
Pintu jendela kamar gadis itu terbuka, angin masuk begitu kencang yang membuat gadis yang kini tengah tertidur pulas itu merasa kedinginan.
Ceklet...
Engsel jendela terdengar, seseorang dengan pakaian serba hitam itu masuk kedalam kamarnya dengan gerakan perlahan ia menghampiri gadis yang tengah terpejam. Tersenyum tipis ke arah gadis itu.
"Udah lama ya" kekehnya pelan.
Kim Mingyu. Laki-laki itu semakin mendekat ke arah Son Niko, mencondongkan tubuhnya ke hadapan gadis itu, dan kedua tangan nya yang berada di masing-masing sisi tubuh Son Niko membuat siapapun akan mengira bahwa laki-laki itu tengah melakukan hal aneh.
"Sangat cantik" bisiknya.
Hembusan napas seseorang menerpa kulit wajahnya, membuat gadis itu sangat gelisah. Membuka matanya perlahan dan.
EMMPFFTHH...
Mingyu membekapnya, gadis itu terbelalak ketika melihat siapa laki-laki di hadapan nya. Napasnya tercekat dan seluruh tubuhnya sangat gemetar. Niko menggeleng dengan mata yang sudah memerah dan menggenang air mata.
"Ssstt gw gak akan macam-macam sama lo. Tenang" ucapnya pelan, melepaskan tangan yang sedari tadi membekap mulut Son Niko.
"K-kenapa m-mau apa kesini?" tanya gadis itu sangat ketakutan terlebih posisi mereka sangat begitu tidak pantas untuk di lihat.
"Sudah jelas gw kangen sama lo, mau apa lagi?" tukasnya, tersenyum miring.
Niko mendorong bahu Kim Mingyu. "Kita udah gak ada hubungan lagi Kim!"
"Kita masih pacaran dan akan tetap begitu"
"Kim Mingyu! Cukup!" bentak Son Niko.
Mingyu tersenyum remeh, menangkup wajah Son Niko. "Masih gak berubah ya? Masih keras kepala"
Niko mendengus kesal, menepis tangan Kim Mingyu. Mungkin dia harus memberanikan diri untuk melawan kepada lelaki di hadapan nya. Yah sepertinya memang harus begitu.
"keluar atau gw teriak?!" ancamnya.
Lelaki itu malah tertawa keras, mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah remote. "Teriak aja, ruangan ini udah gw atur jadi kedap suara dan orang luar gak bakalan bisa ada yang denger" kekehnya.
Niko beranjak dari single badnya. Menunjuk ke arah Kim Mingyu. "Lo! Berani nya lo!"
"Haha"
"Demi tuhan Kim Mingyu, pergi dari sini!" bentak gadis itu sangat gemetar. Mingyu menghela napasnya, berjalan mendekat ke arah Son Niko.
"Jauhin Jaehyun, dia cowo gak baik buat lo. Gw tau siapa dia, dan dia Psychopath yang sebenarnya" ujarnya tegas.
"JAGA BICARA LO!" sarkas Niko. "Ngaca! Lo yang psychopath Kim Mingyu!"
__ADS_1
Laki-laki itu kembali tertawa, mencekal tangan Son Niko keras dan membanting tubuh gadis itu ke kasur. "Gw tau yang terbaik buat lo Son Niko. Gw bukan orang jahat!"
"Lo jahat! Lo ********! Lo psychopath! Dan gw benci sama lo!"
BRAKK
Kim Mingyu memukul standing mirror yang berada di kamar Son Niko, pecah begitu saja dengan satu kali pukulan yang meninggalkan jejak darah di retakan itu.
"Percaya sama gw Son Niko! Gw berbuat kasar sama lo, karena gw mau lo ada di sisi gw selamanya. Gw bukan psychopath!"
"P-plis, g-gw t-takut sama lo Kim" isak gadis itu, tubuhnya bergetar hebat.
"Sorry, im not perfect. Dan asal lo tau, ini peringatan terakhir gw buat lo. Jauhin Jaehyun, dia bukan orang baik-baik" ucapnya kemudian melompat ke arah jendela dan juga melompat ke bawah dari atas balkon.
Napas Niko semakin memburu, dia tidak mengerti apa maksud dari mantan kekasih nya itu. Dia sama sekali tidak memahami ini semua. Dia sangat takut akan hal itu.
Kim Mingyu menarik senyumnya. "Lo itu milik gw Niko. Maaf karena gw gak bisa jalanin ini semua, gw gak mau lo ketakutan karena gw lagi. Tapi percayalah Nik, ucapan seseorang di akhir hidupnya itu gak pernah bohong. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, gadis keras kepala" ujarnya, terkekeh di akhir kalimat.
