
Xin Quan tersenyum tipis dalam tidur nya, betapa bahagia hatinya saat ini mendengar sendiri ucapan dari sang suami tercinta yang lebih memilih untuk menemani dirinya tidur di bandingkan mengurusi mayat kedua selir serakah nya itu.
Tangan Xin Quan terulur sambil mengelus wajah suami tampannya itu.
Tak ada harta yang lebih baik jika di bandingkan dengan Yuan Jicheng nya yang begitu tulus.
Dia benar-benar bangga dan begitu mengagungkan suaminya, selain tampan, Yuan Jicheng juga hanya mencintai dirinya.
Dia tak pernah menyesal telah memutuskan pertunangan dengan pangeran ke tujuh, menurutnya pangeran ke tujuh itu sama sekali tak bisa di bandingkan dengan Yuan Jicheng yang sempurna sebagai suami.
Meskipun di masa lalu Yuan Jicheng bukan lah orang yang baik, tapi dia meyakini jika Yuan Jicheng adalah yang terbaik.
Hoek...
Hoek...
Terdengar kembali suara para prajurit yang terus saja muntah melihat cacahan daging manusia di belakang paviliun Xin Quan dan juga mereka saat ini membayangkan bagaimana rasanya saat seluruh tulang nya di remukan kemudian di cincang seperti itu.
Kedua puluh orang prajurit itu pun saling memandang dengan wajah yang sama-sama pucat, mereka berjanji tak akan menyinggung Xin Quan dan juga Yuan Jicheng.
Cukup sudah mereka harus membersihkan ceceran darah dan juga potongan tubuh manusia, jangan sampai suatu hari nanti mereka juga mengalami hal yang serupa seperti para pembunuh bayaran bodoh itu, yang terlalu percaya diri hingga menentang pasangan iblis psikopat itu.
Istana kekaisaran Yuan kembali ramai hari ini, berbagai gosip muncul karena kematian dua orang selir Yuan Jicheng.
Pangeran ketujuh yang mendengar hal itu pun langsung menggelengkan kepalanya.
Bukankah sejak awal dirinya sudah mengatakan jika Yuan Jicheng itu bukanlah pria yang baik? Xin Quan pasti sangat tertekan hingga harus membunuh ketiga selir suaminya itu.
Ada rasa iba di hati pangeran ketujuh melihat nasib Xin Quan yang malang, ingin rasanya dia merebut kembali Xin Quan dan membawanya kepelukan.
Tapi bagaimana dia akan menghadapi cibiran dan juga cemoohan orang jika dia melakukan itu? Pangeran ketujuh di buat pusing tujuh keliling karena memikirkan nasib gadis yang sempat singgah di hatinya itu, tapi dia bisa apa? Dia hanya bisa mengirimkan orang-orang nya untuk menjaga agar Xin Quan tetap bahagia dan tidak dalam keadaan yang sulit.
__ADS_1
Sementara itu di aula istana kekaisaran Yuan saat ini, ada beberapa orang rakyat yang datang untuk meminta bantuan pada kaisar Yuan.
Mereka adalah rakyat dari kekaisaran Jang, semenjak kaisar Jang meninggal karena di bantai oleh orang-orang dari kekaisaran Yuan, istana yang kosong saat ini tengah di penuhi oleh para bandit, yang dengan sesuka hati mengambil alih tampuk kekuasaan.
Ketua bandit yang bernama Ma Chao kini meraja lela dan banyak memeras rakyat.
Mereka tak segan-segan untuk membunuh rakyat yang tidak mau tunduk pada kekuasaan mereka, bahkan para bandit itu pun menculik para gadis untuk di jadikan pemuas nafsu syahwat mereka semua.
Seluruh rakyat kekaisaran Jang di peras, bahkan banyak dari mereka yang di hukum mati hanya karena tidak bersujud pada Ma Chao.
Kaisar Yuan geram bukan main saat mendengar aduan dari rakyat kekaisaran Jang, dia juga menyesal tak langsung mengambil alih tampuk kekuasaan saat itu hingga akhirnya memberikan kesempatan pada para bandit untuk berbuat semena-mena di istana kekaisaran Jang itu.
Andai saja dulu kaisar Jang tak ikut campur dan turut membantu pangeran keempat untuk menyerang istana kekaisaran Yuan, mungkin saat ini dia masih hidup dan rakyat nya pun bisa sejahtera.
