
Wah... Gaun Pengantin!?
Iya Kamu suka Kan?
Suka Banget...
*Kalya Refleks Memeluk dan Mencium Pipi Devan*
Terimakasih...
Iya..
Tapi kita melaksanakan Pernikahan nya Agak di percepat ya Sayang.
Loh kenapa?
Apa gak Nungguin Baby Twin Lahir aja.
Nanti Malah kamu yang Capek, Mana ngurusin Peserta, Mana Yang ngurusin Baby Twin, Jadi Lebih baik Acara nya Di percepat.
Oh... Ya sudah Aku ikut saja Apa yang baik untuk ku dan Baby Twin.
Kalau begitu Kita Besok Pagi Kita foto Prewedding dulu, setelah itu Kita Datang ke rumah Ayah Dan Ibu mu.
Papa sama Mama?
Mama sama Papa sudah Saya beritahu, Jadi kamu tenang saja ya.
Iya... Tapi Sahabat-sahabat ku Bagaimana?
Dan Apa boleh aku mengundang Teman-teman Sekolah ku?
Boleh saja, Soal Tamu Undangan Aku serahkan ke kamu, Kalau urusan undangan Orang Kantor, Nanti Bella saya suruh Mendata nya dan memberikan nya ke kamu.
Iya....
Di karenakan Beberapa hari lagi Acara nya, Kamu Jangan terlalu banyak bergerak, Kasihan nanti Baby Twin nya kecapean.
Iya iya...
Aku akan lebih banyak Istirahat Nanti.
Bagus lah Kalau gitu.
Oh iya apa kau sudah Makan?
HM... *S sudah Kok, Apa kau Lapar?
Dasar... Kenapa kau harus berbohong dengan ku lagi, gumam Kalya sambil melihat Wajah Devan yang Lemas di tambah pucat akibat tidak Makan sejak tadi pagi.
Aku Lapar....
__ADS_1
Ayo Makan Bersama ku.
Iya aku akan menemanimu Makan Malam.
*Mereka Pun Turun dan Makan malam Bersama*
Ini Aku ambil kan....
Iya Terimakasih.
Kenapa harus berterimakasih sudah kewajiban ku sebagai istri melayani mu.
Hehe Iya...
Sini Aku siapin Saja.
*Devan pun tersenyum melihat perubahan demi perubahan sikap Kalya*
Aku sudah kenyang, Giliran kamu Yang makan, Kasihan Baby Twin kelaparan.
Haha Iya...
*Betapa terkejutnya Devan Melihat Selera Makan Nya Kalya*
Omo...
Kamu Lapar atau Doyan Kalya, Banyak Banget.
Haha... Anak Nya Ayah Makan yang banyak ya, Dan Jaga Ibu kalian baik-baik, kalau Ibu kalian Nakal, Tendang saja perut ibu kalian.
Hus...
Ngomong nya kok gitu, kapan Coba aku Nakal, Lagian pun aku Bukan anak kecil.
Anak kecil kan kalau ada sedikit masalah saja sudah Merajuk, Ya sama Kaya kamu, dikit-dikit merajuk.
Ih... Masak Aku kamu bilang Anak kecil!
Iya anak kecil...
Masak Iya sih Anak kecil Mengandung anak kecil.
Ha,..
Ya Allah... Kalya kamu ada-ada saja loh.
Ya habis nya kamu, Sudah lah Aku Ke kamar dulu.
Kan kan.... Baru saja di bilangin sekarang sudah merajuk.
HM... Terserah.
__ADS_1
Sayang... Jangan Marah lagi ya, Aku kan hanya bercanda.
HM....
Cup
Cup
Cup
Ih... apaan sih.
HM... Cup.
*Devan Mencium Pipi Kalya*
Apa kau tidak menyukai nya Sayang.
Mm... Aku menyukai nya, Tapi kamu Tidak tahu Situasi dan tempat.
kan gak ada orang sih...
Mbok paling sudah tidur, dan Pak supir sudah pulang.
Tapi kan Aku Malu...
Haha... ya sudah Ayo kita ke kamar, Kamu harus lebih banyak Istirahat.
Iya iya... Aku tau
*Mereka pun Beranjak dari tempat duduk dan langsung pergi ke Kamar*
Selamat Malam Sayang Cup...
Selamat Malam Juga sayang Cup...
*Kalya tidur dengan berpelukan dengan Devan, dan Devan Mengelus Perut Kalya yang Agak Besar*
Sehat-sehat Ya anak Ayah....
Iya Ayah...
*Kalya meniru kan Suara anak-anak*
Ais....
Kamu ini, Sudah Tidur.
Iya Selamat malam Cup...
*Devan tersenyum melihat tingkah Kalya*
__ADS_1