"Perjodohan Yang Tak Terduga"

"Perjodohan Yang Tak Terduga"
Pergi tidak berpamitan


__ADS_3

*Di pagi hari nya, Devan terbangun, Ia Membuka mata nya Tetapi dia tidak menemukan Kalya*


Mbok...


Nanti Kalau Devan Bangun cari saya, Bilang kalau saya pergi ke Supermarket dekat sini ya.


Iya Non, Tapi Apa Non tidak ingin Mbok temeni?


Tidak Usah Mbok...


Kalya pergi sama Dengan Salsa saja.


Salsa siapa Non?


Sahabat Saya Mbok, Sebentar lagi Dia sampai.


Permisi Non...


Ada Orang Mencari Non Kalya, Nama nya Salsa.


Iya Pak, Saya akan ke sana.


Tapi Non...


Ya sudah Mbok Kalya Pergi dulu.


*Kalya dan Salsa Langsung pergi*


Kalya....


Baru kemarin kita jumpa, Eh... Badan tambah berisi.


Ah Masa Sih...


Aku Gemukkan ya?


Hem...


Tapi masih cantik kok, pipi nya Tembem.


Mm... Makin Makin lah...


Ya sudah ayo Berangkat.


Ayo...


Pakai dulu Helm nya, Nanti Kita di tilang polisi kan berabe, ngeluarin uang lagi.


Iya iya...


Tapi jangan Balap-balap ya, Aku Sedikit Mual.


Oke sip..


......


Mbok... Mbok....


Iya Den Ada apa?


Di mana Kalya Mbok, kenapa Devan cari kemana-mana tidak ketemu.


Oh iya... Non Kalya tadi Bilang ingin Ke supermarket dekat sini.


Pagi-pagi Begini Mbok?


Dia sedang cari apa di supermarket Pagi-pagi begini!


Saya tidak tau Den.


Kalya pergi di antara Supir Kan Mbok?


Tidak Den, Non Kalya pergi dengan sahabat nya Salsa.


Ha..


Kenapa hanya pergi ke supermarket harus di temani Salas? gumam Devan sambil berjalan menuju kamar nya.


.....


***Kalya.... sudah lama kita tidak naik motor seperti ini.


Apa!!!


Aku tidak dengar...


Kita Sudah lama Tidak pergi Jalan-jalan Dengan Naik motor seperti ini.


Apa Salsa.....

__ADS_1


Aku sama sekali tidak mendengar nya***.


Hu.....


*Salsa pun Meminggirkan Motor nya*


Loh... Ada apa Salsa kok berhenti.


Tadi Aku berbicara Kalau Kita Sudah lama tidak jalan-jalan dengan naik motor seperti ini.


Oh... Aku kira apa, Ya sudah ayo kita lanjut lagi.


Tapi kamu baik-baik saja kan?


Iya aku baik- baik saja, cepat lah Aku sudah tidak sabar lagi.


Iya iya....


*Mereka pun melanjutkan Perjalanan, Tak Lama kemudian Mereka sampai ke tempat yang Mereka tuju*


Akhirnya****


Aduh... Punggung ku sakit.


Ye... sudah seperti Nenek-nenek, begitu saja sudah ngeluh sakit punggung.


Ya sudah lah Ayo kita Cari Makan, Aku sudah lapar...


Masih Jam Sembilan Kalya, Apa tadi kau di rumah Belum sarapan?


Sudah sih...


tapi sekarang aku sudah lapar, ayo cari makanan.


Iya.. iya.. Ayo ikut aku, Kata nya di sekitar sini ada makanan enak.


*Mereka pun pergi Mencari Makanan yang di Maksud Salsa*


Itu Dia...


Warung?


Iya, kenapa kamu tidak suka ya?


Aku suka kalau nanti makanan yang aku makan enak.


Sudah lah Ayo...


Iya... Kau mau pesan apa?


tanya Salsa.


Mbak Saya mau pesan Soto, sate ayam, Sama Gado-gado tapi jangan pedas-pedas ya dan jangan lupa minuman nya Teh es, Sama Jus Jeruk.


Hey.. Kau memesan makanan sebanyak itu, Apa bisa kau makan semua nya.


Bisa lah kenapa tidak bisa, Kamu pesan sendiri saja ya, aku sangat lapar.


Ya sudah Mbak Saya jus jeruk saja satu.


Baik Mbak..


*Tak begitu lama, Makanan Kalya pun sampai*


Wih... enak nya, Kamu benar gak makan Salsa?


Tidak Alya Kamu saja, saya sudah kenyang tadi sebelum ke rumah mu Sarapan dulu.


Ya sudah kalau gak mau, Aku akan habis kan semua nya.


