
"Ini tentangku gadis yang terjebak dalam sebuah drama yang kubuat sendiri tanpa aku mengetahui kapan itu semua terjadi." - Son Niko
----
Niko terdiam di saat perjalanan pulang, dia seperti biasa hanya jalan kaki. Banyak siswa-siswi yang sama sepertinya, gerbang yang baru saja di buka langsung berhamburan penuh dan padat.
Tubuh Niko yang kecil ikut terdorong sana sini, dia mendecak kesal sampai pada akhirnya ada tangan yang meraih nya dan menarik Niko untuk menjauh dahulu dari gerbang.
"Elo?" kaget Niko yang melihat sosok Jaehyun.
"Apa?"
"Gak"
Niko menatap ke arah gerbang yang masih penuh, kemudian menatap ke arah Jaehyun. "Ngapain lo narik gw?"
"Kalo lo jatuh gimana?"
"Ya sakit lah"
"Gw gak mau lo sakit" ucapnya.
Niko memutarkan bola matanya jengah. "Bukan urusan lo" pekik Niko lantas meninggalkan Jaehyun dan menerobos kembali siswa-siswi yang memenuhi gerbang sekolah.
Kaki Niko di injak oleh salah satu siswi yang Niko tidak ketahui itu siapa sampai pada akhirnya dia terjatuh, tidak bukan ke tanah. Tapi ke atas tubuh orang.
Niko membulatkan matanya terkejut, di lihatnya sosok ketos yang terkenal akan ketampanan nya. Kerumunan itu mendadak melonggar, dan Niko menjadi pusat perhatian mereka.
"Kamu, gapapa?" tanya si ketos yang berada di bawah Niko.
Niko dengan cepat beranjak berdiri, menepuk-nepukan tangan nya yang kotor akibat menyentuh tanah. "Gapapa kok Kak, kakak sendiri?" tanya Niko sedikit gugup.
Ketos tersebut juga ikut berdiri. "Saya gapapa" ucapnya.
"Anu, tapi baju kaka kotor, Niko bersihin ya?" seru Niko.
Jaehyun yang masih berada di sana hanya menatap dan mendengarkan semua perbincangan mereka berdua yang menjadi pusat perhatian banyak siswa.
"Boleh" ucapnya dengan senyuman yang menyertai ucapan nya.
Niko mengangguk cepat. "Iyaaa" Niko menarik tangan ketos yang bernama Doyoung itu, ia tidak menghiraukan tatapan orang lain terhadapnya yang pasti dia harus membantu Doyoung membersihkan bajunya.
Niko membawa Doyoung ke salah satu kursi panjang yang ada di tiap koridor depan kelas. Ia mengambil beberapa lembar tisu di dalam tas nya, kemudian membersihkan bagian sikut doyoung yang kotor, baju belakang doyoung, dan rambut doyoung.
Doyoung yang di perlukan seperti itu hanya diam, terlebih Niko juga sedari tadi diam saja. Tidak ada kata canggung di antara mereka, Doyoung menarik senyumnya.
"Huh udah, maafin Niko ya kak? Niko tadi gak sengaja"
"Sengaja juga gapapa" seru nya.
"Eeehh?" kaget Niko.
"Haha nggak, nama kamu Niko? Kelas berapa?" tanyanya.
"Sebelas Ips kelas utama" ujar Niko.
Doyoung mengulurkan tangan nya ke arah Niko. "Salam kenal Kim Doyoung" ucapnya.
Niko mengerjapkan matanya berkali-kali, sebelum ia tersenyum lebar dan menyambut tangan Doyoung. "Iya kak, panggil Niko bukan Kiko" ucapnya.
Doyoung balas tersenyum, "mau pulang bareng saya?"
"Hah?"
"Mau saya anterin pulang?"
"MAUUUU" seru Niko antusias.
Doyoung terkekeh pelan, lantas berdiri dan menggenggam tangan Niko tanpa melepaskan nya sedari tadi ia berjabatan dengan Niko. Niko yang seperti anak kecil hanya mengoceh ria bahkan Niko langsung akrab dengan nya.
