
"Pada akhirnya dugaan tak pernah menjadi sebuah kenyataan. Sifat seseorang memang cepat sekali berubah sampai orang lain pun tak dapat menebak semuanya." - Son Niko.
----
Dia, laki-laki itu sedari tadi menemani Niko di rumahnya, yah siapa lagi kalau bukan Jung Jaehyun. Niko masih belum tidur begitupun dengan Jaehyun.
Niko telah berkali-kali menyuruhnya untuk pulang tapi lelaki asing itu menolaknya mentah-mentah dengan alasan harus memastikan dia baik-baik saja.
Niko sebenarnya telah mengenal Jaehyun sejak mereka smp, hanya saja tidak sedekat teman seperti biasa. Mereka hanya bertemu dan menatap satu sama lain, mengetahui nama namun tidak saling kenal. Itu saja.
"Lo masih sakit?" ujarnya yang mulai membuka pembicaraan sejak tadi terciptanya keheningan.
Niko menghela napas panjang kemudian di susul dengan gelengan kecil. "Nggak"
"Ga usah bohong" tekan nya.
"Hm"
"Maafin gw"
"Iya"
"Yang ikhlas" tekan nya lagi.
Niko merotasikan bola matanya. "Iya Jung Jaehyun" jengahnya.
"Ga laper?"
Niko menggeleng. "Ouh" gumam Jaehyun.
Tak berapa lama suara riuh perut Niko terdengar membuat Jaehyun ingin tertawa di tempat tapi ia masih bisa mengontrol ekspresinya dan tetap datar. "Oh ga laper" ejeknya secara terang-terangan.
Niko menunduk malu. "Dah ah sana pulang"
"Kok ngusir terus?"
"Ya aku gak mau kamu di sini" ucapan Niko seketika membuatnya terdiam begitupun Jaehyun yang mendengarnya.
"M-maksud gw, g-gw gak mau lo di sini" ucapnya terbata.
Jaehyun mendengus kesal. "Gw yang mau, jadi diem. Gw mau beli sesuatu dulu di luar, lo jangan kemana-mana" katanya penuh ancaman.
Niko mendecih. "Iya iya"
Entah sejak kapan keduanya bisa akrab secepat ini, hanya waktu yang membuat mereka seperti ini dan tentu nya kejadian tadi.
Niko gadis bersurai pendek itu terdiam menatapi kepergian Jaehyun dari rumahnya. Dia tidak menyangka anak brandal itu bisa berbuat hal yang di luar pola pikirnya, bisa-bisa nya Jaehyun menggendong dirinya tanpa seijin nya.
Dan ia masih tidak percaya kalau Jaehyun menentang teman-teman brandalnya. Di lihatnya plester yang menempel di kaki nya, ia meringis sakit ketika mengingat kejadian tadi.
Bagaimana kondisi Shuhua dan Ryujin? Apa mereka baik-baik saja?
__ADS_1
Ah, dia tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu tadi. Kondisi dia sangat tidak memungkinkan. Dan sekarang, dia terjebak dengan seorang laki-laki dari komplotan geng bedebah itu.
Tak berangsur lama Jaehyun kembali dengan bungkus plastik yang ia bawa di tangan nya. Yah dia membeli roti gandum dan kornet di mini market ujung jalan yang berada tak jauh dari rumah Niko.
Jaehyun yang tak bersuara lebih memilih untuk langsung membuka bungkus roti dan kornet cup itu, lantas menyodorkannya ke arah Niko.
"Huh?"
"Makan" ucap Jaehyun jengah karena gadis yang bernama Son Niko itu sangat tidak peka.
"Gw bisa sendir-"
"Makan atau gw buang semuanya?" ancam Jaehyun.
"Ihh iya iya" dengan cepat ia memakan suapan roti gandum itu dari tangan Jaehyun dan mulai memakan nya.
Jaehyun mengulas senyum samar sampai tidak bisa di pastikan dia sedang tersenyum atau tidak. Jaehyun kembali menyuapi Niko dengan tangan kekarnya.
Setelah niko menghabiskan beberapa suapan, ia mengambil alih roti gandum di tangan Jaehyun.
"Lo juga harus makan" serunya lantas menyuapi Jaehyun.
Jaehyun yang masih terdiam tanpa menyambut suapan dari Niko membuat gadis itu menatapnya tajam. "Makan atau gw berhenti makan?"
Dengan cepat Jaehyun memakan roti gandum dari tangan gadis di depan nya. Sialan bisa-bisa nya dia patuh akan ancaman gadis kecil seperti ini.
Setelah mereka selesai makan dengan cara saling suap menyuap, akhirnya Niko memutuskan untuk pergi ke kamar dan tertidur. Tidak. Ia hanya berpura-pura tidur.
