
Tak lama kemudian seorang pelayan datang membawa 3 gelas minuman diatas nampan ke meja kami dan meletakkan dimasing-masing depan meja sesuai pesanan.
"Jadi kronologis lengkapnya gimana mba ara ? Pak Henry hanya menjelaskan garis besarnya saja pada saya" Tanya frank kepadaku
Aku menjelaskan semua kronologisnya dengan detail agar Frank memahami semua kejadian yang kualami... setelah selesai menjelaskan panjang lebar, tiba-tiba Frank memberitahuku bahwa akan ada dua orang rekannya yang datang.
"Mba sebenarnya saya datang bersama dua teman saya, nanti tunggu sebentar ya... dia sedang berada diperjalanan menuju kesini... sebenarnya saya ada di divisi kriminal mba, jadi saya akan mengalihkan kasus ini pada teman saya yang bertugas di divisi narkoba." Jelasnya padaku
"Oh ya baik pak..." aku menjawab sambil mengernyitkan kedua mataku
Tak lama kemudian datanglah 2 orang pria menghampiri ke meja kami, orang itu tak lain adalah teman frank.
Frank mempersilahkan mereka duduk dan memperkenalkan kami satu persatu. setelah saling mengenal satu sama lain kami mulai melanjutkan pembicaraan kami selanjutnya.
"Jadi gini bro... mba ara ini ada kasus narkoba... untuk lebih jelasnya silahkan mba ara jelaskan sendiri pada mas aryo. " ucap frank sambil melihat kearahku dan Aryo.
"Lahh... ngapain daritadi aku bicara menjelaskan panjang lebar pada frank kalau sekarang harus mengulang penjelasanku lagi pada Aryo. Kenapa sih tadi gak nungguin mereka semua sampai dulu..." gumamku kesal dalam hati sambil memasang senyum yang terpaksa
Aku mengulang kembali penjelasanku pada Aryo yang sebenarnya sudah aku sampaikan pada Frank sebelum Aryo datang .
Kami juga saling bertukar kontak agar lebih mudah berkomunikasi kedepannya.
Ditengah-tengah perbincangan kami, tiba-tiba Bianca ijin pamit untuk kembali kerumah terlebih dahulu karena anaknya sudah menunggu, pertemuan itu memang sudah banyak melebihi jam kerja... tak heran jika anak-anak Bi sudah menunggunya.
"Saya pamit pulang duluan ya bapak-bapak... tolong titip ara ya..." ucap Bianca sambil menjabat tangan mereka satu persatu.
"Iya mba... santai saja " saut Aryo pada Bianca
Biancapun berlalu meninggalkan meja kami menuju mobilnya.
Setelah kepergian Bi, kami masih melanjutkan perbincangan kami untuk membahas perihal kasus tersebut.
Setelah dirasa cukup jelas, akhirnya kami memutuskan untuk menyelesaikan pertemuan kami dan saling berpamitan satu persatu, tak lupa aku juga mengucapkan terimakasih pada mereka.
"Baik kalau begitu... nanti selanjutnya saya hubungi lewat telepon ya mba" Ucap Aryo
"Baik mas... " jawabku singkat sambil tersenyum
__ADS_1
Kami berlalu keluar menuju ke mobil masing-masing. Aku masih berdiri di tepi jalan sambil memesan transportasi online.
Belum sempat mendapatkan driver, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepanku. Aku hanya memerhatikan mobil tersebut dan turunlah kaca mobil tersebut perlahan. Terlihat seorang lelaki yang tak lain adalah Aryo yang berada didalam mobil tersebut.
"Lho... mba ara gak bawa kendaraan ? ayo naiklah saya antar.. " ajaknya
"Gausah pak... saya naik transportasi online saja... nanti merepotkan." tolakku halus
"Gapapa mba... sekalian biar saya tahu lokasi mba ara... jadi lebih mudah memantaunya" jelas Aryo
Aku mengiyakannya dan segera masuk kedalam mobil tersebut, Selama perjalanan aku menjelaskan arah jalan menuju kosanku.
15 menit kemudian sampailah didepan kosanku, Aryo segera menghentikan laju mobilnya dan akupun segera turun... tak lupa aku berterimakasih pada Aryo.
Aryo langsung berlalu pergi sambil membunyikan 2x klakson, Aku menganggukan kepala sambil tersenyum kearah mobil tersebut dan segera masuk kedalam kosanku.
Aku segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri setelah seharian beraktifitas. Selesai mandi aku tak sabar merebahkan badanku ketempat tidur ternyamanku karena merasakan lelahnya kaki yang aku gunakan untuk menaiki tangga pagi tadi.
Baru saja merebahkan badanku... tiba-tiba ponsel yang kuletakkan diatas nakaspun berbunyi. aku segera meraihnya dan melihat 1 notifikasi pesan yang tak lain adalah pesan dari Langit.
"Aku sudah datang dan bertemu ibu, mungkin ibu lupa mengatakannya padamu" ~Aku
Setelah membalas pesannya aku meletakkan kembali ponselku keatas nakas dan mematikan lampu kamarku... tak butuh waktu lama aku segera memejamkan mataku dan berlayar didunia mimpiku.
* * *
Hari itu aku datang lebih pagi karena khawatir lift.nya masih dalam perbaikan. Beruntung sesampainya di gedung tersebut terlihat lift.nya sudah menyala normal kembali.
"Huuuuft...." Aku menghembuskan nafas lega
Sesampainya dikantor... terlihat ruangan masih sepi, belum banyak karyawan yang datang.
"Ternyata aku berangkat terlalu pagi" gumamku lirih
Aku menyandarkan tubuhku kekursi kerjaku yang empuk dan nyaman sambil memejamkan kedua mataku diruangan yang sepi itu.
Braaakkk
__ADS_1
Suara gebrakan meja terdengar sangat keras mengagetkanku, seketika aku membuka mataku dan membulatkan kedua bola mataku dengan sempurna kearah penggebrak meja tersebut.
"Fafaaaaaaa.... !!!" teriakku pada Fafa yang ternyata menggebrak mejaku.
"Hahahahaha.... pagi-pagi merem mulu" ucap Fafa sambil terkekeh puas kearahku
"Lhah... masih sepi tak ada kehidupan, lebih baik tidur lagi sebentar" jawabku tanpa dosa.
Ruanganpun mulai ramai, para karyawan berlalu-lalang memenuhi ruangan tersebut, mengerjakan tugas masing-masing.
Akupun juga segera memulai aktifitasku.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
**Haiiii readers kesayanganku... masih setia kan sama "Young Single Mom" ????
Terimakasih masih setia dengan tulisan author ☺️
jangan lupa tinggalkan like,komen dan votenya yaaahh.... boleh juga follow ig author di @mayyaaah untuk info update episode terbaru yah
Pembaca selalu diminta bijak saat membaca novel ini !!!
Terimakasih ♥️**
__ADS_1