»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.30


__ADS_3

"Sendirian?" ujar seseorang yang membuat gadis itu terdiam sesaat, gadis itu tengah berdiri di tepi jembatan sungai Han. Menatap aliran air sungai yang begitu tenang dan begitu menyejukkan di matanya.


Gadis itu menoleh sekilas ke arah sang suara. "Hm" gumamnya malas untuk meladeni Taeyong yang selalu muncul dimana saja.


Taeyong meregangkan tubuhnya, bersandar ke pagar jembatan, menatap ke arah Son Niko dengan tatapan yang seketika berubah menjadi tatapan serius. "Masih sesak?" tanyanya.


Niko menggeleng cepat. "Nggak"


"Syukurlah kalau gitu, masih mikirin yang tadi siang?"


Ia mengangguk pelan, hembusan napasnya seperti mengeluarkan asap. Yah karena cuaca sangat dingin, dan juga akan memasuki musim dingin. Jadi tidak heran lagi.


"Sesakit apa?" tanya Taeyong.


Gadis itu kembali menggeleng. "Entah, sulit buat di utarakan"


"Masih suka sama dia?"


"Masih.."


Taeyong terdiam, menghela napasnya pelan kemudian menarik tangan Son Niko dan memeluk tubuh gadis itu tanpa ijin.


"Yong! Apaan sih-"


"Diem" ucap pria itu yang langsung membuatnya bungkam. Taeyong mempererat pelukannya, mendekap tubuh sang gadis dengan berjuta kehangatannya.


Niko mengangguk pelan, membiarkan Taeyong memeluknya erat. Hening... Itu lah yang tercipta. Sampai Niko terisak di dada bidang milik Taeyong. "Hiks, gw seburuk itu ya di mata Jaehyun?" ujarnya sambil terisak.


Taeyong menggeleng pelan, mengusap surai lembut milik Niko. "Gw bilang buang pikiran negatif lo tentang diri lo sendiri. Lo itu istimewa dan segalanya bagi gw, jadi gw minta lo jangan mikiran yang aneh-aneh lagi" tukas Taeyong. Menangkup wajah Son Niko dengan kedua tangannya.


Hidung gadis itu mulai memerah dan matanya sudah mulai lembab akibat air matanya. "Demi tuhan Son Niko, gw emang tau lo suka Jaehyun dan bakalan tetep ada Jaehyun di hati lo. Tapi gw, Lee Taeyong, bersumpah kalau gw bakalan selalu ada buat lo, mau lo suka ataupun gak. Gw bakalan tetep jadi bayangan diri lo." tekan Taeyong pada setiap katanya.


Gadis itu kembali menangis seperti anak kecil, dengan bahu yang bergerak naik turun. Taeyong kembali mendekap tubuh kecilnya. "Gw sayang lo... Son Niko" ucapnya.


Niko membalas pelukan Lee Taeyong. Ia semakin terisak, yang mendengarnya pasti menduga bahwa itu suara anak kecil yang tengah meracau meminta permen pada orang tuanya.


Taeyong masih saja mengusap surai milik Niko, menepuk pelan punggung gadis yang berada di dekapannya. Mencoba menyalurkan sebuah kehangatan dan ketenangan baginya.


Ia menatap ke atas langit yang tengah di hujani butiran kecil salju berwarna putih. "Nik, salju turun" seru Taeyong, dan gadis itu langsung mendongak ke atas. Salju langsung menyentuh permukaan kulit wajahnya, berada tepat di hidung gadis itu.


"Haha" tawa Taeyong sontak terdengar.


"Isshh apasih!" gerutu gadis tersebut.


"Noh di idung lo ada salju"


"Hah? Mana?" tanyanya. "Gak keliatan"


"Yaiyalah kagak" decak Taeyong, menggenggam tangan gadis-nya. "Udara makin dingin, gw anterin lo pulang. Valid" finalnya.


Ia merotasikan bola matanya, padahal Niko masih mau menikmati udara yang dingin ini. Tapi apa boleh buat? Pria keras kepala ini sudah memutuskan dan... Valid?


Mereka berdua menaiki motor, mengitari jalanan sungai Han yang terlihat indah baginya. Niko memeluk pinggang Taeyong. Lebih tepatnya, memasukan kedua tangannya kedalam saku hoodie yang di pakai oleh Taeyong.


"Lo tau kenapa salju turun saat ini?" seru Lee Taeyong memecah keheningan di antara mereka.


Gadis itu menggeleng. "Nggak.."


