»NEVER EVER - Jaehyun

»NEVER EVER - Jaehyun
00.20


__ADS_3

Semilir angin yang masuk melalui jendela membuat suasana semakin dingin, hujan mengguyur kota Seoul malam hari ini. Gadis itu terbaring dengan tatapan kosong menatap ke arah luar jendela kamarnya. Melihat tetesan air hujan yang membasahi balkon kamarnya.


Hembusan napas lirih terdengar, kaos kaki biru muda bergambar doraemon ia kenakan untuk mehalau rasa dingin yang menusuk ke tubuhnya.


Waktu terus berjalan, sunyi, hanya terdengar suara detik jam dan derasnya air hujan yang menyatu bagai irama yang tak dapat di utarakan.


Ia masih terdiam, sesekali memejamkan matanya. Teringat akan sosok yang ia temui tadi pagi, kedua insan yang tengah bercanda ria dan tersenyum cerah. Mereka pasangan yang serasi, seperti hujan dan pelangi.


Tidak sepertinya, yang hanya dedaunan hijau yang perlahan akan mengering dan terjatuh dari posisinya. Nada dering ponselnya terdengar begitu merdu, ia memasang ringtone 'No Longer' tanpa lirik hanya musik box.


Di raihnya malas, ada satu pesan singkat dari seseorang yang tengah menjadi tokoh utama dalam pikiran nya.


Jung Jaehyun.


Jung Jaehyun :


Jangan marah, tadi gw cuman duduk bareng Lisa doang


Dia tidak marah, sungguh. Dia sendiri tidak mengetahui perasaan dirinya sendiri, bagaimana bisa lelaki ini menyimpulkan dengan satu kata tentang dirinya saat ini?


Me :


Gw gak marah, gpp lanjutin aja


Dia mematikan langsung ponselnya, dia terlalu malas untuk beradu argumen bersama Jung Jaehyun.


"Kata siapa lo gadis biasa hah?! Kalo lo berpikir seperti itu, berarti lo belum kenal diri lo sendiri"


"Banyak orang bilang, gadis biasa itu lebih istimewa dari pada putri kerajaan. Dan lo salah satunya, yang mampu membuat singa tertarik untuk mendekat"


Ucapan dari Lee Taeyong kembali terngiang di benaknya. Dia sama sekali belum memahami tentang ucapan itu. Ia terlalu lelah untuk memahami dan berpikir.


"Singa? Masa singa tertarik ama gw, kalo iya gw pacaran sama hewan dong" gumamnya malas.


Dia menyimpan ponselnya kembali di atas nakas. Menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut kotak-kotak berwarna pastel aesthetic.


Napasnya tercekat ketika menyadari apa maksud dari Lee Taeyong. Dia menggeleng heran. "Gak mungkin kalo Lee Taeyong suka sama gw, itu gak bener" elaknya.


"Tapi... Kalo beneran dia suka sama gw gimana?" kagetnya. "Jaehyun... Mereka kan temenan!" serunya, beranjak dari tidurnya dan mengambil posisi duduk.


"Dan tadi, Shuhua sama Ryujin bilang kalau Kak Doy suka sama gw? APAAN INI!" celotehnya. Menggeleng heran dan tidur kembali, menutupi wajahnya dengan bantal yang ada di sampingnya.


❖❏❖❏❖


"Mingyu" panggil Kim Taera yang melihat sosok Kim Mingyu yang akan menyebrang zebra cross. Yang di panggil menoleh ke arahnya.


"Hm?"


"Gimana kalo kita kerjasama, lagi" seru nya begitu yakin kalau Mingyu akan mengiyakan ajakan nya.


"Kerjasama apa?"


Taera menarik senyumnya. "Lo tau CEO Jung? Ayahnya Jung Jaehyun, pacar Son Niko saat ini" ucapnya.

__ADS_1


Mingyu menatap ke sekitar. "Lanjut bahas di apartement gw" tegasnya, lanjut berjalan di ikuti dengan Kim Taera yang masih menampakkan senyum di bibir plum miliknya.


Sesampainya di apartement Kim Mingyu, Taera langsung duduk dengan kaki yang ia tumpuk satu sama lain. "Jung Jaehyun, dia udah punya calon tunangan. Lalisa, yang nyuruh gw memfitnah Son Niko" ucapnya lagi membahas topik tadi yang sempat terpotong.


Mingyu menyesap vave yang berada di tangannya. "Bisa-bisa nya udah punya calon tunangan pacarin cewe gw" seru laki-laki bersurai hitam kebiruan itu.


Taera tertawa. "Cewe lo? Haha mimpi lo. Jelas-jelas dia ketemu sama lo aja takut, masih ngarep lo?"


Mingyu mendecih. "Dia milik gw, dan selamanya bakal gitu"


"Oh ya? Caranya?"


"Gampang, gw bakalan buat Niko benci sama Jaehyun begitupun sebaliknya, dan lo harus bantu gw soal ini"


"Apa untungnya bagi gw?"


"Dengan mereka saling benci, keduanya bakal merasa sakit hati dan lo suka kan kalo Niko hancur?"


