
————
"Pernahkah kamu berpikir kalau fajar tidak akan pernah bertemu dengan senja, dimana fajar datang senja pasti akan menghilang." — Son Niko.
————
Segerombolan siswa siswi berhamburan ke arah lapangan sekolah. Ketiga perempuan yang baru saja keluar kelas karena jam istirahat sudah di mulai tiba-tiba di kejutkan dengan teriakan dan suara bising siswa siswi. Derap langkah kaki mereka seakan mendominasi suara manapun.
"Ada apa nih?" seru gadis bersurai coklat menatap ke arah siswa/siswi yang berlarian, mereka bertiga memutuskan untuk menepi dan berdiri di pinggir supaya tidak tertubruk oleh orang-orang itu.
"Eehhh Mark!" panggil Niko, menarik tangan lelaki yang di panggilnya.
"Hah?"
"Ini ada apaan sih? Kok lo semua pada lari?" tanya Niko cepat.
"Aduh gw gak tau jelas, yang pasti itu anak Hyperion lagi berantem" ujarnya.
"Hyperion??" seru Ryujin.
"Ah udah lah, ayo ikut gw aja" seru Mark, menarik tangan Niko, mau tidak mau mereka bertiga mengikuti langkah Mark Lee menuju lapangan.
Brukhh!!!
"Haha payah ya dasar anak bunda" kekeh Taeyong setelah meninju rahang salah satu siswa yang memakai kacamata yang tengah tersungkur ke belakang.
Pandangan Niko langsung menuju ke arah Jaehyun yang ikut-ikutan menendang kaki anak lelaki yang sudah tidak mampu berdiri itu. Di sisi lain Yuta dan Winwin mengambil seluruh uang di saku anak tersebut, mengeluarkan seluruh benda yang ada di dalam tas nya.
"Sialan mereka buat ulah lagi" gumam Shuhua.
"Guru mana sih? Kok sepi gini padahal ini ada keributan" risih Ryujin.
Suara sorak porai seluruh siswa seakan membuat hal itu sebagai tontonan atau lelucon belaka. Tidak dengan Niko yang tengah mengepalkan tangan nya geram, dia tidak suka dengan keadaan yang menegangkan ini.
"***-"
Brakkk!
Tubuh Niko terhempas ke belakang di saat Taeyong tidak sengaja menghajarnya, padahal niat dia untuk kembali memukul anak berkacamata itu, tapi kedatangan Niko yang tiba-tiba membuat Taeyong hilang kendali.
"NIKO!" seru Jaehyun dengan rasa terkejutnya melihat keadaan Niko yang sama dengan lelaki yang sudah di pukul habis-habisan olehnya dan teman-teman nya.
"LO APAIN CEWE GUA *******?!" sarkas Jaehyun, mencengkram kerah Taeyong. Dua obsidian hitamnya menatap ke arah mata Taeyong dengan sangat tajam.
"MAKSUD LO APA HAH? LO GAK LIAT TADI CEWE CUPU ITU DATENG TIBA-TIBA?!" bentak Taeyong, mendorong kasar tubuh Jaehyun.
__ADS_1
"GAK SEHARUSNYA LO MUKUL CEWE GW ANJ*NG" sungutnya tidak terima.
Gadis yang tadi tengah tersungkur itu kini mengusap rahangnya yang sangat sakit, sudah di pastikan ada luka lembam di sana. Dia tidak akan tau lagi ekspresi ibu nya ketika melihat kondisi Niko yang lembam seperti ini.
Di lihatnya sosok laki-laki yang tengah mencari kacamata nya itu, Niko dengan cepat mengambil kacamata miliknya dan memberikan kepada laki-laki itu. "Ini punya lo kan?" serunya.
"I-iya kak"
"Kayaknya lo sama gw seumuran deh, panggil gw Niko. Lo gapapa?" tanyanya. Lelaki itu menggeleng pelan.
Di lihatnya Jung Jaehyun yang tengah beradu mulut dengan Taeyong, dan dua teman lain nya berusaha menghentikan mereka berdua. Niko berdiri, menghampiri ke arah mereka berempat —Jaehyun, Taeyong, Yuta dan Winwin—
"Nik lo-"
"Ngapain sih kalian nyari masalah mulu? Gak puas sama yang lalu-lalu? Gak puas apa diem sehari tanpa nyari masalah?!" sulutnya sangat emosi, melempar tatapan tajam ke arah siapapun yang menatapnya.
Jaehyun melihat luka lembam yang kian membiru di pipi gadisnya membuatnya sangat merasa bersalah. Ahh sudah lah
"Ikut gw" ucap Jaehyun, menarik tangan Niko.
"JANGAN LO SENTUH GW!" bentak Niko sangat nyaring.
