inginkan silahkan saja terserah kalian. Saya doakan semoga pekerjaan Aryo selalu sukses dan keluarga bapak selalu baik-baik saja. Saya tidak akan mengganggu kehidupan kalian !." Aku berucap dengan sangat tegas,tentu saja aku mempertahankan harga diriku,aku hanya heran bagaimana bisa di jaman sekarang masih ada orang-orang kolot seperti mereka.
"Makanya mba jangan ganggu anak saya ! Pasti gara-gara anak saya polisi kan ? makanya dirayu langsung mau." Perkataan ibunya membuatku merasa semakin hancur,bukankah dia juga seorang perempuan? bukankah dia seorang ibu? bagaimana bisa ia mengucapkan hal seperti itu pada sesama perempuan. Bukankah harta dan jabatan hanya titipan? tapi bagaimana bisa ada manusia yang bersikap sesombong ini? seakan ia adalah orang yang memiliki kasta tertinggi di dunia ini. Setauku diluar sana banyak sekali orang yang jabatannya lebih tinggi dan hartanya lebih banyak darinya tapi tidak sombong seperti mereka. Ya terkadang harta yang berlimpah tak membuat seseorang memiliki hati nurani, mungkin juga moral hanya sebuah candaan rendahan bagi mereka.
"Jika sudah cukup jelas terimakasih banyak pak,bu atas waktunya mohon maaf jika saya ada salah dengan kalian dan juga mas Aryo." Aku menyunggingkan senyum sinis pada ibunya dan lebih memilih untuk berterima kasih dan meminta maaf dibandingkan menyahuti ucapannya. Walaupun sebenarnya aku terkejut dengan ucapannya yang mengatakan bahwa Aryo sudah memiliki calon istri tapi aku tak mau mendengar ucapannya lebih banyak lagi yang hanya akan membuatku makin sakit. Setelah kami selesai berbincang,Aryo kembali dari kamar mandi dan segera mengajak kedua orang tuanya untuk pulang meninggalkanku sendirian di restaurant tersebut.
Setelah kulihat mobil Aryo sudah tak terparkir lagi didepan,tangisku pecah dan aku sudah tak sanggup lagi menahannya,aku menunduk menyembunyikan wajahku dan menangis karena hati ini tak kuasa menahan rasa sakit yang diberikan oleh Aryo dan keluarganya. Salah seorang pelayan mendekat kemejaku dan memberiku sekotak tissue yang kemudian ia letakkan dimeja tanpa berani mengatakan apapun padaku. Sepertinya tanpa kusadari pelayan dan pengunjung lain memperhatikan perdebatan yang terjadi antara aku dan orang tua Aryo. Beberapa pengunjung lain juga ada yang menghampiriku hanya untuk mengusap pundakku,mungkin mereka tidak tega melihatku. Bibir ini sama sekali tak mampu mengucapkan satu patah katapun selain menangis. Hingga akhirnya aku berusaha untuk menelpon Fafa dengan tangan gemetar memegang ponsel.
"M-m-ma ak si-sini." Sekuat tenaga aku mengeluarkan suaraku namun sangat sulit dan hanya kata itu yang mampu kuucapkan. Beruntung Fafa sudah mengerti dan tau harus menyusulku kemana.
"Ya Alloh,ya ya aku kesitu sama mak Bi wes tunggu !."
Beberapa saat kemudian mereka berdua datang saat mejaku dipenuhi oleh tissue yang aku gunakan untuk membersihkan wajahku.Mereka langsung memelukku erat. Tangisku makin menjadi,tak ada yang bisa mereka lakukan selain mengusap punggungku untuk membuatku tenang. Terlihat raut wajah khawatir pada mereka. Aku sendiri berusaha menghentikan tangisku dan berbicara namun rasanya sangat sulit karena sesenggukan,butuh waktu cukup lama untuk menghentikan tangisku namun mereka berdua dengan sabar menunggu dan menemaniku.
__ADS_1
Setelah cukup tenang dan bisa bicara,akhirnya aku menceritakan kejadian yang tadi kualami. Semua dengan terperinci hingga berhasil membuat mereka geram dan mengeluarkan sumpah serapah.
"Jahat !."
"Dia pikir harta dibawa mati apa?."
"Katanya orang beragama? tapi mulutnya gak bisa dijaga !."
Bersambung...
-
-
-
-
-
Hallo readers kesayanganku,makasih ya selalu setia baca YSM. Jangan bosen ya π
Jika kalian suka dengan karya author tolong tinggalkan like,komen dan votenya ya...
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !
__ADS_1
Terimakasih.