»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.24


__ADS_3

Lee Taeyong memijit pelepisnya, melipat tangannya di meja dan menjadikannya sebagai bantalan untuk ia menenggelamkan wajahnya di sana. Dia sangat lelah hari ini, terlebih semalam ia bersama ayahnya Lee Donghae mencari bukti dan berkas-berkas tentang Kim Myungsoo. Paman nya.


Yah, Kim Myungsoo adalah kakak dari ibunya. Dan jelas sudah Kim Myungsoo itu adalah Kakak ipar ayahnya. Warisan keluarga Kim, dan perusahaan Kim Crop jatuh kepada Ibunya, dan hal itu tidak di terima oleh Kim Myungsoo karena dia merupakan anak tertua di keluarga Kim. Dan Lee Donghae, sosok pengusaha muda yang sangat sukses. Jangan tanyakan kekayaan mereka seperti apa.


Winwin dan Yuta menatap ke arah teman nya yang merasa akhir-akhir ini sedikit berbeda. "Lo kenapa?" tanya Yuta, laki-laki berkebangsaan Jepang itu.


Taeyong menoleh sekilas, menggerakan tangan nya. "Kagak, Jaehyun mana?" ujarnya malah balik bertanya.


Winwin mengangkat kedua bahunya. "Ntah"


"Kalian tau soal Jaehyun sama pacarnya yang adkel itu, katanya mereka break" ujar Yuta, memainkan ponselnya.


Taeyong dan Winwin yang mendengarkan merasa terkejut dan bahkan tidak percaya akan perkataan Yuta yang berada di hadapan nya. "Ngadi ngadi lo *****" seru Winwin sambil memukul kepala Yuta dengan buku paket yang ada di depannya.


"****! Sakit" decak Yuta.


Berbeda dengan Taeyong yang malah nyengir kuda. "Kesempatan buat gq dong" serunya, menaik turunkan kedua alisnya.


"Beuh"


"Ngakak" tawa Yuta pecah. "Lo mau pacaran sama orang bekas temen?" kekehnya.


Taeyong menatapnya tajam. "Ya daripada lo demen sama guru dekan sendiri" sindirnya.


"Heh anjim jangan bongkar kartu kuning!" gerutunya tidak terima.


"Lo lo pada gak pusing apa mikirin cewe? Mending kayak gw tenang"


"YAKAN LO JOMBLO!" seru keduanya yang membuat lelaki berdarah China itu menoleh malas.


Tak lama kemudian Jaehyun datang ke kelas dengan Lisa yang berjalan di sampingnya.


"Liat noh ada cicak nemplok" seru Lee Taeyong kepada kedua teman nya, dan reflex mereka berdua tertawa terbahak.


Jaehyun duduk di paling depan dengan Lisa yang terus berada di sampingnya. Seseorang datang ke kelas mereka dengan napas terengah.


"TAEYONG!" teriak Son Niko, memegangi perutnya.


Yang di panggil langsung berdiri dan menghampirinya. "Ada apa?"


Niko menunjukan kotak makanan berwarna biru kepada Taeyong. "Dari Mamah katanya nitip buat lo, gw curiga lo guna-gunain nyokap gw" decih gadis itu, menegakkan tubuhnya.


"Dih apaan? Nuduh sembarangan gw jitak juga lu bocah. Oh iya titip salam buat tante Taeyeon" ujarnya. Entah sejak kapan Taeyong dan ibu Niko bertemu, bahkan Niko saja belum pernah mengajak laki-laki ini main ke rumahnya.


"Kok bisa sih lo kenal nyokap gw?"


Taeyong tertawa. "Gw? Gw udah kenal lama kali sama nyokap lo. Lo nya aja yang baru nyadar" kekehnya.


"Dih anjirr kok bisa?! Ih gak seru maen nya sembunyi sembunyian!" gerutu si gadis. Ia belum menyadari bahwa di dalam Jaehyun dan yang lain nya sedang memperhatikan mereka berdua.


"Dah dah bodo amat" decak Lee Taeyong, merangkul bahu Son Niko dan menariknya ke dalam kelas.