"Itu karena lo sedih, langit aja gak rela kalo lo nangis apalagi gw" ucap pria itu yang membuat dirinya langsung membeku.


"Dih?! Sejak kapan temen gw bucin kek gini? Setau gw Bubu yang dulu gak kayak gini" cibir Son Niko.


Taeyong terkekeh pelan di balik helm hitam nya. "Itu karena cewe yang namanya Son Niko, yang buat gw jadi bucin kayak gini" timpalnya.


"Halah halah"


"Haha"


"Eh yong" panggil gadis itu sedikit ragu.


"Hm? Napa?"

__ADS_1


Niko mengulum bibir bawahnya. "Senin ujian akhir semester kan? Itu tandanya lo bakal pergi?" ia sedikit ragu untuk mengatakan hal itu.


"Hah? Maksud?" tanya Lee Taeyong yang sedikit tidak paham dari kalimat yang di ucapkan oleh Son Niko.


"Anu.. Itu, bulan depan kan kelulusan berarti lo gak ada di sekolah lagi dong?" ulangnya dengan kalimat yang berbeda.


Taeyong menganggukan kepalanya pelan. "Yah, gw kan lanjut kuliah" ia kembali terkekeh di akhir kalimat. "Napa? Takut di tinggalin gw?" seru nya percaya diri.


"Nggak ya dodol!" sarkasnya. "Bakalan tenang dong idup gw gak ada lo lagi, haha" tawanya pecah.


"Anjim lo! Gw turunin nih"


"Dih jangan lah!" bentaknya, mempererat pelukannya di tubuh Taeyong. Bahkan ia menyandarkan kepalanya di punggung Taeyong.


"Iye iye kagak"


• • •


Jaehyun memijit kepalanya jengah, ia merasa pusing dengan tingkah laku Jeon Somi yang sering menghabiskan uang untuk membeli keperluan yang menurutnya tidak berguna.


Dia memilih untuk pergi meninggalkan Somi dan duduk di kursi taman dekat mall tersebut. Seketika dia teringat tentang sosok gadis yang selalu memarahinya dan tertawa di hadapannya. Son Niko.


Jaehyun mengumpat kesal, kenapa di saat seperti ini dia bisa teringat akan sosok Son Niko. Yah memang ini pilihannya, untuk menjauhi Niko agar terhindar dari gadis bermasalah itu. Dan... Ia juga di keluarkan oleh Lee Taeyong dari geng Hyperion yang dulu mereka berempat pernah banggakan. Geng yang mempertemukan dengan jati diri mereka sendiri. Akhirnya itu semua hancur.


Karena... Son Niko.


"*******!" umpatnya sebari mengepalkan kedua tangannya.


"Lo cowo baik, lo gak boleh kasar. Promise?"


Seakan kalimat itu berputar di pikirannya, terngiang di pendengarannya. Jaehyun tersenyum miris, dia merindukan Son Niko. Sangat.


Dan kemarin... Di hari ulang tahun nya Jaehyun melakukan apa yang di bilang Jeon Somi padanya. Dia melakukan hal kejih itu karena perintah Jeon Somi, kekasihnya saat ini.


Setelah ia melakukan itu kepada Niko, Jaehyun tidak langsung pergi. Melainkan ia bersembunyi di balik pintu aula dan melihat Son Niko yang terduduk lemas di lantai dengan Lee Taeyong yang mendekap erat tubuh gadis yang selalu bergetar hebat itu.


Jaehyun menyesalinya, sangat menyesali hal itu.


• • •


"WOAAA TUMBEN BANG MAEN KESINI LAGI" seru Son Niko sambil berteriak dan menghampiri Johnny dan Jaemin yang sedang bermain video game di ruang tengah.


"Di suruh ama tante Taeyeon gw, katanya lo lagi galau yaudah gw kesini ae sama si Nana. Btw galau ngapa lu?" tanya Johnny, tanpa mengalihkan pandangannya dari arah layar televisi.


"Galau karena Jaehyun bang, mantannya" timpal Jaemin.


"Heh pekok! Siapa yang galau? Gw galau?! Bahhh di dalam kamus kehidupan gw gak ada yang namanya kata galau!" pekik Son Niko, menjewer telinga kedua pria yang sedang bermain video game.


"Ahhh nik sakit!" ringis Jaemin.


"KIKO ***** MINTA LEPASIN!" teriak Johnny sangat keras.


Niko kemudian melepaskan telinga mereka berdua dan duduk di antara mereka. "Lagian rese lo pada!" tukasnya kemudian bersandar di bahu Johnnya. "Gw gabut masa. Ajak gw jalan keluar kek" dumelnya.


