
————
"Pangeran atau pahlawan?" — Son Niko
————
"Sekarang giliran siapa nih?" seru laki-laki bersurai hitam pekat itu kepada empat teman nya.
"Giliran si Ryujin nih" seru laki-laki yang tengah meminum air mineral itu.
"Oke giliran gw, gw pilih truth" ujar Ryujin.
"Punya berapa mantan?" tanya Kun, lelaki yang tadi sedang minum.
"Dua" jawab Ryujin.
"Hal memalukan yang selalu lu inget sampai sekarang?" - Jungkook.
"Jatuh di tangga pas ujan gede terus di ketawain kakak Osis" - Ryujin.
"Patah hati ragara apa?" - Shuhua.
"Gak di kasih duit" - Ryujin.
"Alah boding itu masa gak di kasih duit" seru Niko.
"Beneran ye bambank" dengus Ryujin.
"Pernah ciuman gak?" - Kun.
"Gak lah anjim" sungut Ryujin.
"Oke gw terakhir, gw cantik kan? Harus iya kalo gak berarti lo fans gw" ucapnya.
Ryujin merotasikan bola matanya jengah begitupun dengan keempat anak lain nya. Sebenarnya mereka berlima tengah duduk di sisi lapangan, sehabis olahraga berlangsung mereka memutuskan untuk bermain truth or dare terlebih dahulu sebelum mengganti pakaiannya.
"Iyain kasian" seru mereka berempet.
Gadis bersurai coklat itu malah nyengir tanpa dosa, dia tak sadar bahwa keempat teman nya hanya mengiyakan karena terpaksa.
"Giliran lo ya kan?" tanya Shuhua kepada Niko.
Gadis itu mengangguk. "Gw pilih dare" ucapnya.
"MANTAP NIH!" seru Kun paling antusias.
"Mantap kenapa njer" kesal Niko.
"Teriak kalau gw cantik selama tiga kali, di tengah lapangan" ujar Ryujin.
"Dih?"
"Ayo"
"Iye iye bentar" gadis itu dengan terpaksa harus berdiri dan berjalan ke arah lapangan, banyak siswa siswi yang keluar kelas karena sudah mulai memasuki jam istirahat.
Oke Niko kuatkan nyali mu hilangkan urat malu mu. "SHIN RYUJIN LO CANTIK, CANTIK, CANTIK BANGET!" teriaknya yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.
******.
Gadis itu dengan cepat kembali ke kumpulan teman-teman nya. "Apa lagi nih?"
__ADS_1
"Bantuin gw buang ini dong" cengir Kun sambil menunjukan botol kosong di tangan nya. Niko mencibir kesal lantas membuang botol itu.
"Gw mau lo nyanyi balonku ada lima di tengah lapangan" seru Shuhua.
"Anjerrr"
"No protes" final gadis berdarah China itu.
"Hemm meresahkan" dumelnya lantas kembali berjalan ke arah tengah lapangan.
"Misi gw mau nyanyi" serunya agak sedikit berteriak.
Di ujung koridor sana terlihat empat anak unggulan geng Hyperion, Jaehyun, Taeyong si ketua, Winwin dan juga Yuta.
"Balon ku ada lima dor! Rupa rupa warna nya, merah kuning kelabu, hijau muda dan biru, meletus balon hijau dar! Hatiku sangat kacau, balon ku tinggal empat, ku pegang erat-erat" anak gadis itu mulai menyanyi tanpa rasa malu.
Jaehyun yang melihat di kejauhan hanya bisa terdiam dan melihatnya dari sana. Sedangkan sedari tadi Taeyong dan ketiga teman nya malah menertawakan gadis itu.
Niko berbalik ke kumpulan teman-teman nya lagi. "Perintah terakhir apaan?" tanyanya.
"Jedor cowo" singkat Jungkook.
"HAH? APA LO BILANG?"
"bagus tuh! Jedor jedor!" seru ketiga teman lain nya.
"Wah sialan" ketus Niko. "Siapa yang harus gw jedor?"
Ryujin memalingkan pandangan nya ke arah Jung Jaehyun. "Jaehyun anak geng Hyperion" ujar Ryujin.
Gadis itu memutar tubuhnya dan melihat ke arah sosok Jaehyun yang kini tengah menatapnya. "Jaehyun?" pastinya.
"Iyap!" seru Ryujin.
"Kagak"
"Buru sana" perintah Jungkook.
"Liat aja lu kook, kalo ada apa-apa lo tanggung jawab" ancam Niko kemudian pergi kembali ke arah tengah lapangan.
Niko yang sebelum nya terfokus ke arah Jaehyun, sudut matanya menemukan sosok Kim Doyoung yang tengah tersenyum kepadanya.
Gadis itu balas tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Doyoung.
