"Perjodohan Yang Tak Terduga"

"Perjodohan Yang Tak Terduga"
Patuh


__ADS_3

Bagai mana kalau pernikahan anak-anak kita di per cepat? Tanya mama Devan.


Wah... betul juga kata mama, papa sudah tidak sabar menggendong cucu yang imut Dari Devan. balas papa Devan.


pak wijaya bagaimana kalau pernikahan anak-anak kita di percepat 2 hari lagi.


Devan Dan kalya terkejut sampai-sampai mereka berbicara secara bersamaan.


Secepat itu pa/yah...


Pa/ma, Devan belum siap.


iya om/tante kalya juga belum siap...


Kelihatan nya kedua orang tua kalya Dan Devan tidak menggubris perkataan mereka.


Ya saya setuju pak surya. kita buat persiapan nya secepat mungkin. gimana bu..


Ibu setuju yah.. lebih cepat lebih baik...


Bagai mana ini kalau aku menolak nya apa aku akan jadi anak Durhaka? ya sudah lah aku nurut saja, orang tua Ku gak mungkin asal memilih pasangan hidup untuk Ku. gumam kalya


Bagaimana kalya..


Tanya Ibu.


Iya bu.. kalya setuju, tapi kenapa harus secepat itu bu kalya belum siap, kalya kan baru saja lulus kuliah, kalya ingin melihat dunia luar bu... apa kata teman Ku kalau aku sudah menikah sedang kan mereka bekerja. kalya ingin seperti mereka.


Ya sudah kita akad saja, soal resepsi pernikahan kalian tentukan sendiri kapan kalian siap mengumumkan hubungan kalian.


kalya hanya diam Dan tak berani berkomentar lagi..


om/tante kalya izin keluar, kalya ada urusan yang harus kalya urus.


Iya om/tante Devan juga izin keluar...


kedua orang tua Devan Dan kalya sudah mengetahui mereka ingin keluar karena malas mendengar kan tentang perjodohan.


Iya sudah kalian pergi lah..

__ADS_1


kata ayah kalya.


Devan antar kalya ke tempat yang ingin di tuju nya...


Rasa nya ingin menolak tapi tidak enak dengan ayah dan ibu kalya, gumam Devan.


iya pa Devan akan antar kalya sampai tempat tujuan..


Devan permisi ya om/tante.


kalya juga permisi ya om/tante...


Ya sudah hati-hati ya...


Kalya dan Devan keluar dari cafe secara bersamaan, sesampai nya di parkiran Devan membukakan pintu mobil untuk kalya.


Sila kan masuk tuan putri..


Terima kasi...


Di sepanjang jalan mereka tidak ada yang berbicara.


tanya Devan.


Antar aku pulang saja.


Tak lama kemudian...


Sudah sampai turun lah..


Ini bukan rumah ku..


dengan wajah judes kalya.


kalau di lihat-lihat pilihan mama lumayan juga, gumam Devan. tiba-tiba ada sesuatu yg memukul nya.


hey... kau sedang melihat apa!!!..


Dasar laki-laki Mesum.

__ADS_1


aduh sakit...


sapa yang kamu bilang mesum?


pikir aja sendiri...


kalya membuang muka nya.


Dasar gadis gila, baru saja aku memuji kecantikan mu eh malah aku di pukul gumam Devan dengan muka di tekuk.


jadi rumah kamu di mana?


di depan ada gang belok kanan, nanti ada pohon apel turun kan aku di situ.


Devan pun mengantar kalya, terlihat lah pohon apel yang sedang berbuah lebat, Devan seketika terpukau dengan pohon apel yang berbuah lebat itu. sejak Devan kecil hingga sekarang ia sangat-sangat menyukai buah apel.


Turun lah sudah sampai..


Ya. Terima kasi sudah mengantar ku pulang.


Devan menjawab dengan anggukan, karena Devan sibuk melihat buah-buah apel segar.


kamu mau?..


ambil saja, buah apel nya itu sangat manis dan segar.


Devan pun langsung mengambil satu buah apel dan memakan nya.


Manis sekali...


oya.. kamu gak mau masuk dulu, nanti ku panggil kan tukang kebun mengambil kan beberapa untuk mu.


kalya melihat Devan memakan apel dengan sangat lahap, ia baru tau Devan sangat suka buah apel.


tidak usah...


aku sudah terlambat...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2