»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.04


__ADS_3

————


"Setiap hari, setiap saat tuhan memang selalu menciptakan sebuah kejutan yang tidak bisa orang lain tebak." — Son Niko.


————


Gadis itu terdiam semenjak kepergian laki-laki yang bernama Jung Jaehyun itu dari rumahnya. Bedebah, kenapa ia harus cape-cape mengkhawatirkan laki-laki brandal itu? Heol, kurang kerjaan sekali dia.


Di tatapnya jam dindin yang berukuran besar di ruang tamu rumah keluarga Son itu, Niko membaringkan tubuhnya di sofa. Meremat ujung bajunya sesekali.


Kenapa dia segelisah ini semenjak kepergian Jung Jaehyun dari rumahnya? Aih.


Tak berapa lama kemudian nada dering ponselnya membuat dirinya harus bangkit dan meraih benda tipis itu yang berada di meja.


"Nomor gak di kenal?" serunya dengan alis berkerut.


Terlalu lelah dia berpikir untuk menebak siapa orang di balik nomor tak di kenal itu, sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat panggilan masuk dari Line itu.


"Halo?" sapa Niko.


Gadis itu ternganga, menutupi mulutnya dengan tangan kirinya. "K-kak Doyoung?" serunya terkejut setengah mati.


Pasalnya sejak kapan laki-laki yang ia temui di depan gerbang itu mempunyai id line nya dan bahkan dia juga mempunyai nomor telpon Niko.


"Kak Doy mau ngajak ketemuan dimana?" tanya Niko masih tampak terkejut.


"Oh oke, nanti sore aku temuin kakak di sana" sepakat nya akan ajakan laki-laki bernama Kim Doyoung itu.


Sambungan telpon sudah terputus. Niko yang masih tak percaya akan hal ini hanya bisa ternganga dan menatap kosong kedepan sampai pada akhirnya.


"GILA! INI GILA!! KAK DOY MAU NGAJAK GW KETEMUAN?? DI SUNGAI HAN??? GILAAA" teriaknya yang menggema seluruh isi ruangan rumah yang kosong itu.


"HUWAAA KAK DOYYYYYY" teriaknya sangat antusias.


Oke bukan hal lain yang gila, dia sendiri yang gila berteriak-teriak di rumah yang hanya berisi dirinya saja.


Gadis itu dengan sangat antusias pergi ke kamarnya, dia tidak lagi memperdulikan kakinya yang masih terasa sakit, atau bahkan sebut saja kakinya sudah tidak merasakan sakit lagi.


Dengan perasaan sangat senang dan penuh antusias, Niko memilih banyak baju yang akan ia gunakan untuk pergi bersama lelaki KETOS itu.


Mengingat jabatan lelaki itu di sekolah Niko kembali mengukir senyumnya. "Ketos ya..." kekeh nya tanpa sebab. Dia benar-benar sudah gila karena ajakan ini.


...❖❏❖❏❖...


Brakkk!

__ADS_1


Meja markas geng Hyperion di gebrak sangat keras oleh gadis berdarah Thailand itu. Sedari tadi dia hanya mengumpat dan berteriak seperti gadis gila yang membuat rusuh keadaan markas.


"LO LO PADA GAK BISA HUBUNGIN JAEHYUN APA??!!" sarkasnya menunjuk ke arah jajaran lelaki yang asli anggota geng Hyperion.


"LO BISA GAK SIH JANGAN BUAT KACAU MARKAS GUA?!" bentak Taeyong tak kalah sarkas.


"APA LO HAH? BERANI NGEBENTAK GUA?! INGET LO LO PADA MASIH BISA SEKOLAH KARENA BOKAP GUA!" bentaknya lagi dengan matanya yang menukik tajam ke arah Taeyong.


Oke, jangan salah mengira kalau gadis berdarah Thailand adalah anak seorang dewan yang sangat berpengaruh di Seoul, jadi jangan salahkan dia jika gadis itu sok berkuasa.


Dan hubungan nya dengan anggota Hyperion, anak-anak brandal itu nyaris saja di keluarkan dari sekolah jika bukan ayah Lisa yang mencegahnya.


"yah oke jadi mau lu apa hm? Jangan buat markas ini berantakan juga" sarkas Taeyong.


"Gw mau Jaehyun. Lo pada tau kan dia dimana??"


"Tuh Jaehyun" sahut Winwin dengan enteng dan menunjuk seseorang yang baru saja datang dengan dagunya.


"Ada apa?" tanya nya datar.


"JAEHYUN! LO KEMANA AJA HAH? GW SEHARIAN NYARIIN LO, LO SAMA CEWE CUPU ITU HAH?!" tuduh Lisa dengan nada tak bisa terkontrol nya.


