2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 59


__ADS_3

Bab pembantaian.. Yang gak suka boleh skip ya..


Kemunculan para pemberontak akhirnya membuat Ai Li dan An Xia resah, kedua wanita itu tak lagi menyembunyikan jiwa psikopat nya.


Dengan langkah tegas, Ai Li dan An Xia mulai menggiring para pemberontak itu menuju istana kekaisaran Yuan.


Pasukan Black Shaddow bergerak dalam kegelapan dan mulai membantai satu persatu penghianat yang mulai unjuk gigi ingin menunjukan keberadaan nya.


Sedangkan pasukan Black Wolf pimpinan An Xia terus menghadang setiap pemberontak yang berniat menjarah desa satu persatu.


Mereka hanya menyisakan ketua dari setiap kelompok nya, dan menghabisi seluruh pasukannya.


Pergerakan para pemberontak itu memang sudah di pantau oleh anggota pasukan Ai Li maupun anggota pasukan An Xia.


Keduanya juga mengetahui jika saat ini pangeran keenam tak ada di sana melainkan bergabung dengan pangeran ke lima di daerah selatan. Namun mereka belum lagi memberi tahukan hal itu pada kaisar Yuan.


Guang yang di perintahkan oleh kaisar Yuan untuk mengawasi gerak-gerik pangeran keenam pun kini telah kembali ke istana dan berniat melaporkan hasil penyelidikan nya pada kaisar Yuan.


"Hormat hamba yang mulia" Guang membungkuk di hadapan kaisar Yuan.


"Apakah ada hal yang mencurigakan?" tanya kaisar Yuan.


Mendengar ucapan dari tuannya, Guang pun segera menjawab "Seperti yang anda perkirakan yang mulia, pangeran keempat, pangeran ke lima dan juga pangeran keenam membangun kekuatan tersembunyi di belakang anda. Mereka bersatu untuk melakukan kudeta melawan anda" ucap Guang


"Lalu apa yang di lakukan oleh kedua menantu kesayangan ku itu? Apakah mereka cukup bersenang-senang?" tanya kaisar Yuan


"Benar yang mulia, Putri Han memimpin pasukannya untuk membantai pasukan pemberontak di wilayah barat, sementara Putri An menumpas semua pemberontak yang berniat memeras dan juga merampok rakyat di wilayah timur" ucap Guang


Kaisar Yuan pun mengangguk-anggukan kepalanya.


"Sepertinya akan ada pertunjukan bagus dari kedua iblis kecil itu. Guang.. Perintahkan para prajurit untuk menyiapkan lapangan eksekusi di alun-alun kekaisaran. Dan siapkan juga kayu bakar dan bahan bakar yang banyak untuk menyambut kepulangan mereka" ucap kaisar Yuan dengan santai.


Nampak nya kaisar Yuan pun telah tercemari oleh pemikiran kedua menantunya itu, hingga dia pun tanpa merasa ragu memberikan perintah pada Guang.


Tepat dua hari kemudian, banyak sekali kerangkeng yang berisi para pimpinan pemberontak beserta kaki tangannya yang di bawa oleh kereta. Tubuh serta baju yang di gunakan para pemberontak itu terlihat begitu kotor dan juga banyak darah.

__ADS_1


Sebelum di bawa menuju istana, Ai Li memang sengaja menyiksa mereka terlebih dahulu, Ai Li begitu menikmati teriakan demi teriakan kesakitan yang menjadi penyemangat hidupnya.


Sementara An Xia yang memang menyukai darah, menyayat tubuh musuh nya, hingga darah pun terpercik ke wajahnya. Dia juga terus memenggal satu persatu musuhnya hingga wajah dan juga baju nya di penuhi darah.


An Xia begitu menikmati pemandangan ini hingga hanya menyisakan 20 orang yang akan di bawanya menuju istana.


Jika Ai Li membawa pemberontak itu dengan kereta kerangkeng, An Xia hanya membawa mereka dengan bantuan tambang, dia mengikat kaki dan juga tangan musuh nya dengan tambang kemudian menarik nya dengan kuda.


Menyeret para pemberontak itu melalui jalan yang terjal dan berbatu, hingga tubuh para pemberontak itu di penuhi dengan luka dimana-mana.


Sesampainya di alun-alun, banyak sekali rakyat yang telah berkumpul untuk menyaksikan pengeksekusian para pemberontak.


