
Apa kalian sudah makan Malam?
Belum Bu..
Tadi Kalya Sangat tidak sabar, jadi belum sempat Makan Malam.
Ih...
Mengadu!!!
Kan Memang iya kan.
Sudah sudah jangan bertengkar, Ayo Kita Makan bersama.
Tapi Bu...
Ini sudah larut malam, Ayah kenapa tidak pulang juga?
Ibu sudah terbiasa Kalya, Sudah makan dulu, nanti keburu dingin makanan nya.
Jadi ibu Sudah bisa Makan Malam sendirian seperti ini, berarti Di saat Kalya Bersekolah di luar negri, Ibu sangat kesepian ya?..
Sudah lah jangan membicarakan itu lagi, Ibu sudah tidak apa.
*Ibu Kalya Tersenyum, Agar tidak terlihat Perasaan Nya selama ini, Tiba-tiba Bunyi gemuruh Mobil Terparkir di depan rumah*
Nah..
Itu Ayah kamu Sudah pulang.
***Assalamualaikum...
Waalaikumsalam****
Loh..
Kalya/Devan sudah di rumah saja, Kapan datang?..
Baru saja sampai Yah..
ini baru mau makan Malam.
Sudah sudah Ayah Ganti baju dulu, Baru itu Ke ruang makan Lagi kita makan malam bersama.
*Ayah Kalya pun Berganti pakaian*
__ADS_1
Kalya/ Devan, bagaimana dengan Pernikahan kalian lancar? Kalya tidak bersikap kasar kan dengan mu Devan.
Ya pasti nya tidak Ya **Kan suami ku yang ganteng.
*Mendengar perkataan ibu Kalya langsung menyelah pembicaraan dan Menginjak kaki Devan*
Aduh... sakit
bisik Devan.
Alah gini saja sakit.
Awas saja kamu berbicara yang tidak- tidak ke Ibu, Ancam Kalya yang membuat Devan mengerti kalau dia berbicara terus terang, pasti Kalya akan menerkam nya.
**Ya tidak Bu...
Maksud Devan tidak, Kalya sangat-sangat baik
( baik?.. Galak iya) dan perhatian.
Syukur lah kalau begitu, Ibu senang mendengar nya.
Sedang berbicara apa sih Bu...
Tidak ada kok Yah...
Ya sudah duduk dulu, ayo kita makan malam.
Ayah/Ibu...
Sudah terlihat sangat jelas di wajah kalian kalau kalian itu sudah sangat lelah, kalian tidak bisa menutupi semua ini dari ku, gumam Kalya sambil menatap kedua orang tua nya.
Ada apa Kalya kenapa menatap ayah dan ibu seperti itu?..
**Tidak kok Yah..
Kalya hanya kagum, Melihat ayah dan ibu, sudah tua tapi masih harmonis, romantis dan bekerja keras melengkapi satu sama lain.
Ya memang harus seperti itu, Kalian juga Harus mencontohkan, nya ya agar di masa tua kalian Harmonis.
Haduh...
lagi- lagi terpancing dengan perkataan sediri gumam Kalya.
Ya...
__ADS_1
Terpancing dengan perkataan sendiri kan...
bisik Devan.
M***
Awas kamu ya, aku akan membalas mu, Jangan senang dulu, Dasar Brengsek.
U....
Gak takut, Coba Saja kalau Berani.
*Awas ya Suami Brengsek, aku akan membalas mu, Aku tidak akan melupakan perkataan mu, gumam Kalya Sambil menggigit Geram Gigi nya sendiri.
Waduh...
Gawat, kenapa aku berbicara seperti itu, lihat lah tatapan dia sekarang sudah seperti ingin menerkam ku, gumam Devan sambil memalingkan wajah nya*.
Ya sudah ayah ke kamar dulu ya, ayah sangat lelah.
Ayah...
Kalya antara ya, sekali ada yang ingin Kalya bicara kan dengan ayah.
Ya sudah ayo lah...
*Kalya pun pergi dengan ayah nya, sedang kan Devan Bersama Ibu Kalya*
Bu...
Sini Devan Bantu.
Sudah lah Devan, Kamu kan sudah lelah bekerja, Jadi biar ibu saja.
Tidak kok Bu...
Devan tidak leleh, Devan bisa cuci piring, Sewaktu Ada pekerjaan Kantor yang harus pergi ke luar negeri, Devan Mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.
Wah...
Berarti ibu tidak salah pilih menantu ya..
Ibu bisa saja....
BERSAMBUNG
__ADS_1