
"SIAPA YANG BERANTEM?!"
"Wah anjir!"
"Di atap ada yang berantem!"
"Kapan woe?!"
"Siapa?!"
Suara gemuruh siswa siswi yang berhamburan menuju atap sekolah. Derap langkah kaki mereka bahkan sangat mendominasi dan mampu mengalahkan suara apapun yang ada di sekitarnya.
Niko, Ryujin dan Shuhua juga mengikuti perginya mereka. Entah ini benar atau tidak yang pasti banyak siswa berkerumun memadati tangga menuju atap sekolah.
Beberapa orang yang melihat kedatangan Niko disana langsung berbisik pelan satu sama lain, membuat suasana menjadi tidak enak bagi gadis itu.
Mereka bertiga memilih untuk mengabaikan orang-orang itu, menjadikan hal tersebut untuk menerobos ke arah depan.
"Itu Lisa sama Somi kan?" seru Shuhua.
Dan benar saja, Lisa dan Somi tengah beradu argumen. Kalau ada waktu yang memungkinkan bagi salah satu dari mereka, ia akan mencakar atau bahkan menjambak rambut lawannya.
"LO BANGSAT!" umpat Somi sambil mendorong Lisa.
"LO YANG BANGSAT! DASAR CEWE MATRE! ENYAH LO!" umpat Lisa tak kalah sarkas. Menjambak rambut Jeon Somi kasar.
"LEPASIN GW! ASSHH!" ringis Jeon Somi.
Niko mengerutkan alisnya, meneguk salivanya pelan. Dia masih ingat ketika Lisa menjambaknya di jembatan Banpo Bridge Park dan di lorong tangga waktu itu. Sakitnya bukan main.
"DASAR CEWE GILA! JAEHYUN GAK SUKA SAMA LO!" pekik Somi kembali menjambak rambut Lisa.
Posisi mereka semakin berada di tepi, banyak orang yang menjerit bahkan memperingati mereka agar menjauh dari sana. Namun keduanya tak menghiraukan hal itu.
"LISA!" teriak Niko, berlari menghampiri Lalisa yang hendak mendorong Jeon Somi.
Lisa yang hendak mendorong tubuh Jeon Somi malah mendorong tubuh Son Niko yang tiba-tiba datang di hadapannya. Niko kehilangan seimbangannya dan ia tak sengaja menarik baju Somi yang ada di dekatnya.
Bugh!
"NIKO!!" teriak Jaehyun secara ketika melihat dua gadis itu terjatuh dari pembatas atap. Ia baru saja mendapat kabar bahwa Somi tengah bertengkar dengan Lalisa. Mendengar kabar itu ia langsung bergegas pergi ke atap. Dan melihat hal ini.
Jaehyun berlari menghampiri pembatas tersebut. Beruntung baginya ketika melihat dua gadis itu masih bertahan dengan berpegangan kuat ke beton atap tersebut.
__ADS_1
"J-jaehyun" Niko membulatkan matanya. Napasnya kembali terengah, dan ia merasa sesak.
"Jaehyun hiks! Bantu aku! Aku takut hiks!" isak Somi.
Jaehyun menatap keduanya. Dia bingung sekarang, antara menyelamatkan nyawa Jeon Somi kekasihnya atau Son Niko mantan kekasihnya?
Niko meneteskan air matanya, meneguk salivanya kasar. Dia panik bukan main.
Jaehyun menggeleng cepat, menarik tangan Son Niko.
"JAEHYUN!" somi berteriak ketika tangan satunya mulai terlepas dari pegangannya.
Tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk membantu keduanya atau bahkan membantu Jung Jaehyun yang tengah dilema saat ini. Jaehyun yang tadinya ingin membantu Son Niko, dia beralih untuk membantu Somi. Menarik tangan kekasihnya cepat.
Niko membulatkan matanya, kenapa hatinya mendadak sakit seperti ini? Apakah ini akhir dari kisah hidupnya?
Pandangannya mendadak buram, napasnya mulai berat.
"Pegang gw Somi!" seru Jung Jaehyun kepada Somi.
Niko masih menstabilkan napasnya yang sudah terputus-putus. Pegangannya mulai melemah. Ketika ia hendak melepaskan pegangannya ke beton atap itu, dia sudah putus asa dengan hal ini.
Drapp-!!!
