Young Single Mom

Young Single Mom
Lamaran ?


__ADS_3

"Ayo naik." Aku menarik tangannya untuk kubawa keatas karena merasa kasian melihatnya yang sudah menungguku sangat lama. Aku menyuruhnya duduk di kursi yang ada didepan kamarku dan mengambilkannya minuman.


"Kamu minum dulu deh mas." Aku menyodorkan gelas yang berisikan air putih ke arahnya dan duduk disebelahnya. Ia segera meminumnya.


"Maaf ya mas... Aku...."


"Kenapa kamu gak bisa dihubungi ra?"


"Hp ku mati mas,tadi lupa gak bawa charger,lagian aku juga gak sempet."


"Emang kamu darimana ?"


"Tadi ada acara olahraga bersama, acara mingguan satu kantor mas."


"Olahraga apa? Dimana emang? Kok aku gak lihat kamu keluar ?"


"Ada... di gedung olahraga dekat stadion,tadi aku langsung naik mobil dari parkiran dalam gedung jadi gak lewat pintu depan."


"Lain kali bilang ya,aku khawatir... Kamu tau gak? pikiranku udah kemana-mana gak karuan."


"Iya maaf mas,lain kali aku bilang dulu... Sebelumnya aku sangat berterimakasih mas,tapi kamu gak perlu begini sama aku mas,aku gak enak bikin repot kamu terus-terusan."


"Aku sama sekali gak repot ra,aku gak bisa jauh dari kamu... aku juga gak tahu sejak kapan perasaanku jadi begini tapi aku udah terbiasa sama kamu ra."


"Hah? maksud kamu mas? Aku gak ngerti."


"Aku suka sama kamu ra."


"Jangan bercanda mas !."


"Aku serius,baru kali ini aku ketemu wanita yang bisa bikin perasaanku begini,aku gak mau main-main sama kamu ra,aku pengen kita serius makanya kemaren aku berani ketemu orang tua kamu."

__ADS_1


"Kita kenal belum lama mas,ada baiknya kita saling kenal dulu."


"Iya ra,orang tuaku sekarang lagi menunaikan ibadah haji makanya aku belum bisa bawa mereka kerumahmu. Kalau saja mereka sedang dirumah,kemaren aku akan langsung mempertemukan orang tua kita. Aku udah cukup umur buat menikah,aku gak mau buang-buang waktu untuk pacaran ra,aku mau berkomitmen sama kamu."


"Kamu seyakin itu sama aku mas? apa gak terlalu buru-buru?"


"Enggak ra,orang tuaku udah sepuh,aku pengen mereka bisa secepatnya melihatku menikah dan menimang cucu."


"Mas,aku butuh waktu untuk mempertimbangkan semua ini ya."


"Iya ra aku paham,yaudah kalau gitu sekarang kamu istirahat dulu dan pikirkan ucapanku ya. Aku pulang dulu."


Aku menganggukkan kepala tanda menyetujui kepergiannya. ia berlalu pergi dari hadapanku. pikiranku semakin tidak karuan. wanita mana yang tidak bahagia ketika ada orang yang berniat serius untuk meminangnya ? bahkan setelah melalui masa sulit yang telah dikecewakan oleh kekasih sebelumnya. Seperti mendapat obat dari sakit yang dirasakan sebelumnya. Aku terhanyut nyaris lupa diri. Sakit dan kecewa yang aku rasakan saat bersama Langit,kini di babat tuntas oleh perkataan manis Aryo yang berhasil membuatku hanyut dan segera melupakan masalalu indahku bersama Langit.


* * *


Sebulan berlalu dan aku semakin dekat dengan Aryo, Ya kami bisa dibilang adalah sepasang kekasih sekarang. Kami berdua juga sudah lebih mengenal satu sama lain. Aku dan dia sama-sama nyaman bersama, hingga suatu hari ia berniat untuk melamarku agar hubungan kami jelas. Rasa tidak enak yang menyelimuti penilaian orang pun tak kalah ikut andil dalam hubungan kami.


"Hah ? apa mas ? kenapa cepat sekali? Orang tua kamu kan belum pulang dari ibadah ?"


