
Tok.. tok..
Assalamualaikum....
Siapa ya pagi- pagi mengetok pintu, apa jangan-jangan Mama, gumam Devan.
*Devan pun menghampiri sumber suara*
Waalaikumsalam...
Mama...
Tadi di telfon bilang Mama ke sini sore, dan sekarang Mama sudah di sini saja!!
Tidak boleh ya Mama datang lebih awal, ya sudah lah Mama pulang lagi!!.
Eh...
Mama... Jangan Begitu, Aku tidak bermaksud, Silahkan masuk Ibu Suri...
Ha.ha..ha...
kamu ini bisa saja, Tunggu...
Kalya mana ya, kenapa Mama tidak melihat Kalya?.. Tanya Mama Devan.
Kalya sedang ada di kamar Mah...
jawab Devan.
Ya sudah.. Mama ke Atas dulu, Mama ingin lihat kondisi menantu Mama seperti apa.
*Mama Devan pun langsung pergi ke atas untuk melihat Kalya*
Tok..tok...
Masuk saja Devan Pintu nya tidak di kunci..
teriak Kalya dari dalam kamar.
Hey... menantu Mama sedang apa?.
Loh Mama...
Kapan sampai?..
Mama baru saja sampai tadi..
Kenapa Devan tidak memberi tahu aku kalau Mama nya akan datang lebih awal, oh... Dia sedang balas dendam ya!!.. kita lihat saja nanti aku akan membalas nya, gumam Kalya.
Hey... Kalya.. Hey..
__ADS_1
***Iya Mah...
Ada yang bisa saya bantu?..
Kamu kenapa melamun, apa kamu ada masalah dengan Devan?..
**Tidak Mah...
Tidak ada masalah apa-apa.
Ya sudah lah...
Mama turun dulu, Nyiapin makanan untuk menantu Mama.
Jangan Mah...
Kalya bisa Masak kok, Biar Kalya saja Yang nyiapin Makanan untuk Mama, Lagian kan Mama belum pernah Mencicipi Masakan Kalya.
Wah...
pasti enak nih, masakan menantu Mama ini.
Ayo Mah...
Aku akan memasakkan Mama makanan yang enak.
*Kalya dan Mama Turun dan mulai Memasak makanan*
Aroma apa ini enak sekali.
Sini lah Devan, istri kamu sedang memasak makanan kesukaan kamu..
Apa kesukaan Devan?..
Ya ampun kenapa aku harus, memasak makanan ini, Kesan nya seperti aku mengenal Devan, Mama pasti Berpikir yang tidak-tidak, gumam Kalya.
*Devan menghampiri Kalya yang sedang memasak*
Wah....
Ternyata istri ku sudah mengenal Masakan kesukaan ku ya, beruntung nya aku, Bisik Devan.
Bisakah kau Diam!!..
Bukan nya Bantuin, eh.. tunggu, Kamu jangan Kepedean ya, Aku memasak ini itu untuk Mama, Bukan untuk kamu.
Eh... sudah-sudah kalian malah berbisik-Bisik, Mama Ke taman dulu ya, Sudah lama Mama Tidak lihat- lihat taman.
Iya Mah...
Nanti kalau sudah Selesai, Kalya panggil.
__ADS_1
Ada yang bisa ku bantu?..
tanya Devan.
Aku tidak perlu bantuan kamu, Sana Sama Mama kamu saja, Pasti Mama kamu ingin membicarakan sesuatu dengan kamu.
*Devan menjawab dengan anggukan*
Mah...
Aku sangat kangen dengan mu, Boleh kan aku ikut dengan mu, aku sangat tidak betah di sini, Kalya sangat Bawel.
*Mama Devan tersenyum mendengar perkataan Anak nya*
Devan... Wanita Bawel itu sudah biasa, kamu harus sabar menghadapi nya, sebenarnya Kalya itu anak yang baik, dia seperti itu karena ia menikah dengan mu bukan karena cinta, kamu jangan menyerah, Mama tahu ini sedikit sulit untuk mu, tapi itu sudah menjadi takdir mu, coba lah kamu menerima takdir dari Tuhan, pasti kamu akan di beri seribu kenikmatan dan kebahagiaan.
Baik lah Mah, Akan Devan usahakan menerima takdir dari Tuhan.
*Tiba-tiba dari pintu mendengar suara Kalya*
Ma...
Iya, Apa sudah selesai?...
Sudah...
*Mama dan Devan pun masuk dan menikmati makanan yang di masak Kalya*
Bagaimana rasa nya Mah?..
Maaf ya Mah... kalau kurang Enak.
Ini enak kok kamu jangan merendahkan diri seperti itu, Lihat lah Devan sangat menikmati Masakan kamu, dan seperti nya Devan sudah terbiasa makan makanan kamu.
Hehe...
Mama bisa saja, Kalya senang melihat Devan menyukai masakan ini.
*Setelah selesai makan, Kalya pun mengantar Mama Devan ke kamar*
Kalya...
Sini lah duduk dulu, Mama ingin berbicara dengan kamu.
Baik Mah..
Kalya coba lah kamu Cari tau apa yang di sukai atau tidak di sukai Devan, buat lah Devan nyaman dengan kamu, Mama Jujur saja dengan kamu, Sebenarnya Devan Itu anak nya Manja.
Apa urusan nya dengan ku apa yang ia sukai atau tidak, Aku sangat membencinya, dan Kata Mama tadi Manja?.. Kalau dia sok Manja-manja dengan ku, Aku akan memotong tangan nya, gumam Kalya sambil memalingkan wajahnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1