"Perjodohan Yang Tak Terduga"

"Perjodohan Yang Tak Terduga"
Laki-laki brengsek


__ADS_3

Menyukai ku, sudah lah bilang saja, lagian pun kita bentar lagi kan menikah tinggal hitung jam saja, goda Devan.


Kamu bisa diam kan!!.. sudah lah sana pakai baju.


Iya iya... kamu makin lama makin Judes aja ya, tapi aku suka.


Setelah mengatakan itu Devan langsung pergi meninggal kan Kalya.


Dasar laki- laki Brengsek awas aja nanti kalau ada kesempatan akan ku balas, gumam Kalya.


Kalya pun masuk ke dalam kamar mandi dan tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi, Kalya kaget melihat Devan yang sudah siap memakai baju duduk di bibir tempat tidur.


Kamu sedang melihat apa!!...


Dasar laki- laki brengsek mata keranjang.


Kalya siapa sih orang yang tidak tergoda dengan tubuh kamu.


Apa kamu bilang!!...


Ya ampun kenapa aku berbicara seperti itu, ih... dasar mulut sialan, gumam Devan.


Aku tidak berbicara apa- apa kok aku hanya bilang pakai baju.


Awas aja kamu mikir yang tidak- tidak dasar laki- laki mesum.


Kenapa sih kamu tidak percaya sekali dengan ku, sini ku kasih tau bagaimana sikap dan sifat laki- laki mesum dan brengsek yang kau bilang itu.


Devan menarik tangan Kalya dan membaringkan tubuh nya di tempat tidur.


B.r.ak...

__ADS_1


Apa yang akan kamu laku kan lepas kan aku laki- laki gila.


Kamu yang mengatakan kalau aku itu laki- laki mesum,gila dan brengsek, jadi ku buktikan perkataan mu.


Kamu.... lepas kan aku..


Tetap saja Devan masih memegang erat tangan Kalya dan membekap tubuh nya dengan kaki nya.


Lepas kan aku..... lepaskan.. biar kan aku pergi.


Devan tidak mendengar Kalya iya tetap ingin melakukan nya.


Yang tidak di ingin kan Kalya pun terjadi, Devan mencabik bibir Kalya dengan bibir nya, Kalya yang tidak bisa berbuat apa- apa hanya bisa diam dan menikmati.


Bagaimana Kalya... Apa kah aku sudah menjadi laki- laki brengsek yang kamu bilang tadi...


Devan pun masih ******* bibir Kalya, dan mendengar perkataan Devan, Kalya pun langsung menggigit bibir Devan sampai berdarah.


Aduh sakit.... dasar s.. sakit


Kalya pergi meninggalkan Devan dan langsung mengguna kan pakaian.


Kalya cepat lah sedikit, ini sudah siang aku masih ada urusan kantor.


Iya iya... gak sabaran banget sih.


Kalya pun keluar dan melihat Bibir Devan membengkak ia pun tertawa terbahak-bahak.


ha..ha..haha..


liat lah bibir mu, kamu yakin akan keluar dengan keadaan bibir membengkak gitu.

__ADS_1


Ini kan ulah mu, di suruh menikmati saja susah sekali, dan lihat malah bibir ku kamu gigit, kamu kira gak sakit.


Ya sudah kamu duduk sini biar ku kompres.


Ternyata dia bisa perhatian juga ya, gumam Devan.


Kompres nya jangan pakai es, pakai bibir kamu saja pasti langsung sembuh.


Dasar udah sakit begini mikir nya yang macam-macam, mau ku tambahin ya sakit nya, tapi tidak di bibir, tapi di kepala, biar gak mikir yang macam-macam lagi.


Iya iya...


Terima kasih ya sudah bantuin aku.


Mm...


Bilang iya kek apa kek ini enggak cuma M.. aja.


Jadi kamu mau nya apa!!..


Ya ngomong gitu lah masa diam aja.


Aku lagi malas ngomong dengan mu, nanti ujung- ujung nya debat.


Ya sudah lah ayo kita pulang, udah gak sakit lagi kok.


Kamu yakin bibir kamu tuh bengkak banget nanti apa yang papa dan mama mu kata kan jika melihat bibir anak nya bengkak.


Kamu tenang saja..


Devan tersenyum picik.

__ADS_1


Ada apa dengan nya kenapa seperti ada sesuatu di balik senyuman nya itu....


BERSAMBUNG


__ADS_2