
"Kasian ya si Niko, udah di tuduh terus sekarang si Jaehyun udah ada pacar baru" seru seorang siswi yang memakai bando yang menghiasi rambutnya.
"Tau nih padahal kan kemarin gosip mereka cuman sebatas break doang" sahut salah satu teman gadis yang tadi.
Gadis lainnya tertawa. "Haha gak malu kali ya yang jadi pacarnya Jaehyun sekarang? Dengan kata lain dia ngerebut Jaehyun dari si Niko dong" ujarnya, menatap penuh ejekkan kepada gadis yang tengah membaca buku novelnya.
Itu, Jeon Somi. Berita tentang Jaehyun-Niko-Somi menyebar begitu pesat di sekolah. Mereka tak enak hati kepada Niko yang telah menjadi korban bullying sekolah tempo lalu. Padahal gadis itu telah meyakinkan bahwa masalah yang menyebar di web itu bukan dirinya.
Tapi sama sekali tidak ada yang percaya akan hal itu, dan sekarang kedaan yang semula menjadi lebih baik. Tidak ada lagi orang yang memperolok Son Niko. Melainkan membuat gosip tentang Jaehyun dan Somi.
"Bisa diem gak sih lo pada?!" pekik gadis itu, berdiri sambil menggebrak mejanya.
Semua orang yang melihatnya tidak di buat tetkejut ataupun takut dengan gertakannya, melainkan mereka semua tertawa dan kembali bergosip ria tentang dirinya.
"Wah ada yang marah nih" seru gadis yang memakai bando, tertawa renyah.
"Ututu perebut pacar orang ngamuk" sahut temannya.
"JAEHYUN SAMA NIKO UDAH PUTUS!" bentak gadis itu tidak terima dengan sebutan 'perebut pacar orang' yang tertuju padanya.
"Halah lo sama Jaehyun pacaran pas Jaehyun sama Niko masih dalam status break bukan putus" celoteh salah satu laki-laki yang duduk di barisan depan.
Lee Haechan, sepupu Lee Taeyong. "Tau apa lo hah?!" pekik Jeon Somi menatap ke arah mereka dengan mata nyalang.
"Aduh ngapain sih kita ladenin perebut pacar orang, kalo gw sih malu ya tuh muka mau taro dimana" ujar mereka.
Somi melihat ke arah jendela dan melihat sosok Jaehyun yang akan datang ke kelasnya. Somi berjalan menghampiri gadis yang memakai bando di rambutnya, mengambil tangan si gadis dan menamparkannya ke pipi chubby miliknya.
Plak!
Suara tamparan itu terdengar oleh Jaehyun, Somi menangis di hadapan gadis itu. Dengan cepat Jaehyun menghampiri Somi. "LO NGAPAIN CEWE GUA HAH?!"
Seketika semua orang terkejut, pasalnya Somi melakukan hal di luar akal sehat.
"Bukan gua yang nampar cewe lo!" bentak gadis berbando itu.
"GW JELAS LIAT DENGAN MATA KEPALA GUA SENDIRI!"
Plak!
Jaehyun menampar gadis berbando itu hingga ia terhuyung ke samping, pipinya langsung memar dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"JAEHYUN LO APA-APAAN HAH?!" kesal Haechan, berdiri dari duduknya dan mendorong pria itu.
"LO YANG APA-APAAN *******!"
"LO GAK TAU APA YANG TERJADI! GAK USAH KASAR SAMA CEWE!" bentak Haechan. Gadis yang tadi di tampar oleh Jaehyun kini di bantu oleh kedua temannya.
"Heh Jung Jaehyun, lo jangan percaya sama cewe busuk ini" tukas salah satu teman si gadis, menunjuk ke arah Jeon Somi yang masih menangis.
"BACOT ANJ*NG!" umpat Jaehyun, mendorong tubuh gadis yang tengah berbicara tersebut.
"Jaehyun sakit hiks" isak Somi, memegangi pipinya. Dalam hati dia tersenyum sarkas dan menunjukan seringainya terhadap gadis yang memakai bando.
"Lo gak usah pura-pura deh" geram Haechan.
"Tau nih jelas-jelas somi yang nampar diri sendiri" seru laki-laki yang berada di pojokan kelas.
