»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.19


__ADS_3

"Nik" panggil seseorang dari arah belakang Son Niko. Gadis membalikan tubuhnya, menatap ke arah sang pemanggil.


"Iya? Kenapa?" tanyanya.


"Sorry, gw waktu itu udah bentak lo, bahkan ngatain lo" ucapnya, yah dia Shuhua, teman nya. "Gw gak percaya sama lo, padahal gw udah tau betul lo itu siapa. Maafin gw ya?" gadis berdarah china itu menunduk.


Niko menarik senyumnya, meraih tangan Shuhua. "Gw udah lupain itu semua kok, gw gak permasalahin itu" kekehnya.


Shuhua ikut tersenyum. "Oh iya, hubungan lo sama Kun... Gimana?" tanya Niko memelan.


"Kita udah balikan lagi haha" tawa gadis itu pecah.


"ASEK NIH UDAH PADA BAIKAN" seru Ryujin yang baru saja datang bersama Jeno di samping nya.


"Oh iyadong" kekeh Niko.


"Ekhem nih yang lagi jalan berdua" seru Shuhua menatap secara bergantian ke arah Ryujin dan Jeno.


"Iyanih ada apaan" sahut Niko.


Keduanya terdiam -Ryujin dan Jeno- "IHHH APAAN SIH LU PADA? MERESAHKAN!" bentak Ryujin kembali pada dirinya sendiri.


"HAHAHA" tawa kedua anak gadis berbeda tone rambut itu tertawa secara bersamaan.


"Kalo gitu gw duluan ya" seru Jeno.


Ketiga gadis itu melambaikan tangannya. "Dah!"


"Eh lo tau gak sih, soal anak Hyperion yang terlibat kebut-kebutan di jalanan? Yang beritanya nyebar di channel tv pagi ini" ucap Ryujin, menenteng tas ranselnya di samping bahunya.


"Hah? Kapan???" kaget Niko. "Kok gw gak tau??"


"Lo gak nonton tv emang?"


"Oh gw tau! Yang korban nya sampe di lariin ke rumah sakit ragara patah kaki itu?" seru Shuhua.


"Nah iya!" balas Ryujin dengan mengacungkan jari telunjuknya.


"Kok gw gak tau sih! Siapa korban nya? Anak Hype gapapa kan? Siapa yang main kebut-kebutan?" tanyanya secara berturut-turut.


"Gw gak yakin sih, tapi menurut berita yang ngendarain mobil Jaehyun sama Hoseok anak sekolah sebelah" ujarnya.


"J-jaehyun?? Lo serius?!"


"Gw serius Nik, lo gak di kasih tau?"


Gadis itu menggeleng, kemudian berlari meninggalkan Ryujin dan Shuhua yang masih berdiri di lorong. "Mau kemana tuh?" seru Shuhua.


"***** Nik! Pasti nyamperin si Jaehyun" cibir Ryujin.


"Bah"


...❖❏❖❏❖...


Gadis bersurai coklat itu berlari menuju kelas 12 yang ada di paling ujung, ia harus berlari melewati gor olahraga untuk sampai di sana. Yah karena cuman kelas 12 yang gedungnya berbeda. Sedikit jauh dari kumpulan kelas 10-11.


Niko menghela napasnya ketika melihat Kim Doyoung di depan nya. "Kak!" panggilnya, laki-laki bersurai hitam pekat itu menoleh ke arahnya.


"Eh nik, kok kamu disini?" tanyanya, menghampiri Niko yang masih terengah. "Kamu kenapa? Kayak abis lari aja" celotehnya.


"Aku emang abis lari kak"


"Astaga, ngapain lari? Nanti jatoh"


"Kak, anu kelas 12 mipa 2 dimana?" tanyanya.


Doyoung mengerutkan keningnya. 12 mipa 2? Bukannya itu kelas Jung Jaehyun?