__ADS_1


"Taeyong apaan sih! Gw mau ke kelas" bentaknya.


"Diem dulu" tukas Lee Taeyong. "Oke lo pada udah kenal nih bocah kan? Kalo kagak nih gw kenalin. Dia Son Niko, bocah ingusan. Oke sekian" ujarnya kepada semua orang.


Gadis itu tersenyum pasi, memilih untuk bersembunyi di balik Lee Taeyong karena menahan malu. Dia telah melihat Jung Jaehyun yang duduk bersama Lalisa sama seperti waktu itu. Tapi dia mencoba untuk mengacuhkan hal tersebut.


"Taeyong lo awas aja" ancamnya dengan nada pelan sedikit berbisik.


"Wah lo bilang gw ganteng? Anjay" serunya dengan okta yang sedikit di tinggikan.


"DIH SAPA BILANG?! GANTENG? HAH APA? GAK SALAH DENGER? MENDING LO CUCI MUKA SONO MASIH ADA BELEK DI MATA LO" Teriak Son Niko pada akhirnya. Menjitak kepala Lee Taeyong kemudian pergi dari kelas itu dengan terburu-buru.


"FAG!" umpat Lee Taeyong.


Karena hal itu semua orang di kelas langsung tertawa. "DIEM LO PADA" decak Taeyong, melempar tatapan tajamnya.


"Ada hubungan apa lo sama Niko?" tanya Jaehyun yang maih duduk di tempatnya. Belum sempat Taeyong duduk di bangkunya, Jaehyun telah menghentikan langkahnya.


Taeyong tersenyum miring. "Mau hubungan apapun itu, gak ada urusan nya sama lo" seru lelaki bersurai merah neon itu.


Jaehyun berdiri menyejajari Lee Taeyong yang ada di hadapan nya. "Jangan lo salah dalam bertindak, Niko pacar gw"


"Pacar? Bukan nya lo mau tunangan sama si Lisa hm? Masih berani nyebut Niko pacar depan gw?" sarkas Lee Taeyong, menoleh ke arah Lalisa.


Napas Jaehyun tercekat. "Dan satu lagi, gak inget kalo Niko minta break sama lu?" lanjut Taeyong.


"******* lo! Tau apa hah?!" sarkasnya, mendorong bahu Lee Taeyong yang membuat laki-laki itu terhuyung ke belakang.


"Jangan ribut di kelas woe" seru Lucas si ketua kelas.


Taeyong berdiri tegak kembali, masih tersenyum miring ke arah Jaehyun. "Kalau lo pacaran sama cewe jangan pernah lo nyakitin hati mereka." tukasnya.


Jaehyun mengepalkan tangannya, meninju rahang Lee Taeyong. Dan kali ini Taeyong membalas semua perbuatan Jaehyun yang menyebabkan keduanya ribut di dalam kelas.


Murid-murid yang ada disana menjadi ribut bahkan ada yang berasal dari kelas lain yang ikut melihat mereka berdua, tidak seperti biasanya Hyperion bertengkar satu sama lain.


Yuta dan Winwin saling bertatapan, mereka bingung caranya memisahkan keduanya, jika Taeyong turun tangan dan Jaehyun yang tersulut emosi maka tidak ada yang bisa memisahkan dan menyudahi semuanya. Terkecuali...


"Niko, panggil bocah tadi" seru Winwin kepada Yuta.


"Lah di mana anju"


"Kelas IPS Utama" seru Winwin, Yuta menurut dan berlari dengan cepat untuk mencari keberadaan gadis itu.


"Lo gak tau apa-apa! Jadi diem *******!" sarkas Jaehyun, melayangkan pukulan pada bagian bawah rahang Lee Taeyong yang membuat tubuh laki-laki itu terhuyung ke belakang.


"Ahh yah, gak usah tau karena gw tau semuanya" kekehnya.


"BACOT!"


"JAEHYUN UDAH!!" teriak Niko yang baru saja datang dengan Yuta yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Jaehyun menahan tangannya yang siap melayangkan round kick kepada Lee Taeyong. Dia mengepalkan kedua tangan nya kuat.


