
*Di pagi Hari nya, Kalya menjerit kesakitan di perut nya*
**A..a....a... sakit... Devan!!!
*Mendengar Teriakkan Kalya, Devan pun langsung membuka mata nya*
Ada apa Kalya...
Apa yang sakit..
Perut ku sakit......
Kan Belum Waktu nya bersalin!
Tolong aku... Sakit sekali...
Ya sudah ayo kita ke rumah sakit.
*Mereka pun pergi ke rumah sakit dan Sesampai nya di rumah sakit, dokter langsung memberikan Kalya Obat penguat Janin*
Dokter...
Ada apa dengan istri saya Dok!?
Alhamdulillah...
Untung saja Bapak Membawa istri bapak tepat waktu.
Ada apa Dok?..
Beri tau saya Dok.
Istri bapak Baik-baik saja pak, Hanya saja Anak yang ada di kandungan Istri bapak yang bermasalah.
Ha...
Dok.. Tolong Selamatkan Istri dan anak saya Dok, Aku tidak ingin kehilangan mereka.
Pasti pak...
Kami akan Berusaha sebisa kami, Sebenarnya Anak bapak Baik-baik saja, Hanya Saja Mereka Ingin keluar sebelum waktunya, Tapi bapak tenang saja, Saya sudah Memberikan penguat Janin, Agar tidak jatuh pada waktu nya.
Kenapa Dokter ini menjelaskan nya sangat bertele-tele aku tidak mengerti, Ah... Sudah lah yang terpenting Kalya dan Baby Twin baik-baik saja, Gumam Devan.
Ya sudah Dok terimakasih, Apa saya boleh melihat istri saya ke dalam Dok?
Boleh silahkan saja, Tapi Sayang Memberi saran jangan Buat istri bapak pergi Naik motor perjalanan jauh, karena di kehamilan muda istri bapak sangat Rawan.
Apa Karena Kalya pergi dengan Salsa dengan mengendarai motor, Makan nya Kalya jadi seperti ini, gumam Devan.
Baik Dok...
*Devan pun Masuk ke dalam Ruangan*
Kalya...
Apa perut kamu tidak sakit lagi?
Iya sudah tidak sakit....
Syukur lah, Oh iya Tadi kata dokter, Kamu tidak boleh pergi dengan mengendarai motor, Karena Di kehamilan mu ini sangat Rawan.
__ADS_1
HM... Seperti nya sedang Nyindir Kalya ya!?
Ya kalau kamu merasa, Hehe...
Iya Deh... aku tidak akan Melakukan itu lagi.
Bagus lah kalau kau mengerti.
Oh iya...
Apa kau Menelfon Ibu dan Ayah?
Belum
Kalau Papa dan Mama?
Belum juga
Syukur lah kalau begitu.
Lah emang nya kenapa?
Aku takut Mereka akan Khawatir nanti.
Ya Tantu saja mereka khawatir kalau Mendengar berita ini, karena kan Ini Cucu pertama mereka.
Ya Makan nya dari itu, Aku takut nanti, Malah Kesehatan mereka terganggu Mendengar berita ini.
Uh.uk... ih.uk..
Sudah lah istirahat lah, Nih Minum air putih dulu.
HM....
HM... iya terimakasih sudah mendengar kan ku.
Ya sudah Kamu Istirahat dulu, Aku akan memberikan makanan untuk mu.
Tunggu aku ingin Makan Ketoprak Dan Mie ayam tapi Yang pedas ya.
Kamu ini, Kan Masih sakit, Tidak boleh makan-makanan seperti itu.
Apa kau ingin anak kita ngiler, Ini kan Bukan Aku yang menginginkan nya, tapi Anak-anak Tuyul mu.
HM... Iya Iya, Aku akan membeli kan nya, Tunggu dan Jangan ke mana-mana.
Iya aku akan menunggu mu.
*Devan Pun Pergi Membeli Makanan Untuk Kalya, Karena Kalya dari pagi belum Sarapan*
HM... Sepi sekali.
*Tiba-tiba Ada Seorang anak yang mengintip nya di pinggir pintu*
Hey Adik....
Sini sama Tante..
Tante Sakit apa?
*Tanya Anak kecil itu ke Kalya*
__ADS_1
Tadi nya Tante sakit, Tapi sekarang Tante Sudah baik kan.
Tante Apa ada adik kecil di perut Tante?
*Tanya anak kecil itu lagi*
Iya... Ada Dua adik kecil di perut Tante.
Wah... Apa aku boleh memegang perut Tante?
Boleh silahkan saja...
*Kalya tersenyum melihat anak itu*
Oh iya, Nama Tante: Kalya
Nama kamu siapa anak Manis?
Nama Ku Kuki Tante.
Oh Kuki...
Kamu Ke sini dengan siapa?
*Tiba-tiba Seorang Perawat masuk*
Mohon maaf ya Nona, Apa anak ini mengganggu mu!?
Tidak Kok, Malah dia sangat Manis.
Benar kah, Kalau begitu saya permisi ya nona.
Ayo Kuki...
Iya Tante Sister...
Tunggu Suster, Apa ini Anak dari seorang pasien?
Iya Nona, Ibu nya di rawat di rumah sakit ini, karena Sejak melahirkan Anak nya, Ia Sakit dan belum sadar kan diri sampai sekarang.
Apa aku boleh melihat Ibu nya anak Ini suster?
Boleh silahkan saja, karena Selama ini tidak ada yang mengunjungi nya, Dan suami nya hanya mengantar kan dan setelah itu meninggal kan istri nya begitu saja.
Ya ampun Kasihan sekali Nasib anak ini, gumam Kalya sambil mengelus kepala anak itu.
*Kalya pun beranjak dari tempat tidur dan pergi melihat ibu Dari anak itu*
Tante... Tante...
Apa Tante Ingin melihat Ibu ku...
HM...
Iya Anak Manis, Kamu Senang Bukan?
Iya Tante Kuki Sangat senang.
*Sedang kan Devan kembali ke kamar Kalya, dan Betapa terkejut nya Devan, Ia tidak melihat Kalya Di kamar nya*
BERSAMBUNG
__ADS_1
***Jangan lupa Like and Share 🙏
Terimakasih atas dukungan nya☺️***