
Melihat tingkah kedua ibunya yang ajaib membuat pangeran kedua dan pangeran ketiga geleng-geleng kepala, bahkan kaisar yang merupakan orang nomor 1 di kekaisaran pun di acuhkan dan di lewati oleh kedua selir tingkat 1 itu.
Kaisar Yuan hanya bisa bengong melihat kedua selirnya itu bertingkah seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru, padahal baru beberapa waktu yang lalu mereka bertengkar, tapi kini mereka kembali bergandengan tangan seperti sepasang saudara yang baik.
"Sepertinya zen punya saingan baru" ucap kaisar Yuan.
Pangeran kedua dan pangeran ketiga pun mengalihkan pandangannya ke arah kaisar Yuan. Mata mereka memicing takjub saat tahu ayahnya cemburu pada kedua anak mereka.
Namun saat tatapan mereka kembali ke arah Ai Li dan An Xia, keduanya pun langsung cemberut. Istri mereka kini sedang mengelus perut rata mereka tanpa memandang mereka sedikit pun.
Akhirnya kedua pangeran itu pun mendengus kesal sambil menghentakkan kaki mereka.
"Astaga.. Masih di dalam perut saja anak itu sudah merebut perhatian istriku. Bagaimana kalau dia sudah lahir? Sepertinya aku harus perawatan total agar istriku kembali melihat ke arahku" ucap pangeran ketiga sambil melangkahkan kakinya kesal.
"Semoga saja anak itu laki-laki, jadi aku bisa mengajaknya bertarung nanti agar Ai Li tahu aku lebih baik dari anak itu" ucap pangeran kedua sambil mengepalkan tangan.
Sedangkan para pelayan yang mendengar rutukan kedua pangeran itu hanya menahan tawa mereka.
"Sungguh para pangeran itu terlihat sangat lucu saat cemburu pada anak mereka" ucap pelayan A yang di angguki semua pelayan yang lain.
Namun salah satu dari pelayan itu baru menyadari ucapan kedua pangeran itu, hingga akhirnya matanya membulat dan tertawa.
"Hahaha.." ucapnya sambil terus memegangi perut nya. Pelayan yang lain pun melirik heran ke arah nya sebelum pelayan yang sedang tertawa itu mengatakan.
"Ini benar-benar gosip yang bagus. Pangeran kedua dan pangeran ketiga akan memiliki anak, artinya putri An dan juga putri Han saat ini sedang mengandung. Hahaha.. Sebentar lagi aku kaya, aku akan segera melapor dan mendapatkan banyak koin setelah menyampaikan pesan ini" ujar nya sambil kedua tangannya menyingkap rok hanfu nya dan bersiap untuk menyebarkan berita.
Pelayan yang lain pun tertegun sejenak sebelum akhirnya mereka pun melakukan hal yang sama dan berhamburan menuju kediaman majikan mereka masing-masing.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar suara ketukan di pintu, pangeran keenam segera saja menyuruh nya masuk. Hingga akhirnya muncullah Mei yang langsung datang dan menghadap.
Dengan sedikit berbisik, Mei pun menyampaikan berita yang dibawanya kepada pangeran keenam.
__ADS_1
"Apa kau tak berbohong Mei?" tanya pangeran keenam
"Hamba tidak berani pangeran, hamba mendengar sendiri saat pangeran kedua dan juga pangeran ketiga menggerutu sambil berjalan, bahkan ada beberapa pelayan lain juga yang mendengar nya" ucap Mei
Pangeran keenam pun langsung bangkit dari kursinya dan langsung berjalan menuju jendela.
Setelah Mei keluar, muncullah Min. Kepercayaan pangeran keenam yang langsung membungkuk.
"Salam pangeran" ucap Min
"Cari tahu kebenaran berita yang di bawa Mei hari ini. Dan jika itu benar, bagaimana pun caranya buat kedua wanita itu kehilangan anak mereka. Jangan sampai kelahiran kedua bayi itu akan membuat semua rencanaku gagal" ucap pangeran keenam yang langsung di angguki oleh Min.
Sementara itu pangeran kelima yang saat ini sedang berolahraga dengan pelayan pribadinya yaitu Yun, sangat marah saat mendengar ketukan di pintu kamar nya.
"Masuk.." ucap pangeran kelima.
Seorang pelayan dengan tergopoh-gopoh segera masuk ke dalam kamar pangeran kelima, namun saat langkahnya hampir mendekat ke arah pangeran ke lima, mata pelayan itu melotot. Bagaimana tidak? Pangeran kelima seolah acuh dan terus meneruskan aktivitas ranjang nya bersama Yun yang wajahnya saat ini terlihat memerah menahan malu. Saat tak sengaja temannya itu melihat dirinya yang sedang berada di bawah kungkungan pangeran kelima dalam keadaan tanpa busana.
