
—————
"Semakin hari semakin banyak hal-hal aneh yang terjadi. Seakan itu semua adalah kesalahan ku, padahal nyatanya aku hanya sebatas rembulan yang tidak mengetahui apa-apa" - Son Niko.
—————
Gadis itu terlelap dalam tidurnya, menjadikan pangkuan Jaehyun sebagai bantalan kepala nya. Ya, Jaehyun tidak langsung pulang, dia menemani gadisnya sampai saat ini.
Di lihatnya wajah cantik bak peri yang di turunkan tuhan ke bumi. Hidung runcing, bibir cherry yang sangat cantik, mata bulat, kulit putih dan lembut, selalu menjadi candu bagi Jaehyun untuk selalu menyentuhnya.
Ia teringat akan satu hal, tentang poto yang menyebar luas di publik itu selalu membuatnya mendengus kesal. Kenapa hal itu bisa memutar kembali di otaknya padahal dia sudah menepisnya jauh-jauh.
Di usapnya pipi sang gadis yang masih terlelap di pangkuan nya. Dia mencondongkan wajahnya mendekati wajah Niko yang begitu tenang. Di tatapnya kedua kelopak mata yang sedari menutup rapat itu, dia menempelkan bibirnya ke bibir cherry lembut milik Niko.
Kedua kelopak mata yang tadi masih menutup sekarang menatap sendu ke arah Jaehyun. Pandangan keduanya saling bertemu satu sama lain.
"Astaga! Kalian sedang apa?!" teriak seseorang baru saja datang ke rumah keluarga Niko.
Niko dengan cepat mendorong tubuh Jaehyun dan mengambil posisi duduk. "Ehh mamah? M-mamah kapan nyampenya? Kok udah ada di rumah?" tanya gadis itu secara terbata, melihat sosok ibunya yang kini tengah menggeleng heran.
"Mama baru nyampe, sekarang mama tanya. Tadi kalian ngapain?"
Niko mengulum bibir bawahnya, menatap ragu ke arah Jaehyun yang juga menatapnya. Kenapa ibu nya bisa datang di waktu yang tidak tepat? Ah maksudnya, kenapa mendadak?
"A-anu mah, i-itu-"
"Kami berciuman mah" ujar Jaehyun tanpa ragu. Gadis itu menatap ke arah Jaehyun dengan mata yang sesekali mengerjap polos, dan mulut yang sedikit terbuka.
"Astaga kalian ini, yaudah gapapa, mamah masuk dulu. Awas jangan ngelakuin hal yang lebih dari itu, belum cukup umur" tukas ibunya kemudian pergi meninggalkan anak gadisnya yang terdiam kaku.
Setelah memastikan ibunya masuk ke dalam kamar, gadis itu menoleh ke arah Jaehyun. Memukul bahu kekasihnya. "Apaan sih?! Malu tau" gerutunya dengan bibir yang sedikit mengerucut.
Jaehyun terkekeh pelan, menunjukan dimple di pipinya. "Kan emang lagi ciuman"
"Y-yaa jangan di perjelas juga!! Isss"
Laki-laki yang kini tertawa membuatnya semakin kesal, dia menggerutu sedari tadi bahkan sempat beberapa kali ia memukul lengan Jaehyun. Tapi hal itu tentu saja membuat Jaehyun semakin ingin menggoda gadisnya yang terlihat menggemaskan di matanya.
"DIEM IHHH" bentaknya.
"Haha oke oke, diem" ucapnya dengan tawa kecil menyertai.
"Huh ngeselin"
"Ngangenin?"
"Ngeselin ya!"
"Ngangenin kan?" laki-laki itu menggerakan alisnya, menaik turunkan kedua alisnya yang membuat Niko semakin jengkel di buatnya.
"BODO AH KESEL! PULANG SANA!" bentaknya.
"Hujan eh, mau nginep aja"
"Dih?!"
"Biarin"
"Tidur di lantai!" decaknya.
"Di kamar lah"
"Kamar mana??"
"Kamar mamah kamu"
"HEH!" gadis itu membelalakan matanya, siap untuk memukul lagi kekasihnya.
"Haha bercanda, tidur di kamar kamu aja"
"Nanti mamah marah! Pulang gih!"
"Hujan sayang" kekeh Jaehyun.