Setiba nya di halte bus Niko masuk terlebih dahulu kemudian di susul oleh Doyoung. Mereka tidak kebagian kursi yang mengharuskan mereka berdua berdiri dan memegang tiang pengaman.
"Niko, nama kamu Niko doang?"
"Niko mengangguk cepat, Son Niko" ucapnya.
"Nama nya simple ya tapi manis" ucap Doyoung.
Niko terkekeh pelan. "Oh iya kak, kaka itu ketua Osis kan?" tanya Niko.
Doyoung mengangguk "iya saya Ketos masa kamu gak kenal sama saya"
Niko menggeleng "Niko ga kenal tapi sekarang kenal ehe" kekeh nya di akhir kalimat.
"Kamu lucu ya"
"Eh, siapa yang lucu?"
"Kamu lucu, Niko lucu" ucapnya berulang kali.
Niko mengerjapkan matanya berkali-kali, "kaka juga ganteng kok, ganteng banget" serunya antusias.
"Beneran?" tanyanya, tak sedetikpun Doyoung memalingkan pandangan nya dari Niko.
"Hum! Bener!"
"Haha lucu" kekehnya.
Niko mencibir kesal, "yaaak niko ga lucu kok, niko seram!"
"Seram apanya nik?"
"Niko seram kok, kak doy nya aja yang ga tau huh"
"Astaga iya iya Niko seram"
Sesampainya di salah satu pemberhentian bus kedua Niko ijin pamit ke Doyoung karena rumahnya tak jauh dari halte bus itu. Doyoung tetap tersenyum setelah melihat kepergian gadis bernama Niko itu.
...❖❏❖❏❖...
Niko membuka pintu rumahnya dan langsung mendapatkan sosok Seo Johnny sepupunya yang sangat nakal itu, bukan nakal lebih tepatnya suka menganggu Niko.
"Eh ada kiko, tante minta kiko dong" teriaknya.
"HEH! Niko yaaa bukan kiko! Isss ngeselin banget sih" gerutu Niko sambil melemparkan tas ke arah Johnny.
"Haha ampun Nik, abang bercanda doang" kekehnya.
"Ngeselin huuuu" gerutu Niko.
"Tumben pulang telat Nik?" tanya Johnny pria yang selalu memakai baju sweetears.
__ADS_1
"Kepo is is is, eh mama mana? Kok gak keliatan?" tanya Niko lantas duduk di sebrang sofa yang berhadapan dengan Johnny.
"Tante Taeyeon lagi siap-siap berangkat Nik, katanya mau kerumah nenek jadi abang mau anterin" ujarnya.
"Ke rumah nenek? Kok niko gak di ajak sihhh"
"Kan Niko baru pulang, istirahat sana ganti baju" kekeh Johnny.
"Isss, Jaemin mana? Kok dia tumben gak kesini sih"
Jaemin juga adalah salah satu sepupu Niko, Niko adalah anak tunggal dari keluarga ini. "Eskul kayaknya, kan dia sibuk banget, eskulnya banyak sih" ucap Johnny.
Niko mengerucutkan bibirnya.
"Eh Niko kamu udah pulang? Sana makan dulu mama malam ini mau nginap di rumah nenek, kamu jaga rumah ya?" ujarnya.
"Tapi ma masa niko di rumah sendirian" dumel Niko merengek.
Mama Taeyeon mengusap rambut coklat anaknya. "Mama besok pulang kok, ini nenek lagi sakit. Kalo gak besok akhir pekan deh mama pulang"
"Yahhh ma, kok lamaaa" rengeknya lagi.
Johnny yang menjadi nyamuk di sana hanya memutar kepalanya jengah, bisa-bisanya Niko manja di saat seperti ini. "Tante ayo ah buru, tinggalin aja Niko, kan udah gede"
"YAAAK BANG Jon!! JAHAT BANGET SAMA NIKO ISSS" pekik Niko.
"Haha" tawanya.