"Ck ngakak gw pagi-pagi liat drama di kelas" sahut teman sebangku laki-laki tadi.
"Gimana? Udah jelas kan siapa yang salah?" celoteh Haechan kepada Jaehyun.
Jaehyun mendecak kesal. "Kalo kalian berani nyentuh cewe gua, gua bakal buat lo semua menderita" ancamnya, menarik Somi untuk pergi mengikutinya.
"HUUUUUUU" semua orang berseru meneriaki kedua orang yang berlalu pergi meninggalkan kelas tadi.
Jaehyun membawa Somi ke taman belakang sekolah. "Udah jangan nangis" gumamnya.
Somi menyeka air mata 'palsunya' "kamu sama Niko masih ada hubungan apa? Mereka ngata-ngatain aku! Aku di bilang perebut pacar orang, semua ini gara-gara Niko! Mantan kamu!" ujarnya penuh penekanan kepada Jaehyun.
__ADS_1
"Ya, pasti ulah dia ck" decaknya.
"Aku gak mau kayak gini terus, kamu harus beri pelajaran ke mantan kamu itu! Aku udah jadi sasaran bully sekarang. Aku gak mau!"
"Yah oke, gw bakal ngasih pelajaran cewe itu. Lo jangan sedih" ucap Jaehyun, menarik Somi kedalam dekapannya.
• • •
Taeyong berjalan bersama Niko untuk pergi menuju aula utama sekolah, entah apa yang akan di tunjukan pria ini padanya. Yang pasti Niko akan menuruti apa kata Taeyong, karena baginya Taeyong sudah ia anggap lebih dari sekedar teman. Dalam artian 'saudara'.
"Ngapain sih? Gak ada apa-apa juga" gerutu Niko, berdiri di tengah-tengah aula.
"Ya sabar dodol" kesal Taeyong kepada gadis yang tak sabaran ini.
"Hehe"
Tak lama kemudian orang orang muncul dari arah pintu belakang aula. Ryujin, Shuhua, Doyoung, Jungkook, Jeno, Kun, Winwin, Yuta dan seseorang yang belum di kenalnya. Mereka datang dengan banyak hadiah di tangan mereka, dan Ryujin yang membawa pancake coklat di tangannya.
"Happy brithday to you"
"Happy brithday to you"
Ucapan itu seketika membuat ia bungkam, dia menatap ke arah Taeyong yang juga menatapnya. "Habede cewe cupu" seru Taeyong kemudian tersenyum padanya.
"Habede bocah" kekeh Jungkook.
Niko menutup mulutnya dengan kedua tangan, dia bahkan tidak ingat kalau hari ini adalah ulang tahunnya yang ke 17.
"Cikiwir yang lagi ultah" kekeh Shuhua.
"Anjerr gw bahkan gak inget kalau sekarang ultah gw" rengek Niko sangat terharu.
Mereka semua tersenyum cerah, Niko mengucek matanya yang hendak menangis karena terharu. "HUWAAA MAKASIH KALIAN SEMUA!" teriak gadis itu.
"Sama-sama" sahut mereka.
"Potong dong kue nya" seru orang yang tidak di kenalnya.
Semua orang sontak tertawa. "Lah iya gw juga gak kenal sama lo" seru Ryujin.
"Gw juga" suara Shuhua.
"Bah anjer, gw Lee Haechan sepupunya Taeyong. Kelas 11 - Mipa - utama. Masa gak kenal gw" decak lelaki itu.
Niko membulatkan matanya menatap bergantian ke arah Taeyong dan Haechan. "Lah kok bisa?"
"Apanya?"
"Gak mirip sama sekali" cibir gadis itu.
"Gw ganteng dia burik" seru Taeyong.
"Yang ada lo yang burik anying!" timpal Haechan tak terima.
"Dah dah, kita potong kuenya sekarang" seru Doyoung, orang yang paling benar di sini.
"Hehe" ia malah terkekeh, yah Niko siapa lagi?
"Potong kue nya! Potong kuenya!"
"Potong kuenya sekarang juga!"
"Sekarang ju-"
Brukh-
Jaehyun melempar pancake coklat tersebut ke arah wajah Son Niko yang membuat gadis tersentak kaget. Dan baju seragamnya langsung kotor, krim kue mengenai wajahnya dan keadaan dia menjadi buruk dalam hitungan detik.
