
————
"Dengan semua musim yang penuh cerita indah di dalam nya menurutku itu masih kurang bagiku, karena dirimu masih belum menjadi milikku dan belum bisa aku ajak untuk membuat cerita bersama" - Jung Jaehyun.
————
Disini tepatnya gadis itu sekarang berpijak, di antara lalu lalang siswa siswi yang berhamburan masuk kedalam gerbang sekolah, tidak dengan nya yang bersantai tanpa takut terlambat masuk kelas.
Dua orang gadis yang seumuran dengan nya berhambur ke depan nya. "Oiii tugas sejarah udah?" tanya Shuhua dengan kedua buku paket di tangan nya.
"Gw belum ***** baru separo, males" sahut gadis bersurai pendek itu sambil menggerutu kesal.
"Apalagi gw, belom satupun jahaha" tawa Ryujin pecah seketika.
"Yeuh dodol" cibir Shuhua.
"Lo udeh?" tanya Niko.
"Udah dong"
"MINJEM DONG!" seru Niko dan Ryujin secara bersamaan.
Gadis berdarah China itu malah nyengir kuda dengan bahu yang sedikit ia angkat. "Buku gw udah di pinjem sama Kun pas malem"
"KUN?!" - Ryujin
"MALEM?!" - Niko
"KUN NGAPAIN MALEM-MALEM KE RUMAH LO?!" seru Ryujin dengan ekspresi terkejutnya.
Shuhua menggaruk lehernya yang tak terasa gatal. "Gw sama Kun jadian ehe" kekehnya tanpa dosa.
Oke, bayangkan saja kini ekspresi kedua teman nya yang baru saja mengetahui kabar mengejutkan ini. "APA?!"
"Udah ihhh ayo ke kelas, lo berdua brisik cem toa!" kesal gadis China itu lantas pergi meninggalkan Niko dan Ryujin yang masih mengoceh karena tidak terima mereka di kejutkan akan semua ini.
"Woiii tunggu!"
"Anjim ngeselin tuh janda" cibir Niko.
Tak berangsur lama mereka berdua langsung mengikuti kepergian Shuhua. Mereka bertiga lantas masuk ke dalam kelas nya, baru ada beberapa orang saja yang masuk kelas, padahal sebentar lagi bel akan berbunyi.
"Kok bisa sih lo jadian sama si Kun? Kapan weh" tanya Ryujin yang duduk di bangku kedua jajaran Shuhua.
"Tau nih sekarang maen nya rahasia rahasiaan" sahut Niko, mengelurkan dua buah buku dari tas nya dan langsung ia simpan di atas meja.
"Gak rahasia ya, kalo rahasia berarti gw gak bakalan ngasih tau kalian dongo" kesal gadis berdarah China itu.
"Ada apa nih? Pagi pagi dah ngerumpi bae" seru Jeon Jungkook, laki-laki yang lahir dari Busan itu. Dia berjalan bersama Kun sobat karib nya.
"OII QIAN KUN, LO JADIAN SAMA SHUHUA KENAPA GAK BILANG AMA KITA?" sungut Niko.
Si empu yang di panggil hanya mencengirkan gigi nya tanpa dosa, dan langsung duduk di samping Shuhua. Yah ceritanya satu bangku itu terdiri dari dua orang —laki-laki dan perempuan—
"Yeuh nyengir lu upil badak" sarkas Ryujin.
...• • •...
"Lo kemarin apain Niko hm?" tanya pria berambut coklat itu, menatap tajam ke arah gadis berdarah Thailand yang berada di hadapan nya.
Yah mereka adalah Jaehyun dan Lisa yang sedang berada di atap sekolah. "Gw?" seru gadis itu lantas tertawa kecil ke arah Jaehyun. "Tentunya hal yang bisa bikin dia ngejauh dari lo" ucapnya begitu angkuh dengan dagu yang sedikit ia angkat.