"T-taeyong" ucap gadis itu sedikit terbata.
Jaehyun yang melihat kedatangan Taeyong hanya bisa diam dan membantu menyelamatkan Somi dari sana.
Tak lama setelah itu, Taeyong juga dapat menarik Niko dari sana. Ia mendekap tubuh gadis itu erat.
"Y-yong s-se-sesak" ucap gadis itu.
Taeyong yang baru saja menyadari bahwa Doyoung telah memperingatinya tentang kondisi Son Niko. Ia langsung membuka jaket denim nya, dan menutupi kepala Son Niko dengan jaketnya. Ia menarik Niko kedalam dekapannya erat.
"Tenang, stay control" gumam Taeyong, mengusap punggung Son Niko.
Jaehyun, Somi, Lisa dan semua orang yang melihat hal itu hanya bisa terdiam. Kecuali Somi yang menangis dan mengeluarkan suara isakkannya.
"S-sakit hiks" itu suara Son Niko. Bukan Somi.
Mendengar kata itu Taeyong semakin di buat cemas, dia kembali mengusap punggung Son Niko. Dan Jaehyun, dia juga ikut khawatir padanya.
Niko menepuk-nepuk dadanya yang sangat sesak. Pandangannya sudah sangat buram.
__ADS_1
"NIKO!" teriak Taeyong, reflex. Dan ia langsung menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh. Ia langsung menggendong tubuhnya secara bridal. Membawanya menjauh dari sana.
Jaehyun yang hendak mengikuti mereka tertahan dengan Jeon Somi yang memeluknya erat.
• • •
Taeyong menggenggam erat tangan Son Niko, masih menunggu gadis itu tersadar dari pingsannya. Entah apa yang terjadi sebenarnya dia tidak mengetahui masalah ini secara detail. Yang ia lihat hanya sedikit ketika Lisa hendak mendorong Somi tapi malah mendorong Niko.
"Ayo nik, sadar" gumamnya, mengusap punggung tangan Son Niko.
"Kenapa lo jadi kayak gini Nik?" tanyanya pelan, menatap ke arah gadis yang kini masih terpejam.
Pintu UKS tiba-tiba terbuka, membuat Taeyong langsung menoleh ke arah datangnya orang itu.
"Ngapain lo kesini?" tanya Lee Taeyong tak bersahabat ketika melihat sosok Jung Jaehyun.
"Gw gak ada urusan sama lo" sergahnya. Berjalan menghampiri Son Niko.
"Ini urusan gua sekarang" sarkas Lee Taeyong berdiri menghadap ke arah Jaehyun yang menatapnya datar.
"Cih, lo pacarnya Niko sekarang?"
"Kalo ya kenapa?" entengnya.
Jaehyun mendengus kesal. "Dan itupun bukan urusan lo, belum cukup lo mainin hati banyak cewe? Lisa, Niko dan sekarang Somi? Ck jangan sampe lo buang Somi demi Niko" tukas Lee Taeyong, mendecih dan meremehkan sosok Jaehyun.
"Tau apa lo" sungut Jaehyun.
Taeyong menarik senyum di sudut bibirnya. Menepuk bahu kanan Jung Jaehyun. "Cam kan baik-baik, gw gak bakal setuju lagi kalau lo sampe nyakitin Niko" tukas nya penuh dengan penekanan di setiap kata. Terlebih dia menatap ke arah Jaehyun dengan tatapan yang mampu membuat siapapun tercekat dan takut padanya.
"Lo suka Niko? Kenapa lo gak jadiin dia pacar lo aja?!" sarkas Jaehyun padanya.
Pria itu mendecih. "Pacar? Gak segampang itu bagi gw, gw bukan cowo sempurna yang belum tentu bisa dia bahagia. Dan lo, dengan gampangnya lo ikut campur dalam perasaan itu yang buat siapapun orang yang ada di sekitar lo menjauh dan mederita"
"Inget Jae, sekali bertindak salah orang gak bakal lupa sama kesalahannya. Karena pada dasarnya kesalahan itu adalah kenangan abadi dalam hidup setiap manusia" tambahnya.
Napas Jaehyun tercekat, dia menatap dengan pandangan kosong ke arah Son Niko. "Gw tau, dan sekarang saatnya penyesalan diri gw tiba" ucapnya.
TBC.
.
.
__ADS_1
.