»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.07


__ADS_3

————


"Jikalau ini adalah jalan yang terbaik untuk aku mendekatimu, maka aku akan memanfaatkan nya." — Jung Jaehyun.


————


Dengan perasaan kesal, marah, yang kian menjadi satu kini sosok Son Niko di kenal oleh banyak orang terlebih siswi-siswi yang sekarang menatap ke arah nya tajam.


Bisikan dan omongan banyak orang yang perlahan masuk ke pendengaran nya membuat ia langsung tak nyaman akan hal itu semua.


Jangan lewatkan tatapan tajam dari para siswi itu. Niko menghela napasnya kasar kemudian berjalan menuruni anak tangga lantai dua, jam pelajaran sudah berakhir dengan sangat cepat.


Brukhhh


Seseorang menarik tangan gadis itu, mendorongnya hingga ia terjatuh ke anak tangga yang belum tuntas ia lalui, dia terduduk dengan sikut menyentuh lantai.


"HEH LO?! CEWE CUPU KAYAK LO JANGAN SOK JADI PACARNYA JAEHYUN *******!" teriakan keras dari gadis berdarah Thailand itu menggema di gendang pendengaran Niko.


Beberapa orang yang menyaksikan hal itu langsung berseru riuh yang menyebabkan banyak siswa siswi berdatangan, sampai pada akhirnya menjadi sebuah kerumunan.


Akkhh


Lisa menjambak rambut Niko yang langsung membuat ia merintih kesakitan. "Lisa lepasin gw" ringis nya pelan.


"Gw gak bakalan lepasin lo, kalo lo masih ngedeketin Jaehyun!" tekan nya di setiap perkataan yang terucap dari mulut gadis Thailand itu.


"Lis Ketos otw ke sini" seru Jennie yang melihat keberadaan Doyoung di ujung sana.


"Gw gak peduli, yang pasti nih cewe cupu harus gw habisin" geramnya. Tangan Lisa semakin mencengkram surai coklat Niko.


"Gw ingetin sekali lagi, jauhin Jung Jaehyun" tekan nya di akhir kalimat kemudian melepaskan cengkraman tangan nya dan menendang kaki Niko.  Berjalan meninggalkan Niko yang masih mengaduh kesakitan.


Semua orang yang melihat itu memandang remeh ke arahnya dan tersenyum mengejek. Doyoung yang baru saja sampai di sana langsung di suguhi pemandangan yang tak sedap. Ia langsung berjalan membungkuk ke arah Niko.


"Nik kamu gapapa? Ngapain kamu duduk di sini?" tanyanya langsung.


Gadis yang sudah berpenampilan kacau itu menggeleng cepat lantas tersenyum. "Niko gapapa kok kak, hehe" serunya dengan senyuman yang menyertai bibirnya.


Di tatapnya sebagian orang yang masih menatap remeh ke arah Niko membuat Doyoung merasa kalau gadis di depannya ini tengah berbohong padanya. "Kamu yakin? Kalau ada apa-apa bilang ke kakak, kakak gak suka kamu terluka" ucapnya.


Senyum di bibir gadis itu semakin mengembang. "Niko gapapa kak, ciee kakak khawatir ya" goda sang gadis.


Doyoung menggeleng kecil, balas tersenyum lantas membantu Niko untuk berdiri. "Mau kakak anterin pulang lagi?"


Niko mengangguk cepat, pria bertubuh yang jauh lebih tinggi dari gadis di hadapan nya itu langsung memegang tangan Niko dan menuntunnya seperti anak kecil.


"Kakak gak suka kamu bohong Nik" ucapnya pelan di tengah perjalanan menuju parkiran. Si gadis terlihat diam saja tak berani untuk berbicara, sebenarnya lutut kakinya masih nyilu akibat terbentur tadi. Tapi... Tak apa, dia bisa menyembunyikan nya.


"Niko gak boong kok kak, Niko beneran baik baik aja" ucapnya penuh antusias supaya lelaki di hadapan nya itu 99% percaya pada dirinya.


Grebb

__ADS_1


Satu tangan menahan tangan Niko, membuat dua sosok orang yang sedang berjalan berdampingan itu seketika berhenti dan menatap ke arah orang yang menghentikan langkah mereka.


Jung Jaehyun.


Dia menahan pergelangan tangan Niko. "L-lo" serunya terkejut sambil menatap ke arah tangan nya.


Jaehyun mendengus kesal ketika melihat tangan mereka bersatu —Doyoung dan Niko— "lepasin tangan pacar gw" ucapnya tegas.


Gadis itu masih nampak terkejut, seketika ia teringat akan perkataan Lisa tadi. "Niko pulang bareng gw" ucap Doyoung yang tak mau kalah.


Jaehyun mendecih lantas menarik paksa tangan Niko yang di pegang oleh Doyoung, gadis itu masih diam di perlakukan seperti itu oleh kedua laki-laki yang sedang beradu mulut di depan nya.


"Dia pacar gua, jadi gua yang berhak nganterin Niko" ucap Jaehyun begitu sarkas.


Bayangkan saja kini posisi Niko yang berada di tengah-tengah dengan kedua tangan yang di tarik dari sisi lain.


