
"Hallo ra ?."
"Hallo kak Ayya,kenapa ?."
"Kamu udah di Jawa Timur sekarang ?."
"Iya nih kak."
"Kebetulan banget aku juga ditugaskan dikantor cabang Jatim nih."
"Eh beneran kak? Serius ?."
"Iya,kirim alamat kamu deh ! nanti aku kesitu."
"Oke kak,wa ya."
"Sip bye,see ya."
Seneng banget akhirnya ada teman di kota rantau. Rasanya lebih tenang jika ada sesuatu bisa saling berbagi tak ku pendam sendiri lagi.
* * *
Aku mencari informasi alamat bidan praktik terdekat melalui pencarian di google. Selain dari google,aku juga sempat bertanya pada tetangga. Karena sudah waktunya aku periksa kondisi kehamilanku. Setelah mendapatkan beberapa informasi,aku berencana untuk segera pergi ke bidan praktik tersebut.
Tok tok tok...
Saat sedang bersiap - bersiap pergi ke bidan tiba - tiba seseorang datang.
Ceklek...!
"Kaaaak ! Kirain siapa,kaget tauk !."
"Hahaha kamu dirumah sama siapa ?."
"Sendiri,ini lagi mau ke bidan."
"Lohh mau periksa ? Aku anterin yuk !."
"Boleh,katanya tempatnya deket kok."
Aku dan Ayya mencari alamat bidan yang diberitahukan tetangga baruku dengan bantuan google maps. Tempatnya memang dekat dari rumahku sehingga kami tak butuh waktu lama untuk sampai. Aku segera berjalan mendekat kearah bangunan itu,namun sebelum sempat masuk seseorang tengah menghampiriku.
"Mohon maaf mba,kami untuk sementara tutup."
"Loh ? buka lagi kapan ya bu?."
"Belum tahu ya,tergantung situasi covid-19 ini mba."
"Oh gitu ? Kalau bidan selain disini dimana lagi ya bu yang masih buka?."
"Setahu saya bidan daerah sini tutup semua mba. Kami meminimalisir penularan virus. Coba mba langsung aja ke puskesmas atau Rs."
__ADS_1
"Kalau gitu makasih banyak ya bu."
"Iya sama-sama mba.maaf banget ya mba."
"Iya gak papa bu." Aku sangat kecewa karena semua bidan tidak mau melayani pemeriksaan kehamilan.
"Kita coba ke klinik A dulu aja Ra ! kalau ke puskesmas takutnya malah terlalu ramai."
"Oke deh kak." Ayya melajukan kembali mobilnya menuju klinik,namun sayang sekali sesampainya di klinik A tidak ada satupun dokter yang bertugas.
"Gimana nih kak?."
"Ya udah ke klinik bersalin B coba yuk ?." Kami menuju klinik B dengan penuh harapan. Tapi hasilnya juga sama saja nihil.
"Mohon maaf bu,hari ini dokternya tidak datang. Harus reservasi dulu seminggu sebelumnya." Begitulah yang dikatakan salah seorang pegawai di klinik B.
"Deket sini ada Klinik C tuh Ra. Mau coba kesana gak?."
"Mau kak yuk !." Ternyata di klinik C pun sama saja tidak ada dokter yang bertugas. Mungkin kondisi Covid menyebabkan beberapa dokter berhenti bertugas untuk sementara.
Aku sangat sedih mengingat sesulit ini hanya untuk mengetahui kondisi kehamilanku.
"Kita coba ke Rumah Sakit bersalin aja sekalian kalau gitu Ra ! Pasti ada dong dokter yang bertugas."
"Baik coba kak,nanti kalau gak ada juga kita pulang aja." Aku tak enak hati pada Ayya yang setia mengantarku kesana kemari dengan sabar. Pasti ia juga lelah,jadi aku memutuskan untuk mencoba sekali lagi saja.
Kami berkeliling dari pagi dan sampailah ke RS sudah sore hari. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 5 sore. RS itu terlihat lumayan ramai. Kali ini aku yakin pasti ada harapan.