"Hem, yaudah"
"Yaudah apa?"
"Boleh nginep" cicitnya pelan.
Jaehyun terkekeh akan kemenangannya. "Oh tentu haha"
"Nyenye, ngeselin sumpah! Enyah gih" decaknya dengan tatapan kesalnya.
"Gak ah"
"Kenapa nggak?"
"Masih kangen"
"DIH!!! SEJAK KAPAN LO KANGEN GW?!" teriaknya nyalang.
"Baru sedetik"
"***** lo! Pulang sono!! Au ah" gadis itu berdecak kesal, pergi meninggalkan Jaehyun yang hanya terkekeh pelan.
❖❏❖❏❖
"Apa maksud kamu Kun?! Kita putus? Kenapa?!" bentak Shuhua kepada Qian Kun yang berada di hadapan nya.
Lelaki itu menghela napas panjang, menatap ke arah Shuhua yang berada di hadapan nya. "Aku lebih suka sama Niko, bukan sama kamu" ucapnya.
Gadis berdarah China itu tertawa, tawa yang ia paksakan untuk menyembunyikan air matanya. "Udah aku duga kamu bakalan jawab ini. Kamu gak tau apa? Soal berita Niko yang nyebar di web sekolah? Kamu gak malu suka sama sampah kek dia??" sarkasnya.
Kun menatap ke arah Shuhua dengan tatapan tajam nya. "Jaga bicara kamu, dia bukan sampah"
"Jelas sampah, mana ada sahabat yang nikung sahabatnya sendiri? Dan jelas-jelas dia juga udah pacaran sama Jaehyun kan?" bentaknya.
Shuhua menggertakkan giginya, menatap tajam ke arah Qian Kun. "Kamu salah, kamu bakalan tau akibatnya Kun! Aku benci kamu!" pekiknya, mendorong tubuh Qian Kun kemudian berlari meninggalkan lelaki bersurai coklat tua tersebut.
"Ck"
"HEH JUNGKOOK PEKOK! NGADI-NGADI YA LU!" bentak seseorang, suara yang sangat di hapal oleh Qian Kun. Dia memutar tubuhnya ke arah berlawanan dan melihat sosok Niko yang tengah berjalan bersama Jungkook.
"Yee anjim mana ada gw ngadi-ngadi, gw mampusin baru tau rasa lo" dengus Jeon Jungkook, menjitak kepala Niko.
"Heh ******* sakit! Lo bener-bener minta gw rebus ya!"
Entah apa yang mereka perdebatkan, Kun menghampiri keduanya. "Elo Kun, ngapain di sini?" tanya Jungkook.
"Lagi ngadem ae, enak kan pagi-pagi ke sungai Han" ujarnya, menatap ke arah Niko.
"Mana Shuhua? Tumbenan kalian gak bareng, biasanya kek amplop sama prangko nemplok mulu" seru Niko, membenarkan anak rambutnya yang tertiup angin.
__ADS_1
Kun tersenyum. "Gw udah putus sama dia"
"HAH KOK BISA?!" kaget keduanya -Jungkook dan Niko-
Ia kembali tersenyum, meraih tangan Niko. "Kan gw lakuin itu semua demi lu Nik" ucapnya.
Niko tersentak kaget begitupun dengan Jungkook. "M-maksud lo, apaan??" tanyanya.
"Lupa sama yang semalem kita ngelakuin apa?" lelaki itu malah balik bertanya.
"H-hah?" gadis itu menatap lamat-lamat ke arah Qian Kun yang mengatakan hal aneh dan semalam? Memangnya dia melakukan apa dengan Qian Kun?
"Haha udah lupain kalo lo malu, oh ya. Lo berdua mau kemana?" tanyanya, melepaskan tangan nya yang memegang lengan Niko.
"Kita mau ke tepi pantai, ngadem nikmatin pajar datang" seru Jungkook begitu antusias.
"Gw ikut ya" ucapnya dengan senyuman yang menyertai lekuk bibirnya.
"Yo ah biar makin rame"
Kedua laki-laki itu berjalan lebih dahulu, meninggalkan Niko yang masih kebingungan di tempat. Dengan cepat ia mengikuti langkah keduanya.
"Lo seriusan putus sama Shuhua?" tanya Jungkook.