"Kita nikah agama dulu sambil nunggu orang tuaku pulang ya,mereka pasti setuju kok,aku juga udah bilang sama mereka."


"Bukannya anggota harus daftar dulu di kepolisian ya mas kalau mau nikah? itu kan butuh waktu lama?"


"Makanya itu ra,kita nikah agama dulu sambil ngurus proses dokumennya,aku gak enak sama pemilik kos kalau sering kesini padahal bukan siapa-siapa,beda cerita kan kalo aku suami kamu."


"Emang kayak gitu gapapa mas ?"


"Ya gapapa,temen-temen aku juga gitu kok... mereka nikah agama dulu biar ceweknya gak kabur hehe istilahnya buat ngiket,kalau cuma tunangan aku takut karena kamu masih bisa ninggalin aku. Aku kan gak mau kamu ninggalin aku ra,aku gamau sama yang lain,aku maunya cuma kamu."


"Ya kalau gitu mau kamu, kamu bilang aja sama orang tuaku mas,berani kan ?"

__ADS_1


"Berani dong,secepatnya kita pulang ke orang tuamu ya."


Begitu kurang lebih percakapanku dengan Aryo untuk rencana pernikahan kami. Entah mengapa aku merasa lega dan yakin dengan keputusan yang Aryo ambil. Akhirnya aku mendapat jawaban dari keraguanku selama ini, ia benar-benar serius denganku. semua ia buktikan langsung dengan perbuatan. Aku merasa seperti ia adalah sosok lelaki yang benar-benar bisa diandalkan,bisa menjadi sandaranku kelak,bisa melindungiku dan bisa menjadi imam yang aku hormati. Mungkin karena aku adalah anak tunggal dan tak begitu dekat dengan Ayah membuat aku terasa nyaman diperlakukan seperti ini oleh Aryo,lelaki yang terlihat begitu berani... ya cukup berani di mataku karena baru kali ini ada pria yang berani bilang langsung pada orang tuaku dan selalu bertanggung jawab dengan perkataannya. ia adalah sosok lelaki yang pandai berbicara seperti sudah terlatih di bidangnya,berbicara dan mengambil hati orang tuaku bukanlah perkara sulit untuknya,ucapan-ucapannya selalu berhasil membuat orang tuaku yakin untuk melepaskan dan mempercayakanku padanya.


Ya... karena selama ini aku hidup merantau seorang diri,dengan adanya Aryo di sisiku orang tuaku pasti semakin tenang ditambah dengan status Aryo yang tak lain adalah seorang anggota Polisi Republik Indonesia,menambah keyakinan orang tuaku.


Sebelum aku dan Aryo pulang kerumah orang tuaku untuk mengutarakan maksud kami,aku terlebih dulu memberitahu orang tuaku melalui panggilan telepon, aku menjelaskan pada mereka namun hanya garis besarnya saja bermaksud agar orang tuaku lebih siap dan tidak begitu terkejut dengan rencana kami yang bisa dibilang tiba-tiba.


"Iya nak,ibu dan bapak akan membicarakan rencana kalian terlebih dahulu."


Begitu ucapan ibu di sebrang panggilan sebelum akhirnya memutuskan panggilan tersebut. Aku mengerti pasti mereka juga butuh memikirkan keputusan yang akan aku ambil matang-matang karena ini juga bukan perkara mudah untuk melepaskan putri semata wayangnya. Disisi lain aku sudah merasa begitu yakin dan siap bahwa Aryo adalah sosok lelaki yang bisa dipercaya. Bagaimana tidak ? setiap hari aku dijejali dengan ucapan-ucapan manis yang keluar dari mulut Aryo,Yang selalu mengutamakanku... selalu memberikan waktunya untuk bersamaku,berusaha membuatku tersenyum dan bahagia,melindungiku dari orang-orang yang berbahaya,menjadi orang yang pertama datang saat aku sedang ada dalam masalah.


Bersambung


-


-


-


-


-


Haiii readers kesayanganku,makasih ya kalian masih setia baca YSM.


Jika kalian suka dengan karyaku jangan lupa tinggalkan like,komen dan votenya ya biar rame πŸ’•


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2