Aku dan Ayya segera mengiyakan intruksi dari security tersebut. Kami berdua sedikit terkejut melihat antrian yang lumayan panjang. Aku mendapatkan nomor antrian ke-60 dan melihat kearah monitor yang memampangkan angka 8 yang berarti antrian pemeriksaan telah berlangsung.
Ruang tunggu itu cukup besar namun terasa sesak saking banyaknya pasien yang datang periksa. Ayya terlihat keluar masuk karena tidak tahan dengan panasnya suhu di dalam ruang tunggu.
Setelah cukup lama menunggu,akhirnya nomorku di panggil. Bukan untuk diperiksa,melainkan untuk mengisi pendaftaran.
"Mba sudah suntik Hb belum?."
"Kayaknya belum deh mba."
"Yang diambil darahnya itu ?."
"Belum."
"Kalau belum nanti tes Hb dulu di lab nanti baru kesini lagi." Aku kembali lagi ke tempat dudukku untuk menghampiri Ayya.
"Kak aku harus suntik Hb. Padahal kamu tahu kan ? Aku paling takut disuntik hiks."
"Hahaha gak papa Ra ! Ayo aku temenin." Ayya masih dengan sangat sabar menemaniku suntik Hb. Demi apa badanku gemetar bukan main saking takutnya. Tangan kiriku terus memegang erat lengan Ayya dan meletakkan tangan kananku di atas meja bersiap untuk bertempur dengan jarum suntik.
Aku menyerahkan hasil tes Hb.ku pada perawat yang bertugas dan kembali menunggu antrian lagi cukup lama.
Sekitar pukul 21.00 akhirnya nomorku dipanggil. Dengan langkah cepat aku segera masuk kedalam ruang dokter.
__ADS_1
"Silahkan rebahkan tubuh ibu." titah seorang perawat yang mendampingi dokter tersebut.
Ia mengoles perutku dengan cairan berbentuk gel yang terasa dingin di atas perut. Dokter kemudian menekan perutku dengan bantuan alat yang bisa terlihat dari komputer yang berada tepat di depanku.
Jedug... jedug... jedug. Suara detak jantung bayiku yang selalu kurindukan. Rasanya sangat terharu saking bahagianya mendengar detaknya. Kedua mataku otomatis mengeluarkan air mata,tak lupa bibirku juga tersenyum mendengarnya.
"Detak jantungnya normal ya bu,air ketubannya juga cukup, posisinya sudah bagus,ukuranya normal sesuai usianya."
"Jenis kelaminnya dok?."
"Belum kelihatan bu. mungkin nanti di bulan ke 7 ibu periksa lagi baru bisa kelihatan."
"Ah baik dok." Perawat membersihkan perutku dan aku beranjak turun dari atas ranjang.
"Ini saya resepkan asam folat dan kalsium ya bu."
"Baik dok Terimakasih." Aku segera keluar dari ruangan itu menuju kasir untuk membayar biaya pemeriksaan dan juga resepnya.
"Totalnya 1 juta ibu."
"Ah i-iya." Dalam hati aku bergumam karena tarifnya begitu mahal itu hanya sekedar periksa. Sebelumnya saat periksa hanya menghabiskan 500rb saja paling mahal.
"Ada gak uangnya kamu ra ?."
"Ada kok kak."
"Ini emang tarif normalnya segini ya mba?." Ayya bertanya pada petugas kasir penasaran.
"Tidak bu. Ini karena covid,sulit untuk mencari dokter yang mau bertugas. Jadi kami harus menaikkan tarifnya."
"Ohh pantesan." Ayya menganggukkan kepala terlihat mengerti.
"Naiknya banyak amat ya Ra." Ayya berbisik kepadaku. Aku hanya menganggukkan kepala mengiyakan Ayya.
Setelah semua pembayaran selesai kami berdua langsung kembali kerumah.
"Kamu nginep sini aja kak ! Udah malem loh....
Bersambung.
Hallo readers kesayangan aku π€ Apa kabar ? Selalu jaga kesehatan ya π
Terus ikuti cerita YSM ya jangan bosen - bosen β€οΈ
Jika kalian suka dengan karya author,tinggalkan like,komen dan votenya yah π
Komen di bawah jika ada kritik dan saran. Komen dibawah juga jika ada unek-unek yang mau disampaikan π
Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !
Terimakasih.
__ADS_1