Young Single Mom

Young Single Mom
Pantai dan lupakan !


__ADS_3

Dengan perlahan kaca mobil itu turun, terlihat seorang lelaki menyunggingkan kedua sudut bibirnya kearahku, pria itu tak lain adalah Aryo. Aku segera mendekat menghampirinya kearah mobilnya dengan diikuti Risti dibelakangku.


"Mas Aryo, gimana mas? mau ngobrol dimana?" aku bertanya tanpa basa-basi.


"Masuklah kedalam mobil mba, kita ngobrol dijalan aja... nanti saya akan jelaskan." aku menganggukkan kepalaku mengiyakan ajakan Aryo kepadaku, sebelum masuk kedalam mobilnya tak lupa terlebih dahulu aku berpamitan pada Risti.


"Ris, fotoin plat mobilnya ya jangan lupa... do'akan aku baik-baik aja" Aku berbisik ke telinga Risti agar suaraku tak terdengar oleh Aryo.


"Okay sipp... hati-hati ya !" Risti mengacungkan jempol tangannya ke arahku sambil berlalu pergi kearah kos dan aku masuk kedalam mobil Aryo.


"Tadi siapa mba? temen kos mba Ara ?" Tanya Aryo memecah keheningan memulai pembicaraan.


"Iya mas, temen kos." jawabku singkat tak ingin terlalu lama berbasa - basi.


"Jadi hasil labnya sudah keluar mba, hasil urinnya negatif... bukti yang kami dapatkan tidak cukup kuat untuk menahannya, Langit tadi dibebaskan makanya saya mengajak mba Ara pergi karena tidak mau mengambil resiko di area kosan mba" jelasnya dengan nada pelan.


"Lahh kok bisa gitu mas? kenapa bisa buktinya tidak kuat ? kalau dia apa-apain saya gimana dong mas,sedangkan dia sudah curiga sama saya." raut wajahku seketika berubah takut.


"Dia sudah berpengalaman mba, dia bisa menghilangkan jejaknya dengan mudah... untuk masalah buktinya,dia mendapatkan kebijakan dari kapolres karena masih mahasiswa mba... kalau soal kekhawatiran mba Ara, kami janji pasti akan melindungi saksi mba... pokoknya kalau ada apa-apa selalu info ke saya ya mba !" Aryo mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepadaku bermaksud mengurangi keteganganku.


"Terus setelah ini saya harus gimana dong mas?" Aku masih terus bertanya dengan raut wajah yang takut.


"Jauhi saja semua yang berhubungan dengan Langit, hapus kontaknya... kalau bisa mba Ara pindah kosan saja biar lebih tenang !" Aryo memberikan saran kepadaku.


"Duhh kenapa jadi begini sih yaa !" Aku mengerutkan keningku karena sangat bingung dengan apa yang harus kulakukan.


"Mba Ara tenang saja, jangan terlalu khawatir... saya akan selalu bantu mba Ara, anggap saja saya keluarga mba disini... kalau dia berani macam-macam saya pasti akan bantu mba !" Aryo menyadari kekhawatiranku dan berucap pelan bermaksud menenangkanku.


Setelah cukup lama berjalan mengelilingi kota Yogyakarta, akhirnya mobil Aryo terhenti dipinggir salah satu pantai yang ada di Yogyakarta.

__ADS_1


"Lahh mas ? kenapa kita kesini?" Aku membulatkan kedua mataku dengan sempurna kearah lautan yang ada didepanku terheran ketika menyadari telah berada dipinggir pantai.


"Ayo turun mba !" Aryo membuka pintu mobilnya dengan semangat dan beranjak keluar dari dalam mobil. ia berjalan mendekat kearah tepi pantai meninggalkan alas kakinya dan menikmati lembutnya pasir pantai yang ia pijak.


Aku masih terdiam tak bergeming menatap punggung Aryo dari dalam mobil, ada rasa heran dengan tempat tujuan Aryo ini. tak lama kemudian akhirnya aku keluar dari dalam mobil dan mendekat kearah tepi pantai.


"Kenapa dia mengajakku kesini?" Aku bergumam pelan karena heran sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal sama sekali.


Aku hanya berdiri menatap indahnya lautan sembari menikmati tiupan angin yang menerpa tubuhku.


"Kalau sedang banyak masalah, pantai adalah tempat yang tepat untuk melupakan masalah sejenak !" suara Aryo yang tiba-tiba seketika membuyarkan lamunanku kearah lautan.


Aku hanya tersenyum kearah Aryo tanpa menyahuti perkataannya, melihat lautan memang sedikit membuat perasaanku senang, namun tetap saja aku masih kepikiran dengan masalahku.


"Mba Ara gamau main air ?" Aryo tiba-tiba menimpali pertanyaan padaku lagi.


Aku hanya menggelengkan kepalaku sembari sedikit melemparkan senyuman kearah Aryo. ia akhirnya berlalu pergi bermain air seorang diri.


Melihat aku kembali kedalam mobil, akhirnya Aryo mengikutiku kedalam mobil.


"Kenapa mba? mba Ara gak suka pantai?" tanya Aryo ingin tau.


"Suka kok mas, tapi panas" Aryo menyodorkan beberapa lembar tissue kearahku melihat keringat yang mengalir diwajahku.


"Makasih mas" Aku meraihnya dan segera membersihkan keringat yang membasahi wajahku.


"Mba Ara lapar? mau nyari makan? makanan disini katanya enak, suka seafood?" Setelah cukup lama berbincang dan mendinginkan badan didalam mobil, Aryo melemparkan beberapa pertanyaan beruntutan padaku.


"Saya gak lapar mas, tadi sebelum kesini udah makan sama temen saya" sebelum menjawab pertanyaannya aku membuang nafas agak kasar.

__ADS_1


"Kan udah dari tadi siang? ini sudah malam lho mba... yasudah kalau gitu kita jalan pulang, siapa tahu nanti ditengah perjalanan pulang mba Ara terasa lapar." Aryo tersenyum memperhatikan wajahku berusaha menghiburku.


Diperjalanan pulang aku lebih memilih banyak diam dan tidak banyak bicara, Aryo seolah paham dengan situasi yang sedang aku rasakan... hingga tiba-tiba ia menghentikan mobilnya membuatku membuyarkan lamunanku....


Bersambung


-


-


-


-


-


-


-


-


Halloooo readers kesayanganku, maaf banget update.nya agak lama karena lagi fokus sama novel yang satunya πŸ™πŸ™


Terus ikuti cerita "Young Single Mom" ya !! jangan bosan-bosan.


Jangan lupa tinggalkan like,komen dan votenya biar rame dan author semangat updatenya yahh β™₯️


Pembaca selalu diminta bijak dalam membaca novel ini !

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2