Young Single Mom

Young Single Mom
Kebaikan Tuhan.


__ADS_3

"Ternyata begini rasanya menjadi seorang ibu. Pantas saja ibuku selalu rela mengorbankan segalanya untuk kebahagiaanku." Aku bergumam dalam hati sembari menatap ibuku yang tengah sibuk mempersiapkan makanan di dapur.


"Kenapa nangis nak ! Udah gak usah sedih ! Ibu disini. Kamu gak usah takut. Ibu sama bapak pasti bantu kamu ngurus kamu sama anak kamu. Gak baik kalau lagi hamil sedih. Udah ayo bantu ibu masak !." Seketika aku tersenyum dan beranjak berdiri mendekatinya untuk membantu ibuku meracik bahan makanan yang akan ia masak.


Aku membantunya mengiris bawang merah,bawang putih dan juga cabe untuk menumis sayur pare yang pahit tapi nikmat kesukaanku. Tak lupa ibu juga menggorengkan ku telur mata sapi. Ya,makanan sederhana seperti itulah kesukaanku.


"Ibu goreng mateng ya Ra, kalau lagi hamil gak boleh makan yang setengah mateng. Kamu biasanya paling suka makan telur setengah mateng."


"Iya bu. Ara gak lupa kok biasanya kalau goreng telur mateng terus hehe." Setelah ibu tinggal bersamaku,aku jadi betah di dapur. Karena dari dulu kami sudah terbiasa menghabiskan waktu di dapur jika sedang bersama.


"Hmmmm enaaaak." Aku segera menyuapkan nasi beserta sayur pare dan telur goreng kesukaanku setelah ibu menyajikannya dimeja tanpa menunggunya menawariku.


"Makan yang banyak ! Ibu tau pasti makan mu gak berselera kan kalau tinggal sendiri ?." Ibu tersenyum ke arahku.


"Iya bu huuuft." Aku menampakkan wajah memelas pada ibu.


"Habis makan jangan lupa minum vitamin dari dokter lho ya !."


"Siap bu."


* * *


Sore harinya,aku tengah asyik merebahkan tubuhku di sofa sembari menonton acara di tv.


"Raaaaa ! Ada telpon tuh !." Ibu terdengar berteriak dari dalam kamar karena mendengar bunyi ponsel yang sedang aku isi daya di dalam kamar.


"Ya buk." Aku segera beranjak dari sofa dan mengambil ponselku.


"Hallo te."


"Sharelock Ra ! cepet ! tante udah deket rumahmu nih tapi kayaknya nyasar deh."


"Lahh ? Oke Ara kirim sekarang."


Tuuuuut.


"Buuuuuuk tante mau kesini !."


"Lah ? sama siapa aja ?."


"Gak tau tuh. Aku gak nanya tadi."

__ADS_1


"Owalah. Ya udah di tunggu aja kalau gitu."


Setelah sekitar 15 menit kami menunggu, terlihat sebuah mobil memarkirkan diri dihalaman rumahku. Tak lama kemudian beberapa orang terlihat keluar dari dalam mobil tersebut. 2 orang perempuan,2 orang pria dan 5 anak laki-laki yang kulihat.


2 orang perempuan itu adalah tante Ai dan tante Nda. Mereka adalah adik kandung kedua dan ketiga ibu, beserta suami mereka yaitu om Sunan dan om Dul. Sedangkan ke 5 bocah laki-laki itu antara lain adalah Rof anak pertama tante Nda yang berumur 10 tahun,Az anak keduanya yang berumur 5 tahun dan Ben anak terakhirnya yang berumur 2 tahun. 2 lainnya adalah anak tante Ai yaitu Zu yang berumur 5 tahun dan Je yang berumur 2 tahun.


Aku dan ibu segera menghampiri kedatangan mereka dengan sangat antusias. Kami saling berpelukan satu sama lain persis seperti keluarga yang sudah lama tak saling bertemu.


"Ayo ayooo masuk !." Aku dan ibu mempersilahkan mereka masuk. Seperti biasa anak-anak berlarian kesana kemari tidak bisa diam.


Tante Nda segera masuk ke dapur untuk membuatkan minuman. Sedangkan yang lainnya berkumpul diruang tamu dan ruang tengah. Karena rumahku memang kecil, jadi walaupun beda ruangan tetap saja bisa saling berbincang.


