"Perjodohan Yang Tak Terduga"

"Perjodohan Yang Tak Terduga"
Merasa lega


__ADS_3

D.r.et.. d.r.et...


Kalian duluan saja, aku akan menyusul...


Tidak bisa-bisa nya Kalya mengangkat telpon menjauh dari ku, gumam Salsa.


Ya sudah...


Ayo Salsa kenapa melamun saja.


Iya iya...


Kenapa di saat seperti ini Devan menelfon ku, dasar... gumam Kalya kesal.


***Assalamualaikum...


Waalaikumsalam...


ada apa kamu nelpon malam- malam.


Emang nya tidak boleh ya seorang suami menelfon istri nya.


Ya Boleh tapi kan ini sudah larut malam, apa kamu tidak bekerja besok.


Kelihatan nya kamu tidak senang ya kalau aku telfon, apa jangan-jangan kamu di sana...


Diam lah...


jangan berpikir yang tidak-tidak, aku tidak wanita seperti itu.


Iya deh...


Besok pagi kamu Harus pulang, Mama ku ingin bertemu dengan mu.


Iya aku akan pulang besok pagi...


HM...


anak pintar, ngomong-ngomong tidak terjadi apa-apa kan di sana?


Kenapa kamu sok-sok menghawatirkan ku, padahal kan kamu senang kalau aku kenapa- kenapa.

__ADS_1


Kamu sedang berbicara apa sih...


Aku itu suami mu, sudah seharusnya aku khawatir dengan mu, dan Kamu itu sudah menjadi tanggung jawab ku Kalya, jadi kalau kamu kenapa- kenapa, aku lah orang pertama yang akan di salah kan.


Iya iya...


Udah dulu ya aku sudah mengantuk.


Hu..a...


Ya sudah, kembali lah ke hotel secepatnya***...


Loh...


Kenapa Devan bisa tau, kalau aku sekarang berada di luar hotel, aku kan tidak pernah memberi tahu kalau, ada acara malam ini, apa jangan-jangan dia ada di sini dan sedang mengikuti ku!.. gumam Kalya.


kamu kok bisa tau, kalau aku sekarang berada di luar hotel?..


Ya ampun mulut ini selalu tidak bisa di ajak kompromi, gumam Devan.


***Kamu tidak perlu tau aku tau dari mana, Yang terpenting adalah kamu cepat kembali ke hotel.


Kenapa kamu makin berisik...


T.tu... t.ut***....


Kenapa wanita itu keras kepala sekali, tapi tadi kenapa dia menurut sekali, tidak biasa- biasa nya!! gumam Devan


Hu...


Aku harus tenang menghadapi suami cerewet seperti Devan, gumam Kalya.


*Kalya pun langsung pergi masuk ke hotel, Dan ternyata Salsa masih menunggu Kalya*


K.r.ek....


Loh...


Kamu kok belum tidur Salsa?


tanya Kalya.

__ADS_1


Bagaimana saya bisa tidur!!..


kalau melihat kamu belum pulang, oiya...


kamu sedang menelepon siapa sih, kenapa harus menjauh, Tidak biasa- biasa nya kamu seperti ini.


Ya sudah sekarang kan aku sudah pulang, jadi tidur lah..


Kamu belum menjawab pertanyaan ku Kalya!!


Baik baik lah..


Itu tadi Ayah ku, dia khawatir dengan ku, jadi ya menelfon, kamu tau sendiri kan ayah ku seperti apa, kalau mendengar aku belum pulang ke hotel, bisa- bisa aku tidak akan pernah di izinkan pergi kalau ada acara apa pun itu.


Semoga Salsa percaya...


Aku tidak ingin masalah ini makin panjang, gumam Kalya.


Iya deh...


aku percaya, ya sudah ayo tidur...


Tapi Salsa, seperti nya aku pulang lebih awal, karena ayah ku sangat menghawatirkan ku.


Ya tidak apa...


Lagian Aku besok sudah masuk kerja, jadi kita bisa pulang bersama.


Iya...


Aku sekarang sangat senang Salsa, Hari ini Masalah ku dengan teman- teman sekelas, sudah berakhir.


Kamu jangan senang dulu Kalya, belum tentu wanita itu akan merasa masalah ini selesai begitu saja.


Sudah lah...


Jangan berpikir seperti itu, Kalau dia melakukan ke salah itu lagi, dia akan mendapatkan ganjaran nya.


Kamu memang Sahabat ku paling baik, aku merasa sangat- sangat beruntung memiliki sahabat seperti mu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2