
"Bahkan samudra saja menginginkan semua orang untuk bahagia, namun kenapa alasan untuk aku tersenyum begitu sulit untuk ku cari?" - Son Niko.
----
"Apa liat-liat? Gak pernah liat cewe secantik gw hah?" seru Niko sedikit sarkasme ke arah Jaehyun yang masih menangkup kedua pipinya.
Laki-laki itu berdehem, memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana miliknya. "Apa? Gak jelas" ucapnya.
"Lo liatin gw mulu, napa? Ntar suka lagi sama gw" seru gadis itu sangat percaya diri.
"Emang"
"Hah?!"
Jaehyun menghela napasnya, mencondongkan wajahnya ke hadapan Niko, membuat gadis itu sesekali mengerjap dan mundur beberapa langkah ke belakang. "Apa hm?"
"A-apanya?!"
Lelaki itu menarik senyum di sudut bibirnya, menatap sendu ke arah gadis yang kini tengah mengerjapkan matanya dengan pipi yang terlihat mulai memerah. "Apa?"
"JUNG JAEHYUN DEMI TUHAN!" Niko mendorong tubuh Jaehyun ke belakang membuat ia mundur beberapa langkah.
"Haha" tawa Jung Jaehyun terdengar.
"Tawa lo babik"
"Sayang"
"Dih?!"
"Apa?"
Niko menghela napasnya kasar. Menjewer telinga Jaehyun dengan tangan kanan nya. "Ngeselin deh!! Udah ah pergi sana, nyebelin!" bentak gadisnya seperti anak kecil yang sedang merengek.
"Aduh lepasin dulu Nik, nanti copot gimana??"
"BODO KESEL!!!"
"Lepasin dulu buru"
Niko mendengus kesal, melepaskan tangan nya yang menjewer telinga Jaehyun. Telinga jaehyun terlihat memerah di buatnya. "Nyenye"
"Gw emang suka lu, masalah?" serunya tanpa dosa dengan alis kanan yang sedikit ia naikkan.
Jangan tanyakan ekspresi Niko saat ini, dia benar-benar di buat kaku di tempat, menatap lurus-lurus ke arah lawan bicaranya dengan dua obsidian coklat bening miliknya. Di lihatnya kini sosok Jung Jaehyun yang juga tengah menatap ke arah nya.
"Kenapa lo suka gw?" tanyanya.
"Emang ada alasan buat suka sama seseorang?"
"Y-ya maksud gw, apa yang lo suka dari gw"
Jaehyun menggedikkan bahunya, bersandar ke arah tiang tower besar yang ada di atap sekolah. "Karena gw suka"
"Isss bukan itu!! Au ah" geramnya kesal.
Laki-laki itu terkekeh pelan, meraih kedua tangan Son Niko yang sedang menggerutu kesal di hadapan nya. "Gw suka semua apa yang ada dalam diri lo, gw suka lo yang apa adanya" gumam Jaehyun.
Terlihat begitu tulus dan menyentuh hati seorang Son Niko. "Gw gak percaya"
"Lah kenapa?" tanya Jaehyun dengan alis yang bertaut.
"Tampang tampang kek lu kayak tukang galon yang suka gombalin banyak cewe" dumelnya.
"Hei, gw gak gombal" dengus Jaehyun. "Gw suka sama lu Son Niko" tekan Jaehyun di ujung kalimat.
Seketika napas Niko tercekat, dia mematung di tempat tanpa berkutip sedikitpun. Jaehyun kembali menangkup kedua pipi Niko, mendekatkan wajahnya ke arah Niko.
"Your is mine, and only my mine" bisik Jaehyun.
Chu...
Niko memejamkan matanya ketika merasakan benda asing yang menempel di bibirnya. Jaehyun menciumnya, hanya menempelkan nya saja. Dan kali ini gadis di depan nya tidak menolak atau bahkan memberontak seperti waktu itu.
• • •
"Kenapa lo tumbenan senyum senyum sendiri" cibir Jaemin yang sedang berada di rumah Niko, sepupunya.
Gadis yang di maksud seketika melempar tatapan tajam ke arahnya. "Berisik lo bocil" dengusnya, melempar bantal ke arah Jaemin yang membelalakan matanya tidak terima di panggil dengan sebutan bocil.
"YEUH KITA SEUMURAN YA!" teriaknya saat melihat kepergian Niko yang kini tengah menaiki anak tangga.
Benar kata Jaemin, memang sedari tadi gadis bersurai coklat itu selalu tersenyum tanpa sebab. Pasalnya ia dan Jung Jaehyun telah resmi menjalin hubungan, dengan tidak aesthetic nya lelaki itu langsung mencap dirinya sebagai gadisnya.