Dan...
Bruggrhhh....
Dia melompat dari gedung apartemen miliknya. Dari lantai 54, dia terjun dengan perasaan yang begitu yakin bahwa ia akan di pertemukan dengan Son Niko di kehidupan selanjutnya. Tidak ada gunanya hidup jika ia hidup, apalagi mengetahui satu fakta. Kalau orang yang sangat di cintainya malah membencinya.
Darah bersimpuh di aspal, mengalir dengan deras. Orang-orang yang tengah berjalan di sekitar merasa terkejut karena melihat seseorang terjun dari atas. Kim Mingyu menarik senyumnya, dan tak lama setelah itu pandangan nya menjadi buram.
...• • •...
Gadis itu terburu-buru turun, sedikit berlari melewati anak tangga. Dia terlambat bangun pagi, dan sekarang ada pelajaran olahraga, tapi dia tidak menemukan seragamnya.
"MAH! MAMAH LIAT BAJU OLAHRAGA NIKO GAK??" seru anak itu, lari ke arah dapur untuk menghampiri sang ibu.
"Lah bukan nya kalau baju olahraga kamu suka simpen di loker sekolah?" celoteh ibunya.
Niko membulatkan matanya. "OH IYA MAH! LUPA! EHE" kekeh anak itu, mengambil satu lembar roti yang telah di olesi crim coklat. "Yaudah mah kalau gitu Niko berangkat dulu" serunya sangat antusias.
Ia berlari menuju halte bus, jam telah menunjukan pukul 08.05, dia sudah telat tentunya. Sedangkan jam masuk pukul 08.00.
"Gimana nih" cemasnya.
Gadis itu menggeleng cepat dan memutuskan untuk berlari menuju sekolah. Semoga saja dia bertemu dengan seseorang yang bisa membawanya masuk. Seperti Lee Taeyong, waktu itu.
Jaehyun mengendarai motornya, bersama Lisa yang berada di belakangnya. Pandangannya tertuju kepada seorang gadis yang tengah berlari di tepi jalan.
"Niko?" batinnya bersuara.
Lisa tersenyum miring ketika melihat ke arah Son Niko. Dan ia sudah mengetahui bahwa Jaehyun menatap ke arah gadis itu. Lisa semakin mempererat pelukan nya di pinggang Jung Jaehyun.
__ADS_1
Napas gadis itu terengah, dia berhenti. Memegangi kedua lututnya yang terasa lelah. Menerawang ke jelanan dan dia melihat motor moge Jung Jaehyun melewatinya.
"Jaehyun..." gumamnya sangat pelan. Dia menepis pikiran buruknya, "inget Son Niko, lo sama Jaehyun gak ada hubungan apa-apa lagi. Kita break" tukasnya pada diri sendiri.
"Lo Nik? Ngapain lo di sini?" tanya Jeon Jungkook yang kebetulan lewat kesana.
"J-jungkook? LO KOK MASIH DI SINI?! MAU BOLOS YA LO!" bentak gadis itu, berdiri tegak dan membenarkan rambutnya.
"Heh pekok mana ada gw bolos. Gw kebetulan lagi di tugasin sama guru tadi, di suruh beli materai, stok di koprasi sekolah habis" jelas laki-laki bersurai hitam pekat itu.
"Hah aman" gumam gadis itu.
"Aman apanya?"
"Gw punya alasan buat telat hehe" kekehnya, menunjukan deretan gigi rapinya.
"Dih si dodol, yaudah lah ayo naik" ujarnya.
Dengan antusias gadis itu naik ke atas motor yang di kendarai Jeon Jungkook teman nya. "Gw kemarin gak liat lo di kelas, kemana lo?" tanya Jungkook, mulai mengendarai motornya.
"Gw di UKS Kook"
"Lah kok bisa? Lo sakit? Atau kenapa?" tanya lelaki itu cemas.
Niko menepuk kedua bahu Jeon Jungkook. "Lo tau kagak rasanya ke kurung di kamar mandi hampir lima jam? Mana dingin banget" cibir si gadis.
Jeon Jungkook malah tertawa keras. "HAHAHA! ******!"
"Dih anjim! Sialan lo kelinci! Gw rebus baru tau rasa lo!"
"Idih, oh iya kemarin gw ke rumah Bang Johnny sama si Jaemin" ujar lelaki itu.
"Lah ngapain?"
"Biasa maen ps haha"
"YA TERUS APA HUBUNGAN NYA SAMA GW!" teriak Niko sarkas yang membuat Jungkook bergedik karena telinganya merasa akan pecah.
"Pelanin ***** malu di liatin orang"
"BODO AH"
TBC.
.
.
__ADS_1
.