"Iya"
"Kenapa men?"
"Gw sukanya sama Niko"
"Ekhem" gadis yang berada di belakang itu berdeham keras, lantas menyusul keduanya dengan langkah yang sangat cepat.
"Apa? Lo suka sama, Niko??" ulang Jungkook dengan perasaan tidak percayanya.
Lelaki bernama Qian Kun itu mengangguk. "Yoi"
"Kok bisa?"
"Gw kemarin ngabisin waktu sama dia, sampe kita tidur bareng" kekehnya.
Jungkook mengernyit tidak percaya, pasalnya sebelum Qian Kun mengatakan hal ini, Niko mengatakan bahwa semalam dia tidur bersama Jaehyun, tidur dalam artian ia yang berada di kasur dan Jaehyun yang tidur di bawah lantai.
Tapi... Apa ini? Kenapa Qian Kun bilang kalau Niko tidur bersamanya? Ah sudah lah dia sangat pusing akan hal ini.
"Kok bisa, kapan?" tanyanya.
"Semalem dongo" kesal Kun terhadap sahabatnya yang terlihat begitu lola dalam hal seperti ini.
"Yaa santai anjim, lo ketemu sama Niko kapan?"
"Dari kemarin pagi, pas hujan"
"HAH?!"
...❖❏❖❏❖...
"Kim Taera?" tanya seseorang kepada orang yang tengah duduk di ruangan VVIP yang ada di dalam bar tersebut.
"Ya, di sini ada bartender yang namanya Kim Taera kan? Boleh minta identitasnya?" tanyanya sambil meminum wine dalam gelasnya.
"Kami tidak bisa melakukan itu-"
Seseorang yang tengah duduk itu langsung melemparkan amplop coklat yang sudah di yakini isinya adalah uang. "Kasih tau gw, atau gw buat lo di pecat?" ancam nya.
"Kim Taera ya" senyumnya terlihat sangat nampak.
Tak lama setelah itu bartender itu kembali kehadapan nya, dengan berkas identitas tentunya. "Oke, thanks. Lo boleh pergi" ucapnya.
"Baik tuan"
Ia membuka setiap lembar demi lembar identitas gadis yang bernama Kim Taera itu. Dia memijit pelipisnya pelan kemudian tertawa kecil. "Kim Taera, anak Kim Myungsoo dan Kim Taeyeon" ujarnya.
Dia memotret berkas-berkas itu menggunakan ponselnya. Untuk cadangan jika sewaktu-waktu berkas ini akan beralih dari tangan nya. Ia berdiri, memasukan berkas tersebut di balik jaket kulitnya.
Kemudian dia keluar dari ruangan VVIP tersebut, suasana bar sangat ramai. Bahkan ada beberapa wanita yang menggodanya, itu sudah wajar. Namanya juga bar.
"Itu Taeyong kan?" seru Jisoo yang berada di salah satu kursi kitchen bar.
Lisa menoleh ke arah yang di maksud oleh teman nya. "Iya itu si Taeyong" sahutnya.
"Tumbenan dia kesini sendiri, biasanya bareng sama anak hyperion lain nya" ujar Jennie, meminum segelas vodka di tangan nya.
"Gabut kali tuh anak" cibir Lisa.
"Ngakak, ketua geng gabut" kekeh Rose dengan tawanya.
...❖❏❖❏❖...
"Kun lo apa-apaan sih! Gw gak suka sama lo!" bentak Niko kepada Qian Kun yang sedari tadi menguntitnya.
"Lo lupa Nik? Semalem kita habis ngelakuin itu"
"NGELAKUIN APAAN SIH?! GW SEMALEM GAK KE RUMAH LO! GW TIDUR DI RUMAH GW!" bentak Niko dengan nada sarkasnya.
Kun menghela napas panjangnya, menunjuk lehernya yang meninggalkan bekas merah bak hasil cipta seseorang. "Lo yang buat ini Nik" ucapnya.
Niko membelalakan matanya. "KAPAN HAH?! GW GAK PERNAH NGELAKUIN ITU YA!"
Lelaki itu malah tertawa, dia menarik lengan Niko, menipiskan jarak di antara mereka. "Gw tau lo malu kan? Gapapa santai aja" ucapnya.
