
Jung Jaehyun berjalan ke arah koridor kelas Son Niko. Ia tak bermaksud untuk duduk berduaan dengan Lalisa saat itu, dia hanya menjalankan apa perintah ayahnya. Jika tidak, setelah lulus SMA beberapa bulan lagi dia akan kuliah ke USA kalau tidak menuruti apa kemauan ayahnya. Keparat.
Di lihatnya sosok sang gadis yang tengah menunduk dan berjalan sendirian di arah depan. Jaehyun menghela napasnya lirih, berjalan menghampiri gadis itu. Namun Niko tak menyadari kehadiran Jaehyun dan berjalan melewatinya.
Grep...
Jaehyun menahan tangan Niko membuat gadis itu tersentak dan langsung menatap ke arah Jaehyun. "E-eh ada elo" ucapnya terbata.
"Yah, ikut gw"
"Kemana??"
"Atap" jawabnya, menuntun tangan Niko seperti anak kecil. Membuat orang sekitar merasa iri akan kelakuan mereka berdua.
"Cih gw harus lapor sama Lisa" gumam Kim Jisoo yang berada di depan mading sedang menempelkan pengumuman ujian bulan depan.
Jaehyun terus saja menarik Niko, bahkan gadis itu merasa kesakitan akibat cengkraman tangan Jaehyun yang sedikit kuat. Sesampainya di atap Jaehyun langsung mendorong Niko ke besi tower besar yang ada di sana.
"Jaehyun" kagetnya.
Lelaki itu menatap datar ke arah Niko, memperkecil jarak di antara mereka. "Gw gak suka lo deket sama cowo selain gw" ucapnya, menatap ke arah Niko.
Niko mendengus geli. "Terus, lo sama Lisa? Itu apa?" tanyanya pada akhirnya.
"Gw terpaksa"
"Gw tetep gak suka" celoteh Son Niko, mendorong bahu Jaehyun agar menjauh darinya.
"Mau lo apa?"
Menghela napas kasar. "Lo nanya gw? Gw gak mau apa-apa, kemauan gw simple. Stay here and stay with me, Jung Jaehyun" ujarnya, menatap lamat-lamat ke arah laki-laki yang lebih tinggi darinya.
"Gw gak bisa"
Ucapan itu seolah membuatnya tertusuk banyak duri. Di tatap nya Jung Jaehyun yang juga menatapnya. "Kenapa?"
"Gw harus tunangan sama Lisa" ucapnya.
Tangannya mulai bergetar, ia mengepalkan tangannya supaya tidak terlihat oleh Jaehyun, lantas terkekeh pelan. "A-aah itu, congrast" ucapnya.
Jaehyun menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya ke arah Son Niko, jelas saja gadis itu langsung mencondongkan tubuhnya ke belakang karena jaehyun semakin memajukan tubuhnya.
"M-mau apa??"
Tangan kekar Jaehyun menarik pinggang ramping Son Niko yang membuat gadis itu tersentak dan langsung memegang kedua bahu Jung Jaehyun. Tatapan lelaki itu sudah di ketahui tengah fokus ke satu titik di bagian wajah Son Niko. Bibir.
Jaehyun semakin mendekat dan...
Niko membulatkan matanya, menghalangi bibirnya dengan telapak tangan kanannya. Sehingga yang Jaehyun cium adalah telapak tangan kanan Son Niko bukan bibir gadis itu.
Dengan cepat ia mendorong tubuh Jaehyun, menjauh dari tempat sebelumnya. "G-gw harus pergi" gugupnya. Tentu saja Jaehyun kembali menarik tangan gadis itu membuatnya kembali tersentak karena Jaehyun kini kembali menghimpitnya.
"J-jae.. Plis, gw gak mau"
"Kenapa?"
Ia menggeleng cepat. "L-lo udah punya tunangan" jawabnya cepat.
Lelaki itu mendecih kesal. "Apa masalahnya? Lo pacar gw"
Apa masalahnya? Hei Jung sadarlah kau sudah mempunyai calon tunangan dan sekarang kau malah berpacaran dengan gadis lain?
