
Ini baju nya suami ku yang paling tampan..
Dasar betina kalau ada mau nya saja manis sekali, gumam Devan.
Setelah memakai baju Devan turun dan melihat Kalya sedang menyiapkan sarapan.
Wah... sudah siap ya?..
Sini sarapan dulu sebelum berangkat kerja suami ku.
Terimakasih istri ku..
Oh iya.. saya hampir lupa, tadi papa ku telfon, papa ku bilang kamu di suruh ikut ke perusahaan, Devan berbicara sambil memakan sarapannya.
Untuk apa aku ikut ke perusahaan papa mu, sedang kan aku saja belum pernah pergi ke perusahaan ayah ku.
Dengar kan dulu... kenapa setiap saya berbicara selalu di potong.
Ya maaf...
Kamu kan sekarang sudah resmi jadi istri aku, jadi papa aku akan memperkenalkan kamu ke seluruh pejabat dan pegawai yang ada di kantor.
Kalau aku ikut berarti nanti Salsa akan tau kalau aku sudah menikah!!. Ais.... pasti Salsa kaget bercampur kecewa mendengar nya kalau aku itu sudah menikah tapi tidak memberi tahu nya, aku harus bagaimana... Gumam Kalya.
Hey... melamun saja, kamu mau ikut tidak.
Kita kan menikah secara diam-diam, teman mu atau sahabat mu juga tidak tau kalau sudah menikah.
Jadi?..
Aku tidak ingin sahabat ku kecewa...
Apa maksud mu dengan sahabat mu kecewa?.
Sahabat ku Berkerja di perusahaan papa mu Devan, Dia itu sahabat ku waktu aku kecil sampai sekarang, jadi aku tidak ingin sahabat ku kecewa, aku sudah berjanji pada nya kalau aku menikah nanti, aku akan memberi tahu nya.
__ADS_1
Ya sekarang kan kamu sudah menikah jadi apa lagi yang harus di takut kan, kamu tidak ingin kan jadi istri/ menantu durhaka?..
Kalya berpikir sejenak dan tanpa pikir panjang iya menyetujui nya karena ia tidak mau jadi istri/menantu durhaka.
Ya sudah aku ikut..
aku akan datang pas jam makan siang.
Devan tersenyum ke arah istri nya.
Aku sudah selesai..
Ya sudah kamu pergi lah..
Hati- hati di jalan.
Devan pergi meninggalkan Kalya yang sedang sarapan di meja makan.
Bagaimana cara aku pergi ke kantor papa Devan, tetapi tidak di kenali Salsa.
Permisi nyonya..
Apakan anda perlu bantuan..
Tanya dari seorang asisten rumah tangga, yang bernama Mbok Iyem.
Kalya tersenyum..
Jangan panggil saya nyonya Mbok, Panggil saja Kalya..
Tapi itu kurang sopan nyonya..
Tidak kok malah saya lebih senang mendengar nya.
Baik lah Nona Kalya...
__ADS_1
Kalya tersenyum...
Oiya.. nama Mbok siapa ya?..
Nama saya Iyem.
Baik lah Mbok..
Kalya sedang tidak memerlukan apa- apa.
Baik lah nona Kalya, mbok permisi dulu.
Ha... sebaik nya aku berdandan agar Salsa Tidak bisa mengenali ku, gumam Kalya.
Mbok saya pergi dulu ke luar ya..
Sebaik nya aku menyiapkan bekal untuk papa dan Devan, gumam Kalya.
Kalya pun menyiapkan makan siang untuk Devan dan papa mertua nya, dan langsung berangkat ke salon.
Permisi Nona apa yang bisa saya bantu?..
Oiya... Dandani saya yang cantik dan berbeda dari muka sehari-hari ku.
Baik Nona silahkan lewat sini...
Mereka pun memoles wajah Kalya sedemikian rupa sampai- sampai Kalya pun tidak percaya kalau yang berada di depan cermin itu bukan dia melainkan orang lain.
Ini benar Wajah ku?..
Iya nona, apa kan kurang bagus.
Ini sudah melampaui batas bagus nya..
Seperti nya jangan kan Salsa, ibu ku sendiri pun saya rasa tidak mengenali nya, gumam Kalya.
__ADS_1