»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.01


__ADS_3

 


----


"Tuhan ijinkan aku kembali membuka lembaran kisah lama yang dulu pernah menjadi sebuah kehidupan di masa lalu ku." - Son Niko.


----


"Mah... Aku gak bisa tidur" rengek anak kecil yang berusia sekitar lima tahun itu, menghampiri ibu nya yang tengah berada di ruang tengah.


"Sini sayang, kok gak bisa tidur?"


"Mino mau denger cerita dari mamah, biar mino bisa tertidur nyenyak" rengek anak laki-laki kecil itu.


"Hemm Mino mau denger cerita apa nih?" goda ibunya.


"Mino mau denger kisah dahulu mamah sama papah, gimana? Ayo ceritain!! Mino juga kangen papah" ucap anak itu, menidurkan kepalanya di paha ibunya.


Sedangkan ibunya merasa tercekat, dadanya seakan di remat ketika anak semata wayangnya memintanya untuk bercerita tentang masa lalu nya.


"Mah? Kok mamah diem" tuntut anak itu.


Wanita yang belum terlalu tua itu menggeleng sambil mengusap surai hitam pekat milik anaknya, Jung Mino. "Ceritanya di kamar mamah ya? Sambil kamu bisa tidur bareng mamah"


"AYOOO" teriak anak itu sangat antusias.


Wanita bernama Son Niko tersenyum, ralat Jung Niko itu tersenyum sambil menuntun anaknya menuju kamar nya yang berada di atas. Dengan perasaan sendu mengenang masa lalu nya yang penuh dengan kejadian menggegerkan itu membuatnya tak enak hati.


Tapi jika dia tidak menuruti kemauan anaknya yang sangat keras kepala ini, bisa jadi anak itu merajuk dan mogok makan berhari-hari. Entahlah.


"Ayo sini tidur di sisi mamah" ucapnya lembut, anak itu menurut dan menidurkan dirinya di samping tubuh sang ibu.


Dan ibunya mulai bersuara lekas bercerita.


"Sekitar tahun 2019 mamah sejak itu di pertemukan dengan seorang pria bermasalah yang memiliki nama Jung Jaehyun" katanya mulai membuka lembar kisah lama nya.


...----Tahun 2019----...


"Eh Nik lo tau gak soal geng Hyperion yang isinya cogan semua itu?" tanya Ryujin kepada Niko.


Niko yang sedang asik memakan pocky hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Ryujin yang merasa di acuhkan langsung memukul pengan Niko.


"Lo dengerin gw gak sih??" cetus Ryujin kesal.


Niko nyengir kuda. "Gw dengerin lah, terus kenapa? Lo suka?" tanya Niko dengan mulut yang sibuk mengunyah.


"Gak suka gw, pada songong semua cih" decak nya kesal.


"Ya terus kenapa lo ngomongin mereka bambank, btw mereka anak kelas dua belas semua kan?" tanya Niko.


Ryujin mencibir lantas meminum jus alpukat miliknya. "Iya mereka kumpulan anak kelas dua belas semua"


"Owh" Niko hanya mengangguk-anggukkan kepalanya acuh tak acuh.


"Btw Nik, si Mingyu yang mantan lo itu apa kabar?" tanya Ryujin.


Niko terdiam, dia menghentikan kegiatan makan nya. "Hem gak tau dah, lagian dia juga udah pindah kan dari sini"


"Dia gak nyari masalah lagi kan sama lo?" tanya Ryujin memastikan.


Niko menggeleng. "Nggak, eh btw si Shuhua mana? Kok dari tadi gak keliatan?" tanyanya memastikan.


Ryujin menggedikan bahunya. "Entah tuh anak ngilang mulu, cem hantu aja"


"Bhaks"


Suasana kantin yang tadi nya adem ayem kemudian menjadi riuh dan ramai, karena kedatangan sebagian geng Hyperion. Geng yang entah dari mana asal usul nya.


Niko dan Ryujin menatap ke arah empat anak laki-laki yang sekarang tengah duduk di pojokan itu, baju seragam yang berantakan yah menunjukan kalau mereka anak berandal.


"Nik liat deh, kira-kira kalo lo milih lo suka yang mana?" tanya Ryujin.

__ADS_1


Niko menatap satu persatu empat anak laki-laki itu kemudian dia menjentikkan jari telunjuknya ke arah satu laki-laki yang memakai jaket jeans grey yang duduk di dekat tembok.


"Gw suka yang itu" ucap Niko.


"Uwaaa nik itu si Jung Jaehyun, katanya dia gak pernah mau di ajak pacaran sama cewe manapun. Katanya sih" seru Ryujin.


Niko menatap ke arah Ryujin. "Maksudnya?"


"Setau gw ya, dia gak butuh pacar" ucapnya lagi.


Niko tersenyum jahil "kalo nanti gw jadi pacarnya gimana?"


Ryujin menjitak kepala Niko. "Katanya lo gak suka"


"Yeuh kan gw nebak doang dodol" gerutu Niko.


Tanpa Niko sadari lelaki yang ia tunjuk tadi menatap ke arah nya, dia mengetahui bahwa Niko tadi menunjuk ke arah dirinya.


"Abis pulang sekolah, nongkrong bareng yo" ajak Taeyong si ketua geng.