Niko mendorong tubuh Kun kasar. "LO GILA HAH?! GW GAK NGERTI!" decaknya. "Denger ya Kun, lo itu temen gw dan gak akan ada yang berubah. Dan gw bener-bener gak paham semuanya!" geramnya.
Sialan Jungkook tidak ada di sini, anak itu di telpon oleh ibunya untuk membantu mengemas pesanan tanaman hias di toko bunganya. Dan kini Niko harus di hadapkan oleh Qian Kun yang gila.
"Gak usah boong Nik, kalo lo pura-pura lupa. Gw punya bukti kok"
"Bukti apaan?!"
Kun berjalan mendekat ke arah Niko, membuat gadis itu melangkah mundur, begitupun seterusnya sampai tubuhnya membentur ke jembatan sungai Han. "Kun!" bentaknya.
Qian Kun, lelaki itu menyingkirkan rambut yang menghalangi leher Niko, jarak di antara mereka semakin menipis. "QIAN KUN!" bentak Niko.
Laki-laki itu menahan tangan Niko yang hampir memukulnya, dia masih mencari tanda yang ia berikan di leher Niko.
Mau sampai kapan pun kamu mencarinya, tanda itu tidak akan pernah ketemu Qian Kun. Karena kenyataan nya yang kau tandai itu adalah Kim Taera, bukan Son Niko.
"Udah ilang ya? Mau gw buat lagi hm?"
"K-kun, lo jangan macem-macem ya!"
"Shut up babe" ucapnya dengan sedikit berbisik membuat bulu kuduk Niko berdiri.
"KUN GW MOHON! LEPASIN GW!" bentak gadis itu, mencoba memberontak.
__ADS_1
Kun semakin mendekatkan bibirnya ke arah leher Niko, menghirup aroma tubuh Niko yang semakin lama makin menyeruak masuk kedalam indra penciumannya.
"KUN!!"
Bukkhh
Laki-laki bernama Qian Kun itu terhuyung kesamping dan terjatuh, menjauh dari Niko setelah mendapatkan pukulan keras dari seseorang.
Gadis itu terkejut setengah mati, menoleh cepat ke arah seseorang yang telah menyelamatkannya. "KAK DOYOUNG!" serunya, menghampiri Doyoung dengan cepat, dan bersembunyi di balik punggung laki-laki bermarga Kim itu.
"Kamu gapapa?"
"Aku gapapa kak, tapi, tapi Kun, tadi-"
"Udah, biar kakak yang urus" ucapnya. Gadis itu mengangguk, matanya yang sudah memerah kini menatap ke arah Qian Kun yang baru saja bangkit dari jatuhnya.
Niko memundurkan langkahnya, bersembunyi tepat di balik tubuh Kim Doyoung.
"Shit, sialan lo! Kenapa lo muncul dan gangguin kita hah?!" sarkas Qian Kun menatap tajam ke arah Kim Doyoung.
"Seharusnya lo yang sadar, di sini lo yang ngeganggu Niko"
"Alah bacot, bukan urusan lo" pekiknya lantas bersiap untuk memukul Doyoung, tapi laki-laki itu segera mencegahnya.
Apa ini? Keduanya saling bertengkar dan beradu argumen. Niko yang melihatnya hanya bisa terdiam mematung. Kenapa hidupnya menjadi seperti ini?
Dia menggeleng pelan, memberanikan dirinya sendiri untuk menghentikan pertengkaran antara Qian Kun dan Kim Doyoung.
"STOP!" teriaknya sangat kencang, menjadi penengah di antara kedua laki-laki itu.
Doyoung menghela napasnya kasar, merapikan jaket jeans nya. "Sebenernya apa yang terjadi?"
"Kak, ini soal yang aneh lagi, Kun pikir semalem aku jalan sama dia. Padahal aku ada di rumah sama Jaehyun" ucapnya.
Kedua laki-laki itu tertegun mendengar nama yang di ucapkan oleh Niko. "Jelas jelas lo sama gw Nik, mau ngelak apa lagi?" tukas Qian Kun.
"diem lo, dengerin dulu" sarkas Kim Doyoung.
"Gini ya, kalo lo gak percaya sama gw Kun. Lo bisa tanya sama Jaehyun atau nyokap gw." ujarnya.
"Ya terus gw sama siapa kalo bukan sama lo?"