"Udah mama siapin makanan kesukaan kamu, sama uang jajan kamu bulan ini di nakas ya? Mama pergi dulu sayang" ucapnya sambil mengecup kening Niko.
"Hum iyadeh, dah maaa hati hati yaa" seru Niko sambil melambaikan tangan nya.
"Tinggalin aja tan, biar tau rasa" kekeh Johnny.
"HEH!"
"Aduh kalian ini berantem terus, udah ayo Tae anterin tante" ujarnya.
Setelah kepergian mereka berdua Niko hanya mengerucutkan bibirnya kemudian pergi ke kamarnya dan mengganti baju seragam yang masih ia pakai sedari tadi.
Niko menatap ke salah satu poto yang menempel di wall grid kamarnya. "Mingyu, kenapa lo pergi gak bilang sama gw? Gw kangen aturan aturan lo itu" gumam Niko dengan suara pelan nya.
Kim Mingyu adalah mantan pacar Niko, sejak sekolah menengah pertama sampai ia menginjakan kaki di kelas sepuluh mereka tetap bersama, akan tetapi hubungan mereka berakhir dengan sangat mengecewakan.
Niko mengusap air mata yang menetes di pipi nya, dengan cepat dia pergi ke dapur untuk memakan masakan mama nya. Dengan nafsu yang setengah-setengah Niko menghabiskan semuanya.
Suara dering telpon rumah membuat Niko dengan cepat meninggalkan dapur dan berjalan ke arah ruang tengah untuk mengangkat sambungan telpon itu.
"Halo?" seru Niko.
"Nik ini gw Ryujin, kok hp lo mati sih? Gw miscall berkali-kali gak nyambung terus" gerutu Ryujin yang ada di sebrang sana.
Niko menepuk dahinya pelan. "Aduh jin gw lupa, hp gw mati belum gw charger"
"Yeuh lo mah, maen gak? Gw sama Shuhua mau jalan nih ke sungai Han, buat jalan-jalan ke jembatan Banpo Bridge Park" ajak Ryujin.
Niko berteriak antuasias tentu saja dia langsung menyetujui ajakan Ryujin. Dengan cepat dia mengambil blazer coklat miliknya dan tas selempang kecil untuk menyimpan uang dan ponselnya.
Tak lama kemudian setelah menghabiskan perjalanan sekitar 30 menit, Niko sampai di area Sungai Han. Ryujin dan Shuhua sudah berada di sana.
"Hoiii!" teriak Niko sangat antusias sambil berlari ke arah mereka berdua.
"Anjer gw kira lo gak jadi maen" seru Shuhua.
"Iya sama, lo dari mana ae euy?"
"Ayoo" seru Ryujin dan Shuhua secara bersamaan.
Banyak sekali orang yang sedang berlalu lalang di sana, suasana Banpo Bridge Park sangat indah, romantis dan sangat cocok untuk orang berpacaran, tempat nongkrong anak muda.
Niko, Ryujin, dan Shuhua sangat menikmati suasana sore hari yang menjelang malam ini. Mereka berfoto dan menghabiskan waktu di sana, sampai pada akhirnya mereka bertemh dengan anak Hyperion yang sedang mengobrol disana.
"Nik lo liat deh itu si Lisa, Jennie sama si Rose. Sejak kapan mereka deket sama anak Hyperion?" tanya Ryujin.
"Itu si Jisoo juga ada woe" seru Shuhua.
Niko menggedikan bahunya. "Gak tau, ya biasa anak-anak famous mah" ujar Niko.
"Cih" Ryujin mendecih kesal entah kenapa dia sangat membenci anak-anak songong itu.
Niko dan kedua teman nya melanjutkan perjalanan nya, anak Hyperion yang melihat mereka bertiga melewatinya menatap dengan tatapan yang sangat tajam.
"Heh kalian" seru Jisoo.
"Berani banget lo datang kesini" sahut Lisa.
Niko, Ryujin dan Shuhua hanya bisa terdiam. "Eh mba ini jalan umum, lagian apa hak kalian larang-larang kita?" pekik Ryujin yang sudah sangat kesal dari tadi.