"Gua ngikut" sahut Yuta.


"Ayo ae gw mah" sahut Jaehyun.


"Yah oke gw juga ikut kalo gitu" sepakat Winwin.


"Oke!" seru Taeyong.


Ryujin dan Niko kemudian pergi dari kantin, mereka bersahabat sejak kecil, satu lagi Shuhua anak blasteran China itu, mereka bersahabat dengan baik bahkan saling mengenal dan mengerti satu sama lain.


"Eh Nik, gw mau ke perpus dulu ikut gak?" seru Ryujin di tengah perjalanan mereka menuju kelas.


"Males ah, lu ae sono. Gw langsung ke kelas aja"


"Yaudah byee mwah!!" seru Ryujin kemudian berjalan meninggalkan Niko.


Niko mengerucutkan bibirnya, di pakainya headset untuk mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Niko menghela napasnya lantas melanjutkan perjalanan nya.


Niko adalah gadis yang menyukai lautan dan ombak pantai yang berdeburan menghantam terumbu karang. Niko memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan siapapun setelah dia mengalami kejadian yang tidak mengenakan dalam hubungan asmaranya.


Suara pintu atap terbuka, seseorang yang sudah dari tadi berada di sana memilih untuk bersembunyi di balik tower besar.


Niko menendang-nendang kan kaki nya ke aspal atap, lantas dia berjalan ke tepi atap.


Seseorang yang melihatnya di kejauhan hanya bisa terdiam dan melihat semua gerak gerik yang di lakukan oleh Niko.


"Mingyu sialan!" umpat Niko sangat keras.


"Kenapa sih lo bikin gw takut, kenapa lo jahat banget sama gw! Gw salah apa sama lo anjim!" pekik Niko.


"Berisik!" teriak seseorang yang sedari tadi bersembunyi, dia berjalan dengan santai dan kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku celana nya.


Niko membulatkan matanya, dia adalah salah satu laki-laki yang berkumpul bersama anak Hyperion, dan lagi... Itu adalah laki-laki yang di tunjuknya.


"Ngapain lo? Nguping hah?" tanya Niko dengan okta tinggi.


"Ngapain gw nguping, gada kerjaan"


"Terus?"


"Lo brisik" pekiknya dengan suara dominan.


"Ah gw inget, lo salah satu anak Hyperion kan?" tanya Niko.


Jaehyun terlihat sangat datar. Niko mengacungkan jempolnya ke arah Jaehyun. "Bagus, tapi..." ia mengubahnya menjadi tanda **** bukan jempol.


Jaehyun menajamkan matanya, seolah ia ingin sekali memarahi gadis yang ada di hadapan nya. "Whoaaa" seru Niko yang merasa tidak bersalah.


"Hm?" gumam nya.


"Ham hem ham hem kayak orang sakit gigi aja deh lo" pekik Niko.

__ADS_1


"Apa lo bilang?"


"Oh budek ya? Aduh maaf ye"


"Sialan"


"Apa hah??"


"Gak"


"Owhh yodah, bye" seru Niko sambil melambaikan tangan nya.


"Mau kemana?"


"Bolos" cetus Niko kemudian pergi meninggalkan Jaehyun yang mematung di sana.


"Sialan tuh cewe" gerutu nya.


...❖❏❖❏❖...


"Ko!! Woe nikoo" panggil Jungkook yang sedang membawa buku-buku di tangan nya.


"Apaan?" tanya Niko ketus.


"Dih anjim galak amat, bantuin gw buru"


"Idih! Gak mau"


"Buru ntar gw kasih kinder joy dah" seru Jungkook.


"Beneran??"


"Iya bener, bantuin makannya"


"Yaudah iya mana sini" ujar Niko lantas ia membantu membawa sebagian buku-buku yang ada di tangan Jungkook.


"Lu abis dimana Nik?" tanya Jungkook, mereka berdua berjalan secara berdampingan.


"Dari atap kek biasa" kekeh Niko.


"Bolos lagi?"


"Iya"


"Kenapa sih lo bolos mulu? Perasaan dulu lo gak gini dah" gerutu Jungkook.


"Males gw tuh"


Sesampainya di ruang guru mereka langsung menyimpan buku tugas yang di bawa nya. Niko dan Jungkook memutuskan untuk pergi ke taman belakang, Jungkook tidak bolos hanya saja sedang tidak ada mata pelajaran.


"Kook, gw mau cerita sesuatu ke lo" ujar Niko, mereka duduk di bawah pohon Oak yang sangat besar dan rindang.


"Cerita apaan? Biasanya juga gak ijin dulu"


"Ya itu, salah gak sih kalau gw pacaran lagi?" tanya Niko ragu.


Jungkook menghela napas nya kasar. "Lo masih trauma?" tanyanya.


Niko mengangguk pelan. "Dikit sih, gw pengen sih punya pacar kek orang lain. Tapi gw masih takut wkwk"


"Yaudah perlahan aja, coba lu buka hati buat cowo. Siapa tau lo dapet cowo yang baik dan ngerti sama diri lo, gw yakin dah pasti ada" ucap Jungkook menyemangati.


Niko menarik senyum nya lebar. "Beneran???"


Jungkook mengangguk "iya bener"


"Okeee gw tunggu deh!" serunya antusias.


Tbc.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2