"Perjodohan Yang Tak Terduga"

"Perjodohan Yang Tak Terduga"
Keributan


__ADS_3

Kenapa pikiran mu selalu kotor terhadap ku, bisa kan tanya dulu, jangan asal bicara.


Ya sekarang apa mau kamu!!..


kalau mau ngusir aku tuh bilang, gak usah basa- basi.


Kenapa wanita ini begitu menjengkelkan, Hu.... sabar jangan marah dulu, dia hanya memancing kamu marah saja agar terlihat kejam, gumam Devan.


Kalya istri ku yang paling... cantik, denger kan dulu suami mu ini, kamar ku ya kamar kamu juga, jadi tidak ada yang nama nya kamar mu ya kamar mu, ngerti kan istri ku yang paling.... baik.


Kenapa laki- laki brengsek ini tidak ke pancing emosi ya, padahal aku tadi sudah berbicara kurang sopan pada nya, gumam Kalya.


Oh...


kenapa tidak bilang dari tadi.


Cuma oh...


gak ada rasa bersalah nya gitu, sudah berbicara kurang sopan ke suami nya, aku tidak habis pikir tentang apa sebenar nya yang ada di pikiran nya, gumam Devan sambil menghela nafas.


Ayo kamar ku di lantai dua, karena gaun mu sangat berat dan panjang kita naik life saja.


Iya...iya..


Cepat lah sedikit... kenapa jalan mu lambat sekali!!..


Bisa diam kan!!.


Bukan nya bantuin, malah ribut.


Bilang lah kalau butuh bantuan, sini tangan kamu..

__ADS_1


Jangan macam-macam!!!


Mata Kalya seakan ingin menelan seseorang.


Emang nya kenapa kalau aku macam-macam dengan mu, kamu kan istri ku.


Kalya terdiam Mendengar perkataan Devan, Mereka pun sampai di depan Kamar Devan.


kamu mandi lah dulu, aku nanti saja..


kata Devan.


Iya...


Tapi di mana lemari nya, aku ingin mengambil pakaian, tanya Kalya.


Coba lah lihat di dalam lemari mana, saya juga tidak tahu, jawab Devan.


Baiklah akan ku cari...


Ya sudah sana... Saya juga ingin mandi.


HM...


Kalya pun masuk ke kamar mandi dan Devan duduk di bibir tempat tidur, tak lama kemudian Kalya keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi, karena sebelum nya ia sudah mengambil pakaian nya.


Untung saja tadi tidak lupa mengambil pakaian, kalau tidak pasti laki- laki Brengsek ini berpikir kemana- mana, gumam Kalya lega.


Kamu sedang melihat apa!!.


Sudah sana cepat mandi, bau mu sudah mirip kaus kaki tidak di cuci satu Minggu.

__ADS_1


Ah... Terserah kamu lah.


aku mau mandi, sana minggir jangan di depan pintu kamar mandi saja, kamu sudah mirip seperti pengharum ruangan kamar mandi saja.


Kalya pun berjalan menuju tempat tidur sedang kan Devan sedang mandi, Kalya yang sedang rebahan di tempat tidur sambil menonton Drama di tv lama kelamaan tertidur, dan Devan pun keluar, melihat Kalya sudah tertidur pulas ia menyelimuti tubuh Kalya dengan selimut.


Kalau dilihat sedang tidur begini seperti anak harimau, tapi kalau tidak sedang tidur sudah seperti ibu nya harimau, yang sigap menerkam siapa saja yang berada di depan nya, gumam Devan.


Kalya... Kalya.. bangun.


Anak ini kalau sudah tidur kebo banget sih..


gumam Devan.


Hey... Kalya bangun.. Kalya


panggil Devan sambil mencubit pipi Kalya.


Apaan sih...


Aku sudah sangat- sangat mengantuk, Sudah sana pergi, aku capek sekali hari ini.


Kalau di lihat- lihat kasihan juga..


Tapi apa boleh buat, aku tidak bisa tidur kalau di sofa.


Aku juga ingin tidur di tempat tidur kaki kamu geser sedikit, kenapa badan kamu begitu makan tempat.


Kenapa kamu tidak tidur di sofa saja sih....


kata Kalya sambil mengusap mata kanan dan kiri nya.

__ADS_1


Rencana sih begitu, tapi aku tidak bisa tidur kalau di sofa.


BERSAMBUNG


__ADS_2