»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.14


__ADS_3

—————


"Aku menantimu, malam yang selalu dapat menenangkan ku, malam yang selalu ada ketika aku terpuruk." - Son Niko.


—————


Hujan dengan sangat deras menuruni kota Seoul di pagi hari buta seperti ini, seseorang yang sedang menunggu di halte bus mendecak kesal. Bisa-bisa nya hujan mengganggu keberangkatan nya ke sekolah.


"Ck, kapan reda?" tanyanya kesal kepada diri sendiri.


Seseorang dengan tas yang di jadikan sebagai pelindung dari hujan membuat pemandangan nya teralihkan. Lelaki itu menatap ke arah kedatangan nya.


"Hah hah" napas gadis itu terengah setelah ia berhasil sampai di halte bus yang sama. Penampilan nya basah, dan rambut yang acak-acakan akibat berlarian.


"Niko?" seru lelaki itu.


Gadis itu menghela napasnya panjang, mendudukkan dirinya di kursi penunggu. "Apa?" sahutnya.


"Lo ngapain hujan hujanan *****" decak Kun.


Yah dia adalah Kun.


Gadis itu menatap ke arah jaket yang di pakai oleh Kun. "Kun" panggilnya.


"Paan?"


"Minjem jaket lo dong"


"Buat apaan?"


"Gw kedinginan lah" decih si gadis.


Kun menghela napasnya kasar, membuka jaketnya dan melemparkan nya ke arah tangan Niko. "Santai kali" decak Niko.


Lelaki berambut coklat tua itu lantas duduk di samping Niko yang kini memakai jaketnya. "Lo ngapain di halte bus? Bukan nya lo punya motor?" tanya gadis yang ada di sampingnya.


"Motor gw ada di bengkel"


Gadis itu mengangguk kecil, di ikuti dengan senyuman tipis di bibir merah muda nya. Ponsel gadis itu berdering ringan menandakan ada pesan masuk. Di lihatnya pesan singkat dari seseorang lantas ia tersenyum miring, memasukan kembali ponselnya ke dalam tas coklat miliknya.


"Lo kenapa?" tanya Kun yang melihat gadis itu seperti menggigil.


"D-dingin" ucapnya terbata.


"Makannya jangan ujan-ujanan" decak Kun, menarik tubuh gadis itu untuk bersandar padanya.


"Thanks" gumam si gadis. "Lo sama pacar lo gimana hubungan nya?" ujarnya.


"Pacar? Maksud lo Shuhua?"


Gadis itu terdiam, merutuki dirinya sendiri karena dia lupa akan nama-nama orang yang berada di sekitar 'Niko'. "Ahh iya, gimana hubungan lo sama Shuhua?" ulangnya.


"Ya biasa aja, emang kenapa?"


Gadis itu menggeleng pelan. Melingkarkan tangan nya ke tubuh Qian Kun. Lelaki itu tersentak pelan, di lihatnya gadis yang menurutnya itu adalah 'Niko' yang masih menggigil kedinginan di dekatnya, membuat ia tidak segan-segan untuk merangkul tubuh Niko.


Di sentuhnya kening si gadis oleh tangan nya, menatap gadis itu dengan napas beratnya. "Lo demam?"


"Hum kayaknya"

__ADS_1


"Yaudah istirahat, jangan ke sekolah. Gw duluan mumpung ada bus tuh" ia mengangkat dagunya ke arah bus yang akan datang menghampiri halte bus yang sedari tadi menjadi tempat mereka berteduh.


Gadis itu mempererat pelukan nya. "Stay with me, Kun" ucapnya parau.


...❖❏❖❏❖...


"Isss kak Doy nyebelin tau" gerutu Niko, Doyoung yang berada di sampingnya hanya tertawa keras melihat omelan demi omelan yang keluar dari mulut gadis di sampingnya.


"Makannya jangan bandel, basah kan" kekehnya lagi.


"Ihhh kan ini karena kakak ngambil payungnya gimana sih" gerutunya lagi.


Doyoung semakin tertawa, lantas ia merangkul bahu sempit Niko. Yah mereka tengah berjalan di bawah naungan payung transparan yang di pegang oleh Kim Doyoung. "Udah gini aja" ucap lelaki itu, di balas dengan anggukan kecil dari gadis di sampingnya.


Mereka tengah sampai di depan gerbang sekolah, suasana sekolah yang tengah hujan sangat menyejukkan dan menenangkan.


Berjalan di koridor, melewati banyak kelas sampai di persimpangan Doyoung memutuskan untuk pergi duluan karena kelas mereka berbeda tingkatan.


Gadis itu menghela napasnya panjang, ketika ia hendak melangkah sosok Jaehyun yang tiba-tiba muncul dari hadapan nya membuat ia menghentikan langkahnya.


"Gak cukup apa? Kemarin lo ke bar sama cowo lain, dan sekarang lo berangkat bareng Doyoung. Wah" serunya, tersenyum miring.


"Apaan sih? Gw sama kak Doy ketemu di halte bus, dan kita mutusin buat ke sekolah bareng"


"Mesti satu payung gitu?"


Niko mendecak kesal. "Yang bawa payung cuman gw Jaehyun" tekannya lantas melipat payung yang sedari tadi ia pakai, memasukkan nya ke dalam bungkusan payungnya.