"Lah napa tuh anak?" tanya Kun yang berada di sisi lapangan.
"Au tuh" sahut Jungkook sama heran nya.
"Wah mantap, si Niko cari gara-gara nih" gumam Shuhua.
"Gara-gara apaan?" kepo Ryujin.
"Lo liat deh itu si Jaehyun kok horror banget liat ke arah si Niko? Kan biasanya dia cuek bae, dan lo liat si ketos itu, mukanya malah senyum ceria" jelas Shuhua.
Kun mengerutkan keningnya. "Maksud lo si Niko kejebak cinta segi tiga?" tebaknya asal.
Shuhua menepuk kedua tangan nya. "iyap bener banget"
"Wah" seru mereka bertiga -Kun, Jungkook dan Ryujin- berwah secara bersamaan.
Kim Doyoung, laki-laki yang memakai almet hitam itu berjalan ke arah Niko dengan senyuman khas nya.
__ADS_1
"Dah lah ayo cabut" seru Taeyong memerintah.
"Yo" sahut Winwin dan Yuta.
"Lo pada duluan aja" ucap Jaehyun.
"Lo mau ngapain?" tanya Taeyong.
"Bukan urusan lo" dengus Jaehyun kemudian pergi meninggalkan ketiga teman nya dan berjalan menghampiri Niko.
Pandangan si gadis yang awalnya terus tersenyum ke arah Kim Doyoung kini tengah menyadari kehadiran Jung Jaehyun yang juga tak jauh darinya.
Sosok Jaehyun yang berada di sisi kiri dan Doyoung yang di sisi kanan, jarak antara mereka hanya sebatas satu meter seperti segi tiga sama sisi.
"Nahkan apa kata gw" gumam Shuhua.
"Wah gawat" celah Jungkook.
"Kak Doy, Jaehyun" gumam gadis itu menatap bergiliran ke arah dua laki-laki di depan nya.
Semua siswi mendadak berhenti ketika melihat laki-laki most wanted berada di tengah lapangan bersama gadis yang bernama Son Niko itu. Sekumpulan Lisa dkk juga melihat hal itu.
"Niko, ngantin bareng kak Doy yo?" seru Kim Doyoung sangat antusias.
Jaehyun melempar tatapan tajam ke arah Doyoung. "Cewe cupu ini bakalan ngantin bareng gw" tukasnya.
Gadis itu hanya bisa terdiam dengan alis yang bertaut, bisa-bisanya Jaehyun menentukan semua itu padahal dia juga belum memilih siapapun disana.
"Dia punya nama, Niko. Bukan cewe cupu seperti yang lo maksud" tegas Kim Doyoung membela Niko.
"Wah perang nih" gumam Ryujin di kejauhan.
"Apa hak lo ngatur-ngatur gw hm? Serah gw mau manggil dia apa juga. Dia milik gw" tekan Jaehyun di akhir kalimat.
Suasana lapangan olahraga tiba-tiba menjadi ramai dan mereka bertiga menjadi salah satu pusat tontonan para murid. Niko yang posisinya berada di tengah antara para laki-laki most wanted ini hanya bisa terdiam.
"Dih apaan sih si Jaehyun?" sarkas Lisa di kejauhan. "Berani-berani nya tuh cewe cupu sialan" pekiknya.
"Emang nya Niko siapa nya lo?" sarkas Doyoung.
"Dia punya gw" tukas Jaehyun.
Niko yang semakin di buat pusing antara kedua lelaki bertubuh bongsor ini, lantas dia berteriak. "DIEM BISA GAK SIH?!" teriaknya yang langsung membuat kedua laki-laki itu menatap ke arah nya.
"Kak Doy, maaf aku gak laper buat makan di kantin sama kak Doy" ucapnya. Jaehyun yang mendengar itu terlihat tersenyum miring.
"Dan lo, Jung Jaehyun." panggil Niko, selalu saja berbeda ketika berhadapan dengan Doyoung dan dirinya. Menyebalkan.
"Lo mau jadi pacar gw?" katanya begitu to the point.
Semua orang yang melihatnya begitu terkejut bukan main. Keempat teman nya pun juga sama seperti itu, mereka tidak percaya kalau Niko mempunyai nyali sebesar ini.
Gadis itu lantas berbalik. "WOI JUKI DARE GW UDAH KAN?" teriak nya tak tahu malu. Padahal baru saja dia meminta seseorang untuk menjadi pacarnya dan dia dengan tanpa dosa malah langsung menyebut itu semua dare.
Jaehyun mengepalkan tangan nya kesal. "GAK ADA DARE, MULAI HARI INI GW SAMA CEWE CUPU DI HADAPAN GW, RESMI PACARAN" Teriaknya.
"WHAT'S?!"
TBC.
.
__ADS_1
.
.