"SAKIT!!! BISA BERHENTI GAK KALIAN?" bentak Niko yang sudah hilang kesabarannya. Dia menepis kedua tangan lelaki yang sedari tadi beradu argumen. "JANGAN KEK ANAK KECIL NAPA?" lanjutnya, menatap tajam ke arah dua laki-laki yang jauh lebih tinggi darinya.


"Gw gak bakalan pulang bareng lo, Jung Jaehyun" tekannya si akhir kalimat. Niko meraih tangan kanan Kim Doyoung lantas menariknya pergi meninggalkan Jaehyun yang masih mematung dan mengumpat kesal di sana.


...❖❏❖❏❖...


Suasana malam ini sangat berbeda bagi seorang laki-laki yang kini tengah duduk diam di pojok sofa, bau alkohol yang mendominasi tempat biadab ini sangat menyengat menyusup ke indra penciuman nya.


"Lo napa? Di tolak sama cewe cupu itu?" seru Taeyong dengan senyuman remehnya, meneguk segelas vodka di gelasnya.


Jaehyun yang merasa terpanggil hanya mendengus kesal dan melanjutkan kesibukan nya menghisap vave.


"Diem lo pada" sarkas Jaehyun.


"Santai bro" ujar Taeyong masih dengan senyuman remeh nya.


Laki-laki bersurai coklat itu sudah jengah dengan pembahasan yang seolah mengejeknya, dia berdiri lantas pergi meninggalkan bar.


Dengan perasaan kesal dia mengendarai mobilnya sangat kencang, beruntung keadaan jalanan tak begitu ramai sehingga dia bisa leluasa untuk menyetir dengan kecepatan di luar akal sehat.


Zzrrshh


Jaehyun menginjak rem mobil secara mendadak, membuatnya hampir saja terbentur ke stir mobilnya.


Brukhh


Arrgh!!


Dia memukul stir sangat keras, meluapkan semua emosinya di sana, sudah dapat di pastikan bahwa dia tengah menyumpah serapahi laki-laki bernama Kim Doyoung yang sudah berani mengambil hak miliknya.


"Keparat lo Kim Doyoung" geram nya.


Tanpa di sadari hujan turun dengan sangat deras dan tiba-tiba mengguyur seluruh pelosok kota Seoul pada malam ini. Di ujung sana terlihat seorang gadis yang sedang berjalan sendiri yang menarik perhatian Jaehyun.


"Niko?"

__ADS_1


Ya, benar gadis itu adalah Son Niko yang tengah berlarian menghindari derasnya hujan malam ini. Satu mobil sedan yang berada di berlawanan arah membuat Jaehyun semakin terkejut, di buatnya.


Titttttttttt


Niko membulatkan matanya, dengan cepat dia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. "NIKO!" teriak Jaehyun, menarik tangan gadis itu cepat.


Brukh


Sedan itu berlalu dengan cepat, hujan yang turun dengan sangat deras mengeluarkan suara riuh di setiap penjuru. Jaehyun memeluk erat tubuh gadisnya yang berada di atasnya. Pandangan mereka bertemu satu sama lain.


Tes...


Satu tetes air membasahi pipi Jung Jaehyun, entah itu air mata atau air hujan. "J-jaehyun" kaget nya yang baru tersadar.


Jaehyun membantu Niko untuk berdiri, mendekap tubuh gadisnya erat yang sedikit bergetar. Kali ini Niko balas memeluk erat tubuh Jaehyun, dia sedikit menyingkirkan egonya kali ini.


"Lo gapapa?"


Gadis bersurai coklat pendek itu menggeleng cepat. Apa perasaan ini? Kenapa Jaehyun begitu sangat khawatir kepadanya, padahal tadi siang jelas-jelas dia abaikan oleh gadis yang kini berada di pelukan nya.


Niko menghela napasnya, beruntung dia tidak kenapa-kenapa dengan cepat dia melepas pelukan nya dari Jaehyun membuat laki-laki di hadapan nya itu mengerutkan keningnya.


"T-thanks" ucapnya terbata.


Hujan semakin deras, di tangkupnya wajah kecil Niko yang sangat pas di kedua tangan nya. "Tatep gw" ucapnya.


Kedua bola mata bermata coklat bening itu kini menatap dua obsidian milik Jaehyun. "Lo ngapain di sini hm?"


Di gigitnya bibir bawah miliknya. "Eum.. Nggak ngapa-ngapain"


Jaehyun menghela napas kasar. "Gw anterin" finalnya, menarik tangan Niko cepat dan menyebrang dengan sangat hati-hati, takutnya ada mobil lagi yang melintas tanpa di sadari.


Laki-laki yang kini tengah basah kuyup itu membuka pintu mobilnya dan menyuruh Niko untuk masuk ke dalam nya, berjalan memutari kap depan lantas ia duduk di kursi kemudi dan mulai menyalakan mesin nya.


"Pasang sabuk lo" perintahnya sangat datar.


Gadis itu menurut dan langsung memakai sabuk pengamannya, menatap ke arah jendela luar yang menampakkan pemandangan jalanan yang tengah di guyur hujan. Suasana seketika menjadi canggung, entahlah.


"Lain kali bawa jaket" tukasnya.


"Hem iya iya"


TBC.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2