
Kamu bisa kan melakukan nya?..
tanya Mama.
**Bisa Ma...
Kalya akan usaha kan yang terbaik untuk Devan.
Mama Sangat senang memiliki Menantu seperti mu Kalya, Mama berharap di ke Depan hari Pernikahan kalian akan lebih baik.
Iya Ma..
Kalya akan berusaha semampu Kalya.
*Mama Kalya pun tersenyum mendengar Perkataan Menantu nya*
Oiya Ma...
Ada yang perlu Kalya bantu lagi?
Tidak ada..
Kalau Begitu Kalya keluar dulu, Ya Mah...
*Kalya pun keluar*
Hey Kalya...
panggil Devan.
Iya Ada apa!!
jawab Kalya ketus.
Kalau di panggil suami datang!!.
jangan malah berdiri saja di sana.
Iya Suami ku...
Ada apa?..
*Kalya Menghampiri Devan*
Hey suami ku yang tampan!!..
jangan gara-gara ada Mama kamu, Kamu jadi seenaknya saja bersikap seperti itu kepada ku*** Bisik Kalya
Iya iya**
Aku hanya ingin bertanya, Mama ku Tadi bilang Apa ke kamu?
__ADS_1
Kamu tidak perlu tau!
Sudah sana Mandi, Badan kamu bau nya seperti kambing...
Bau kambing ya...
Tapi kan kamu suka dengan Aroma Kambing ini, Ha.ha..ha...
*Devan memang jarang merayu/menggoda, tapi kalau sudah merayu, Mm... Pipi Pipi Kalya pink di buat nya*
Kepedean amat sih...
Sudah lah sana Mandi, Aku tidak akan tidur satu kamar dengan mu kalau kamu tidak mandi.
Eh...
Bagus lah kalau kamu tidak tidur di kamar, aku kan jadi leluasa memakai kamar malam ini, jadi kamu tidur di ruang tamu.
Baik lah kalau begitu, Aku akan tidur di ruang tamu, tapi***
Tapi apa?..
Tapi kamu jangan berharap, kalau kamu Akan dapat ucapan manis dari ku.
Ya ampun dia berbicara biasa saja aja sudah seperti ingin menerkam ku, apa lagi nanti***Ih... Tidak tidak, aku akan Menjaga Harga diri ku sebagai lelaki, tidak boleh seperti ini, gumam Devan.
Bagaimana, Setuju?..
Aku menyetujui nya.
*Ini kesempatan ku, untuk balas dendam atas ucapan nya terhadap aku akhir-akhir ini, gumam Kalya sambil tersenyum picik.
Ada apa dengan senyuman nya itu, Apa jangan-jangan dia ingin balas dendam dengan ku, Tapi terserah lah... bagaimana dia balas dendam kalau ada Mama di rumah, gumam Devan*.
*Kalya pun pergi ke ruang tamu, dan sambil Melihat Drama yang ia sukai di Televisi, Sedang kan Devan pergi ke kamar untuk Mandi*
Kalya...Kalya...
tolong ambil kan handuk ku...
Ih... Kenapa dia nyusahin saja sih... Baru saja duduk menikmati drama kesukaan ku, eh.. dia malah mengganggu!! Gumam Kalya.
Iya iya Baik...
* Mama yang mendengar teriakkan Devan dan Kalya tersenyum, Karena Ia merasa lega, dengan kedekatan mereka*
Kenapa sih kau selalu menggangguku, Tinggal ambil di Gantung dekat Wastafel itu, Dan tidak perlu teriak- teriak memanggil ku.
Ya Maaf Tadi tidak liat...
jawab Devan singkat.
__ADS_1
Ya makan nya sebelum bertindak itu harus di lihat- lihat dulu, jangan sampai membuat masalah!!.
U.h.....
Galak nya mulai keluar, Aku tidak habis pikir apa yang di makan ibu nya di saat mengandung nya, Aku rasa Cabai satu ton, makan nya galak nya bukan main, gumam Devan.
Iya iya...
Sudah lah sana, aku ingin mandi, oh... jangan- jangan kamu ingin melihat aku mandi ya...
Ih..
Tidak akan pernah.
*Kalya pun meninggalkan Devan yang sedang Mandi*
Dasar Mesum...
Tidak kah dia merasa malu berkata seperti itu kepada ku, Gumam Kalya.
*Terdengar suara Mama Devan dari balik pintu*
Wah... ternyata Kalya lebih pintar memperhatikan Devan dari pada Mama.
goda Mama Devan.
Tidak lah Ma...
Kalya masih perlu banyak belajar dari Mama.
Kan kan**
Menantu Mama Meresahkan diri lagi, ini ya Kalya, jangan sering- sering merendahkan diri seperti itu, Nanti kamu malah di pandang rendah dengan orang lain.
Apa aku terlihat seperti itu Ma?..
tanya Kalya.
Iya..
jawab Mama.
Berarti kejadian waktu aku SMA itu karena aku sering Mandang rendah diri ku sendiri, makan nya mereka sering memandang aku rendah, gumam Kalya.
Terimakasih ya Mah...
Sudah menyadarkan aku.
Ada apa?..
Kenapa kamu berterimakasih ke Mama, Apa ada yang terjadi dengan mu.
__ADS_1
BERSAMBUNG