
Tidur lah...
Mau kamu ngapain lagi!?
Ya tidak ada, Ya sudah tidur lah Bayi besar ku..
HM....
*Mereka pun tertidur, Dan di pagi hari nya mereka di kejutkan oleh Kuki yang Mengetok pintu*
***Ayah.... Bunda ...
Tok... tok***...
Perasaan Kalya belum melahirkan, Kenapa Ada yang Manggil ayah bunda ya, gumam Devan Sambil Mengucek mata nya, Devan tidak mengingat kalau yang memanggil Ayah bunda itu Kuki.
Devan...
Buka kan pintu, Itu Kuki ingin masuk!
Ya Allah Aku lupa Kalau Ada Kuki...
...Cepat Lah......
Teriak Kalya, Yang Sudah Membuka Mata nya tapi Malas Untuk Bangun.
Iya iya...
*Devan Pun Membuka Pintu kamar nya*
Ayah.....
Ada apa Sayang?
Sarapan Sudah siap, Tadi Kuki bantu Nenek' Eh.. Mbok, Buat sarapan.
Ya sudah, Kamu Bangun kan Bunda dulu, Ayah ke kamar mandi dulu ya.
Iya Ayah...
*Kuki Pun melakukan apa yang di perintahkan Devan*
Bunda...
Iya sayang...
Ayo bangun, Kuki sudah Buat sarapan untuk Bunda.
Terimakasih ya sayang, Ya sudah kita Turun, kita Sarapan Sama-sama.
Iya Bunda.
*Mereka pun turun dan langsung ke dapur, Kalya melihat Makanan sudah siap dan tersusun rapi*
Ayo...
Bunda Duduk dulu.
Iya sayang..
Oh iya, Apa semua Makanan ini Kuki yang buat?
Kuki Bantu Mbok, Aja bunda.
__ADS_1
Tidak lah...
Non Kuki Yang buat, Mbok Cuman Bantu- bantu saja.
Ya sudah lah Mbok, Ayo Sarapan Sama-sama.
Tidak Lah Non Kalya, Mbok sarapan di belakang saja.
Ayo Lah Mbok, Kan Jarang- jarang sarapan sama Devan!?
*Suara Devan tiba- tiba, Ikut serta di obrolan Kalya dan Mbok*
Mbok tidak enak Den.
Kalau Mbok merasa tidak enak, Panggil saja sekalian supir Devan.
Biar Kuki aja ya Ayah...
*Devan Mengangguk, Lalu Kuki bergegas Memanggil Supir Devan*
Oh iya Mbok, Karena Sebentar lagi, Acara Pernikahan Devan sama Kalya, Mbok Pergi lah dengan Kalya Nanti Ukur Baju ya.
Kapan Den Acara pernikahan nya?
Tanya Mbok.
Tiga hari lagi Mbok, Tapi sebenarnya acara nya Sekarang, tapi karena Saudara Mama sakit, jadi Di undur Lagi.
Oh Iya Den.
Mbok juga harus jaga Kalya juga ya Nanti.
Iya Den, Non Kalya Pasti Mbok jaga.
Devan!!!
Aku Bukan anak kecil lagi, yang harus di jaga-jaga.
Ya memang kamu bukan anak kecil, Tapi Kamu Bawa dua anak kecil di dalam sana.
*Devan Menunjuk Perut Kalya*
Apaan sih...
Aku akan hati- hati, Gak mungkin kan aku mencelakakan anak- anak ku.
Kalya, Jangan Bandel kalau di bilangin, Kamu saja Pergi dengan Salsa, Besok nya perut kamu sakit!!
HM...
Iya iya, Maaf ya Buat Kamu Khawatir.
Hu...
Iya, Ya sudah aku pergi dulu ya.
Iya Hati- hati ya..
*Devan Mengangguk dan Kalya langsung mencium Punggung tangan Devan*
Ayah Mau berangkat kerja ya...
Iya sayang, Maaf ya Tidak Bisa sarapan Bareng Kuki.
__ADS_1
Iya ayah, Tidak apa Kuki sarapan sama Bunda saja.
M...
Anak Pintar, Cup...
*Kuki Mencium Punggung tangan Devan*
Hati-hati ya Ayah..
Iya sayang..
*Devan Langsung pergi, dan di antar Supir nya*
M...
Tadi Di panggil untuk sarapan, Eh malah pergi, Nasip-Nasip, Gumam Supir Devan.
Ada apa?
Tanya Devan yang bingung melihat Ekspresi aneh supir nya.
Tidak Tuan..
Ya sudah, Ayo cepat sebentar lagi Saya Ada rapat.
Baik Tuan.
*Sedang kan Di Rumah Kalya dan Kuki sibuk Mencari- cari pakaian yang akan di pakai untuk pergi nanti*
Kuki Sudah dapat?
Belum Bunda, Kuki Bingung Banyak sekali Baju nya, Tapi cantik- cantik semua.
Kalau Bunda Pilih kan Bagaimana?
Iya Bunda..
*Kalya pun mencari Pakaian Untuk Kuki*
Yang Ini saja ya Kuki.
Iya Bunda, Itu bagus Kuki Suka.
Ya sudah Pakai lah.
*Kuki langsung Memakai pakai yang di pilih Kalya*
Kuki sudah siap Bunda..
Bagus, Kalau Bunda Bagaimana?
Cantik, Bunda Cantik Sekali.
Makasih Kuki Cup...
*Kalya pun turun dan Mengajak Mbok pergi*
Ayo Mbok...
Iya Non..
BERSAMBUNG
__ADS_1