"Gausah ngelak, bilang aja lo ngelayanin semua cowo, haha" terdengar suara tawa yang terlihat di paksakan.


"Ngelayanin? Seburuk itu kah gw di mata lu? Segitunya lo percaya sama poto yang jelas-jelas itu bukan gw" tekan gadis itu, menatap tajam ke arah Jaehyun.


Gadis itu tersentak kaget, dia menggeleng pelan. "Itu bukan gw, Jung Jaehyun" isaknya.


"Niko" panggil Ryujin yang baru saja datang bersama Shuhua. Ryujin menghampiri Niko yang menatap ke arahnya. "Lo gapapa?"


"Alah cewe sampah kek dia ngapain lo belain jin" sarkas Shuhua.


Niko membelalakan matanya, begitupula dengan Ryujin yang tidak menyangka kalau Shuhua akan berkata seperti itu. "M-maksud lo?" tanya Niko.


Shuhua mendecih kesal, menunjukan sebuah poto kepada Niko. "Bagus ya, lo meluk-meluk cowo gua"


Plakk


Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Niko, membuatnya terhuyung ke belakang beberapa langkah. "Dasar sampah! Temen sampah! Mati lo!" sarkas Shuhua.


"SHUHUA LO APA-APAAN SIH?!" bentak Ryujin, menjadi penengah di antara Shuhua dan Niko.


"Lo masih mau belain sampah kek dia? Jelas-jelas dia ******" sinisnya menatap ke arah Niko yang kini tengah menunduk.


Pipi nya yang terasa memanas, sudah ia pastikan akan ada bekas merah di pipi kirinya. Kerumunan di sana semakin banyak, terlebih ada geng Hyperion lain nya (teman-teman Jaehyun) dan juga kawanan geng Lalisa.


"Lo baru tau kalo dia sampah? Dia emang sampah, harusnya di keluarin dari sekolah kita" seru Lisa nyalang.


Jaehyun tak berniat untuk mencegah semua orang yang kini kembali melempari Niko dengan banyak kertas, bahkan ada beberapa yang melemparinya dengan botol minuman.


"BERISIK *******!" teriak seseorang yang tengah duduk di anak tangga sambil memakan permen karet di mulutnya.


Semua menghentikan aktivitasnya, menatap ke arah laki-laki bersurai merah menyala itu. Yah Lee Taeyong, ketua geng Hyperion.

__ADS_1


"Kalian ngebacot tentang sampah? Liat apa yang lo pada lakuin. Bukan cewe cupu itu yang sampah tapi kalian yang buang sampah sembarangan, karena pada dasarnya seseorang yang bilang sampah ke orang lain, orang itu lebih buruk dari sampah" ucapnya penuh penekanan.


Seketika semua orang diam, terlebih Jaehyun dan Lisa yang terlihat tidak percaya.


Taeyong melepaskan jaket jeans nya, berjalan menghampiri Niko yang hanya diam dalam tangisnya. Ia memakaikan jaketnya ke tubuh Niko, merangkul bahu sampit gadis itu.


"****** kok teriak ******" ucapnya, tersenyum ke arah Lisa. Kemudian membawa pergi Niko dari sana.


...❖❏❖❏❖...


"Apa tujuan lo?" tanya gadis yang kini tengah duduk di tepi beton atap, hujan yang tengah reda membuat suasana atap menjadi sejuk, dengan genangan air yang sedikit membasahi aspal atap sekolah.


Taeyong terkekeh pelan, duduk di samping Niko. "Tujuan gw? Nothing" ucapnya.


Gadis itu menatap ke arah laki-laki yang telah duduk di sampingnya. "Gw nanya serius" tekannya.


"Yakin mau di seriusin?"


"Demi tuhan, gw nanya serius bukan mau di seriusin. Siapa sih nama lo?" tegasnya.


"Lee Taeyong" ucapnya.


"L-lee Taeyong??" ulangnya terbata. Laki-laki bermarga Lee itu mengangguk. "Ketua Hyperion kan?"


"Yoi"


Niko memukul bahunya sedikit keras. "Pergi sono lo! Ngapain lo tadi belain gw hah?! Apa tujuan lo?!" sarkasnya dengan nada yang sedikit melengking membuat pendengaran Lee Taeyong terganggu.


"Lu! Bisa diem kagak?! ***** telinga gua rip!" bentak nya sambil mengusap kedua telinganya.


"Yaa abisnya lo gak mau jawab pertanyaan gw!!!"


Taeyong menghela napasnya kasar. "Pertanyaan lo yang mana markonah? Lo kalo nanya satu-satu jangan langsung bejibun. Mana gw paham" decaknya.


"HEH YANTO! NAMA GW NIKO BUKAN MARKONAH!" teriaknya.


"NAMA GW JUGA TAEYONG BUKAN YANTO!"


"Yaudah sih"


"Bodo amat"


Niko mendelik kesal. "Yaudah nih, kenapa lo ngebelain gw tadi?" tanyanya.


"Karena gw mau"


"Hilih, terus apa tujuan lo ngebelain gw, di depan Jaehyun pula"


"Karena gw mau rebut lo dari Jaehyun. Paham?"


"What?!!"


TBC.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2