"Kalian, kalian bukan nya temenan hah?! Kenapa ngelakuin hal bodoh kayak gini?! Kalian berdua udah gede! Udah dewasa, masalah gak bakalan selesai kalo kalian pake emosi" bentak gadis itu, berdiri di antara Jaehyun dan Taeyong.


"Apa masalah kalian hah?!"


"Gw suka lo" seru mereka berdua secara bersamaan. Jaehyun dan Taeyong.


Niko membulatkan matanya, bisa-bisanya dia yang tadinya ingin menjadi orang yang mendamaikan mereka berdua, ternyata disini ia menjadi inti permasalahannya. Yah oke.


"Lo apaan anjing!" sarkas Jaehyun kepada Taeyong.


"Jaehyun! Gw calon tunangan lo!" bentak Lisa, menarik tangan Jaehyun.


Semua orang disana menyaksikan dengan seksama, bahkan terdengar suara orang yang menggunjing dan menyinyir akan hal ini.


Taeyong mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah karena dia selalu menahan dirinya untuk tidak menyerang Jung Jaehyun. Jika dia ingin, dia tidak akan segan-segan untuk membuat Jaehyun masuk ke rumah sakit. Tapi dia menahan nya, karena tidak ingin gadis yang kini berada di sana memarahinya.


Niko menarik tangan Lee Taeyong secara mendadak membuat lelaki itu terkejut dan terheran. "Lo nakal ya! Ikut gw!" pekik Son Niko, mengabaikan Jung Jaehyun dan membawa Taeyong pergi dari kerumunan itu.


Lee Taeyong mengerutkan keningnya, dalam hati dia tersenyum menang. Tapi faktanya gadis ini tengah di landa dilema, dia tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan Lalisa dan Jaehyun.


Di tengah perjalanan mereka menuju ruang UKS Taeyong menghentikan langkahnya, menarik tubuh gadis itu dan memeluknya erat. Niko tidak memberontak dia malah langsung menangis ketika berada di pelukan seorang Lee Taeyong.


"Gw tau lo sakit hati, nangis aja. Gw bakalan lakuin apa yang harusnya gw lakuin" ucapnya, mengusap punggung sempit Son Niko.


Gadis itu terisak, meremat baju seragam Lee Taeyong. Membiarkan suaranya menghilang akan tangisnya.


"Tapi kenapa lo bantuin gw?" seru gadis itu,menatap ke arahnya.


Taeyong terdiam, mengusap jejak air mata di pipi Son Niko. "Gw gak suka ada orang yang berani buat cewe yang gw sukai nangis kek gini" gumamnya.


Pandangan mereka bertemu. Yah memang, Niko juga merasakan hal aneh terhadap Lee Taeyong, dia memang tidak menyukai tampang angkuh pada laki-laki di hadapan nya tapi di dekatnya dia bisa merasa aman.


"Lo suka gw? Kenapa lo gak nembak gw?" celoteh gadis itu. Taeyong membelalakan matanya, melangkah mundur dua langkah ke belakang.


"L-lo bilang apa dah, gak nyambung anjim. Dahlah" decak laki-laki itu.


Son Niko mengerucutkan bibirnya. "Yakan lo tadi bilang suka sama gw di hadapan Jaehyun. Terus kenapa lo gak nembak gw dan jadiin gw pacar lo?" seru gadis itu.


Taeyong mengusap wajahnya frustasi, menyentil dahi gadis di depannya. "Otak lo ilang beneran keknya. Gak semudah itu *****"


"Mudah! Tinggal gini aja, lo mau jadi pacar gw?" seru gadis itu lagi.


Taeyong menggeleng heran semakin di buat bingung terhadap gadis di depan nya. "Dah lah anjim, obatin gw kek. Sakit nih" tukasnya mengalihkan pembicaraan.


"Iya iyaa" dumel Son Niko. Lantas mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ruang UKS untuk mengobati sudut bibir lelaki itu.


TBC.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2