Gadis itu kembali menggeleng. "Gw gak suka" gumamnya dengan suara yang kian memelan. "Gw gak mau jadi orang ketiga, gw gak bisa"
"Terus lo mau kita gimana hah?"
__ADS_1
Niko memalingkan pandangan nya ke arah lain. Menghela napas panjangnya. "Kita... Break aja"
"Gak! Gw gak mau!"
"Cuman break, bukan berarti gak bisa kembali bersama. Kita butuh waktu buat sendiri dan caranya mengerti satu sama lain" ujarnya memelan, kembali menatap Jung Jaehyun. Dengan perasaan kakunya ia menangkup kedua pipi Jaehyun.
"Terimakasih" ucap si gadis yang entah kenapa membuat Jaehyun merasa bersalah. Dia mendorong tubuh Jaehyun dan berlari pergi dari atap tersebut.
"Keparat!" umpat lelaki itu tersulut emosi.
...• • •...
Gadis itu berlari menuju kamar mandi wanita. Masuk ke salah satu ruangan kamar mandi. Dia menghapus jejak air matanya, kenapa selalu begini. Kenapa hubungan asmaranya selalu berakhir dengan buruk. Dia membekap mulutnya menahan suara tangis yang akan terdengar oleh orang luar.
Tubuhnya turun naik akibat tangisannya. "H-hah... Gw harus kuat, ini keputusan gw buat break. Jadi gw harus tanggung akibatnya. Gw bisa..." ujarnya pada diri sendiri, menatap dirinya dari pantulan kaca.
Ceklek...
Suara yang berasal dari luar. Niko membulatkan matanya, di pegangnya knop pintu ruang kamar mandi yang ia tempati saat ini. "Kok! Kok ke kunci!" kagetnya.
"ADA ORANG DI LUAR?? TOLONGIN GW! GW KE KUNCI!" teriaknya meminta bantuan.
Empat orang gadis yang berada di luar terkekeh. Salah satu dari mereka memasang kembali kertas peringatan bahwa toilet yang di tempati oleh Niko kini sedang rusak. Rose, terkekeh pelan, merapikan kertas poster itu.
"****** lo" umpat Lalisa.
"Eh Lis, bakalan rame kalo dia kita guyur dari luar" seru Jisoo, yah Jisoo yang memberitahu Lalisa tentang ini semua. Kebetulan mereka tengah berada di kamar mandi dan melihat Niko terburu-buru berlari ke arah kamar mandi.
Dan mereka langsung merencanakan hal ini, melepas poster peringatan itu dari depan pintu kamar mandi yang berisi Son Niko.
"Boleh juga tuh" sahut Jennie.
"Gw emang berencana gitu" seru Lisa, mengambil selang berwarna biru dari pojokan. Dan mereka menyirami Niko dengan air yang super dingin.
Air yang seperti hujan itu kini telah berhenti dan tidak lagi terdengar suara orang yang berada di luar. Ia terduduk di lantai, memeluk kedua lututnya. "Siapapun tolong gw" ucapnya dengan wajah yang telah memucat.
...• • •...
"Lo mau kemana?" tanya Winwin kepada Taeyong yang selalu saja terlihat aneh akhir-akhir ini.
"Ke kelas si Niko" jawabnya.
"Bah lo beneran mau rebut dia dari si Jaehyun?" sahut Yuta.
"Jaehyun juga gak peduli sama tuh cewe, kenapa lo sebegitu pedulinya?" tanya Winwin lagi.
Taeyong mendengus. "Dia beda sama kebanyakan cewe. Dah lah bacot mulu lo pada, gw mau nyari dia" serunya kemudian pergi meninggalkan kelas tersebut, di ambang pintu ia berpapasan dengan Jaehyun, tentu saja dia peduli.
"Kenapa lo gak angkat telpon gw njim" geram Taeyong di perjalanan. Menatap ke arah layar ponselnya yang menunjukan profile Son Niko.
"Kun!" panggil Taeyong yang sudah berada di ambang pintu kelas 11-IPS-1 (utama). Seseorang yang di panggil langsung menoleh ke arahnya dan berjalan menghampirinya.
