»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.22


__ADS_3

Son Niko masih terbaring di bangsal UKS, namun kini ia sudah tersadar. Ryujin, dan Shuhua yang menjaganya sedari tadi. Karena Lee Taeyong memutuskan untuk kembali ke kelas dan akan menjenguk Niko saat istirahat nanti.


"Kok lo bisa sih ke kurung di kamar mandi? Gimana ceritanya?" tanya Shuhua.


Gadis itu malah nyengir kuda. "Keknya gw salah masuk kamar mandi ehe, gara-gara kebelet jadi gw masuk kamar mandi yang rusak" kekehnya, tentu saja itu semua bohong.


Ryujin menatap ke arah Shuhua. "Masa sih? Terus kenapa baju lo bisa basah?" tanya Ryujin.


"Ada kran bocor" gumam Niko memelan. "Udah ah ngapain gw disini sih? Bau obat. Gw mau ke kelas aja" rengeknya sedari tadi.


Pintu UKS terbuka, menampakkan sosok Jung Jaehyun yang berjalan dengan langkah tegasnya. "Gw mau bicara sama Niko, kalian keluar aja" ucapnya.


Mereka bertiga saling menatap kemudian Niko mengangguk kecil. "Gapapa, keluar aja" ucap Niko, mau tak mau mereka berdua menurut dan pergi keluar. Menutup pintu UKS dengan hati-hati.


Jaehyun mencondongkan tubuhnya, menempelkan tangan kirinya ke kening Son Niko. "Kenapa bisa ke kurung di kamar mandi?" ujarnya, menatap datar ke arah Son Niko.


"Salah masuk toilet, tadi buru-buru jadi gak liat poster peringatan toilet rusak" jawabnya.


"Oh, oke"


Gadis itu terdiam, bangun dari tidurnya dan mengambil posisi duduk dengan kaki yang ia lipatkan menyila. "Lisa" ujar gadis itu.


Jaehyun mengerutkan alisnya. "Kenapa lisa?"


"Lisa yang nyiram gw, dan dia yang nyembunyiin poster peringatan itu" jelas Niko berkata jujur kepada Jung Jaehyun dan memilih untuk berhohong kepada teman-teman nya.


"Oh, yaudah. Gw ke kelas dulu" ujarnya singkat lantas pergi meninggalkan Niko yang menatapnya lamat-lamat.


Apa katanya? Yaudah? Apa Jaehyun sudah melupakan nya begitu saja? Apa lelaki itu tidak peduli tentang itu semua? Oke Son Niko, singkirkan pikiran itu semua. Dirimu lah yang membuatnya menjadi seperti ini karena mengambil keputusan break untuk sementara waktu.


Pintu UKS kembali terbuka, menampakkan sosok Lee Taeyong yang datang dengan roti dan botol air mineral di tangan nya.


Niko menyeka air matanya yang lolos menetes, menatap tajam ke arah Lee Taeyong. "Ngapain lo kesini? Sono ke kelas. Mana Ryujin sama Shuhua?" tanyanya sedikit menggertak.


Taeyong mengambil kursi yang ada, mendekatkan nya ke samping bangsal yang kini tengah di tempati oleh Niko. "Mereka ke kelas, kasian dari tadi nungguin lo. Makan dulu, lo belum makan kan?"


"Gak sok peduli sama gw"


"Gw emang peduli sama lo"


Napas gadis itu tercekat, dia segera memalingkan arah pandangan nya ke arah lain.


"Gw sama sekali gak tau perasaan apa yang ada dalam diri gw terhadap lo. Yang pasti, gw mau lo tetep aman dan bahagia di samping gw. Kalo mau nangis, gw ada dan siap buat jadi tempat bersandar lo, Niko" ucap lelaki itu panjang lebar.


Gadis yang sedari tadi mendengarkan menghela napasnya lirih. Air matanya sekarang berhasil menetes begitu saja. "Kayaknya hubungan gw sama Jaehyun bakalan berakhir" gumamnya.

__ADS_1


Lelaki itu tertawa. "Miris ye jadi lu haha"


"Ihhh apaan sih! Tau ah!"


"Haha, yaudah nih makan" serunya, menyuapi Niko dengan roti isi yang tadi di bawanya. Dan hal itu langsung di sambut oleh Niko.


"Makan yang bener biar cepet gede" seru Taeyong, mengusap surai lembut miliknya.


"Hum iyaa"


"Sore nanti, ada acara?"


Gadis itu menggeleng pelan sambil mengunyah roti yang berada dalam mulutnya. "Mau ikut gw?" lanjutnya.