"Ohh berani ya lo!" sungut Jennie sambil mendorong bahu Ryujin.
Niko menepis tangan Jennie. "Jangan ganggu temen gw" pekik Niko.
"Oh jadi lo pahlawan nya? Haha berani banget sama kita, lo gak tau kita siapa hah?"
"Tau, anak bermasalah yang asalnya dari kelas dua belas kan?" seru Niko dengan okta yang sangat dominan.
"Apa lo bilang? Cih sok sok an, adkel kek kalian pantes nya kita kasih pelajaran apa nih?" seru Lisa.
"Di ceburin ke sungai han enak kali" seru Jisoo.
Niko menghela napasnya, dia berjalan ke arah para lelaki anak Hyperion yang sebenarnya.
"Jangan sok jadi penguasa deh lo lo pada, tampang gak seberapa pake belagu. Dan lo cewe cewe, jangan songong karena kalian deket sama anak Hyperion. Gw gak takut" pekik Niko, menunjuk satu persatu ke arah mereka.
"Waaahhh punya nyali juga ya lo" seru Jennie tidak terima.
Niko menatap ke arah Jaehyun dengan sangat tajam dia tidak memperdulikan umpatan Jennie. Jennie menarik kuat rambut Niko membuat Niko langsung terjatuh ke aspal jembatan.
"Kalo mau jadi pahlawan jangan di sini *******!" pekik Jennie.
"Anjing lo! Jangan apa-apain temen gw!" umpat Ryujin.
"Urusan lo sama gua!" sahut Jisoo,m menarik tangan Ryujin.
"Gw laporin ke kepala sekolah baru tau rasa kalian" ancam Shuhua.
"Alah berani nya ngadu" sungut Rose.
Lisa dan Jennie menarik dan menjambak rambut Niko, mencakar wajah Niko dengan kuku panjang mereka.
"Haha minta maaf gak lo?!!" sungut Lisa, mendorong tubuh Niko.
Anak cowo hanya bisa tertawa melihat teman cewe nya punya nyali juga.
__ADS_1
"Haha liat deh, berasa peperangan antara para tante-tante arisan" seru Taeyong dengan tawa terbahak.
"Akkhh" Niko meringis kesakitan ketika kaki nya di injak oleh Jennie.
Tanpa ia sadari air mata Niko menetes. "Udah anjing! Berisik kalian semua" suara Jaehyun kemudian terdengar, semua menjadi diam.
Niko yang keadaan nya sudah sangat kacau hanya bisa menunduk dan terisak.
"Maksud lo apa hah?" sungut Lisa.
"Gak" pekik Jaehyun, kemudian membungkuk di hadapan Niko. "Lo gapapa?"
Semua yang di sana menatap tidak percaya ke arah Jaehyun. Niko masih terisak tanpa menjawab pertanyaan Jaehyun.
Di lihatnya wajah Niko yang penuh luka cakar dan kaki Niko yang berdarah akibat sepatu boots milik Jennie. Tanpa banyak pikir panjang Jaehyun segera menggendong Niko secara bridal.
"Jae! Apa yang lo lakuin hah?" tanya Lisa sangat geram.
"Bukan urusan lo" pekik Jaehyun. "Lo teman nya Niko kan? Anterin gw ke rumah nya" seru Jaehyun.
Ryujin dan Shuhua mengangguk cepat, lantas mengikuti Jaehyun yang sedang menggendong Niko.
Sekujur tubuh Niko bergetar sangat hebat, Jaehyun yang menyadari semuanya hanya bisa diam dan mencoba membuat nya tenang.
Sesampainya di rumah Niko, Jaehyun memutuskan untuk menemani Niko di sana. Sedangkan Ryujin dan Shuhua memutuskan untuk pulang karena kondisi mereka juga sangat kacau meski tidak seburuk Niko.
"Sakit?" tanya Jaehyun ragu.
Niko tetap tak menjawab, dia terus saja menangis dengan tubuh yang bergetar hebat. Jaehyun membungkuk di hadapan Niko yang berada di sofa, mencoba untuk menatap wajah gadis itu.