"Kalian kok gak bilang mau datang kesini?." ibu melemparkan pertanyaan.


"Ngapain juga bilang-bilang sih mba." tante Ai seketika menyahuti pertanyaan ibu.


"Ara kapan lahirannya ?." tante Nda terlihat keluar dari dapur sembari membawa minuman di atas nampan penuh.


"Sekitar 3 bulanan lagi te."


"Oh bentar lagi, ntar kami sering kesini deh bantu jagain kamu."


"Si bapaknya anak itu gimana ? beneran udah ninggalin kalian?." tante Ai langsung menanyakan perihal itu lantaran ibu sudah sempat cerita padanya.


"Ya gitu lah." Ibu menjawabnya sembari menaikkan kedua pundaknya.


"Rencana kamu gimana besok lahirannya ? urus dokumennya mau gimana kamu Ra ?."


"Belum tahu e aku te." Aku memang masih bingung mengenai pengurusan dokumen anakku kelak.


"Biasanya kalau ibu tunggal gitu bisa gak sih bikin akte ? kalau mau lahiran kan sama pihak rumah sakit juga ditanyain datanya ?." tante Ai kembali bertanya.


"Kalau ditanya tentang suaminya gimana ? terus statusnya juga belum nikah ?." tante Nda ikut menimpali.


"Kamu udah dapet buku pink belom e Ra?." tante Ai kembali bertanya padaku.


"Belum te. Orang bidan disini gak ada yang buka. Kemaren ke dokter juga gak di kasih."


"Kalau dokter emang biasanya gak kasih Ra. Itu penting lho. Kamu cepet cari deh !." tante Ai lagi.


"Jadi kamu maunya gimana Ra ? anakmu mau kamu bikinin akte atas nama kamu sendiri?." tante Nda terlihat memastikan.

__ADS_1


"Kalau kamu mau,masukin ke kk ku juga gak papa Ra. Ntar biar jadi adeknya Zu sama Je di kk, iya kan yah ?." tante Ai melemparkan pertanyaan pada om Sunan.


"Iya gitu juga gak papa buk." om Sunan yang tengah asyik menghisap rokoknya sembaru duduk di teras bersama dengan om Dul terlihat menyetujuinya begitu saja.


"Atau masukin kk ku juga gak papa Ra. Biar status kamu di ktp tetep single." tante Nda ikut menimpali.


"Sebenernya dimasukin ke kk ku juga gak papa sih jadi adeknya Ara ntar anaknya." ibu ikut mengusulkan pendapatnya.


"Kalau udah dimasukin kk kan biar statusnya kuat Ra. Jadi pihak bapaknya gak bisa macem-macem lagi."


"Iya bener juga sih te. Aku juga kepikiran gitu."


"Bukan cuma itu Ra, kasian mental anakmu juga besok kalau udah mulai sekolah terus ditanya sama temen-temenya bapaknya siapa gitu gimana ? kalau udah masuk kk kan bisa jawab bapaknya ayah (om Sunan) atau papa (om Dul) kalau gak bapak (bapakku)." tante Ai kembali memberi pendapat.


"Kamu pikir-pikir dulu deh Ra. Nanti bilang sama kami aja kalau butuh bantuan. Anak kamu anak kami juga Ra. Besok kalau anak kamu udah lahir terus nanya bapaknya siapa jawab aja bapaknya ada 3 oke ? om sunan,om Dul sama bapak." tante Nda tersenyum sembari mengusap pundakku.


Aku sangat terharu dengan mereka. Mereka rela mengorbankan nama baik keluarganya demi melindungi ku. Ada lagi kebaikan yang Tuhan berikan padaku. Aku tersenyum sembari menahan tangisku karena mataku berkaca-kaca,jika ada kata yang lebih tepat selain terimakasih itu pantas ku ucapkan pada mereka.


Bersambung...


-


-


-


-


-


Hai haiiii readers kesayangan aku. Makasih ya selalu setia membaca setiap episode YSM.


Jangan bosan-bosan ya terus ikuti setiap episodenya.


Jika kalian suka dengan karya author. Tinggalkan like,komen dan juga votenya yah 🙏


Komen dibawah jika ada kritik dan saran yang ingin disampaikan. Dan juga jika ada unek - unek yang mau disampaikan ❤️


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2