"Mulai sekarang, di bawah naungan langit dan semilir angin di musim panas. Gw Jung Jaehyun menyatakan kalau Son Niko resmi menjadi pacar gw."
Kalimat pernyataan itu kini kembali terngiang di benak gadis yang sekarang tengah menerawang suasana dari balik jendela kamarnya. Dia tidak benar-benar menyangka hal ini akan terjadi, tapi dia selalu membeku ketika berada di dekat sosok Jung Jaehyun.
Gadis itu menarik senyum nya, tak lama kemudian suara notifikasi masuk dari ponselnya berdering. Di lihatnya ponsel yang berada di atas meja belajar tak jauh dari posisinya berdiri sekarang, lantas ia mengambilnya dan membuka pesan masuk dari aplikasi Line di ponselnya.
Jung Jaehyun :
Sore... Happy aniversary yang ke 5 jam ya!
Satu pesan yang secara langsung membuat gadis yang membacanya tertawa renyah, bagaimana tidak tertawa? Lihat lah kelakuan lelaki yang katanya 'anak geng Hyperion' yang terkenal akan sosok angkuh dan menghindari segala hubungan tentang pacaran kini menjadi sosok yang jauh dari akal sehat.
Niko tak henti-henti nya ketawa.
^^^Me :^^^
^^^Lo gila? Haha^^^
^^^Aniv itu buat setahun bukan perjam^^^
^^^Aihh^^^
Tak lama setelah itu sebuah pesan balasan masuk kembali ke roomchat nya.
__ADS_1
Jung Jaehyun :
Hem iyadeh
Lagi apa?
^^^Me :^^^
^^^Lagi diem di tepi jendela kamar^^^
^^^Lu?^^^
Jung Jaehyun :
Dih
Gak ada romantis"ny
Mikirin gw kek
^^^Me :^^^
^^^Lah??^^^
^^^Gak mau ah, suram^^^
Jung Jaehyun :
***** lo
Untung pacar
^^^Me :^^^
^^^Apa hah??^^^
^^^Kalo bukan pacar knp emng?^^^
Jung Jaehyun :
Mau gw jorokin
^^^Me :^^^
^^^Sialan lo!^^^
Jung Jaehyun :
Haha canda by
Maen yu, gw jemput
^^^Me :^^^
^^^Hah?? Jemput??^^^
Jung Jaehyun :
Kenapa jangan?
^^^Me :^^^
^^^Ada mamah^^^
Jung Jaehyun :
Terus apa hubungan ny?
^^^Me :^^^
^^^Malu lahh^^^
Jung Jaehyun :
Apa dah pake malu sgl biasany jga lo malu"in umat
Sekalian gw mau kenalan sama camer
^^^Me :^^^
^^^Dihhh?!! ***** jahatttt^^^
^^^Camer ngok^^^
^^^Pala lu camer, ingusan juga^^^
Jung Jaehyun :
Apa hm?
Gc bukain pintu gerbang, gw dah ada di depan
Niko membulatkan matanya, yang benar saja lelaki itu sudah berada di depan rumahnya. Karena merasa penasaran dia mengintip dari jendela menuju ke arah pintu gerbang rumahnya. Dan benar saja telah terlihat Jaehyun yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.
Gadis yang terkejut bukan main itu memilih untuk menjauh dari jendela, memegang ponselnya di depan dadanya tidak percaya. "Ini kah rasanya canggung pas pacaran?" tanyanya pada diri sendiri.
Sebuah pesan masuk kembali membuatnya tersadar.
Jung Jaehyun :
Malah masuk, bukain buru
^^^Me :^^^
^^^Ya gw kaget lah^^^
^^^Lo nongol tiba" cem setan^^^
Jung Jaehyun :
__ADS_1
Njim, ganteng gini di bilang setan
Gw jorokin beneran lo Nik
^^^Me :^^^
^^^Bacotttttt^^^
Tak lama setelah itu Niko memutuskan untuk pergi ke bawah, masih terlihat Jaemin yang sedang bermain game di ruang tengah.
"Mau kemana Nik?"
"Ada tamu di depan" ujar nya tanpa menoleh ke arah Jaemin.
Terlihat Jaehyun yang sedang tersenyum tipis ke arahnya, entah itu senyuman tulus atau ejekkan yang pasti tak sedap untuk di pandang. Niko membukakan pintu gerbang rumahnya.
"Kok cemberut?" tanya Jaehyun.
"Apasih nggak"
"Mana mama? Sekalian mau kenalan" ujarnya.
Niko mengerucutkan bibirnya, sebenernya dia belum siap kena omelan karena dia sudah berpacaran dengan kakak kelas yang sama sekali belum benar-benar ia kenal ini. Pasti Mamah nya akan banyak bertanya.
