
Sesampai nya di rumah Kalya masuk kamar dan mengunci pintu.
**Non...
Tok.. tok ...
Non Ke rumah ibu kok Cepat sekali pulang nya, Non baik baik saja kan**?..
Iya Mbok Kalya baik baik saja.
Non...
Apa non sudah makan siang, Mbok bawa kan ya non.
Tidak usah Mbok...
Kalya tidak lapar, Biar kan Kalya sendiri dulu Mbok.
Baik lah Non..
Seperti nya ada yang tidak beres, sebaik nya telfon Den Devan, gumam Mbok sambil Jalan menelfon Devan.
*Setelah di telfon, Devan langsung Pulang dan melihat Keadaan Kalya*
Mbok di Mana Kalya?..
Dan kenapa Mbok biar kan dia pergi tadi!
Maaf kan Mbok Den...
Mbok salah, Tadi Non Kalya izin nya ke rumah ibu nya, dan tidak tau pulang-pulang sudah begitu.
Ya sudah Mbok Tidak apa, tapi lain kali Jangan Ulang lagi.
Baik Den...
Tapi kenapa Den Devan Sangat menghawatirkan non Kalya?
Kalya Sedang Hamil Mbok, jadi aku tidak mau bayi yang ada di kandungan Kalya kenapa- kenapa.
Ya ampun, Selamat ya Den...
Maafin Mbok ya Den, Mbok Tidak tau kalau Non Kalya Hamil.
Iya Mbok, Devan juga salah tidak memberi tahu.
*Devan langsung Mencari kunci Cadangan, dan membuka pintu kamar*
Kalya....
Aku sangat menghawatirkan mu, Kenapa kau seperti ini. Hah!!
Ada apa dengan mu!
__ADS_1
Aku baik baik saja dan kenapa kamu Pulang?
**A aku... Menerima Telfon dari Mbok, jadi aku buru-buru pulang.
Sudah lah... tidak usah sok Perhatian!
Apa kau tidak merasa ada yang belum kau katakan ke aku!!!
Tidak...
Ya sudah aku mandi dulu.
Devan!!!
Iya ada apa?
tanya Devan yang tidak tau apa maksud perkataan Kalya.
Hu....
Aku tanya sekali lagi, Apa kau merasa tidak ada yang perlu kau katakan pada ku.
Maksud nya apa sih?
Aku capek tidak usah cari masalah!
**Hiks**... hiks... ibu...
Hey ada apa Kenapa kau menangis?
Hiks..hiks..
Sudah sudah jangan nangis lagi, Coba duduk dulu dan Apa maksud dari perkataan mu.
Sudah lah aku ingin pulang ke rumah ibu ku saja.
Hiks...hiks..
Kalya Aku tanya sekali lagi apa maksud dari perkataan mu, jangan malah pulang ke rumah ibu, nanti ibu Berpikir yang tidak tidak kita.
Apa Kalya sudah tahu kalau dia sedang hamil?
gumam Devan sambil Menatap Mata Kalya yang basah karena menangis.
Aku hamil Dan kenapa kau tidak bilang pada ku, Apa kau tidak menginginkan ku Mengandung anak mu.
Hiks.. hiks...
Tidak seperti itu, Aku pikir kau tidak senang Mengandung anak ku.
Tidak mungkin lah...
Aku Say...
__ADS_1
Say... apa?
tanya Devan yang bingung mendengar perkataan Kalya yang sepatah.
**Tidak tidak
Ada apa dengan ku, kenapa aku hampir keceplosan Dasar mulut, gumam Kalya Yang Melihat wajah tampan Suami nya.
Sudah lah jangan di pandang lagi, Aku tuh sudah tau kalau kau sudah mulai Menyukai ku.
Apaan sih...
Kalau kau tidak menyukai ku, bagaimana bisa si Tuyul yang ada di dalam perut mu ada? Ha...
**I itu kan ini, HM.. itu apa tidak.
Sudah lah jangan mencari alasan lagi, Kalya aku tuh sudah menyukai mu, dan aku tidak bisa tidur kalau kau tidak ada di samping ku.
Halah...Basi.
Cup....
*Devan Mencium Pipi Kalya, dan tidak di sangka Kalya mencium balik kening Devan*
Haha....
Kenapa kau tertawa!!
Tanya Kalya penasaran kenapa setelah Kalya mencium kening Devan, Devan langsung Tertawa.
Maaf Maaf...
Aku Sangat senang melihat perubahan mu,
Sudah lama aku menunggu semua ini Kalya.
Hehe...
Terimakasih kamu nungging aku, sebenarnya aku sudah menyukai mu di saat Kau Mengatakan dulu, Tapi Sebagai Seorang Wanita itu harus jaga Image Doank..
Ih...
Aku Hampir Pasrah melihat kau marah marah setiap hari.
HM...
Aku tuh marah karena, Ingin melihat Seberapa Besar kau menyukai ku, Jadi ya begitu lah.
Hiks.. hiks...
Ya sudah lah..
Aku sangat sangat senang, Terimakasih ya Sayang.
__ADS_1
BERSAMBUNG