Jaehyun mendecih pelan, masih menatap tajam ke arah gadis di hadapan nya. "Lakuin apa mau lo, yang pasti hal yang lo lakuin ke Niko bakalan ngebuat lo makin jauh dari gw, bukan Niko" ucapnya begitu datar namun mampu untuk mendominasi lawan bicara di hadapan nya.
"What? Lo lupa hah? Setelah lulus kita bakalan tunangan!" pekik Lisa yang sudah hilang kesabaran nya.
"Oh ya? Tunangan aja sama nyokap bokap gw, kan cuman mereka yang mau sama lo. Bukan gw" tekan nya di akhir kalimat, tersenyum miring ke arah Lisa lantas pergi meninggalkan gadis yang kini tengah mengumpat dan bahkan menyumpah serapahinya.
"Awas aja lo Niko, gw bakal buat segala cara supaya lo ngejauh dari Jaehyun" geram nya dengan gigi yang sedikit menggertak.
...❖❏❖❏❖...
Ketiga gadis yang berbeda warna rambut itu kini tengah berjalan melewati koridor sekolah yang pinggiran nya terdapat banyak loker siswa/siswi.
__ADS_1
"Gw cape masa" rengek gadis bersurai coklat pendek itu, dengan bibir yang sedikit ia kerucutkan.
"Gw juga, masa kita kena hukuman seberat itu sih" gerutu gadis di sampingnya.
Sedangkan gadis lainnya hanya tertawa renyah melihat kedua teman nya mengadu pada diri sendiri akan kebodohannya. "Makannya kalo ada tugas itu di kerjain" celoteh Shuhua.
Niko dan Ryujin menatap lewat ujung mata ke arah Shuhua. "Masih gw liatin belum gw sembur" gumam Ryujin kesal.
"Sembur aja Jin, tuman" cibir Niko memprovokasi.
"Anjerr jahat sama gw"
"Bodo amat" ujar keduanya secara bersamaan.
Yah jadi meraka berdua, Niko dan Ryujin habis di hukum gara-gara mereka tidak mengerjakan tugas rumahan pelajaran sejarah yang di tugaskan kemarin lusa. Jadi mau tidak mau mereka di hukum untuk membersihkan seluruh perpustakaan sekolah.
Kalian tau seberapa gedenya perpustakaan? Dengan banyak rak sama sini, debu buku yang berhamburan membuat sesekali gadis bersurai coklat itu bersin-bersin.
Sudah lah lupakan itu kejadian yang buruk. Seketika langkah mereka bertiga terhenti akan kehadiran seseorang di hadapan mereka.
Tangan lelaki itu terulur ke arah kening Niko, yah dia Jaehyun. Melihat keadaan sekitar yang menjadi senyap, dan banyak siswi lain nya menatap tajam ke arahnya langsung membuat ia menepis tangan Jaehyun yang sedang mengecek keadaan suhu tubuhnya, mungkin?
"Lo ngapain sih maen sentuh-sentuh aja??" sungutnya tidak terima.
"Lo gak sakit? Kan kemarin kita abis ujan ujanan" serunya dengan okta yang sedikit ia tinggikan, mungkin sengaja karena di depan sana, terlihat sosok Lalisa dan teman-teman nya yang sedang menatap terkejut ke arah mereka.
Niko membulatkan matanya terkejut, bisa-bisanya seorang Jung Jaehyun ember seperti ini. Nantikan saja ocehan Ryujin dan Shuhua kali ini padanya, karena dia telah merahasiakan hal ini dari mereka.
Sialan Jung Jaehyun
Batin nya berbicara. "Gw gapapa, lagian kan cuman kehujanan doang" jawabnya begitu bodo amat kepada lelaki di hadapan nya.
"Hm bagus, ikut gw" ucapnya yang langsung menarik tangan Niko dan membawanya secara paksa.