"Hah..." napas Niko terengah, terlentang sambil menatap ke arah langit-langit kamar, dia terus bergumam.
Sedangkan di sisi lain Jaehyun memeriksa ponselnya yang penuh dengan panggilan dan pesan masuk dari semua apk di perangkat ponselnya.
Terlebih lagi, Lisa. Gadis itu mengancamnya dan menelponnya puluhan kali. Yah Lisa, gadis thailand itu adalah gadis yang orang tuanya jodohkan dengan Jaehyun. Sialan.
Belum saja Jaehyun menyetujui itu semua, orang tua mereka malah sepakat kalau lulus nanti mereka akan segera bertunangan.
Di kepalkan nya kedua tangan kekar itu, dia mematikan ponselnya masa bodoh dengan ancaman atau umpatan dari anggota geng Hyperion lain nya. Lagi pula, kelakuan para gadis itu tidak benar.
Mengintimidasi sampai-sampai membuat gadis nya terluka itu bukan lah hal yang wajar kawan. Jaehyun mengusak wajahnya frustasi, di tatapnya pintu kamar yang terlihat dari arah anak tangga, yah kamar Niko.
Jangan salahkan Jaehyun yang sudah menyukai gadis itu dari lama, hanya saja ia malu untuk mengungkapkan hal itu pada Niko.
Mana mungkin tiba-tiba Jaehyun menyatakan cinta kepada gadis yang sama sekali belum mengenalnya. Bedebah Jung Jaehyun, kenapa ia harus memikirkan hal gila seperti itu.
Dan lagi... Belum tentu gadis kecil itu menyukainya.
Sebentar kenapa Jaehyun jadi memikirkan tentang gadis kecil lemah itu? Kurang kerjaan saja.
...❖❏❖❏❖...
Niko dengan seluruh tenaga nya memutuskan untuk turun ke bawah, memastikan bahwa laki-laki brandal itu telah pergi dari rumahnya.
Sampai pada anak tangga terakhir, Niko menangkap sosok Jaehyun yang sedang tertidur di sofa rumahnya. Tak habis pikir ia dengan lelaki yang bermarga Jung itu.
__ADS_1
"Gak sakit apa tidur sambil duduk" cibir Niko, berjalan menghampiri Jaehyun yang tengah tertidur.
Ia berjalan semakin mendekat, menepuk bahu laki-laki bermarga Jung itu. "Bangun heh"
Niko berdeham, lelaki itu masih nyenyak tertidur. "Jaehyun... Bangun" parau Niko yang juga masih mengantuk.
Jaehyun bergumam lantas membuka matanya dan melihat ke arah Niko yang berdiri di hadapan nya dengan kedua tangan yang mendarat di kedua bahu nya.
Pandangan mereka bertemu, suasana menjadi membeku dan kaku. Dengan cepat Niko berdiri tegap dan mundur beberapa langkah dari Jaehyun. "S-sorry"
"Hmm, iya gapapa"
Keadaan menjadi canggung entah kenapa. Jaehyun mengucek matanya khas orang bangun tidur, di tatapnya Niko yang hanya menunduk malu. "Kenapa?"
"Hah? Gw gapapa" jawab Niko. "Ngapain sih lo masih di sini? Pulang sana, nanti ketauan nyokap gw gimana? Lagian gw juga mau ke sekolah" jelas Niko panjang lebar.
Jaehyun bergumam malas kemudian berdiri membuat gadis yang lebih pendek darinya itu mundur beberapa langkah lagi ke belakang. "Lo lupa? Ini hari minggu" cetusnya kesal.
Niko yang mendengar perkataan dari Jaehyun membulatkan matanya, dan langsung berjalan ke arah nakas yang berada di ruang tamu, menatap ke arah kalender yang tersedia di sana. Gadis itu menggigit bibirnya bisa-bisanya dia lupa kalau ini hari minggu.
Sedangkan Jaehyun yang menatap kebodohan gadis itu. Tapi terlihat sangat lucu. Ehem, catat Lucu.
"Ehe" cengir gadis itu kikuk.
Jaehyun merotasikan bola matanya heran. "Kamar mandi dimana?"
"Hah?"
"Kamar mandi dimana?" ulang Jaehyun.
"Di deket dapur" jawab Niko.
"Oke"
"Lo mau ngapain?" seru Niko menahan langkah Jaehyun.
"Numpang mandi"
"Hah?"
"Numpang mandi, jelas?" ulangnya penuh penekanan.
Niko mengerjap berkali-kali sambil menatap kepergian Jaehyun yang pergi ke arah dapur, lebih tepatnya ke arah kamar mandi.
"Sejak kapan anak geng kek dia numpang mandi rumah orang?" gumam Niko.
TBC.
.
.
.
__ADS_1