"12 Mipa 2?" tanyanya. Gadis itu mengangguk cepat. "Kamu lurus aja dari sini, nanti di jajaran kanan ada mading, nah itu kelas 12 mipa 2" ucapnya.


"Oh oke kak!" serunya antusias.


"Kamu ngapain ke sana? Ketemu Jaehyun?" tanyanya.


"Iya kak, aku pergi dulu ya kak! Dah!" seru gadis itu kembali berlari pergi ke arah yang telah di beri tahu oleh Kim Doyoung.


Dia berhenti di ambang pintu kelas, matanya membelalak melihat pasangan yang kini tengah duduk bersama dan saling tersenyum itu.


"Niko" gumam seseorang yang berada di sudut kelas, Taeyong. Ia melihat ke arah Jaehyun yang tengah mengusap rambut Lalisa. Lantas ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah Niko yang hanya diam saja tak berkutik dari tempatnya.


"Eh lo adkel kan?" seru siswi yang mempunyai rambut ikal hitam pekat, bertanya ke arahnya.


Jaehyun menoleh ke arah datangnya Niko, dengan cepat dia menjauh dari Lalisa.


"Aaah, i-iya kak, aku adkel hehe" kekeh gadis itu sangat terlihat jelas bahwa itu tawa yang di paksakan.


"Oh iya, ih kamu lucu banget sih" seru gadis di hadapan nya.


"E-eh, hehe"


"Kamu nyari siapa de?" tanyanya lagi.

__ADS_1


Niko menatap sekilas ke arah Jaehyun dengan tatapan redupnya, padahal dia kesini untuk memastikan bahwa keadaan Jaehyun baik-baik saja. Tapi... Dia jauh dari kata baik. Gadis itu mendapati sosok Taeyong yang tengah menatap ke arahnya. "Ah Lee Taeyong, aku cari dia" seru gadis itu antusias.


"Oh Taeyong"


"Taeyong nih ada yang nyari" seru gadus ikal itu.


"Oh iya bentar" Taeyong menyahuti lantas ia berjalan menghampiri Niko, melewati kursi Jung Jaehyun yang tengah duduk bersama Lalisa.


"Yaudah kak, makasih" seru Lisa kepada gadis itu.


Taeyong hanya menggeleng heran, bisa-bisa nya dia ikut terseret dalam urusan gadis ini. Tapi tak apa, dia juga menyukainya. Mereka berdua pergi meninggalkan kelas itu, berjalan ke arah atap sekolah yang selalu menjadi tempatnya mencurahkan semua apa yang ia rasakan saat ini.


Niko berjalan ke arah pembatas atap. "Jangan berdiri di sana, nanti lo jatuh, gw mampusin" seru Taeyong, memasukan kedua tangan nya ke dalam celana sekolah kotak-kotak yang di pake olehnya.


"Kemarin kalian balapan?" ucap gadis itu, mengalihkan pembicaraan.


"Hem, iya. Kita balapan"


Niko menghela napasnya. "Kalian gak luka?"


Taeyong mendengus geli. "Kita gak penting buat lo, lo nanya keadaan Jaehyun doang kan?" celoteh lelaki itu.


Niko memejamkan matanya, merasakan sentuhan angin yang menerpa helaian rambutnya. "Mungkin" gumamnya.


Taeyong mencekal tangan nya, menariknya menjauh dari pembatas. "Lo suka kan sama Jaehyun? Kenapa lo pergi? Kenapa gak lo labrak aja cewe kek si Lisa itu?" geram Taeyong.


Gadis itu tersenyum tipis ke arah Taeyong. Yang melihatnya malah merasakan miris. "Gw gak pantes buat Jaehyun"


"Kenapa lo berpikir seperti itu hah?!"


Ia menggeleng, menatap ke arah lain. "Gadis biasa kayak gw, gak pantes buat pangeran seperti Jung Jaehyun" ucapnya.


Taeyong memegang kedua bahu gadis di depan nya. "Kata siapa lo gadis biasa hah?! Kalo lo berpikir seperti itu, berarti lo belum kenal diri lo sendiri" tekan nya.