Kalya-Kalya Aku saja melihat Kamu makan sudah kenyang duluan, Tapi jangan makan Benyak-banyak nanti kau tidak bisa naik motor pula.


Aku bukan Makan sendirian Loh Salsa!


Maksud nya?


Aku tuh lagi hamil Anak kembar jadi Sedikit-sedikit merasa lapar.


Oh.... Hamil.


Hem...


Apa **H hamil....


Iya emang nya kenapa?


Ya ampun Kalya apa aku orang terakhir dalam hidupmu yang mengetahui Kau hamil Kembar pula.


Tidak kok... Vito belum aku kasih Tau.

__ADS_1


Aku Hanya mencari waktu yang tepat untuk membicarakan kehamilan ku ke kalian, aku takut nya kalian akan terkejut dan menjauh dari ku.


Tidak Lah Kalya aku dan Vito akan selalu menjadi sahabat baik untuk mu, Aku turut bahagia Kalya, Selamat ya...


Iya... Sekarang kamu sudah tau kan kenapa aku makan banyak.


Iya iya... pantas saja Kamu Agak gemuk kan dikit, Tapi coba Lah Cerita bagaimana Malam pertama nya?


Tidak ada....


Aku Dan Devan tidak melakukan apa pun.


Jadi Bagaimana ada Dua Tuyul di perut mu, Ha!


Maksud ku, Kami tidak melakukan pada saat malam pertama.


Lalu?


Tanya Salsa penasaran.


Itu di mulai dari Mama Nya Devan Memberi obat di minuman Ku dan Devan.


Obat Apa?


Tidak Tau, Ntah Obat apa yang di masuk kan ke dalam minuman itu, sampai-sampai badan ku merasa panas dan bergairah.


Oh... Ya ampun Pintar nya Mama nya Devan, tau aja Obat kayak Begituan.


Jadi Bagaimana lagi?


Ah.. sudah lah Cerita nya panjang, Aku mau menghabiskan makanan ku dulu.


Iya Habis kan lah.


*Sementara Devan Cemas Dengan Kalya kenapa Dia pergi Pagi-pagi dengan Salsa*


Apa dia Masih marah dengan ku?


Makan nya dia, Sebaik nya aku menelfon Ponsel Kalya, Gumam Devan sambil mengotak-atik Ponsel nya.


*Terdengar suara ponsel di bawah selimut, Mungkin Kalya lupa atau sengaja tidak membawa ponsel*


Ya ampun malah di tinggal ponsel nya, Oh iya Salsa, Aku harus menelfon Salsa, gumam Devan sambil Mondar-mandir seperti setrika.


*Di karena kan Kalya dan Salsa pergi ke Pedesaan jadi Di sana tidak ada jaringan, Tetapi Devan masih terus mencoba*


Aish....


Kenapa tidak aktif, di mana sebenarnya Kalya dan Salsa pergi, gumam Devan.


*Sedang kan Kalya dan Salsa masih berbincang-bincang sampai mereka lupa waktu*


Kalya Sekarang sudah Jam Tiga loh...


Iya tapi aku masih ingin di sini, udara nya segar dan nyaman, aku masih ingin berlama-lama di sini, tunggu sebentar lagi ya.


Gak boleh Wanita hamil pulang Maghrib-maghirb loh.


Ya sudah lah Ayo kita pulang, Besok-besok kita ke sini lagi.


Iya aku akan Mengajak mu ke sini lagi.


Janji ya!!


Iya... eh tapi Bagaimana kau minta izin ke suami mu?


Aku bilang saja aku pergi ke supermarket, beres kan.


Ya ampun... ini kan hari Minggu, pasti nya Devan di rumah, jadi dia pasti Curiga kenapa istri nya pulang lama sekali hanya ke supermarket sampai satu harian.


Kalau ku bilang ke tempat ibu ku, dan dia menelfon ibu ku, lalu ibu ku bilang aku tidak ada di rumah ibu ku, Bagaimana? Jadi aku buat saja Alasan Ke supermarket agar bisa pergi.


Ya ampun... Ayo kita pulang, pasti nya Devan sedang khawatir dengan mu.


Devan tidak mengkhawatirkan ku, buktinya dia tidak menelfon ku dari tadi.


Iya juga ya...


Tapi mana ponsel mu?


Loh... loh... kemana kok gak ada!?


Ha... kan ya sudah ayo kita pulang saja.


*Mereka pun pergi pulang, Dua jam menempuh perjalanan, akhir nya mereka pun sampai Dan terlihat lah Tubuh Kekar Berdiri di Depan pintu gerbang*


BERSAMBUNG


Maaf ya Akhir-akhir ini jarang Update🙏

__ADS_1


__ADS_2