"Kemana?" gadis itu mendongak, kembali memakan roti dari suapan Lee Taeyong.


"Ke kuburan, gw mo masukin lo ke liang lahat" celotehnya yang langsung membuat Son Niko memukul lengannya.


"DIHHH APAAN! KOK JAHAT??"


"Kagak, b aja"


"BACOT! PERGI SONO AHH!! KESEL!"


"Kenapa lo suka sama gw? Padahal kan lo tau gw udah ada Jaehyun" ujar Niko menatap lamat-lamat ke arah Lee Taeyong.


Laki-laki itu terdiam, "kata siapa gw suka lu? Najis amat gw suka sama cewe kek lu" sarkasnya.


"NJIM! GW GAK CUPU!"


"Cupu"


"IMUT KOK"


"iya imut makannya suka"


"E-eh?"


"Suka ngejekin nya, bhaks!" tawanya pecah.


"Sialan lo LEE TAEYONG!"


...• • •...


"Ayah, soal sahabat papah yang bernama Kim Myungsoo itu, dia sebenernya siapa?" tanya Lee Taeyong kepada Lee Donghae ayahnya.

__ADS_1


Mereka tengah berada di ruang tengah rumah keluarga Lee. Rumah dengan interior putih yang berhias perak. Kalo kalian sekilas liat, bisa di lihat semacam warna silver atau abu.


Lee Donghae menyesap kopi panasnya. Tidak terasa panas karena udara di luar sangat dingin.


"Kim Myungsoo, adalah rekan kerja ayah lebih tepatnya"


"Rekan kerja doang? Terus dia dimana sekarang?"


"Kenapa kamu tiba-tiba nanya soal ini?" tanya Lee Donghae yang merasa ada sesuatu terhadap anaknya.


"Aku tau sesuatu yang sepertinya menyangkut soal kejadian pemberontakan di perusahaan Kim Crop" celoteh Taeyong, yang sangat yakin akan analisisnya.


"Sesuatu?"


"Ya, aku tau keberadaan Kim Myungsoo yang selama ini menjadi burunon negara karena telah menghabiskan sebagian besar keuangan perusahaan Kim Crop perusahaan ayahnya sendiri dan juga negara. Dia ada di Jepang lebih tepatnya di kota Nagasaki" jelasnya.


Lee Donghae tercekat bagaimana bisa anak semata wayangnya mengetahui hal sejauh ini. "Kamu yakin soal itu?"


"Aku sangat yakin. Kim Myungsoo adalah suami dari Kim Taeyeon yang mempunyai anak gadis bernama Kim Taera" tukasnya. "Dan ayah tau kan soal kabar Kim Myungsoo yang terbunuh di tengah laut?"


"Yah, ayah pernah dengar kabar soal itu, kejadian nya sudah sepuluh tahun silam" sahut sang Ayah sebari berpikir untuk mengingat semuanya.


"Ayah tau soal rekan kerja ayah yang bernama Son Dongwoon? Partner nya Kim Myungsoo yang bisa di bilang teman baiknya"


"Tentu saja ayah ingat, dia adalah pria yang paling berjasa di perusahaan Lee"


Taeyong mengangguk kecil karena Ayahnya bisa menjawab semua pertanyaan dan ucapan darinya. "Dia mati terbunuh, dan yang membunuhnya adalah Kim Myungsoo"


"Apa kamu bilang?! Kim Myungsoo yang membunuh Son Dongwoon? Bagaimana kamu tau semua masalah ini?" tanya ayahnya yang tidak mengetahui apa-apa dan agak sedikit terkejut tentang kabar ini. Antara percaya dan tidak terhadap anaknya.


"Son Dongwoon, rekan kerja yang sangat ambisius dan cerdas dalam hal memperhitungkan untung ruginya perusahaan, baik dalam bidang apapun. Penilaian analisisnya sangat di akui oleh semua orang. Tapi satu hal, dia mengetahui bahwa Kim Myungsoo memberontak perusahaan nya sendiri" Taeyong melipat tangan nya.


"Soal kebakaran rumah keluarga Son, di duga ada orang yang berada di balik kejadian itu. Dan Kim Myungsoo sebagai tersangka. Son Dongwoon dam istrinya Im Yoona meninggal akibat kejadian itu, dan ada satu orang yang selamat" ucapnya, menggantungkan kalimatnya.


"Siapa? Siapa orang yang selamat dari kejadian itu?" tanya Lee Donghae begitu antusias dan teramat kesal akan kim Myungsoo.


"Anak mereka, Son Niko"


TBC.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2