Jaehyun merotasikan bola matanya jengah. "Brisik, lagian lo ngapain di sini hm? Gak ada urusan nya sama mereka. Mending lo pergi" ucap Jaehyun yang tak mau kalau masalah kemarin di perpanjang.


"Urusan pribadi gosah di bawa ke markas *******" kesal Taeyong sedari tadi.


"Jae bawa noh cewe lo, berisik banget anjim" sahut Winwin sependapat dengan Taeyong.


"Lagian lo juga Lis, kenapa lo harus cemburu sama cewe cupu kek dia? Lo kan punya segalanya ngapain harus marah, lagian Jae juga belum tentu suka sama tuh cewe kan?" ujar Yuta yang sedari tadi menyimak kini angkat berbicara.


"Diem lo pada!" sarkas Lisa dengan tatapan tajam nya.


Jaehyun yang tak habis pikir dengan kelakuan teman-teman nya hanya bisa melengos pergi dari sana tanpa mendengarkan umpatan dan sumpah serapah yang Lisa lontarkan padanya.


Sebelum Lisa menghampirinya, Jaehyun dengan cepat mengendarai motor moge nya dan melaju meninggalkan markas Hyperion yang terletak tak jauh dari rumah Yuta.


"SIALAN JUNG JAEHYUN!" umpat Lisa.


...❖❏❖❏❖...


Doyoung yang baru saja menemui Niko di dekat sungai Han, merasa sangat kagum. Tidak bukan karena keindahan sungai Han, melainkan karena pesona Son Niko yang memakai baju informal ketika di luar sekolah.


Sangat menggemaskan seperti ia sedang berjalan dengan anak kecil atau bahkan seperti seorang adik kakak.


"Kak? Kakak?" Niko melambai-lambaikan tangan nya berkali-kali ke arah Kim Doyoung, memastikan bahwa lelaki yang jauh lebih tinggi darinya itu baik-baik saja.

__ADS_1


"Kak? Kak Doy gapapa?" tanya Niko lagi.


Doyoung masih menatap lamat-lamat gadis kecil di hadapan nya kemudian tersadar ketika Niko mencubit pipi kanannya.


"Eh m-maaf Nik, saya gak fokus" ujarnya terbata.


Niko mengangguk paham. "Kak Doy ganteng ya" ucap gadis itu tanpa dosa karena telah membuat Kim Doyoung menjadi malu di tempat.


"Kenapa emangnya?" tanya lelaki itu.


Niko menggeleng cepat. "Gak tau, kakak ganteng intinya" ucapnya sembari terkekeh.


Doyoung yang di buat salah tingkah oleh perkataan gadis di depan nya hanya bisa tersenyum sambil mengusap surai coklat nan pendek milik Niko. Tidak begitu pendek, kurang lebih sebahu.


"Mau jajan atau beli makanan?" tanya Doyoung.


Gadis itu terlihat berpikir. "Boleh!"


Jangan salahkan kalau Doyoung benar-benar ingin mengarungi gadis bernama Son Niko ini. Dia sangat menggemaskan di mata Doyoung, apalagi style baju dress pinky pastel yang di pakai gadis itu, menambah kesan soft dan mungil di tubuhnya.


Mereka berdua, -Niko dan Doyoung- menghabiskan waktu bersama, bahkan keduanya sudah seperti saling kenal dengan baik.


Doyoung yang menjahili Niko, dan Niko yang marah akan candaan dan tingkah usil Doyoung membuat kesan sungai Han yang tak terlalu ada banyak orang itu kian menghangat karena tawa dan suara ocehan gadis kecil yang kini berada di samping Doyoung dengan mulut yang penuh dengan chiki dan jajanan jalanan.


Seseorang yang berada di kejauhan terlihat mengepalkan tangan nya ketika melihat dua orang yang sedang tertawa renyah di tepi sungai Han. Dia, Jung Jaehyun.


Di perjalan dia tidak sengaja mendapati sosok Niko yang tengah di bonceng oleh Kim Doyoung, rival nya semenjak SMA.


"Sialan kenapa mereka bisa berduaan di sini" kesalnya dengan gigi yang sedikit di gertakan.


Tak ingin membuang waktu untuk menyaksikan basi di penglihatan nya akhirnya Jaehyun memutuskan untuk pergi dari sungai Han.


Kenapa rasanya ia sangat kesal dan sedikit marah ketika Doyoung berada di sisi Niko? Tidak mungkin kan kalau kali ini dia sedang cemburu?


Cemburu kepada gadis kecil dengan sejuta kebodohan nya itu? Tidak mungkin.


Hei Jung Jaehyun, ingat dia itu menggemaskan di mata Kim Doyoung bahkan sangat. Tapi tidak di matamu jika ego mu lebih besar daripada perasaan mu yang selalu tertutupi oleh keangkuhan itu.


TBC.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2