"Oh tentu, itu emang tujuan gw. Tapi apa yang harus gw kerjain saat ini"


"Jung Jinyoung, lo harus buat CEO itu suka sama lo yang sebagai Son Niko. Gw denger-denger dia suka sama banyak cewe meski dia udah punya istri" seru Mingyu.


Taera melipatkan tangannya di depan dada. "Ck, tampang anak sama bapak gak jauh beda. Sama-sama pecinta wanita" celoteh Taera.


"Jadi? Lo mau kan lakuin itu"


"Gw mau, tapi ada satu syarat. Lo juga harus bantu rencana gw"


"Apa?"


"Apa maksud lo?!"


"Gak perlu terkejut kayak gitu, bukan nya ngestalker Niko itu kebiasaan lo?"


Laki-laki itu terdiam, menatap tajam ke arah gadis yang berada di hadapannya. "Oke gw setuju, gw juga udah lama gak liat dia"


"Sepakat. Dan ahh gw masih punya urusan sama Lisa. Menurut lo gw harus apain dia?"


"Tunangan nya Jaehyun kan? Serahin sama gw. Gw bakal buat Jaehyun suka sama Lisa dan ngelupain cewe gw"


"Rencana lo aneh tapi busuk"


"Sesama busuk gak perlu ngatain orang busuk" decihnya.


...❖❏❖❏❖...


Gadis itu tengah berjalan di tepian, setelah kembali dari minimarket, dia bertemu dengan Kim Doyoung disana. Hanya saja ia tak bisa mengobrol dengan Doyoung, karena lagi jam kerja. Jadi ia memutuskan untuk kembali ke rumah.


Dia menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya ke arah belakang. Ada perasaan aneh, seperti ada seseorang tapi tidak ada.


Ia kembali berjalan, memasang headset di telinganya. Mendengarkan musik yang membuatnya tenang. Sesampainya di depan gerbang rumahnya, ada sebuah surat yang tergeletak di bawah. Bukan di kotak surat yang tersedia.


"Apa nih? Gak ada nama pengirimnya" gumamnya. Memegang plastik putih yang berisi susu coklat bersama chips. Ia membuka amplop putih berisi surat itu.

__ADS_1


Napasnya tercekat, seketika ia menjatuhkan plastik di tangan nya. Menatap ke sekitar dengan tatapan terkejutnya. "Gak mungkin... Gak mungkin kalo Mingyu balik lagi" serunya sangat cemas.


Seseorang yang melihat nya di kejauhan, di balik pohon Oak besar itu terkekeh pelan melihat ekspresi gadisnya yang selalu ia rindukan. Yah dia Kim Mingyu yang menulis surat singkat itu, surat yang berisi :


"Kan ku jaga kau dalam kejauhan, akan ku singkirkan ranting pohon yang menghalangiku, akan ku buat mereka merasakan sakit jika berani mengganggu gadisku, dan akan ku buat mereka mendrita jika ia berani membuat gadisku berpaling dariku" - Kim Mingyu.


Niko menepis semua pikirannya tentang Mingyu. Dengan cepat dia membuka pintu gerbang dan masuk ke dalam rumahnya.


"Kamu kenapa?" tanya ibunya yang tengah berada di ruang tengah sambil menonton acara tv di sore hari.


"Ahh aku gapapa kok mah, aku ke kamar dulu" ucapnya terburu-buru, menaiki anak tangga dengan sedikit berlari. Masuk ke dalam kamarnya lantas ia mengunci pintunya rapat-rapat. Tidak ingin jika ada orang lain masuk ke dalam kamarnya.


Ia mengambil ponselnya, membuka group chat yang berisikan tiga orang. Ryujin, Shuhua dan dirinya.


^^^Me :^^^


^^^Mingyu balik^^^


^^^Gw harus gimana???^^^


^^^Gw takut *****^^^


^^^WOEEE NONGOL KEK HIKSROT^^^


^^^Apa ini huaaaa kenapa dia balik lagi!^^^


^^^Au ah bodo amat kesel^^^


^^^Kalian kemana seh??^^^


^^^Masa gw ngebacot sendiri^^^


^^^WOE!^^^


Niko membanting ponselnya ke kasur karena tidak mendapatkan respon apapun dari kedua teman groupnya. Ngomong-ngomong dia langsung merobek kertas itu dan membuangnya ke tong sampah.


"Mingyu argghh kenapa lo balik!" umpatnya. "Padahal gw udah tenang!!"


Dor...


Sesuatu menghantam kaca jendela yang menimbulkan suara nyaring. Dengan cepat ia berjalan ke arah balkon dan menemukan gumpalan kertas di lantai. Gadis itu sangat panik, ia menatap ke sekitar, ke bawah, dan ke arah jalanan. Tidak ada siapapun di bawah.


Dengan perasaan cemas, ia mengambil kertas itu dan membukanya. Ada dua buah batu yang sengaja di satukan dengan gumpalan kertas itu.


"Jangan kaget, kita masih bersama dan akan tetap seperti itu. Karena gak bakalan ada seorang pengganti yang bakalan tahan kalau pacaran sama lo Nik. Cuman gw yang bisa."


Lagi-lagi ia di buat tersentak di tempat. Ia meremat kertas itu, membuangnya ke bawah. "Sialan lo Kim Mingyu!"


TBC.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2