
*Kalya pun pergi menemui Devan, Setibanya di depan pintu ruangan Devan, Tiba-tiba seseorang memanggil nama nya, dan tanpa rasa ragu Kalya berbalik, dan terlihat lah wajah Salsa sahabat nya*
Buk Kalya....
Iya ada apa?
Tanya Kalya.
Di situ lah Kalya merasa gugup berbicara di hadapan salsa.
Seperti nya ibu...
*Tiba-tiba Devan datang menghampiri Kalya dan salsa*
Ada apa Salsa...
Kenapa kamu di sini, apa kamu tidak kerja!
Maaf Pak...
Saya tidak akan mengulangi nya lagi, saya permisi dulu.
*Salsa pun pergi meninggalkan Kalya dan Devan*
Kenapa kamu begitu Galak dengan sahabat ku, awas saja kalau kamu ulang lagi sikap seperti itu, kalau tidak ada aku, mau itu sahabat ku atau bukan, apa kamu tidak merasa kasihan dengan mereka, Perkataan Kalya seakan Menandai Devan seseorang bos yang kejam.
Mereka kan saya gaji, mereka harus nurut apa yang aku kata kan, seperti itu lah cara saya untuk mengatur mereka, kalau mereka saya baik'in mereka akan seenak nya saja dengan aku, Paham kan.
Iya saya paham, tapi tidak seperti itu juga, ayah saya saja tidak seperti itu memimpin perusahaan.
Sudah lah dari pada bertengkar karena itu, ayo masuk.
*Kalya pun Masuk dengan perasaan kecewa, melihat sikap suami nya di kantor*
Silahkan duduk..
Kamu kenapa lagi, kenapa diam saja...
Layani lah suami tampan mu ini.
Tidak aku tidak mau..
Kenapa hanya urusan sepele seperti tadi kamu jadi seperti ini, baik lah... aku akan merubah nya.
*Kalya pun langsung tersenyum mendengar perkataan Devan*
Hey... Kalau senyum begitu kan makin cantik.
Sudah lah diam!!
Ya... Judes nya muncul.
__ADS_1
*Kalya pun membuka bekal yang ia bawa tadi*
Wah... Seperti nya enak.
Makan lah...
Oiya.. kamu nanti pulang, dengan ku saja, Tidak enak nanti di lihat banyak orang, kalau kita pulang sendiri- sendiri.
Tapi kan kamu pulang sore, sedang kan nanti sore aku pergi..
Kamu tenang saja aku akan pulang lebih awal,
tunggu aku sebentar lagi.
Baik lah..
Aku akan menunggu, tapi jangan lama- lama aku belum membereskan pakaian ku.
Iya...
*Tak lama kemudian mereka pun pulang, Tiba-tiba.
G..r.et... g..r.et..
**Halo...
iya salsa.. ada apa?..
Iya aku pergi kamu pergi kan?..
Iya, tapi aku pergi besok saja ya, soal nya pekerjaan ku belum selesai.
Ya sudah tidak apa..
Aku pergi sendiri saja.
Ya sudah saya tutup dulu ya, ada urusan mendadak**.
*Salsa pun mematikan*
Kamu kenapa lagi...
kenapa wajah mu sangat tidak enak dilihat.
tanya Devan
Salsa tidak bisa datang hari ini..
Tapi besok datang kan..
Iya..
__ADS_1
Ya sudah kenapa harus sedih..
*Mereka pun sampai di rumah, Kalya pun langsung bergegas mengemasi barang yang akan di bawah nya*
Sudah semua kan, kamu akan di antar supir.
Jangan, Kalau supir kamu mengantar ku, pasti Teman-teman ku akan mengetahui kalau aku sudah menikah dan terkejut nya lagi malah menikah dengan mu.
Apa kamu malu menikah dengan ku?
tanya Devan.
Tidak...
tolong jangan berpikir seperti itu.
Ya sudah lah kamu pergi saja sendiri.
HM...
*Kalya pun pergi meninggal kan Devan*
D..r.et... D..r.et...
Tiba-tiba Sekertaris menelpon kalau ada rapat mendadak dengan Direktur.
Baik lah, saya akan segera ke sana.
Devan pun pergi ke perusahaan, Tak lama kemudian ia pun sampai.
Silakan lewat sini pak...
Baik..
*Devan pun menghadiri rapat Direktur, tak lama kemudian rapat Direktur pun selesai, Devan pun langsung pergi ke ruangan nya, sebelum sampai ke ruangan nya, Devan mendengar Salsa menelpon seseorang tidak lain adalah istri nya*
Kalya apa kamu tidak takut di bully karena tidak ada pasangan, Sebelum kamu Kuliah ke luar negeri,kamu kan sudah berjanji dengan mereka kalau kamu akan dapat pacar/ pasangan, kamu tau sendiri kan mereka seperti apa.
Iya aku tau..
tapi apa boleh buat, aku sudah sampai di hotel.
Ya sudah kamu jangan ke mana- mana, tunggu aku datang besok.
Iya Sahabat ku yang paling cantik.
*Salsa pun mematikan telfonnya karena melihat Devan sedang menguping*
"Selamat siang pak"
*Devan terkejut mendengar Salsa menyapa*
__ADS_1
BERSAMBUNG