Bahkan pangeran kelima tanpa ragu menunjukkan keperkasaannya di hadapan pelayan itu.
Sementara pelayan itu sudah bergetar ketakutan mendengar ancaman dari pangeran kelima.
"Maafkan hamba pangeran, hamba membawa berita tentang putri An dan juga putri Han" ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.
Pangeran kelima pun segera melepaskan Yun dan langsung berdiri, tangan kanan nya mencengkram dagu pelayan itu dengan keras.
"Dasar pelayan bodoh, kau mengganggu kesenangan ku hanya untuk mendengar berita tak jelas tentang kedua istri kakak tiriku itu? Benar-benar tidak berguna" ucap pangeran kelima sambil melepaskan cengkeraman tangannya dan mendorong pelayan itu.
"Maafkan hamba pangeran, tapi ini berita penting. Putri An dan juga putri Han saat ini sedang hamil" ucap pelayan itu dengan suara yang bergetar.
Pangeran kelima pun melotot mendengar berita yang di ucapkan pelayan nya dan langsung melampiaskan kemarahan nya pada barang-barang yang ada di kediamannya.
Prang...
__ADS_1
Prang...
Prang...
Suara benda berjatuhan karena dilempar pangeran kelima.
"Dasar pangeran pembawa sial, jadi dia sengaja membuat berita ini di saat aku akan segera pergi menuju ke selatan? Itu artinya dia ingin melawan ku dan mengambil posisiku! Dasar brengsek, lihat saja aku pasti akan menghancurkanmu walaupun aku sudah pergi dari istana ini" ucap pangeran kelima sambil menggebrak meja.
Tak lama pangeran kelima pun kembali ke peraduannya dan langsung melanjutkan aktivitas nya yang tadi tertunda.
Sedangkan Yun hanya bisa menangis saat merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya gara-gara kelakuan pangeran kelima yang menjamahnya dengan brutal. Dia pun merutuki teman pelayan nya yang menyampaikan berita buruk di saat yang tidak tepat.
Sementara selir agung beserta selir kehormatan saat ini sedang duduk di gazebo sambil menyesap teh, sesekali mereka berdua pun tertawa hingga akhirnya mereka pun sadar jika tadi telah meninggalkan kaisar tanpa meminta izin.
Mata kedua selir itu pun membulat dengan sempurna sambil merutuki kebodohan mereka berdua.
"Astaga, aku lupa meninggalkan yang mulia di aula tadi" ucap selir agung sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya.
"Kau benar kakak, kita bahkan lupa untuk berpamitan dengan yang mulia.." ucap selir kehormatan.
Bruugh...
Terdengar suara benda jatuh tak jauh dari tempat kedua selir itu duduk, keduanya pun bangkit dan berjalan menuju suara itu. Tak lama kedua selir itu pun tertawa melihat pangeran kedua dan pangeran ketiga terduduk di atas rumput sementara kedua istri mereka berdiri sambil bertolak pinggang.
"Astaga suamiku, apa kau tak bisa memanjat pohon itu dan mengambil mangga yang aku inginkan?" tanya An Xia, matanya terlihat berkaca-kaca dan hendak menangis.
"Bukan tak bisa sayang, tapi pohon itu banyak semut nya. Dan buah yang kau inginkan itu berada paling ujung, aku sudah berusaha mengambilnya bahkan sampai terjatuh" ucap pangeran ketiga menjelaskan.
Sementara An Xia langsung menangis dengan histeris mendengar jawaban suaminya itu.
Ai Li pun saat ini melotot melihat suaminya yang terjatuh dari pohon belimbing. Bahkan pangeran kedua membuat alasan jika dahan pohon itu rapuh dan tak bisa menampung berat badannya membuat Ai Li kesal setengah mati.
"Kau.. Tidur di luar" ucap Ai Li sambil pergi meninggalkan suaminya
__ADS_1
Pangeran kedua hanya terbengong mendengar kata-kata yang di ucapkan istri nya itu.
"Seperti nya aku lebih memilih bertarung melawan seratus orang prajurit dari pada harus bermasalah dengan istriku, ayahanda benar.. Istri yang sedang marah itu jauh lebih menakutkan dari pada induk serigala yang terluka." ucap pangeran kedua sambil mencabuti rumput yang berada di bawah kakinya.