"L-lo!! Jung Jaehyun issss!! Lo mau bawa kemana??" celoteh gadis itu tidak terima karena dia harus mengikuti kepergian Jung Jaehyun yang langkahnya sangat cepat dan dia tidak mengimbanginya.
"JAEHYUN! PELAN PELAN KEK?!" kesalnya.
"APA LO BILANG?!" sungutnya sangat emosi sambil terus berjalan mengikuti langkah Jung Jaehyun.
"Lo cantik" sahut si empu tanpa dosa yang langsung membuat Niko terdiam secara menganga.
Jaehyun yang melihat hal itu sedikit menarik senyumnya, ternyata cara ini mampu membuat gadis yang cerewet seperti Niko diam di tempat. "Kenapa?" tanya Jaehyun.
"Apa sih?! Gak lucu" gerutunya yang entah kenapa membuat Jaehyun semakin gemas untuk tetap membuat gadis-nya kesal.
"Iya emang gak lucu, kan yang lucu di sini cuman lu" kekehnya di depan Niko.
"Demi tuhan Jung Jaehyun! Diem!!!" bentaknya yang secara spontan membuat lelaki bermarga Jung itu tertawa di tempat.
Beruntung bagi Jaehyun karena keadaan sekitar tidak terlalu banyak orang yang melewati koridor ini, dengan leluasa dia bisa tertawa tanpa harus mengkhawatirkan cibiran dan omongan di sekitar tentang nya. Ralat bukan dirinya tapi kedekatannya dengan Niko.
"Tawa lo! Gak lucu" geram Niko, menatap tajam ke arah Jaehyun dan bibir yang terlihat sedikit mengerucut.
"Mau makan siang bareng?" ajaknya.
"Gak laper" jawab gadis itu begitu cuek, seakan ini bukan dirinya yang asli.
"Yakin? Gw traktir deh"
"MAU!" jawabnya antusias.
Jaehyun mengubah ekspresinya seketika menjadi datar. Giliran mendengar kata traktir gadis di depan nya langsung menyetujuinya dan bahkan lihat sekarang siapa yang menuntun dan menarik-narik tangannya adalah Niko, bukan dirinya lagi.
"Heran" gumam Jaehyun sangat pelan.
Sesampainya di kantin mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian banyak pasang mata di sana. Dengan cepat Niko menempati kursi paling tengah dan menyuruh Jaehyun untuk langsung duduk di hadapan nya.
"Traktir ya?" seru gadis itu seakan memastikan.
"Ya, pesen aja nanti gw yang bayar" ujar si lawan bicara.
"Hehe" gadis itu langsung berjalan ke arah kedai kantin dan memesan beberapa makanan di antaranya air mineral, Sushi dan mie instan yang sudah di seduh.
__ADS_1
Tak berangsur lama dia langsung kembali ke hadapan Jung Jaehyun dengan ketiga makanan itu. "Lo yakin mau habisin semuanya? Emang muat?" tanyanya dengan alis yang bertaut.
"Yakin lah" enteng si gadis yang langsung menyerbu makanan di hadapan nya.
Aawhh
Lidah Niko terasa terbakar ragara dia ceroboh langsung memakan Mie cup panas itu tanpa meniupnya.
"Lo apa-apaan sih?! Kalo makan ya hati-hati!" bentak Jaehyun yang seketika membuat Niko tertegun, bukan hanya Niko hampir semua orang yang berada di sana menatap ke arah mereka berdua.
Jaehyun mengambil alih mie cup di hadapan Niko, merebut sepasang sumpit yang dipegang oleh Niko. "Biar gw aja, lo minum dulu" perintahnya.
"Apa natep gw kek gitu?" tanyanya dengan tatapan tajam ke arah Niko.
"Ya, gimana gw gak natep lo orang lo aneh" celotehnya.
Aih, sepertinya kau, telah kehilangan kendali ketika berada di dekat Son Niko, Jung Jaehyun. Lihat bagaimana sikapmu sekarang? Seperti seorang ayah yang melihat anaknya terluka.