"Ada apa? Tumben lo ke sini"
"Lo liat Niko gak?" tanyanya langsung to the point.
Kun terlihat mengecek ke kelasnya, dia tidak menemukan Son Niko di sana. "Gw gak liat, terakhir gw liat dia pergi sama Jaehyun" ujarnya.
"Jaehyun? Tadi gw liat Jaehyun sendirian"
"Lo serius??"
"Ngapain gw boong. Yodah kalo gitu, gw mau lanjut nyari dia" ujarnya. Kun balas dengan anggukan.
Lelaki bersurai merah neon itu mendecak kesal. Dia mengotak atik ponselnya pada salah satu aplikasi GPS. Mencoba melacak keberadaan ponsel Son Niko. Tak menunggu waktu lama, tanda merah itu menandakan kalau posisi Son Niko tak jauh dari sini. Masih berada di area sekolah.
__ADS_1
"Bisa-bisanya gw suka sama cewe barbar kek lo Nik" decak Lee Taeyong lantas mengikuti tanda merah yang sama sekali tidak bergerak itu.
Berakhir di depan kamar mandi wanita. Tapi... Mana mungkin dia akan masuk ke dalam kamar mandi. Taeyong mendecak kesal, menyandarkan punggungnya di tembok.
Dia akan menunggu gadis itu sampai keluar dari sana. Tapi... Setelah sekian menit dia menunggu gadis itu belum juga keluar dari sana. Taeyong semakin di buat khawatir, dia memutuskan untuk masuk ke dalam toilet wanita itu. Masa bodoh jika ia akan di amuk oleh orang yang ada di sana.
"HEH LO KOK COWO MASUK SINI!"
"AAAAAA"
Teriak mereka membuat Taeyong mendengus kesal. "Gw lagi cari orang, jadi lo pada diem!" bentaknya, mereka semua langsung diam.
"Nik? Niko? Lo di dalem?"
"Gak ada Niko di sini" seru gadis yang berteriak tadi.
"Tapi lokasi nya ada di sini" suara GPS itu semakin nyaring ketika Taeyong berada di salah satu pintu kamar mandi yang rusak.
"NIK! LO ADA DI DALEM! NIKO JAWAB GUA!" teriaknya sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.
Tanpa berpikir panjang dia langsung mendobrak pintu kamar mandi yang terdapat poster peringatan itu.
"NIKO!" dia terkejut setengah mati ketika melihat wajah pucat pasi Son Niko, dan baju gadis itu yang telah basah kuyup.
Kedua gadis yang tadi berteriak kini membantu Lee Taeyong. Di angkatnya tubuh Son Niko yang telah dingin dan menggigil.
"Kalian tau siapa yang buat dia kayak gini?" tanya Taeyong, menggendong Son Niko secara bridal.
"Kita gak tau, kita baru masuk ke sini"
"Lo yakin? Lo tau kan akibatnya kalo kalian bohong sama gw?" ancam Taeyong.
"Sumpah kita gak tau, terakhir kita sebelum ke sini ada Lalisa sama tiga temennya" jawab mereka.
"Lisa? Sialan" umpatnya, kemudian membawa Niko menuju UKS, sedikit berlari.
Banyak pasang mata yang melihatnya terkejut dan tidak percaya.
"Eh itu si Niko kenapa?"
"Wah kenapa tuh"
"Kok basah anjr"
"Itu Taeyong kan?"
"Cih, kemarin Jaehyun sekarang Taeyong"
Kira-kira mereka seperti itu.
"TAEYONG LO APAIN TEMEN GUA!" teriak Ryujin yang berada di koridor.
"Bacot, dia ke kurung di kamar mandi. Temenin gw ke UKS gece" dengus Taeyong. Kemudian Ryujin menurut dan membawa Niko ke dalam UKS.
Taeyong membaringkan tubuh Son Niko di atas bangsal UKS. "Lo bantu dia ganti baju, gw keluar dulu. Kalo udah panggil gw" tukas Taeyong kemudian keluar dari sana.
"Iya!"
TBC.
.
.
.
__ADS_1