"Tatep gw" ucapnya penuh tuntutan.
Dengan rasa takut Niko menatap ke arah Jaehyun, matanya sembab dengan hidung yang memerah. "Apa hah? Ketawain aja, ketawain gw aja" ujar Niko dengan suara rendah nya.
Jaehyun menghela napasnya kasar, menarik Niko ke dalam pelukan nya. Niko yang berusaha menolak hanya bisa ambruk di dekapan Jaehyun yang sangat mendominasi.
"Maafin gw, maafin temen gw juga" ujarnya.
"Pergi dari rumah gw!" bentak Niko di sela tangisnya.
"Gak akan"
"Pergi hiks!"
"Gak akan niko!" tekan Jaehyun.
Niko mendorong tubuh Jaehyun kuat, dengan cepat Niko berusaha untuk meninggalkan Jaehyun. Jaehyun menahan tangan Niko.
"Dengerin gw, duduk"
"Lo siapa hah? Pergi dari rumah gw!"
"Duduk" tekan nya, mau tidak mau Niko kembali duduk dengan wajah yang ia paling kan dari Jaehyun.
"Kotak P3K dimana?" tanya Jaehyun.
Niko tak menjawab. "Gw nanya"
"Di laci lemari tv" ujar Niko mau tidak mau.
Jaehyun menghembuskan napasnya. "Lo jangan kemana-kemana"
"Hmm"
Jaehyun berjalan ke arah ruang tengah dan membuka laci yang berada di dekat tv. Setelah mencari-cari akhirnya dia mendapatkan kotak P3K tujuan nya, dengan cepat dia menghampiri Niko yang sudah berhenti menangis di ruang tamu.
Jaehyun duduk di sampinh Niko, mengikat rambut Niko ke belakang. "Tatep ke arah gw" tutur Jaehyun.
"Gw bisa sendiri" Niko merebut kotak P3K di tangan Jaehyun.
"Jangan ngelawan, turutin aja" ucap Jaehyun.
Niko menghela napas kesal kemudian menurut. Jaehyun mengambil beberapa kapas dan menuangkan alkohol beserta obat merah ke sana.
Jaehyun menatap ke arah Niko, menangkup dagu Niko kemudian mengobati wajah niko yang terkena cakaran kuku Jennie dan Lisa.
"Assh" ringis Niko dengan mata terpejam.
Jaehyun yang menyadari bahwa Niko kesakitan dia memelankan aktivitas nya. "Tahan" ucapnya.
Niko mengangguk pelan, tatapan mereka bertemu tidak bisa di pungkiri kalau Jaehyun berbeda dengan anak Hyperion lain nya.
"Ahh p,pelan" ringis Niko lagi.
Jaehyun menyudahi semuanya. "Uda, besok juga sembuh, taruh kaki lu di sini" ucap Jaehyun sambil menepuk pangkuan nya.
Niko membulatkan matanya. Karena Niko tidak merespon, Jaehyun mengangkat kaki Niko ke atas pangkuan nya, membuka sepatu tali yang di pakainya.
Niko hanya bisa terdiam dan melihat Jaehyun yang mengobati kaki nya. Tubuhnya kini sudah bisa kembali tenang tanpa bergetar hebat lagi.
Jaehyun menempelkan plester transparan di kaki Niko kemudian menatap ke arah Niko.
"Abis ini istirahat" ujarnya.
"Hm iya" jawab Niko singkat.
"Gw Jaehyun" ujarnya.
Niko mengangguk anggukan kepalanya pelan. "Ya gw tau"
"Ya oke" ujarnya kemudian berdiri.
"Mau kemana?" tanya Niko.
"Pulang"
Niko terdiam dengan bibir bawah yang di kulum nya. Jaehyun yang mengerti semuanya langsung duduk kembali di samping Niko.
"Gajadi"
"Lhoo kenapa?" tanya Niko terkejut.
"Gw mau nemenin lo"
"Eh?"
"Hm"
TBC.
.
.
__ADS_1
.
.