"Mau kemana?" tanya Jaemin.


"Ke mall?" seru Johnny. "Sekalian gw mau beli kemeja putih buat presentasi besok" lanjutnya.


"MAUUU GW MAU BELI BAJU JUGA! MAU BELI HOODIE SAMA DRESS EHE" kekehnya.


"Yaudah ayo" sahut Jaemin, mengakhiri aktivitasnya.


"Yeyy!" gadis itu berseru antusias kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil tas selempang miliknya.


"Ayoo!"


• • •


Niko sangat antusias untuk pergi ke mall, sedari tadi ia sibuk memilih Hoodie dan dress selutut yang sudah menjadi tujuannya.


"Beli dress kek gini buat apaan Nik?" tanya Jaemin yang hanya melihat-lihat saja tanpa membeli apapun. Sebenarnya anak itu jarang berbicara dan terkenal cuek tapi kalau bersama keluarga dia tidak seperti itu.

__ADS_1


"Buat acara nanti akhir taun di sekolah, mau ngadain konser Exo kan?" seru gadis itu.


"Lo nanya ke gw? Kan gw gak satu sekolah sama lo" cibir Jaemin.


"Ehe lupa mangap" kekeh gadis itu kemudian lanjut mencari dress idamannya. Dan pandangannya tertuju pada dress selutut yang berwarna coklat dengan motif grid. Simple.


"Wahh ini cocok gak buat gw?" serunya antusias sambil membawa dress tersebut.


"Bagus tuh, cocok sama warna kulit lu" ujar Jaemin.


"Bang Jon, gimana? Bagus gak?"


"Bagus bagus" sahut lelaki yang tengah sibuk dengan beberapa kemeja di tangannya.


"Dih! Mana ada bagus lo aja gak liat ke arah gw" kesal Niko.


"Y-ya maaf, gw lagi milih elah. Lo ama Jaemin aja sono keliling, nanti di parkiran baru bareng lagi" ujarnya.


"Iyadeh" seru keduanya.


Niko dan Jaemin berjalan mencari sesuatu, sampai di tujuan mereka berdua membeli makanan di cafe yang ada di mall tersebut.


"Itu Jaehyun kan?" seru Jaemin sambil memakan stik di mulutnya dan menunjuk ke arah meja yang berada di belakang meja mereka.


Gadis itu menoleh ke arah yang di tuju dan pandangannya langsung bertemu dengan sosok Jung Jaehyun yang juga menatap ke arahnya.


"Niko" gumam Jaehyun.


Gadis itu langsung berdiri dari duduknya, dan lekas pergi dari sana. Jaehyun pun melakukan hal yang sama, dia meninggalkan Jeon Somi yang memanggil manggil namanya.


Ia berlari dengan cepat, sesekali dia menabrak orang yang berada di depannya.


"NIKO!" panggil Jaehyun.


Gadis itu semakin berlari ketakutan. Dadanya mulai terasa sakit. Mungkin ini akibat rasa traumanya terhadap seseorang di masa lalu yang terulang kembali saat ini. Kim Mingyu dan sekarang Jung Jaehyun.


Greb


Jaehyun mencekal tangan Son Niko, tepat saat mereka berada di taman yang tadi Jaehyun jadikan tempat merenung.


"G-gw mohon jangan ganggu gw, gw gak salah, gw mohon, Jaehyun" gadis itu langsung menangis.


"Apaan sih Nik? Soal kemarin?" tanya Jaehyun.


"Gw gak salah"


"Iya iya gw percaya" timpal Jaehyun. Dia memegang kedua bahu Son Niko, menatap gadis itu lamat-lamat.


"Tatep gw nik"


Gadis itu menggeleng dan tetap menunduk. "Nik"


"Jaehyun, tolong... Jangan ngelakuin ini lagi" isaknya.


"Ngelakuin apa?"


Niko menepis tangan Jaehyun yang memegang bahunya. "Somi" ucap gadis itu, menatap ke arah Jaehyun, mungkin tidak. Dia menatap ke arah gadis yang tengah berdiri tepat di belakang Jaehyun, Jeon Somi.


"Somi?" ia membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok Somi. Yang menatap ke arah mereka berdua.


"Pacar lo Somi, b-bukan gw" paraunya, menghapus jejak air mata di pipinya. Ia berlalu pergi meninggalkan Somi dan Jaehyun.


Jaemin yang menyaksikan hal itu dari kejauhan hanya bisa menghela napas dan mengikuti kepergian Son Niko.


"Dasar orang"


TBC.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2