"Maksud?"


"Banyak orang bilang, gadis biasa itu lebih istimewa dari pada putri kerajaan. Dan lo salah satunya, yang mampu membuat singa tertarik untuk mendekat" ucap Lee Taeyong dengan sungguh.


Gadis itu terdiam, tatapannya menjadi redup. Dia tidak mengerti apa maksud Lee Taeyong. "Gw gak paham" serunya.


"DIH?! BODO LAH, LO EMANG OON" celetuk Lee Taeyong sangat kesal.


"YEUUU GW GAK OON YA! CUMAN LAGI PROSES MIKIR!" pekik Niko.


"Proses mikir, orang lain udah sukses lo masih mikir" cibir Taeyong.


"YA SERAH GW LAH!"


...❖❏❖❏❖...


"Lo yakin mau ngejauhin Jaehyun?" tanya Shuhua kepada Niko yang tengah menenggelamkan kepalanya di balik lipatan tangannya.


"Huum" gumamnya.


"Gw setuju kalo lo jauhin Jaehyun" sahut Ryujin.


"Lah nape?" tanya Shuhua.


"Gw gak suka sama tuh cowo, kek tampang jabingan gitu"


"Jabingan apaan anjer?" tawa Shuhua pecah.


"******** ***" sahut Ryujin.


"Lo pada bicik amat, gw mau tidur gak jadi-jadi" geram Niko pada akhirnya.


"Lo sakit atau kenapa?" tanya Shuhua.


"Au ah capek" dumelnya.


"Yeuh"


"Niko?" seru seseorang dari ambang pintu, Kim Doyoung. Laki-laki itu berjalan masuk ke kelas Niko, duduk di bangku depan, membalikkan posisinya menghadap ke arah belakang, ya dia duduk di bangku yang biasanya Kun tempati. Di samping Shuhua.


"Kakak ngapain kesini?" tanya gadis itu terheran.


Doyoung tersenyum. Menunjukan susu coklat di tangan nya. "Buat kamu" ucapnya, menaruh susu coklat tersebut di hadapan Niko yang masih menempelkan dagunya di meja.


"Hah? Susu?"


"Iya susu, di minum ya. Tadi kakak beli satu gratis satu, keinget kamu. Yaudah kakak kasih ini ke kamu" ujarnya begitu ramah. "Yaudah kalo gitu, kakak balik ke kelas ya. Bentar lagi pulang." kekehnya, berdiri dan pergi dari kelas Niko.


Si gadis terdiam, memerhatikan susu coklat di hadapan nya.


"Wah kayaknya si Doyoung suka tuh sama lu nik" kekeh Ryujin.


"Duain, dari tatapan nya beda banget!" sahut Shuhua.


Niko mendengus geli, mengambil susu coklat di depan nya, kemudian meminumnya. "Apaan, kan kak Doyoung emang gitu. Baik sama semua orang" celotehnya.


"Alah, lo mah gak bisa bedain. Dia tuh suka sama lo, serius deh" seru Ryujin.

__ADS_1


"Mana ada gitu, lo tuh sana pacaran sama si Jeno. Cocok" seru Niko.


"SETUJU NIK, SI KUJIN EMANG HARUS PACARAN SAMA SI JENONG" teriak shuhua sangat antusias.


"WAJIB BUKAN HARUS LAGI" Niko balas teriak.


"BERISIK YE BAYBIK" geram Ryujin.


"HAHAHA"


"BHAKS"


...❖❏❖❏❖...


"Gw udah tau semuanya" seru Taeyong kepada Kim Doyoung dan Kun yang tengah duduk di sebuah sofa panjang yang tersedia di rumah Lee Taeyong.


"Tau apa? Perkembangan informasi yang lo dapat udah sejauh mana?" tanya Doyoung.