"Makan" ucapnya sambil menyuapi mie ke arah Niko, dan gadis itu menurut. "Kalo makan hati-hati" ucapnya dengan nada yang sedikit datar, berbeda dengan tadi.
Masa bodoh dengan cibiran dan gosip yang akan orang lain buat terhadap mereka berdua. Malah, Jaehyun sangat senang hati dan sangat menantikan kabar bahwa mereka semua akan menyebar berita tentang dirinya dan Niko.
Gadis yang tengah mengunyah di hadapan nya membuatnya semakin kesal, bisa-bisanya gadis itu memakan makanan dengan cara seperti itu. Sudut bibir yang belepotan, tangan memegang udang rebus padahal masih ada sumpit atau garfu di sana. Jorok sekali.
Jaehyun mendengus kesal, di ambilnya selembar tisu yang tersedia di setiap meja. Jaehyun meletakan sumpit di tangan nya, berdiri dan mencondongkan wajahnya ke hadapan Niko.
"A-apa?" kaget Niko dengan mata yang sesekali mengerjap mengatakan bahwa dia tengah terkejut.
Jaehyun menatap ke arah sudut yang sedari tadi mencuri perhatian nya. Benda asing yang terlihat kenyal dan berwarna merah muda yang di miliki oleh Son Niko. Seperti tempo lalu dia berhasil merasakan benda menarik itu.
Keparat Jung Jaehyun, bisa-bisanya menatap seperti itu ke arah Niko. Dengan cepat ia segera menepis pikiran nya dan langsung membersihkan sudut bibir Niko dengan tissue di tangan nya.
Pandangan mereka saling bertemu satu sama lain, membuat seluruh penghuni kantin dengan cepat menangkap basah hal itu bahkan ada beberapa yang memotretnya dan mengunggahnya ke sosial media seluruh siswa/siswi sekolah.
"C-cepet abisin" ucap jaehyun sedikit terbata karena mendapat tatapan tersebut dari Niko. Sial kenapa dia merasa canggung seperti ini.
Gadis itu menggeleng. "Nggak, gw udah kenyang" jawabnya.
"Ooh"
"Makasih traktiran nya, gw mau ke kelas sekarang" ucapnya lantas beranjak berdiri dari duduknya. Ketika ia akan melangkah pergi melalui Jaehyun, lelaki itu menahan pergerakan nya dengan memegang tangan Niko.
"Gw anter" ucapnya begitu datar, lantas ikut berdiri dari duduknya.
"Iya" jawabnya kali ini dia tidak menolak ajakan dan tawaran Jaehyun membuat si empu tersenyum menang dalam hatinya.
Jaehyun kembali menuntun tangan gadisnya, oh ayolah siapa yang tidak akan mengira kalau mereka tidak berpacaran? Sudah di pastikan orang yang melihat mereka berdua akan menebak secara langsung bahwa mereka tengah berpacaran.
Sesampainya di depan kelas Niko, Jaehyun menarik tangan Niko untuk menghadap ke arahnya. "Belajar yang rajin, gw gak mau liat lo di hukum kek tadi" ujarnya.
Seketika napas Niko tercekat, bagaimana bisa laki-laki ini mengetahui hal itu? Asssh
"Ehe" kekehnya terpaksa.
Jaehyun mengusap surai coklat milik Niko. "Gw duluan" ucapnya lantas berbalik ke arah berlawanan dan perlahan menghilang dari pandangan nya.
"ATCIEEEEE YANG BARU DI ANTERIN PACAR" seru Ryujin yang berada di dalam kelas.
"PEJE WOE!" teriak Shuhua.
Niko berbalik arah dan masuk ke dalam kelas, lantas melempar tatapan tajam ke arah mereka berdua.
"Fucek kalian!"
TBC.
.
.
.
.
__ADS_1