"Ada di dalem tuh"
"Cantik gak? Janda kan?"
Sumpah demi apapun, kini Niko menatap tajam ke arah Jung Jaehyun yang berujar seperti itu padanya. Jadi niat Jaehyun di sini untuk menemui dirinya atau ibu nya? Keparat, sekarang dimple di kedua pipi Jaehyun nampak jelas terlihat seperti ciptaan tuhan yang begitu sangat langka.
"APAAN SIH!"
"Haha bercanda, ayo masuk"
"Heiii yang harusnya bilang gitu gw"
"Lama sih" kekeh lelaki di hadapan nya.
Tenang Niko, ini baru lima jam lebih seperempat jangan mengumpat kesal dulu. Tahan...
...❖❏❖❏❖...
Gelapnya sang malam di hari ini tak membuat beberapa orang untuk pergi keluar, belum lagi cuaca dingin di tengah musim panas seperti sekarang. Angin sepoi-sepoi sangat terasa menusuk ke dalam tulang meski sudah memakai jaket.
Gadis berdarah Thailand itu menggeram hebat, mereka berempat yah para gadis yang sering di bilang antek-antek Hyperion itu kini tengah menghabiskan malamnya di tempat terkutuk itu.
Mereka mabuk, sesekali membicarakan hal yang sangat negatif. Tenang, mereka berada di ruang VVIP jadi tidak sembarang orang yang bisa masuk kesana.
Salah satu bartender wanita masuk sambil membawakan stik sapi dan beberapa makanan mahal lain nya kedalam. Satu fakta yang membuat keempat gadis itu tercekat di tempat.
"ELO?!" sarkas Lisa.
Bartender itu membulatkan matanya terkejut. "K-kenapa?" tanyanya.
"LO NIKO KAN?!" sergah Lisa, berdiri dari duduknya.
"Wahh gak nyangka cewek cupu kayak lo maen bar juga" sinis Jisoo, meneguk wine di gelas bening nya.
"Maaf tapi saya bukan Niko" ucapnya.
Gadis berdarah Thailand itu mendengus sebal akan perkataan yang sok dari gadis di depan nya.
"Jaehyun tau gak soal ini? Bisa jadi hot issue nih" kekeh Jennie.
"Saya permisi" ucapnya.
Lisa menarik lengan gadis itu, mendorongnya ke arah sofa hingga membuat gadis tersebut meringis kesakitan. "LO NIKO KAN? SON NIKO YANG REBUT CALON TUNANGAN GUA!" pekik Lisa dengan nada sarkasnya.
"Saya bukan NIKO!" bentak gadis itu membela dirinya.
"Kalo lo bukan Niko, lo siapa hah?" sarkas Rose.
"Saya Taera, Kim Taera" tekan nya.
Semua yang mendengarnya terlihat terkejut begitupun dengan Lisa yang nampak kedua alisnya bertaut tanda bertanya.
"Alah gak usah boong lo, lo Son Niko kan?!" decak Jisoo.
Gadis yang di tuduh secara habis-habisan itu mengambil sesuatu dari sakunya, menunjukan kartu nama miliknya begitupun tempat tinggalnya. "Saya Kim Taera, Bartender di bar ini" sergahnya.
Jennie mengeluarkan ponselnya, menulusuri akun instagram milik Niko lantas membandingkan poto dengan wajah gadis yang berada di hadapan nya.
Sangat begitu mirip namun rambut mereka berbeda, Niko terkenal dengan rambut pendek coklat tua legam nya, sedangkan gadis yang kini tengah ia temukan bersurai panjang dan memiliki tahi lalat di bawah mata kirinya. Tapi semua nya, selain itu dari sosok dan di lihat dari sisi manapun mereka sama. Sama persis.
"Lo beneran bukan Niko?" tanya Rose. Gadis itu menggeleng.
Lisa menarik senyum seringainya. "Lo mau kerjasama bareng kita?"
"Kerjasama soal apa?"
"Buat suasana seolah lo itu Niko, dan lo harus jadi cewe yang berbanding kebalik sama si Niko" ucap Lisa.
Ketiga teman nya yang menyadari tujuan Lisa lantas tertawa dan langsung paham apa maksud teman nya itu. "Maksud anda?" tanya Taera yang belum paham.
"Lo turutin apa kemauan dan rencana dari gw, soal bayaran tenang. Lo bakal dapet semuanya, asal lo harus berekting dan bikin gw puas" ucapnya sangat mendominasi tak lepas dari senyuman dari sudut bibirnya.
"Maksudnya saya harus menyamar jadi Son Niko?"
"Yah"
"Baiklah"
TBC.
.
.
.
__ADS_1