"Sama setan lo mah" geram Doyoung.
"*******!"
"HEH UDAH! BISA DIEM DULU GAK?" bentak Niko yang menjadi penengah lagi. "Lo Kun, diem dulu napa! Gw ceburin baru to rasa lo dimakan paus"
"Mana ada paus di sungai Han bambank" decak lelaki bersurai coklat itu.
Doyoung terdiam. "Bentar, di waktu yang bersamaan Kun bilang kalau kamu semalem sama dia, dan di sisi lain kamu sama Jaehyun?" seru Doyoung menyimpulkan.
Keduanya mengangguk. "Berarti ada pihak ketiga, yang mengkambing hitamkan kalian" ucap Doyoung.
"KAMBING HITAM?" seru Niko dengan suara tingginya. "Kok kambing hitam sih kak? Kan yang sama Kun manusia, bukan kambing!"
Plukk
Kun menjitak kepala Niko membuat si empu mengaduh kesakitan. "Lo kalo **** jan di pelihara deh, maksud Doyoung ada orang yang pengen ngancurin hubungan persahabatan kita dengan memanfaatkan satu sama lain" jelas Qian Kun.
Kim Doyoung menggeleng heran, sedikit tertawa akan perilaku keduanya. "Bener kata Kun. Mungkin ini orang yang sama yang nyebarin berita palsu website sekolah" ujar Doyoung lagi.
"BENER JUGA!" Sahut Niko antusias.
"Yah oke, gimana kalo kita ngungkap semuanya? Kita selidiki bareng-bareng" ujar Kim Doyoung.
"Gw ikut" salah seorang yang bukan di antara mereka bertiga ikut menyahut, ketiga orang itu menoleh ke arah bersamaan.
"Taeyong?" seru Niko, melihat ke arah kedatangan ketua geng itu.
"Ngada-ngada lo, temen juga bukan" cibir Qian Kun.
"Serah gw lah" tukas laki-laki bersurai merah neon itu.
"Yah oke, kita sepakat buat mecahin semua misteri ini. Tapi kalau bukan Niko, terus siapa?" seru Kim Doyoung.
"Orang yang mirip sama noh cewe cupu" seru Taeyong, mengunyah permen nya.
"GW PUNYA NAMA! DAN NAMA GW NIKO BUKAN CEWE CUPU!" bentaknya.
"Cogan bebas"
"Idieh! Najis!" cibir gadis itu, merotasikan matanya jengah.
"Kalau gini ceritanya kapan selesai setan" decak Qian Kun yang selalu saja beremosi. Doyoung menghela napasnya panjang, terheran-heran akan sifat mereka yang sedikit kekanakan.
"Bentar, tadi lo bilang orang yang mirip sama Niko kan?" tanya Kun.
Taeyong mengangguk. "Ya"
"Gw juga dapet perbedaan antara poto yang ada di web sama Niko" ujar Kim Doyoung.
"Apaan?" tanya Niko dan Kun serempak.
"Tahi lalat" jawab Taeyong dan Doyoung balas bersamaan.
Oke, sepertinya mereka sangat kompak dalam hal seperti ini.
Gadis itu terdiam. "Kak, kemarin kepala sekolah manggil aku, dia bilang aku bakalan di keluarin dari sekolah kalau berita yang di web itu makin nyebar ke publik." ujarnya dengan suara sedikit parau.
Ketiga laki-laki berbeda warna rambut itu kini menatap ke arahnya terkejut. "Hah? Segitunya?" kaget Doyoung.
Ia mengangguk pelan. "Karena ini menyangkut nama baik sekolah"
"Hem, gw bakalan bantu, apapun caranya" seru Taeyong.
"Kita semua bakal bantu kamu Nik, kita gak rela kalau kamu sampe di keluarin dari sekolah. Padahal itu bukan perbuatan kamu"
"Yah padahal semalem gw nikmatin banget adegan nya" cicit Kun.
Niko memukul kepalanya keras. "*******! ITU BUKAN GUA YA! KOTOR AMAT PIKIRAN LO! GW LEMPAR KE KANDANG BUAYA BARU TAU RASA LO DUDA!" bentaknya.
"Gw masih muda ya *****!"
"DUDA!"
"sialan"
TBC.
.
.
__ADS_1
.