Tak seperti biasanya, kali ini eksekusi tidak di lakukan oleh kaisar maupun seorang algojo.


Eksekusi justru di pimpin langsung oleh Ai Li dan juga An Xia yang merupakan menantu kekaisaran.


40 orang pemberontak yang tersisa telah di ikat pada tiang masing-masing. Rakyat merasa was-was dan takut dengan apa yang akan di lakukan oleh kedua menantu kekaisaran itu, namun mereka juga merasa penasaran dengan hukuman yang akan di berikan pada para pemberontak itu.


Jika kaisar menggunakan pedang untuk mengeksekusi, berbeda dengan Ai Li dan juga An Xia.


Setelah perintah eksekusi di berikan, Ai Li dan An Xia segera mengambil senjata masing-masing.


Ai Li mengambil tang dan mencabuti kuku seluruh musuhnya, sedangkan An Xia mengambil pisau dapur untuk menyayat dan juga menguliti kulit musuh nya.


Teriakan demi teriakan terus menggema, rakyat yang menyaksikan kekejaman Ai Li dan An Xia pun bergidik ngeri melihat pemandangan tak biasa itu.


"Aaahh... Hentikan... Bunuh saja aku b*****t" ucap seorang pemberontak pada An Xia.


Namun An Xia masih santai menguliti tubuh mangsanya menggunakan pisau dapur yang sudah berkarat itu.


Sementara Ai Li semakin menggila, dia mulai mencabuti gigi musuh nya satu persatu.


Wajah kedua wanita itu tak terganggu sedikit pun mendengar teriakan orang yang kini di siksanya, justru senyum kepuasan nampak di wajah mereka yang cantik.


"Dasar iblis... Bunuh saja aku" ucap pemberontak itu sambil meludahi wajah Ai Li.

__ADS_1


Ai Li yang marah langsung saja mengambil pisau nya dan membuat tato di tubuh orang itu lalu menyiramnya dengan air perasan jeruk nipis dan juga garam.


"Aaah... Dasar iblis.." teriak pemberontak itu sambil terus menggeliatkan badan nya yang perih.


"Jika kau tahu bahwa aku ini iblis, harusnya sejak awal kalian jangan mencari masalah denganku" ucap Ai Li


Sreet...


Aaaaaakh...


Bruk...


Dengan kejam Ai Li pun merobek perut pria itu dan mengeluarkan isinya hingga membuat teman-teman dari pemberontak itu bergidik ngeri melihat kekejaman Ai Li.


Rakyat yang menyaksikan pun banyak yang muntah hingga pingsan, kini mereka berjanji untuk tidak mengusik kedua iblis wanita itu, dan akan mengingat kejadian ini dengan baik untuk seumur hidup mereka.


Melihat Ai Li yang sudah menyelesaikan tugas nya, An Xia pun melemparkan banyak pisau terbang ke arah para pemberontak itu, dan menancap sempurna di paha para pemberontak itu, kemudian mengambil cabai bubuk dan juga garam, menaburkannya pelan-pelan dengan anggun nya.


Ai Li menyemprotkan air perasan jeruk hingga habis tak bersisa hingga teriakan menyayat hati kembali menggema.


Sret...


Sreet...


Sreet...


Glundung...


39 kepala manusia menggelinding ke dekat An Xia dan juga Ai Li. Kedua wanita itu membuka ikat pinggangnya dan mengeluarkan samurai yang tersembunyi dan langsung memenggal kepala para pemberontak.


Tubuh An Xia dan Ai Li kembali di penuhi darah, namun tak menepis kecantikan kedua wanita psikopat itu, mereka terlihat begitu indah dan cemerlang dengan samurai panjang di tangan kanan mereka.


Pangeran ketujuh kembali di beri kejutan tak terduga oleh kedua kakak iparnya, hingga matanya melotot horor melihat pembantaian yang di lakukan kedua wanita berwajah dewi namun memiliki sisi kejam di dalamnya.


Kaisar Yuan bangun dari tempat duduknya dan segera memberi perintah.

__ADS_1


"Prajurit.. Bakar tubuh para penghianat itu dan gantung kepala mereka sebagai peringatan bagi siapa pun yang berani berkhianat pada kekaisaran" ucap nya sambil turun dari singgasana nya dan kembali ke istana kekaisaran.


__ADS_2