Taeyong menghela napasnya. "Dari hasil scan wajah, 80% itu bukan Niko, tapi orang lain" serunya, padahal dia sudah mengetahui semuanya.


"Seriusan lo? Berarti waktu itu... Gw-"


"Lo maen ama ******" seru Taeyong cepat, memotong kalimat Qian Kun.


Doyoung hanya tertawa kecil melihat salah satu adik kelasnya yang tertipu akan kloningan Niko.


"Anjirrr!!"


"Ape? Emang bener" tawa Taeyong.


"Iye iye dah"


"Oh ya, soal kepala sekolah. Tadi gw denger sedikit bahwa mereka bakal kasus ini hukum" ujar Doyoung.


Taeyong terdiam. "Gak boleh, kalo ini sampai masuk ke jalur hukum. Bisa-bisa nama sekolah bakalan jadi makin buruk. Menurut analisis gw, kita harus lebih cepat dari si target"


"Caranya?" tanya Kun.


"Gw tau cewek yang ngaku-ngaku Niko itu"


"APA??" seru keduanya sangat terkejut.


"Dia bartender yang kerja di salah satu bar gw. Namanya Kim Taera" ujarnya, menunjukan bukti identitas Kim Taera yang telah ia potret terlebih dahulu di ponselnya.


Doyoung sangat terkejut begitupun dengan Qian Kun. "Jadi cewek ini yang nyebar foto di web sekolah?" tanya Doyoung.


"Lah dia kan gak ada di sekolah kita, apa untungnya dia nyebar berita palsu kek gitu?" tanya Kun.


Laki-laki bersurai merah neon itu kembali terdiam apa ini saatnya dia berbicara mengenai Kim Taera yang sebenarnya dan siapa Kim Taera. "Ada orang yang nyuruh dia" ucapnya.


"Maksud lo dalang di balik ini semua??" sahut Qian Kun.


Ia mengangguk. "Yah semacam itu"


"Kalau begitu bisa di bilang dia musuh Niko. Tapi, bagaimana bisa Niko punya musuh" gumam Kim Doyoung, memijit pelipisnya.


"Menurut lo siapa?" tanya Taeyong.


"Gw gak yakin, soalnya Niko gak pernah cerita kalau dia punya musuh atau temen yang gak suka sama dia"


"Lisa?" sahut Kun.


Taeyong menjentikkan jemari nya. "Yah, bener. Lalisa, calon tunangan Jung Jaehyun"


"apa lo bilang? Tunangan?" kaget Doyoung. "Terus Niko gimana?" nada nya mulai cemas.


"Lo tau kan kalau keluarga Jung Jaehyun mandang kasta? Mungkin cewe cupu itu bakalan di buang" kekeh Taeyong.


"Oh gw tau!" seru Qian Kun sangat antusias setelah ia lama menyimak. "Maksud dari poto web itu, Lisa kan yang nyuruh si Taera buat fitnah si Niko? Dengan kata lain, Lisa mau membuat Niko di permalukan di hadapan Jaehyun dan sekolah? Gitu bukan?" ujarnya.


"Iya, dia mau harga diri Niko jatuh di mata Jaehyun" sahut Kim Doyoung.


"Gw bisa bantu nyari informasi lebih tentang Taera, so lo berdua urus masalah yang ada di sekolah" ucap Taeyong memerintah.


Kedua orang itu mengangguk paham. Entah apa yang membuat mereka bisa akur seperti ini, bahkan Lee Taeyong pun lebih sering berkumpul bersama mereka di banding dengan teman-teman nya yang lain, Hyperion.


"Lo pernah mikir gak si kalau nama si Niko itu beda sama marga ortu nya?" seru Qian Kun.


Napas Lee Taeyong tercekat, dia seharusnya tidak perlu tau menau soal kehidupan Son Niko. Namun bagaimana lagi? Dia sudah mengatahui semuanya.


"Gabut kali nyokapnya, gada nama laen jadi namain Niko" kekeh Taeyong.


"Buset dah"


TBC.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2