Suasana semakin tidak terkendali, semakin banyak siswa siswi yang berkerumun ke arah mereka. "Nik gw bisa jelasin"
Dengan cepat ia menepis tangan Jaehyun yang memegangnya, berjalan ke arah tas lelaki tadi dan memasukan asal semua barang yang tadi telah di keluarkan oleh Winwin. Niko melempar tatapan tajam ke arah Jaehyun yang masih mematung.
"Lo gapapa? Gw bawa ke uks ya?" serunya, membantu lelaki itu berdiri dan membawa tas milik lelaki itu, lantas mereka berdua menjauh dari kerumunan tadi.
Ryujin dan Shuhua juga ikut pergi mengikuti kepergian Niko menuju Ruang UKS.
Jangan lupakan Jaehyun yang kini tengah mengumpat kesal bahkan emosinya sudah hilang kendali, dia berjalan meninggalkan kerumunan tersebut entah kemana, sudah di pastikan dia tidak akan masuk kelas.
Di sisi lain Niko dan kedua teman nya tengah mengobati luka lembam lelaki tadi. Oh iya namanya Lee Jeno. Dia adalah murid baru di kelas sebelah, makannya itu dia jadi pusat bullying kakel ******** tadi.
Niko juga mengobati luka di pipinya, perih. Dan lagi, hari ini ibu nya akan pulang setelah pergi ke rumah nenek nya. Bisa kena omelan ibu Taeyeon deh.
"Nik lo gapapa? Sakit gak?" tanya Shuhua.
"Gw gapapa, eh lo udah gapapa Jen?" tanya Niko.
"Gapapa, makasih ya udah bantuin gw tadi, dan udah bantu ngobatin gw" serunya begitu ramah dengan senyuman yang menampakan eye smile di matanya.
"Yoi" seru mereka bertiga.
Tak lama setelah itu pintu UKS terbuka, menampakan sosok Jaehyun yang mulai masuk ke dalam ruangan. Niko masih enggan untuk melihat lelaki itu dia sangat kesal entah kenapa.
__ADS_1
"Nik"
"Eh gw cabut duluan ya, cape" seru Niko kepada mereka yang berada di sana lantas pergi keluar dari ruangan itu.
Jaehyun mendecak kesal dengan cepat dia kembali mengikuti langkah Niko. Gadis bersurai coklat itu berjalan ke arah atap sekolah, dia yakin dan sangat yakin bahwa laki-laki bernama Jung Jaehyun itu akan mengikuti kepergian nya.
"Nik gw bisa jelasin, jangan ngehindar bisa?" serunya ketika mereka berada di atap sekolah.
Hening tercipta, suara kicauan burung di siang ini terdengar begitu ramai. Niko menghela napasnya. "Mau jelasin apa lagi sih?"
"Hm gw gak bermaksud"
"Gw gak suka sama cowo kasar" tekan nya.
"Gw bisa jelasin nik"
"Gw gak mau denger penjelasan lo, lo liat luka di muka gw hah? Sakit" pekik Niko, menunjuk ke arah plester yang terdapat di pipinya. "Dan lo gak mikir apa, rasa sakit cowo tadi? Yang lo tendang yang kalian pukul bahkan kalian hina. Sakit Jung, sakit!"
"Maafin gw nik, please"
"Ngapain lo minta maaf sama gw? Minta maaf sama Jeno, bukan sama gw" bentak Niko.
Jaehyun yang balik kesal karena Niko malah membela terus-terusan cowo yang bernama Jeno itu membuatnya merasa sangat kesal. "Jeno siapa lo sih? Lo suka sama dia hah?!" bentaknya yang membuat Niko sedikit tersentak.
"APASIH? KOK MALAH MUTAR BALIKIN FAKTA?" sarkas Niko. "Gw cuman ngebela Jeno! Apa untungnya sih lo nindas orang lemah? Bilang ke gw! Ada untung nya gak?!!" bentak Niko.
Jaehyun menarik tangan Niko, mendekap tubuh kecil yang kini tengah gemetar hebat itu di dalam pelukan nya. Jaehyun menahan pemberontakan gadisnya, menenggelamkan wajahnya di bahu Niko.
"Maaf" gumamnya dengan suara yang kian memelan, dan samar.
"Jangan lakuin itu lagi Jung, lo baik, lo cowo baik, lo gak boleh ngelakuin itu lagi" isak Niko, sudah di pastikan kini ia telah menangis di dalam dekapan Jung Jaehyun.
Jaehyun semakin mempererat pelukannya, di usapnya punggung kecil milik Niko yang sangat pas dalam pelukannya. "Gw gak bakal ngelakuin itu lagi nik, gw janji" gumamnya.
Niko mengangguk pelan, melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Jaehyun dengan mata berair miliknya. "Promise?"
Di tangkupnya kedua pipi Niko, lantas ia mengangguk pelan. "Promise" ucapnya.
TBC.
.
.
.
__ADS_1