Semua orang juga di buat terkejut akan kedatangan Jaehyun yang sama sekali tak mereka duga.
__ADS_1
"Habeda" ucapnya dengan seringai.
Niko memejamkan matanya, mencoba untuk menghalau ucapan dari Jaehyun.
"LO APA-APAAN *******!" suara Taeyong menggema. Ia mencengkram kerah seragam Jaehyun, menatap ke arah pria itu tajam.
"Gw? Ngasih hadiah lah" kekehnya begitu enteng.
Ryujin dan Shuhua memberi tissue kepada Niko, lebih tepatnya Shuhua, karena gadis itu yang selalu membawa tissue kemana-mana. Ryujin membersihkan baju Niko yang kotor.
"Kalau lo mau cari gara-gara jangan di sini!" tukas Kim Doyoung yang juga kesal.
"Ada urusan apa gua sama lo??" sahut Jaehyun.
Taeyong mendorong tubuh pria itu hingga terhuyung beberapa langkah. "Lo yang ada urusan apa sama kita? Siapa lo? Emang kita kenal?" pekiknya.
Yuta dan Winwin saling tatap, keduanya hanya terkejut dengan kata 'emang kita kenal?' yang Taeyong ucapkan. Dengan kata lain Taeyong membubarkan geng Hyperion yang dari dulu mereka banggakan.
"Emang ada untungnya gw kenal sama lo??" Jaehyun tertawa di akhir kalimatnya.
Niko membersihkan wajahnya.
"Dan lo cewe pembawa sial, mati gih" ucap Jaehyun kepada Niko.
Gadis itu bungkam, terdiam mematung dengan tatapan yang sudah memerah. Doyoung yang melihatnya merasa tak tega dengan kondisi Son Niko saat ini.
"LO YANG HARUSNYA MATI!" suara Haechan.
"Waw dua saudara emang sama aja, bucin sama cewe cupu kek gini" Jaehyun semakin tertawa.
"Udah Jaehyun" seru Niko memberanikan diri.
Melupakan...
"Ada urusan apa lo sama gw hm? Bukannya kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi? Pergi sana, mati sekalian" ucap Niko mendominasi lawan bicara.
"Haha, dasar cupu" tawa Jaehyun lagi.
"Ya! Gw cupu, lo mau apa?!"
"Jangan lo tunjukin diri lo di hadapan gw lagi, dan lo jangan ganggu hubungan gw sama Somi. Kalau lo berani ngusik, gw bakalan jamin hidup lo menderita" ancam Jaehyun, tersenyum sarkas kemudian pergi meninggalkan aula tersebut.
Gadis itu tersenyum, tak lama kemudian dia menangis, terduduk di lantai aula. Meraung seperti orang tak berdaya. Semua yang melihatnya merasa iba dan kasian padanya.
Taeyong memegang kedua bahu Son Niko menegakkan tubuh gadis di hadapannya. "Heh! Lo jangan kek gini!"
"Niko lo gak boleh nangis gara-gara cowo stres kek si Jahe itu" itu Qian Kun, si tukang nyimak.
"Niko yang dulu pemberani harus balik" seru Lee Jeno, seseorang yang telah menemukan jati dirinya kejadian waktu ia di bully oleh geng Hyperion dulu.
"Gw bakalan ada buat lo!" ujar Ryujin antuasias.
"Gw juga" suara Jungkook. "Gw suka lo yang suka ngamuk, gw rela deh telinga gw lo jewer ampe putus asal jangan nangis" lanjutnya.
Gadis itu masih terisak, dan Taeyong masih menahan tubuhnya.
"Kakak bakalan ada buat kamu" suara Kim Doyoung.
"Liat aja ya lo Jaehyun, udah bikin cewe gw di tampar sekarang Niko yang lo giniin" decak Haechan. Yah si gadis yang memakai bando itu adalah pacarnya, Lia.
"Kita berdua bakal jaga lo" seru Winwin, mewakili Yuta dan dirinya.
Taeyong membawa Niko kedalam pelukannya. "Dan gw bakalan selalu jadi tempat lo bersandar, kapanpun itu" gumamnya, mencoba menenangkan tubuh Niko yang bergetar sangat hebat.
TBC.
.
.
__ADS_1
.