
————
"Pada dasarnya semua yang di awali karena rasa ego akan mengalahkan perasaan tulus seseorang, sepertiku yang selalu terjebak antara harus menuruti apa kata hati atau kata otak." — Jung Jaehyun
————
Argghh!
Laki-laki itu berteriak di atas rooftop bangunan yang sudah tidak terpakai, membanting semua benda mati yang ada disana. Dan tentunya benda bekas.
Laki-laki bernama Jung Jaehyun itu terlihat sangat kesal, bahkan giginya sadah menggertak sedari tadi dia menemukan gadis itu bersama Kim Doyoung rival nya.
Oke, mulai sekarang kita tahu bahwa cinta Jung Jaehyun mulai tumbuh kepada gadis bernama Son Niko. Beda hal nya dengan gadis itu yang memiliki perasaan bercabanh atau bahkan masih abu-abu.
Dia menggeram kesal, mengacak surai coklat nya frustasi. Dan Lisa, gadis brengsek itu bisa-bisa nya memerintahkan dirinya seenak jidat karena dia calon tunangan nya. Sial.
Jaehyun mengambil sebuah batu yang berada di samping kaki kirinya, krikil yang tak begitu besar, dia melemparnya ke bawah. Tentu saja dia tidak pernah berpikir kalau di bawah sana ada orang.
Awwhh
Ringis seseorang yang membuat Jaehyun terdiam di tempat. Laki-laki bertubuh tinggi itu lantas mengintip di celah pembatas rooftop. Di lihatnya sang gadis yang selalu menarik pusat perhatian nya.
"Lah tuh cewek kenapa malem-malem masih kelayapan" gumam Jaehyun.
"WOIII SIAPA SIH YANG BERANI NIMPUK GW PAKE KRIKIL??! SAKIT WOIII TANGGUNG JAWAB!!" pekik si gadis sambil mengusap kepalanya.
Tak lama setelah itu sebuah tangan kekar ikut serta mengusap kepala gadis berambut coklat itu. Jaehyun, dia langsung turun setelah mengetahui bahwa gadis itu adalah Niko.
"LO YANG LEMP- MMMFFFT" mulut gadis itu tertutup oleh tangan besar milik Jaehyun yang satunya. Membuat ia melotot dan bahkan alisnya kini berkerut dan nampak menukik tajam.
"Sorry" gumam Jaehyun, tak melepaskan tangan nya dan ia tidak berhenti mengusap rambut gadis-nya.
Niko yang sangat kesal karena mulutnya di bekap dia lantas menginjak kaki laki-laki tinggi itu. Membuat si empu langsung menjauh dan mengaduh kesakitan.
"Aduh... Sialan lo bocil" ringisnya.
"Apaan sih! Bocil bocil! Kita beda satu tingkat doang ya JUNG JAEHYUN" ucapnya penuh penekanan di akhir kalimat.
Lagi-lagi Jaehyun di buat kesal oleh perkataan gadis di depan nya, bisa-bisa nya dia memanggil dengan sebutan 'kak' kepada Kim Doyoung, sedangkan pada dirinya? Hei mana sopan santun mu adik kelas!
"Cih" laki-laki mendecih kesal.
"Apa hah?"
"Gak"
"Yaudah, bye mo pulang" enteng nya sambil menerobos tubuh Jaehyun, tapi laki-laki itu segera menahan tangan nya. "Apaan?" sarkas si gadis.
"Gw anter"
__ADS_1
"gak mau"
"Harus mau"
"Kok maksa??"
"Serah gw"
Gadis itu menepis tangan Jaehyun, menatapnya dengan sorotan mata nyalang nya. "Gw bisa sendiri" tekan nya di setiap kata.
"Bacot" sahutnya begitu dingin lantas menggendong gadis itu layaknya penculik.
"JUNG JAEHYUN! TURUNIN GW!!!" berontaknya sambil memukuli bahu dan punggung Jaehyun.
"Gak"
"TURUNIN SIALAN!"
"berisik, diem atau gw cium?" sarkasnya yang langsung membuat Niko terdiam dan berhenti untuk memberontak.
"T-tapi lo mau bawa gw kemana??" tanya nya sedikit terbata.
Jaehyun menghela napas kasar. "Rumah lo lah, kemana lagi"
"Yaa bisa aja lo nyulik gw, bawa gw ke hotel, ke rumah lu, ke gudang sepi, bunuh gw. kan bisa aja!" oceh si gadis yang selalu membuat gendang telinga Jung Jaehyun ingin meledak di tempat.
"PALA LO MANTAP-MANTAP! TURUNIN GW!!!" bentak nya lagi.