Kaisar Jang saat itu membantu pangeran keempat untuk melakukan pemberontakan terhadap kaisar Yuan, hingga akhirnya dengan sangat terpaksa kaisar Yuan pun memerintahkan pangeran kedua dan juga pangeran ketiga beserta para jendral dan prajurit untuk melenyapkan kaisar yang sok kuat dan berkuasa itu.
Hingga akhirnya peperangan pun pecah dan menjadikan kekaisaran Yuan semakin tangguh lagi karena adanya dukungan dari pasukan Ai Li.
Dia akan melakukan segala macam cara agar istrinya itu tetap bersama dengan nya tanpa harus di ganggu oleh si kembar yang kini mulai menggeser posisi pangeran kedua di hati Ai Li.
"Salam pangeran!" seorang prajurit berdiri di hadapan pangeran kedua sambil membungkuk penuh hormat.
Pangeran kedua membuang muka melihat kehadiran prajurit di hadapannya, sedangkan Ai Li kini tersenyum manis.
Sepertinya dewi fortuna telah kembali ke sisi Ai Li, dan setelah pangeran kedua meninggalkan paviliun nya nanti, dia akan segera menemui kedua putra kecil kesayangan nya itu.
"Ada apa?" pangeran kedua bertanya dengan nada yang datar, raut wajah nya terlihat menghitam karena merasa keromantisannya dengan sang istri terganggu.
"Yang mulia kaisar memanggil pangeran ke aula rapat" ucap prajurit itu masih dengan posisi menunduk, tak bergeming dari tempatnya.
Pangeran kedua melirik Ai Li yang kini tersenyum manis, sementara dirinya kini menelan cuka, benar-benar tidak mengenakkan.
__ADS_1
Akhirnya pangeran kedua pun bangkit dan berjalan di iringi oleh prajurit yang tadi menyampaikan perintah dari ayah nya itu menuju ke aula rapat.
Meskipun langkah nya biasa saja, tapi raut wajah pangeran kedua menunjukkan rasa malas yang tak berkesudahan.
Dalam hati pangeran kedua terus saja merutuki ayahandanya yang tak pernah mengerti keinginannya dan selalu mengganggu saat-saat indah nya bersama Ai Li.
Tap...
Tap...
Tap...
Suara Langkah kaki pangeran kedua terdengar di koridor menuju aula istana, wajah lusuh nya benar-benar tak enak di pandang mata.
Para prajurit dan juga pelayan yang di jumpainya pun terus menunduk tak berani mengangkat kepala mereka di hadapan pangeran kedua.
Akhirnya setelah berjalan sekitar tiga puluh menit, pangeran kedua pun sampai di aula istana, dengan segera dia pun membungkukkan badannya memberi hormat pada kaisar Yuan.
"Ayahanda kedatangan rakyat dari kekaisaran Jang! Mereka meminta bantuan pada kekaisaran kita untuk menumpas para bandit yang kini merajalela di istana kekaisaran itu!" ucap kaisar Yuan menjelaskan akar permasalahan hingga dirinya harus memanggil pangeran kedua.
Sedangkan pangeran kedua hanya diam di tempat nya, dia sudah bisa menebak jika saat ini ayahandanya itu akan mengutus dirinya untuk berangkat dan membasmi para bandit yang membuat kekacauan di kekaisaran Jang.
Terima kasih banyak atas semua dukungan yang telah readers berikan pada karya receh author, mohon maaf jika banyak alur yang ngawur atau pun typo. Author masih pemula dan masih harus banyak belajar lagi.
Pemenang Gift away akan kita umumkan esok hari tanggal 5 desember 2022.
Untuk 3 orang pendukung terbanyak akan mendapatkan uang tunai 100k dan untuk tujuh orang berikutnya berhak atas pulsa sebesar 20k.
Untuk para pendukung terbanyak di harapkan untuk follow akun author ya, nanti saya follback, nomor rekening dan juga nomor ponsel yang akan di isi pulsa bisa di kirim lewat chatt nantinya.
Karena novel ini akan segera tamat dalam beberapa bab ke depan, gift away selanjutnya akan di lanjutkan di novel terbaru author Ibu cerdas putri jeniusku, dengan total hadiah yang sama.
__ADS_1
Selamat beristirahat semuanya 🙏🙏🙏