Jaehyun menurunkan gadis tersebut, mencekal pergelangan tangan gadis itu dengan kasar yang membuat Niko tidak enak dengan rasa sakit di tangan nya. Lelaki itu semakin memajukan wajahnya yang membuat gadis itu mencondongkan tubuhnya ke belakang.
Tatapan mereka bertemu, tatapan si lelaki yang nyalang serta tajam bertemu dengan sorot mata bening dan sendu yang kini tengah terperanjat kaget karena ia berhasil mencuri satu ciuman dari bibir si gadis.
Hanya menempel tidak lebih.
"JUNG JAEHYUN!" bentaknya, mendorong tubuh Jaehyun hingga terhuyung ke belakang. "LO APA APAAN SIH?!"
Lelaki itu terlihat sangat jengkel ketika gadis di depan nya terus saja meneriaki dirinya.
"LO NGAPAIN NYIUM GW HAH?! BRENGSEK BANGET LO!" sarkasnya dengan bola mata yang berubah merah dan sedikit menggenang.
Tidak bisa di percaya, kenapa kenyataan begitu sulit untuk di utarakan. Padahal Jaehyun baru saja memberikan first kiss nya, banyak gadis lain di luaran sana yang mengemis untuk ia cium. Tapi kenapa dia berbeda, malah memarahi nya dan bahkan hampir menangis. Ralat sudah menangis.
"gw bisa jelasin" tekan Jaehyun, meraih tangan Niko namun segera di tepisnya.
"Gw gak butuh penjelasan lo!" sarkas si gadis lantas berbalik pergi dengan langkah berdentum-dentum.
Laki-laki yang masih tidak menyangka itu hanya bisa mengutuki dirinya dalam diam dan melihat kepergian Niko yang semakin menjauh darinya. "Sialan" umpatnya menyesali.
...❖❏❖❏❖...
__ADS_1
Laki-laki berambut hitam pekat yang baru saja keluar dari mini market melihat ke arah datangnya si gadis dengan ekspresi kacau. Bukan datang hanya lewat saja.
Dengan langkah cepat ia menghampiri gadis itu. "Nik lo kenapa? Kenapa lo nangis?" tanyanya sangat cemas.
"Kook, gw di cium" rengeknya seperti anak kecil yang habis kehilangan permen nya.
Jungkook yang mengernyit terkejut hanya bisa menahan tawanya, jika dia sampai tertawa di hadapan Niko yang sedang kehilangan mood nya. Bisa jadi dia jadi sasaran amukan nya.
"Sama siapa? Siapa yang berani nyium lo?"
"Jung Jaehyun"
Nama laki-laki itu berhasil membuat napas Jungkook tercekat. Pasalnya dia sangat terkejut kenapa Niko bisa berurusan dengan anak geng Hyperion yang terkenal akan kebejadan nya itu. "Lhoo ngapain sama si Jaehyun?" tanya nya sambil memegang kedua bahu gadis yang menangis di depan nya.
"Ketemu di jalan" rengeknya lagi.
"Ya terus kenapa lo tiba-tiba di cium sama tuh cowo?" jungkook terheran.
"Kata dia gw berisik jadi dia nyium gw"
"BHAKS! HAHAHA NGAKAK WOE!" lepas sudah tawa Jungkook yang sedari tadi ia sembunyikan.
Pantas saja Jaehyun mencium nya, mungkin lelaki itu jengkel akan semua ocehan dan kebisingan yang keluar dari mulut gadis di depan nya. Dia juga akan melakukan hal yang sama kepada Niko jika gadis itu selalu mengoceh. Hanya saja, dia akan di amuk olehnya besok pagi.
"DIH?! KOK LO MALAH KETAWA SIH?! APA YANG LUCU HAH?!" sarkasnya.
Nahkan, sudah di duga.
"Nggak nggak maaf, dah lah lupain lagian kan ciuman hal yang wajar"
"WAJAR PALA LO SENGKLEK! GW DI CIUM SAMA COWO YANG BUKAN SIAPA-SIAPA GW BGST!"
Jungkook semakin tertawa pecah. "Jadi lo maunya gimana?"
"Di cium sama pacar gw lah"
"Kalo nanti Jaehyun jadi pacar lo gimana?"
"DIH?! KOK JADI KESANA?! ALAH SEMUA COWO SAMA AJA!" tekan nya di akhir kalimat kemudian pergi melengos dari hadapan Jungkook.
"Yeuh ***** cowo mulu yang di salahin" cibir Jungkook sambil menatap kepergian Niko dengan langkah yang berdentum. Menggeleng heran lantas mengokori anak itu. Yah rumah mereka satu arah, hanya saja rumah Jungkook lebih awal sedangkan Niko masih jauh beberapa meter dari rumahnya.
TBC.
.
.
.
__ADS_1